Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Sabun: Sebuah Enterpreunership Bagi Guru Kimia

Penulis

  • Endang Tri Wahyuni Maharani Fakultas MIPA, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Meutia Srikandi Fitria Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Yusrin Fakultas MIPA, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Fandhi Adi Wardoyo Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Muhammad Hadi Prasetyo Fakultas MIPA, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Dewi Rochmatul Adhimah Fakultas MIPA, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Eva Alfiani Priyono Fakultas MIPA, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Debby Permata Sari Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Arifiani Agustin Amalia Prodi Magister Ilmu Laboratorium Klinis Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Ana Hidayati Mukaromah Prodi Magister Ilmu Laboratorium Klinis Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26714/jipmi.v1i4.51

Kata Kunci:

minyak jelantah, peningkatan kompetensi, sabun, zat antibakteri

Abstrak

Latar belakang: Limbah minyak jelantah dapat terjadi dari aktivitas rumah tangga maupun industri. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang digunakan secara berulang sehingga bilangan peroksdanya tinggi dan menimbulkan bau tengik. Limbah minyak jelantah ini biasanya dibuang sembarangan di lingkungan, sehingga menimbulkan pencemaran air maupun tanah. Tujuan: meningkatkan pengetahuan guru kimia dalam menyampaikan materi berbasis lingkungan seperti pelatihan ketrampilan pemanfaatan limbah minyak jelantah untuk diolah menjadi sabun, dan peningkatan pengetahuan tentang manfaat sabun untuk kesehatan (sebagai antibakteri dengan penambahan antioksidan kulit kayu secang atau serbuk daun jambu). Permasalahan yang dihadapi para mitra adalah kurangnya pengetahuan guru dalam mengajarkan praktikum yang berbasis lingkungan. Metode: Mitra program ini adalah para guru SMA bidang studi kimia di Jawa Tengah yang merupakan alumni D3 Pendidikan Kimia IKIP Semarang Angkatan Tahun 1983 yang sedang reuni berjumlah 11 orang, tempat kegiatan di Hotel Mahima Semarang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah. Hasil: Nilai rerata pre-test tentang materi kimia 4,72 dan post-test 8,18; sedangkan tentang manfaat sabun bagi kesehatan pre-test 7,00 dan post-test 9,09 sehingga terjadi peningkatan pengetahuan tentang materi kimia 91,60% dan tentang kesehatan 29,85%. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan sabun dari limbah minyak jelantah dapat meningkatkan kompetensi guru kimia dalam  mengajar materi yang berbasis lingkungan. Kegiatan ini disarankan untuk dilakukan secara berkelanjutan.

Kata Kunci: minyak jelantah, peningkatan kompetensi, sabun, zat antibakteri

__________________________________________________________________________________________

Abstract

Background: Waste cooking oil can occur from household and industrial activities. Used cooking oil is cooking oil that is used repeatedly so that the peroxide value is high and causes a rancid odor. Waste cooking oil is usually disposed of carelessly in the environment, causing water and soil pollution. Objectives: to increase knowledge of chemistry teachers in delivering environmental-based materials such as skills training in the use of used cooking oil waste to be processed into soap, and increase knowledge about the benefits of soap for health as an antibacterial with the addition of antioxidants from secang bark or guava leaf powder. The problem faced by partners is the lack of knowledge of teachers in teaching environment-based practicum. Methods: Partners of the program are high school teachers in the field of chemistry in Central Java alumni of the D3 chemistry education IKIP Semarang Batch of 1983 who are having a reunion of 11 people, where the activity is at the Mahima Hotel Semarang. The method used lectures and training to make soap from used cooking oil. Results: The average value of the pre-test on chemistry is 4.72 and the post-test 8.18; while about the benefits of soap for health pre-test was 7.00 and post-test 9.09 so there is an increase in knowledge about chemistry material 91.60% and about health 29.85%. Conclusion: Training in making soap from used cooking oil waste from the environment can improve the competence of chemistry teachers in teaching environmentally-based materials.

Keywords: waste cooking oil, competency improvement, soap, antibacterial agent

Biografi Penulis

Endang Tri Wahyuni Maharani, Fakultas MIPA, Universitas Muhammadiyah Semarang

Penulis Pertama

Ana Hidayati Mukaromah, Prodi Magister Ilmu Laboratorium Klinis Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Semarang

Penulis korespondensi

Referensi

Ngalim, Purwanto M. Psikologi Pendidikan. Bandung. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000.

Syah M. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung, 2006.

Yulmasita Bagou D, Suking A. Analisis Kompetensi Profesional Guru. Jambura J Educ Manag 2020; 122–130.

Zahara T, Studi P, Kimia P, et al. Pengembangan Modul Praktikum Berbasis Problem Based Learning Untuk Kimia Kelas X Semester Genap.

Darmawan IPA, Sujoko E. Revisi Taksonomi Pembelajaran Benyamin S. Bloom. Satya Widya 2013; 29: 30.

Badan Standardisasi Nasional. Minyak Goreng Sawit. Sni 77092019 2019; 1–28.

Sirsak D, Tempat LB. 6. Amina. 3: 146–150.

Tupamahu AR, Mukaromah AH, Wardoyo FA, et al. Pengaruh Penambahan Serbuk Daun Sirsak ( Annona muricata ) terhadap Penurunan Bilangan Peroksida pada Minyak Jelantah. 2019; 2: 233–237.

Wardoyo FA. Penurunan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah Menggunakan Serbuk Daun Pepaya. J Pangan dan Gizi 2018; 8: 82–90.

Nuraini S, Purwadi, Putri RA. Pengaruh Lama Pengadukan Pada Penambahan Serbuk Kulit Buah Rambutan ( Nephelium lappaceum L . ) Terhadap Penurunan Bilangan Asam The Effect Of Stirring Time On The Addition Of Rambutan Fruitpowder ( Nephelium lappaceum L .) To A Decrease In Acid Number An. J Anal Kesehat 2018; 7: 737–743.

Aslifa. Penurunan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah Menggunakan Biji Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.). Semarang: Perpus Unimus, 2017.

Prastiyanto ME, Darmwati S, Iswara A, et al. Antimicrobial Activity and Identification The Compounds of Methanol Extract from The Pleurotus Ostreatus Fruiting Body. El-Hayah 2017; 6: 29.

Prastiyanto ME, Rukmana RM, Saraswati DK, et al. Anticancer potential of methanolic extracts from pleurotus species on raji cells and antibacterial activity against methicillin-resistant staphylococcus aureus. Biodiversitas 2020; 21: 5644–5649.

Abiyoga I, Mukaromah AH, Dewi SS. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Sirih MeraH (Piper Crocatum L.) Terhadap Pertumbuhan Aspergillus flavus. al-Kimiya 2021; 8: 75–79.

Prastiyanto ME, Azizah IH, Haqi HD, et al. In-vitro antibacterial activity of the seed extract of three-member Artocarpus towards Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). J Teknol Lab 2020; 9: 128–135.

Prastiyanto ME, Rohmah N, Efendi L, et al. Antifungal activities of the rhizome extract of five member zingiberaceae against candida albicans and trichophyton rubrum. Biodiversitas 2021; 22: 1509–1513.

Prastiyanto ME, Dewi NMBA, Pratiningtias TD, et al. In vitro antibacterial activities of crude extracts of nine plants on multidrug resistance bacterial isolates of wound infections. Biodiversitas 2021; 22: 2641–2647.

Unduhan

Diterbitkan

2022-10-20

Cara Mengutip

1.
Maharani ETW, Srikandi Fitria M, Yusrin, Adi Wardoyo F, Hadi Prasetyo M, Rochmatul Adhimah D, Alfiani Priyono E, Permata Sari D, Agustin Amalia A, Mukaromah AH. Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Sabun: Sebuah Enterpreunership Bagi Guru Kimia: . JIPMI [Internet]. 20 Oktober 2022 [dikutip 7 Desember 2022];1(4):37-40. Tersedia pada: https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/51

Terbitan

Bagian

Artikel Non Kesehatan