Potensi Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Sebagai Pewarna Alternatif Pengganti Eosin pada Pewarnaan Hematoxylin Eosin
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.35-42.2025Kata Kunci:
kulit buah naga merah, pewarna alternatif, hematoksilin eosinAbstrak
Hematoxylin eosin merupakan salah satu pewarnaan yang digunakan untuk pewarnaan histologi. Salah satu komponen hematoxylin eosin adalah eosin. Eosin sering digunakan tetapi memiliki sifat karsinogenik, sehingga perlu alternatif yang lebih aman bagi tubuh. Tujuan akhir penelitian ini untuk menganalisis kemampuan kulit buah naga untuk pewarna alternatif pengganti eosin pada pewarnaan hematoksilin eosin. Desain penelitiannya adalah eksperimental laboratorium, dengan objek penelitian berupa jaringan ginjal mencit. Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi kulit buah naga adalah etanol 96% dicampurkan dengan pengencer asam sitrat 10%. Pewarnaan jaringan dilakukan dengan menggunakan ekstrak tersebut dan dibandingkan dengan pewarnaan eosin sebagai kontrol. Hasl dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pewarnaan dengan ekstrak kulit buah naga merah kurang optimal. Skor pewarnaan untuk inti sel adalah tidak baik (skor 1), sedangkan sitoplasma mendapatkan skor kurang baik (skor 2). Analisis data menggunakan kruskal walllis diperoleh hasil p 0.000 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada kualitas pewarnaan pada kelompok perlakuan, dilanjutkan uji mann whitney. Pada uji ini terdapat perbedaan signifikan (p<0.05) pada kelompok perlakuan dengan eosin terhadap kelompok ekstrak 40%, 45% dan 50%. Pada kelompok ekstrak 40%, 45% dan 50% menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan (p >0.05). Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga dengan pengencer asam sitrat 10% tidak berpotensi sebagai pengganti eosin pada pewarnaan hematoksilin eosin.
____________________________________________________________________
Abstract
Hematoxylin and eosin is one of the stains used for histological staining. One component of hematoxylin eosin is eosin. Eosin is often used but has carcinogenic properties, so a safer alternative for the body is needed. The ultimate goal of this study is to analyze the ability of dragon fruit peel to be used as an alternative stain to replace eosin in hematoxylin and eosin staining. The research design was a laboratory experiment, with mouse kidney tissue as the research object. The solvent used for dragon fruit skin extraction was 96% ethanol mixed with 10% citric acid diluent. Tissue staining was performed using this extract and compared with eosin staining as a control. The results of this study showed that the staining quality with red dragon fruit skin extract was less than optimal. The staining score for the cell nucleus was poor (score 1), while the cytoplasm received a less-than-satisfactory score (score 2). Data analysis using Kruskal-Wallis yielded a p-value of 0.000, indicating a significant difference in dyeing quality among the treatment groups, followed by a Mann-Whitney test. This test revealed a significant difference (p<0.05) between the eosin treatment group and the 40%, 45%, and 50% extract groups. The 40%, 45%, and 50% extract groups showed no significant difference (p > 0.05). This study concluded that the ethanol extract of dragon fruit peel with 10% citric acid diluent does not have the potential to replace eosin in hematoxylin-eosin staining.
Referensi
Alwiyah, F., Rudiyanto, W., Indria Anggraini, D., & Windarti, I. 2024. Anatomi dan Fisiologi Ginjal: Tinjauan Pustaka. In Tinjauan Pustaka Medula ,14 (2), 285 – 289.
Asyah, S., Nailufar, Y., & Astuti, T. D. 2024. Literature Review: Red Dragon Fruit (Hylocereus costaricensis) as an Alternative Stain to Hematoxylin-Eosin in Histology Preparation Making. Menara journal of health science, 3 (1), 220 – 228.
Jumardi, M., Iswara, A., Setya Ayu Putri, G., Ariyadi, T., Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, A., & Studi III Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, P. D. 2023. Perbandingan Kualitas Hasil Pewarnaan Menggunakan Hematoxylin-Eosin dan Ekstrak Daun Jati Sebagai Pengganti Eosin Comparison of Quality of Staining Results Using Hematoxylin-Eosin and Teak Leaf Extract As Eosin Substitute. Prosiding Seminar Nasional UNIMUS, 6, 878 – 887.
Khristian, E., & Inderiati, D., 2017. Sitohistoteknologi. Pertama. Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru Jakarta Selatan – 12120.
Muslim, A., Yahya, A., & Rosidah, A. (2023). Validitas Ekstrak Asam Sitrat Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Sebagai Pewarna Sel Hepatosit Pada Preparat Jaringan Organ Hepar Tikus Rattus Norvegicus L. Universitas Islam Malang, 11(2), 1-8.
Nadifah, F., Prasetyaningsih, Y., & Alhikmah, Y. T. 2022. The effects of pre-fixation time on kidney tissue structure of Mus musculus pengaruh waktu pra-fiksasi terhadap struktur jaringan ginjal Mus musculus, Prosiding Basic and Applied Medical Science Conference (BAMS-Co) Badan Eksekutif Mahasiswa STIKES Guna Bangsa Yogyakarta, 1(1), 092 – 096.
Soesilawati, R., 2020. Histologi Kedokteran Dasar. Airlangga University Press Anggota IKPI dan APPTI Jawa Timur.
Yustar, Y., Ahmad, R., & Sari, D. (2023). The Potential of Natural Dyes in Histological Applications. Journal of Natural Products, 15(2), 123-130


