Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan yang Aman, Efektif, dan Terjangkau
Kata Kunci:
edukasi kesehatan, income generating, pengobatan herbal, pemberdayaan masyarakat, tanaman obat keluargaAbstrak
Latar belakang: Kesehatan merupakan salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia. Namun akses terhadap layanan Kesehatan yang memadai masih menjadi tantangan di banyak daerah, terutama di pedesaan. Ketidakpuasan terhadap pengobatan konvensional, permasalahan ekonomi, dan nilai-nilai pengobatan tradisional yang tidak dimiliki oleh pengobatan konvensional menjadi alasan mengapa masyarakat lebih memilih pengobatan tradisional daripada pengobatan konvensional. Tujuan: Edukasi tentang arti penting pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sekaligus mendukung kemandirian kesehatan melalui alternatif pengobatan aman, efektif, dan terjangkau. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program sebagai solusi untuk pemberdayaan mitra. Hasil: Pada aspek manajemen, mitra mendapatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman TOGA, pengolahan produk hingga pemasaran digital. Sebagian mitra sudah merasakan adanya income generating dari usahanya. Pemahaman sosial mitra atas penggunaan produk herbal yang aman terstandar akan menurunkan beban layanan kesehatan primer yang lebih mengutamakan obat sintetis. Kesimpulan: Mitra mampu menerapkan teknologi budidaya TOGA menggunakan metode Hidroponik Sistem Wick. Mitra juga mengalami peningkatan pengetahuan tentang TOGA dan khasiatnya.
__________________________________________________________________________
Abstract
Background: Health is a fundamental aspect of human life. However, access to adequate health services remains a challenge in many areas, especially in rural areas. Dissatisfaction with conventional medicine, economic constraints, and the lack of traditional healing values are reasons why people prefer traditional medicine over conventional treatment. Objective: To educate about the importance of utilizing family medicinal plants (TOGA) while supporting health independence through safe, effective, and affordable alternative therapies. Method: The activity was carried out in several stages: outreach, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and program sustainability as a solution to empower partners. Result: In terms of management, partners gained knowledge about TOGA plant cultivation, product processing, and digital marketing. Some partners have experienced income generation from their businesses. Partners' social understanding of the use of safe, standardized herbal products will reduce the burden on primary health care services that prioritize synthetic drugs. Conclusion: Partners are able to implement TOGA cultivation technology using the Hydroponic Wick System method. Partners also experienced increased knowledge about TOGA and its benefits.
Referensi
Carlson Wade. Mengatasi Hipertensi. II. Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia, 2021.
WHO. WHO traditional medicine strategy. 2014-2023. World Health Organization, 2023. https://www.who.int/publications/i/item/9789241506096
Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes budayakan kesehatan tradisional melalui BKTM. Kemkes 2019; 59: 8–9. https://kemkes.go.id/id/kemenkes-budayakan-kesehatan-tradisional-melalui-bktm
Firdaus EK, Hardiyani T, Dos Santos Silva JF, Amir H. What are the reasons for choosing traditional medicine over conventional medicine? A qualitative study. Gac Méd Caracas. 2023; 131 (51) https://saber.ucv.ve/ojs/index.php/rev_gmc/article/view/25703
Istichomah I, Ambarwati ER. Edukasi tentang tanaman herbal untuk mengatasi Hipertensi di Dusun Sumber Gamol Gamping Sleman. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) 2024; 6: 1. https://doi.org/10.30644/jphi.v6i1.849
Puspitasari I, Sari GNF, Indrayati A. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Alternatif Pengobatan Mandiri. Warta LPM 2021; 24: 456–465. https://doi.org/10.23917/warta.v24i3.11111
WHO. Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension.
Kementerian Kesehatan RI. Permenkes No 9 tahun 2016 tentang Upaya Pengembangan Kesehatan Tradisional Melalui Asuhan Mandiri Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Keterampilan. 2016; 2004–2006.
BPS. Profil Kesehatan Kecamatan Rawalo Tahun 2024. diunduh dari: chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://static.banyumaskab.go.id/website/file/profil_kesehatan_kecamatan_rawalo_2024_040325112940.pdf
BPS. Profil Kesehatan Kecamatan Rawalo Tahun 2023. diunduh dari: chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://static.banyumaskab.go.id/website/file/profil_kesehatan_kecamatan_rawalo_2023_141124010123.pdf
Potter PA, Perry AG. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep Proses Dan Praktik Volume 2 (edisi 4). Edisi 4. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2012.
Elfahmi, Woerdenbag HJ, Kayser O. Jamu: Indonesian traditional herbal medicine towards rational phytopharmacological use. J Herb Med 2014; 4: 51–73. https://doi.org/10.1016/j.hermed.2014.01.002
WHO. World Health Organization: Monitoring Health for SDG’s. 2025. https://www.who.int/publications/i/item/9789240110496
Mulyani NS, Arnisam W, Ermi P. Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh 2019; 5: 127. https://doi.org/10.29103/averrous.v5i2.2086
Ningrum AP, Utama WT, Kurniati I. Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Medula 2021; 10: 737–742. https://doi.org/10.53089/medula.v10i4.122
Annisa R, Tania M, Kurnia D. Menjaga Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah Untuk Kesehatan Jantung Dengan Konsumsi Minuman Herbal Teh Hijau. Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023; 2: 54–57. https://doi.org/10.26714/jipmi.v2i3.131
Setiawan A. Buku_Pintar_Hidroponik. Penerbit: Laksana. ISBN 978-602-407-623-8. Yogyakarta: 2019.
Sundoro BT. Penyuluhan Penggunaan Teknik Hidroponik Wick System dengan Media Botol Plastik Bekas sebagai Media Cocok Tanam di Desa Ngawu, Playen, Gunung Kidul. Jurnal Atma Inovasia (JAI); 2022; 2(3): 339-343. https://doi.org/10.24002/jai.v2i3.4508
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.













