Efektivitas Edukasi Kedokteran Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Pasien Tuberkulosis di Kelurahan Muktiharjo

Penulis

  • Nina Anggraeni Noviasari Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Thoriq Dzaki Muhammad Fatjr Universitas Muhammadiyah Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26714/uwc.v8.808-814.2025

Kata Kunci:

edukasi kedokteran, intervensi, pengetahuan, perilaku, tuberkulosis

Abstrak

Dengan angka kasus dan kematian yang tinggi, tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Ketakutan sosial, kurangnya pengetahuan, dan perilaku tidak sehat menjadi penghalang utama dalam pengendalian penyakit ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif edukasi kedokteran untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan mengubah perilaku mereka di Kelurahan Muktiharjo Kidul, lokasi di mana kasus TBC tertinggi ditemukan di Puskesmas Tlogosari Kulon. Studi ini dirancang sebagai quasi-eksperimen tanpa kelompok kontrol dan menggunakan metode pre- dan post-test. Uji statistik paired sample t-test digunakan untuk menganalisis 19 dari 42 responden. Hasil menunjukkan bahwa skor pengetahuan setelah intervensi edukasi meningkat secara signifikan (rerata meningkat dari 73,68 menjadi 94,73; p=0,000). Namun, hasil uji menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara status tuberkulosis dan pengetahuan (p=0,845) dan perilaku (p=0,496), dengan rerata skor hanya 54,1%. Meskipun edukasi dapat meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku membutuhkan pendekatan multidimensi dan berkelanjutan. Menurut penelitian ini, pengendalian TBC yang lebih efektif adalah dengan menggabungkan edukasi dengan pendekatan komunitas dan dukungan sosial.

_________________________________________________________________

Abstract

With high case numbers and mortality rates, tuberculosis (TB) remains a major public health issue in Indonesia. Social stigma, lack of knowledge, and unhealthy behaviors are key barriers to effective disease control. This study aimed to evaluate the effectiveness of medical education in improving patient knowledge and altering behavior in Muktiharjo Kidul Subdistrict, the area with the highest number of TB cases reported by Tlogosari Kulon Public Health Center. The study was designed as a quasi-experiment without a control group, using pre- and post-test methods. A paired sample t-test was used to analyze data from 19 of the 42 respondents. Results showed a significant increase in knowledge scores after the educational intervention (mean increased from 73.68 to 94.73; p=0.000). However, statistical tests indicated no significant correlation between TB status and knowledge (p=0.845) or behavior (p=0.496), with an average behavior score of only 54.1%. Although education can improve knowledge, behavior change requires a multidimensional and sustained approach. According to this study, more effective TB control can be achieved by integrating education with community engagement and social support strategies.

Biografi Penulis

Nina Anggraeni Noviasari, Universitas Muhammadiyah Semarang

First author, Corresponding author

Referensi

T. N. Susilawati and R. Larasati, "A recent update of the diagnostic methods for tuberculosis and their applicability in Indonesia: A narrative review," Med. J. Indones., vol. 28, no. 3, pp. 284–291, 2019.

Ministry of Health Republic of Indonesia, Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 43 of 2019 concerning Public Health Centers. Jakarta: Ministry of Health RI, 2019.

[3] World Health Organization, Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: WHO, 2023.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Profil Kesehatan Jawa Tengah 2021. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2021.

Dinas Kesehatan Kota Semarang, Profil Puskesmas Tlogosari Kulon 2024. Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2024.

A. Karim, "Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan," Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, vol. 2, no. 1, pp. 1–10, 2014.

B. Bloom, Taxonomy of Educational Objectives: Handbook 1—Cognitive Domain. New York: McKey, 1956.

S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2014.

C. Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

C. Triwibowo, Pengantar Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika, 2015.

L. A. Dalvin and W. M. Smith, "Intraocular manifestations of Mycobacterium tuberculosis: A review of the literature," J. Clin. Tuberc. Other Mycobact. Dis., 2017. [Online]. Available: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6850243/. [Accessed: 19-Sep-2025].

S. Smeltzer and B. G. Bare, Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah. Jakarta: EGC, 2019.

World Health Organization, Global Tuberculosis Report 2024. Geneva: WHO, 2024.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Tuberkulosis: Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: PDPI, 2021.

Ministry of Health Republic of Indonesia, National Guidelines for Tuberculosis Control. Jakarta: Ministry of Health RI, 2014.

Ministry of Health Republic of Indonesia, National Guidelines for Tuberculosis Prevention. Jakarta: Gedurnas TB, 2008

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Noviasari, N. A., & Fatjr, T. D. M. (2025). Efektivitas Edukasi Kedokteran Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Pasien Tuberkulosis di Kelurahan Muktiharjo. UNIMUS Web Conferences, 8, 808–814. https://doi.org/10.26714/uwc.v8.808-814.2025