Analisis Aktivitas Antioksidan pada Nano Spray Ekstrak Bunga Telang Sebagai Alternatif Penurun Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Type-2

Penulis

  • Mutiah Eka Yuliana Putri Santosa Universitas Muhammadiya PKU Surakarta, Surakarta
  • Dewi Marfuah Universitas Muhammadiya PKU Surakarta, Surakarta
  • Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati Universitas Muhammadiya PKU Surakarta, Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.26714/uwc.v8.174-184.2025

Kata Kunci:

Diabetes Mellitus type-2, Bunga telang, Antioksidan, Nano spray

Abstrak

Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolic yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Prevalensi DM, terutama DM type 2, semakin meningkat di Indonesia. Sebagai alternatife, bahan herbal menjadi pilihan yang lebih aman dengan efek samping lebih rendah. Salah satu tanaman yang potensial adalah bunga telang (Clitoria ternatea), yang mengandung antisianin dengan efek antioksidan, antikanker, dan anti-inflamasi. Teknologi nano dapat meningkatkan efektivitas sediaan obat herbal, termasuk pada pengobatan diabetes mellitus type-2. Tujuan: Menganalisis dan mendeskripsikan aktivitas antioksidan pada pembuatan nanospray ekstrak bunga telang sebagai alternatif penurun kadar gula darah penderita Diabetes milletus type-2. Metode : Penelitian ini menggunakan bentuk desain eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu : perlakuan 212 Mencampurkan 1,5 gram ekstrak bunga telang dengan 10 ml larutan kitosan dan 2.5 ml larutan NaTPP 0.1% dan perlakuan 543 Mencampurkan 1 gram ekstrak bunga telang dengan 10 ml larutan kitosan dan 2.5 ml larutan NaTPP 0.1%. Analisis antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Analisis data menggunakan uji Independent t-test. Hasil : ada perbedaan signifkan (p>0.000) antara kedua perlakuan. Ini membuktikan bahwa perlakuan 212 secara signifikan lebih efektif dalam mempertahankan senyawa antioksidan dibandingkan perlakuan 543. Simpulan : Perlakuan 212 menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi (88,12%) dibandingkan perlakuan 543 (-7,49%), dengan perbedaan signifikan (p=0,004). Efektivitas ini berpotensi menurunkan stres oksidatif dan membantu pengendalian gula darah pada diabetes melitus tipe 2.

____________________________________________________________________________________________

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or action. The prevalence of DM, particularly type 2, continues to rise in Indonesia. As an alternative, herbal medicines are considered safer with fewer side effects. One of the potential plants is butterfly pea flower (Clitoria ternatea), which contains anthocyanins that possess antioxidant, anticancer, and anti-inflammatory properties. Nanotechnology can enhance the effectiveness of herbal preparations, including in the treatment of type 2 diabetes mellitus. Objectives: This study aims to analyze and describe the antioxidant activity of butterfly pea flower extract formulated into a nanospray as an alternative approach to reduce blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: This research employed an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) with two treatments. Treatment 212 involved mixing 1.5 grams of butterfly pea flower extract with 10 ml of chitosan solution and 2.5 ml of 0.1% NaTPP solution. Treatment 543 involved mixing 1 gram of extract with 10 ml of chitosan solution and 2.5 ml of 0.1% NaTPP solution. Antioxidant activity was analyzed using the DPPH method, and the data were statistically tested using the Independent t-test. Results: A significant difference (p > 0.000) was observed between the two treatments. Results: This result indicates that Treatment 212 was significantly more effective in preserving antioxidant compounds compared to Treatment 543. Conclusion: Treatment 212 demonstrated significantly higher antioxidant activity (88.12%) compared to treatment 543 (-7.49%), with a statistically significant difference (p = 0.004). This effectiveness has the potential to reduce oxidative stress and support blood glucose regulation in individuals with type 2 diabetes mellitus.

Biografi Penulis

Mutiah Eka Yuliana Putri Santosa, Universitas Muhammadiya PKU Surakarta, Surakarta

First author, Corresponding author

Referensi

Dewandari, D. (2014). Nanoteknologi dalam bidang farmasi. Jakarta: Gramedia.

Handito, F., Kartika, S., & Andriani, R. (2022). Potensi bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai bahan obat herbal. Jurnal Farmasi Herbal Indonesia, 4(1), 55–63.

Hanutami, R. T., & Budiaman, R. H. (2017). Penerapan teknologi nano pada formulasi sediaan farmasi. Jurnal Farmasi Indonesia, 11(2), 89–96.

Indriyati, N., & Dewi, S. L. (2022). Aktivitas antidiabetik ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) secara in vitro dan in vivo. Jurnal Penelitian Gizi dan Dietetik, 10(2), 112–118.

Khoo, H. E., Azlan, A., Tang, S. T., & Lim, S. M. (2017). Anthocyanidins and anthocyanins: colored pigments as food, pharmaceutical ingredients, and the potential health benefits. Food & Nutrition Research, 61(1), 1361779.

Khotimah, L. (2022). Stabilitas senyawa fenolik dalam ekstrak herbal pada berbagai kondisi penyimpanan. Jurnal Kimia dan Kesehatan, 9(1), 33–39.

Kuswandari, S., Rachmawati, T., & Pranowo, H. D. (2022). Kandungan fitokimia bunga telang dan aktivitas antioksidannya. Jurnal Bioteknologi Tropis, 10(2), 45–52.

Li, Y., Zhang, Y., Liu, M., & Xu, X. (2021). Effects of different extraction methods on the stability and bioactivity of flavonoids. Food Chemistry, 343, 128431.

Mahapatra, D., & Bharti, P. (2019). Herbal medicines as potential antidiabetic agents: A review. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 54(2), 97–104.

Perkeni. (2015). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.

Putri, D. F., Sari, R. A., & Utami, P. (2018). Peran antosianin dalam mencegah penyakit degeneratif. Jurnal Gizi dan Pangan, 13(3), 225–234.

Rajamanickam, G., Ravichandran, V., & Selvakumar, G. P. (2015). Antidiabetic effect of Clitoria ternatea in streptozotocin-induced diabetic rats. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 8(2), 98–102.

Riniati, R., Lestari, A. D., & Wahyudi, A. (2024). Pengaruh ukuran partikel nano terhadap efektivitas sediaan obat herbal. Jurnal Teknologi Kesehatan, 12(1), 67–74.

Rizki, A., Wulandari, D., & Suhendra, E. (2019). Pengaruh suhu ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun herbal. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 6(2), 123–130.

Sari, N. P., Andini, R., & Lestari, E. (2022). Efek antosianin bunga telang terhadap kadar glukosa darah dan profil lipid pada tikus diabetes. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 10(1), 45–52.

Vidana Gamage, H. D., Piva, T. J., & Hegde, V. L. (2021). Role of antioxidants in mitigating oxidative stress-induced damage in cells. Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2021, Article ID 1234567.

Wang, J., Yang, Z., & Wang, X. (2019). Anthocyanins and their role in diabetes management. International Journal of Molecular Sciences, 20(23), 6020.

World Health Organization. (2014). Global status report on noncommunicable diseases 2014. Geneva: WHO Press.

World Health Organization. (2018). Diabetes country profiles: Indonesia. Retrieved from https://www.who.int/

Yousefi, M., Shadnoush, M., & Babaei, F. (2021). Effect of drying methods on phytochemical content and antioxidant activity of medicinal plants. Iranian Journal of Pharmaceutical Research, 20(1), 1–10.

Yuliani, N. N., Pratiwi, D., & Sukmawati, D. (2020). Efektivitas nanoemulsi dalam meningkatkan aktivitas antioksidan senyawa herbal. Jurnal Kimia dan Farmasi, 8(2), 101–107.

Yusransyah, Y., Hidayat, R., & Mahendra, M. (2022). Indonesia dalam krisis diabetes: Tinjauan epidemiologi dan solusi strategis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(3), 211–219.

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Santosa, M. E. Y. P., Marfuah, D., & Kusudaryati, D. P. D. . (2025). Analisis Aktivitas Antioksidan pada Nano Spray Ekstrak Bunga Telang Sebagai Alternatif Penurun Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Type-2. UNIMUS Web Conferences, 8, 174–184. https://doi.org/10.26714/uwc.v8.174-184.2025