Pemantauan Hilir Kualitas Air Bersih pada Sekolah sebagai Sarana Tempat Fasilitas Umum

Penulis

  • Cucu Herawati Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon
  • Sadita Nurkhotomah Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon
  • Suzana Indragiri Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon
  • Iin Kristianti Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon
  • R Nur Abdurakhman Program Studi S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon
  • Nuniek Tri Wahyuni Program Studi S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon
  • Supriatin Supriatin Program Studi S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon

Kata Kunci:

Escherichia coli, kualitas air bersih, sanitasi lingkungan, sekolah, sumur gali

Abstrak

Latar belakang: Ketersediaan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan sangat penting dalam mendukung kesehatan lingkungan sekolah. Namun, beberapa sekolah di wilayah kerja Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon masih menggunakan sumur gali dengan kondisi sanitasi yang berisiko terhadap pencemaran mikrobiologis, terutama karena jarak sumur dengan jamban kurang dari 10 meter. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengetahui kualitas air bersih pada bagian hilir di sarana tempat fasilitas umum (sekolah) untuk memastikan keamanan air sesuai standar kesehatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada enam sekolah binaan di wilayah kerja Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon pada Oktober–November 2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pengukuran, dokumentasi, pengambilan sampel air, serta pemeriksaan kualitas air secara fisik, kimia, dan mikrobiologi. Hasil: Seluruh sekolah menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih utama. Sebanyak 83,3% sumur tidak memenuhi syarat jarak aman dari jamban (<10 meter). Pemeriksaan fisik dan kimia menunjukkan sebagian besar parameter masih memenuhi standar kualitas air bersih. Namun, seluruh sampel air (100%) positif mengandung Escherichia coli. Kadar tertinggi ditemukan pada RA Aminah sebesar 101 koloni/100 mL dan PAUD Wijaya Kusuma 1 sebesar 70 koloni/100 mL. Kesimpulan: Kualitas air bersih di sebagian besar sekolah belum aman secara mikrobiologi akibat jarak sumur dengan jamban yang tidak memenuhi syarat, kondisi konstruksi sumur, dan sanitasi lingkungan yang kurang memadai. Disarankan dilakukan perbaikan konstruksi sumur, desinfeksi berkala, dan pemantauan kualitas air secara rutin oleh pihak sekolah dan Puskesmas.

Kata kunci: Escherichia coli, kualitas air bersih, sanitasi lingkungan, sekolah, sumur gali

__________________________________________________________________________

Abstract

Background: Access to clean water that meets health standards is essential for maintaining a healthy school environment. However, several schools within the service area of the Astanagarib Community Health Center, Cirebon City, rely on dug wells with inadequate sanitary conditions, increasing the risk of microbiological contamination, particularly because the distance between the wells and nearby latrines is less than the recommended 10 meters. Objective: This community service program aimed to assess the quality of clean water used in schools within the Astanagarib Community Health Center service area to ensure compliance with national health standards. Method: The program was conducted from October to November 2025 at six partner schools within the Astanagarib Community Health Center service area in Cirebon City. Data were collected through direct observation, interviews, environmental measurements, documentation, water sampling, and laboratory analyses of the physical, chemical, and microbiological quality of water. Result: All participating schools relied on dug wells as their primary source of clean water. A total of 83.3% of the wells did not meet the minimum recommended distance from latrines (<10 m). Physical and chemical analyses indicated that most water quality parameters complied with clean water standards. However, all water samples (100%) tested positive for Escherichia coli. The highest bacterial concentrations were detected at RA Aminah (101 CFU/100 mL) and PAUD Wijaya Kusuma 1 (70 CFU/100 mL). Conclusion: The microbiological quality of clean water in most participating schools did not meet health standards, primarily because of the inadequate separation distance between wells and latrines, poor well construction, and suboptimal environmental sanitation. Improvements in well construction, regular well disinfection, and routine water quality monitoring by schools in collaboration with community health centers are recommended to ensure the safety of water used in school settings.

Keywords: clean water quality, dug wells, environmental sanitation, Escherichia coli, schools

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Cucu Herawati, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon

Penulis pertama, penulis korespondensi

Referensi

Hargono A, Waloejo C, Pandin MP, Choirunnisa Z. Penyuluhan Pengolahan Sanitasi Air Bersih untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Mengare, Gresik. Abimanyu: J. Community Engagem. 2022; 3(1): 1-10. https://journal.unesa.ac.id/index.php/abimanyu/article/view/15407.

Rachman, Ranno Marlany, Triyantini Sundi, and Ahmad Saputra Sukarman. Analisis kebutuhan jaringan distribusi air bersih di Desa Laroonaha menggunakan software EPANET 2.0. Jurnal SemanTIK . 2020: 6(1): 49-60. https://ojs.uho.ac.id/index.php/semantik/article/view/11309.

Akhmaddhian S, Rifai IJ, Supartono T, Agustian AG, Hermansyah D, Royvaldo R. Sosialisasi dan Pelatihan Pengelolaan Air Bersih di Pondok Pesantren Binaul Ummah Kuningan. E.JPM. 2023; 6(03): 256-61. https://journal.uniku.ac.id/index.php/empowerment/article/view/8764.

Azni IN, Hasibuan HS, Kusnoputranto H. Analisis Kualitas dan Kuantitas Air Bersih di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2025; 24(1): 28-36. https://doi.org/10.14710/jkli.65017.

Puskesmas Atanagarib, Profil Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon, 2025.

Syamsudin, S., Rostina Rostina, and Usthum Al’Arif Billah. Analisis Kualitas Air Sumur di RW 05 Kelurahan Banta-bantaeng Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat 25.2 (2025): 324-329. https://doi.org/10.32382/sulo.v25i2.1776.

Munthe SA, Veronika Sinaga LR, Manurung J, Ningrum MM. Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Kandungan Bakteri E. Coli Pada Sumur Gali Di Desa Durin Simbelang Kecamatan Pancur Batu. Tekesnos. 2021; 3(2): 1-11.https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/tekesnos/article/view/2286.

Achmad BK, Jayadipraja EA, Sunarsih S, Hubungan Sistem Pengelolaan (Konstruksi) Air Limbah Tangki Septik dengan Kandungan Escherichia coli terhadap Kualitas Air Sumur Gali. J. Keperawatan dan Kesehat. Masy. Cendekia Utama, 2020; 9(1): 24-36. https://jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/stikes/article/view/512 .

Syafarida UY, Jati DR, Sulastri A. Analisis Hubungan Konstruksi Sumur Gali dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Jumlah Bakteri Coliform Dalam Air Sumur Gali (Studi Kasus: Desa PAL IX, Kecamatan Sungai Kakap). Jurnal Ilmu Lingkungan. 2022; 20(3): 437-444. https://doi.org/10.14710/jil.20.3.437-444.

Beko R. pengolahan makanan(tpm) di wilayah kerja balai besar kekarantinaan kesehatan surabaya wilayah kerja gresik. MHJEH. 2025; 5(1): 14-8. http://mhjeh.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjeh/article/view/57.

Nainggolan H, Iriyanto S. M., Matdoan M. I., Manullang E.V, Abu M.R. Edukasi dan Aksi Lingkungan untuk Meningkatkan Kesadaran Sanitasi dan Air Minum Aman pada Masyarakat Kelurahan Sentani Kota, J. Med. Med., vol. 2026; 5(1): 463–470. https://jmedika.com/index.php/medika/article/view/467 .

Haumahu J.P., Soplanit R, Liubana S. Sosialisasi Kandungan E-Coli Dan Total Koliform di Air Minum Masyarakat di Desa Wayame Kota Ambon. J. Pengabdi. Kpd. Masy. Indones.. 2026; 1(3): 325-336. https://jurnal.samudrailmu.com/index.php/jupikmas/article/view/133.

Widiyanti B. L. Studi Kandungan Bakteri E.Coli pada Airtanah (Confined Aquifer) di Permukiman Padat Penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia. Geodika J. Kaji. Ilmu dan Pendidik. Geogr. 2019; 3(1): 1-12. https://doi.org/10.29408/geodika.v3i1.1471.

Herawati C, Rohayani R. Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Kontaminasi Bakteri Escherichia Coli pada Sarana Air Bersih (SAB), Dimasejati J. Pengabdi. Kpd. Masy., 2023; 5(2): 61-71, https://doi.org/10.70095/dimasejati.v5i2.14989.

Dangiran HL, Dharmawan Y. Analisis Spasial Kejadian Diare dengan Keberadaan Sumur Gali di Kelurahan Jabungan Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2020; 19(1): 68-75. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.68-75.

Husin H, Wais Al Qorni R, Sarkawi S, Ramon A, Kosvianti E. Hubungan Jarak Dan Sanitasi Kandang Dengan Keberadaan Bakteri Coliform Air Sumur Di Desa Bangkahan Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu . Avicenna. 2023; 17(3): 212-225. https://jurnal.umb.ac.id/index.php/avicena/article/view/4323

Herawati C, Endayani H, Indragiri S, et al. Sanitary Hygiene and Behavior of Food Handlers in the Presence of Escherichia coli Bacteria. J Pure Appl Microbiol. 2023;17(4):2098-2103. https://doi.org/10.22207/JPAM.17.4.05.

Suni Y, Fallo G, Blegur WA. Analisis Kualitas Air Sumur Gali Di Kelurahan Maubeli Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara. J. Sci.Bio. 2024; 5(1): 31-8. https://doi.org/10.32938/jsb/vol5i1pp31-38.

Kinasih NS, Budiono Z, Suparmin S. Hubungan antara Konstruksi Sumur Gali dan Jarak Sumber Pencemar dengan Kandungan Escherichia coli pada Sumur Gali Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas Tahun 2022. Buletin Kesling Mas. 2023;4 2(2): 70-76. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v42i2.9760.

Sartika M, Tosepu R, Zainuddin A, Jafriati J, Karimuna SR, Azim LOL. Analisis Kualitas Air Minum Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimiawi di Desa Dongkala Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Tahun 2024. JKKM. 2026; 5(2): 225-32. https://doi.org/10.37887/jkkm.v5i2.1855.

Zikra W, Amir A, Putra AE. Identifikasi Bakteri Escherichia coli (E.coli) pada Air Minum di Rumah Makan dan Cafe di Kelurahan Jati serta Jati Baru Kota Padang. J. Kesehat. Andalas. 2018; 7(2): 212-216. https://doi.org/10.25077/jka.v7i2.804.

Anggun Sarttika Erinza, Ardi Mustakim. Evaluasi Kelayakan Air Sumur Di Kawasan Candi Muaro Jambi Berdasarkan Parameter Lingkungan Dan Kesehatan. Polygon. 2025; 3(5): 36-49. https://doi.org/10.62383/polygon.v3i5.750.

Arizki EPF, Simbolon VA, Daswito R. Kajian kualitas air dan kondisi sanitasi sumur gali di Lingkungan Permukiman Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang. TROPHICO. 2025; 5(1): 46-51. https://doi.org/10.32734/trophico.v5i1.20685.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31

Cara Mengutip

1.
Herawati C, Nurkhotomah S, Indragiri S, Kristianti I, Abdurakhman RN, Wahyuni NT, Supriatin S. Pemantauan Hilir Kualitas Air Bersih pada Sekolah sebagai Sarana Tempat Fasilitas Umum. JIPMI [Internet]. 31 Juli 2026 [dikutip 9 Agustus 2026];5(3):110-6. Tersedia pada: https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/1128

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama