Hubungan Konseling Gizi dengan Asupan Protein, Vitamin (C, A) dan Kadar Limfosit pada Pasien Kanker Paru dengan Kemoterapi di RSP Ario Wirawan Salatiga
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.370-381.2025Kata Kunci:
Kanker Paru, Konseling Gizi, Asupan Protein, Asupan Vitamin C, Asupan Vitamin A, Kadar LimfositAbstrak
Kanker paru merupakan jenis kanker yang tumbuh pada organ paru-paru, yaitu di mana terdapat sel-sel kanker yang berkembang secara tidak terkendali di dalamnya. Kanker paru menempati urutan ke 3 kanker terbanyak di Indonesia dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Ada beberapa cara pengobatan kanker paru-paru, salah satunya yaitu kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara pemberian konseling gizi dengan asupan protein, sumber antioksidan (vitamin C, A) dan kadar limfosit pada pasien kanker paru dengan kemoterpai di RSP Ario Wirawan Salatiga. Penelitian ini menggunakan explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 33 responden yang ditentukan menggunakan consecutive sampling. Uji kenormalan menggunakan uji Shapiro Wilk. Untuk uji hubungan menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian dapat menunjukkan yang artinya tidak ada hubungan antara frekuensi konseling gizi dengan asupan protein (p value= 0,935), tidak ada hubungan frekuensi konseling gizi dengan vitamin C (p value= 0,148), tidak ada hubungan frekuensi konseling gizi dengan asupan vitamin A (p value= 0,392), dan tidak ada hubungan frekuensi konseling gizi dengan kadar limfosit (p value= 0,064) pada pasien kanker paru dengan kemoterapi di RSP Ario Wirawan Salatiga. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor yang mempengaruhi asupan protein, vitamin (C, A), dan kadar limfosit pada pasien kanker paru dengan kemoterapi.
________________________________________________________________________
Abstract
Lung cancer is a type of cancer that grows in the lungs, which is where there are cancer cells that grow uncontrollably in it. Lung cancer ranks as the 3rd most common cancer in Indonesia and is the leading cause of death due to cancer. There are several ways to treat lung cancer, one of which is chemotherapy. This study aims to test whether there is a relationship between the provision of nutritional counseling and protein intake, antioxidant sources (vitamin C, A) and lymphocyte levels in lung cancer patients with chemotherapy at Ario Wirawan Salatiga Hospital. This study uses explanatory research with a cross sectional approach. A sample of 33 respondents was determined using consecutive sampling. The normality test uses the Shapiro Wilk test. For relationship testing use Spearman Rank. The results of the study can show that there is no relationship between the frequency of nutritional counseling and protein intake (p value = 0.935), there is no relationship between the frequency of nutritional counseling and vitamin C (p value = 0.148), there is no relationship between the frequency of nutritional counseling and vitamin A intake (p value = 0.392, and there is no relationship between the frequency of nutritional counseling and lymphocyte levels (p value = 0.064) in lung cancer patients with chemotherapy at Ario Wirawan Salatiga Hospital. Therefore, it is necessary to conduct further research on factors that affect the intake of proteins, vitamins (C, A), and lymphocyte levels in lung cancer patients with chemotherapy.
Referensi
Alfarisa, S. Efriza, dan Wahyuni, S. 2023. Karakteristik Pasien Kanker Paru di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2021. Scientific Jurnal. II (6): pp. 251-253.
Buana, I. dan Harahap, D.A. (2022) “Asbestos, Radon Dan Polusi Udara Sebagai Faktor Resiko Kanker Paru Pada Perempuan Bukan Perokok,” AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 8(1), hal. 1. Tersedia pada: https://doi.org/10.29103/averrous.v8i1.7088.
Erliana, U.D, Kurniasari, F.N, dan Ariestiningsih, A.D. 2025. Dampak Konseling Gizi terhadap Asupan Makan, Status Gizi, dan Massa Otot pada Pasien Kanker dengan Radioterapi. Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG). 7 (2): pp.274-276.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) “Pedoman Nasional Pelayanan Kesehatan Tata Laksana Kanker Paru,” hal. 1–90.
Risnawati, R., Pradjoko, I. dan Wati, F.F. (2020) “Nutrisi pada Penderita Kanker Paru,” Jurnal Respirasi, 5(3), hal. 91. Tersedia pada: https://doi.org/10.20473/jr.v5-i.3.2019.91-100.
Salsabila, A. dan Buana, I. 2024. Pemberian Nutrisi pada Penderita Kanker Paru. Jurnal Ventilator: Jurnal Riset Ilmu Kesehatan dan Keperawatan. 7 (3): pp.97-95.
Sudarsa, I.W. 2020. Perawatan Komperhensif Paliatif. Penerbit Airlangga University Press: Jawa Timur.
Wahyuni, E.S. 2020. Hubungan Karakteristik dan Asupan Zat Gizi dengan Status Gizi Penderita Kanker yang Menjalani Kemoterapi. Jurnal Public Health. 3 (2): pp. 147-15


