Penerapan Pemeriksaan Kulit dan Feses Kolektif sebagai Metode Deteksi Dini Infestasi Parasit Eksternal maupun Internal pada Domba di Peternakan
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.728-737.2025Kata Kunci:
domba, parasit eksternal, parasit internal, pemeriksaan kulit, feses kolektifAbstrak
Infestasi parasit eksternal dan internal merupakan masalah utama kesehatan pada domba yang berdampak pada penurunan produktivitas, kesejahteraan hewan, serta potensi kerugian ekonomi. Sistem pemeliharaan kelompok pada salah satu peternakan di Kabupaten Malang meningkatkan risiko penyebaran parasit sehingga diperlukan upaya deteksi dini yang sederhana dan aplikatif. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan menerapkan pemeriksaan kulit dan feses kolektif sebagai metode skrining awal infestasi parasit eksternal maupun internal serta meningkatkan kapasitas peternak dalam pengendalian penyakit parasitik. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, observasi klinis pada 154 ekor domba, pengambilan 28 sampel feses kolektif dari 14 kandang, pemeriksaan kulit menggunakan kartu monitoring, pengerokan kulit pada kasus berat, serta identifikasi laboratorium menggunakan metode natif mikroskopis. Edukasi pada peternak dilakukan melalui booklet, poster, dan kartu monitoring gejala klinis. Hasil pemeriksaan kulit menunjukkan adanya infestasi Bovicola ovis dengan gejala utama kulit berkerak (72,1%), rambut kusam (72,1%), dan kemerahan kulit (30,5%). Setelah pengobatan berupa pencukuran, pemandian, dan pemberian ivermectin oral, prevalensi gejala menurun 26%. Pemeriksaan feses kolektif tidak menemukan telur maupun larva parasit gastrointestinal yang diduga karena pemberian obat cacing sebelum kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan, meskipun gejala rambut kusam menurun dari 72,1% menjadi 46,2%. Kesimpulannya, pemeriksaan kulit dan feses kolektif efektif sebagai metode deteksi dini infestasi parasit pada domba dan berpotensi diaplikasikan secara berkelanjutan di tingkat peternakan rakyat.
_________________________________________________________________
Abstract
External and internal parasite infestations are major health problems in sheep, leading to decreased productivity, reduced animal welfare, and potential economic losses. The group-housing system at one of sheep farm in Malang, increases the risk of parasite transmission, thereby requiring simple and applicable early detection efforts. This community service program aimed to implement skin examination and collective fecal testing as preliminary screening methods for external and internal parasite infestations, while also improving farmers’ capacity in parasite disease control. The methods included an initial survey, clinical observation of 154 sheep, collection of 28 collective fecal samples from 14 pens, skin examination using monitoring cards, scraping in severe cases, and laboratory identification using the native microscopic method. Farmer education was conducted through booklets, posters, and clinical monitoring cards. Skin examination revealed infestation by Bovicola ovis, with major clinical signs including scaly skin (72.1%), dull hair (72.1%), and erythema (30.5%). After treatment consisting of shearing, bathing, and oral ivermectin administration, the prevalence of clinical signs decreased by 26%. Collective fecal examination did not detect gastrointestinal parasite eggs or larvae, presumably due to prior anthelmintic administration, although the proportion of dull hair cases decreased from 72.1% to 46.2%. In conclusion, skin examination and collective fecal testing are effective early detection methods for parasite infestations in sheep and have potential for sustainable application at the smallholder farm level.
Referensi
A. Awaludin, Nurkholis, dan S. Nusantoro, "Gastrointestinal Parasites of Sheep in Jember District (East Java – Indonesia)," IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 411, no. 1, pp. 1–4, 2020. doi: 10.1088/1755-1315/411/1/012030.
N. Nurdianti, M. Yunus, dan Mufasirin, "Incidence of Eimeria spp. in Fat Tailed Sheep Breed in Malang, Indonesia," Jurnal Medik Veteriner, vol. 6, no. 2, pp. 230–236, 2023. doi: 10.20473/jmv.vol6.iss2.2023.230-236.
Yanuartono, S. Indarjulianto, A. Nururrozi, S. Raharjo, dan H. Purnamaningsih, "Penggunaan Antiparasit Ivermectin pada Ternak: Antara Manfaat dan Risiko," Jurnal Sain Peternakan Indonesia, vol. 15, no. 1, pp. 110–123, 2020. doi: 10.31186/jspi.id.15.1.110-123.
A. M. Zajac dan G. A. Conboy, Veterinary Clinical Parasitology, 8th ed. Ames, IA: Wiley-Blackwell, 2016.


