Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Keranjang Takakura untuk Reduksi Sampah Organik Rumah Tangga di Dusun Sidomulyo Desa Doplang Karangpandan Karanganyar Tawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.900-906.2025Kata Kunci:
limbah dapur, komposting, keranjang takakura, Dusun SidomulyoAbstrak
Latar belakang : Masalah pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi sebagian besar masyarakat, termasuk Dusun Sidomulyo, yang belum memiliki sistem pengolahan sampah organik maupun anorganik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan teknis tentang komposting limbah dapur menggunakan metode keranjang Takakura. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Sidomulyo, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Metode : Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan partisipatif. Sekitar 40 orang yang terdiri dari anggota PKK, pengurus RT, dan perangkat desa Sidomulyo mengikuti kegiatan ini. Hasil : Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengelolaan sampah dapur secara mandiri dan meningkatnya ketrampilan peserta dalam membuat Keranjang Takakura. Kesimpulan : Kegiatan ini berkontribusi pada upaya pembangunan berkelanjutan di tingkat komunitas dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 11, 12, dan 13.
____________________________________________________________________
Abstract
Backgroung : Household organic waste management remains one of the environmental challenges faced by rural communities. This community service program aimed to provide education and technical skills on kitchen waste composting using the Takakura basket method. The program was conducted in Sidomulyo Hamlet, Doplang Village, Karangpandan Subdistrict, Karanganyar Regency, Central Java. Method : The methods included participatory counseling and training. Approximately 40 participants, consisting of housewives, neighborhood association leaders, and village officials, took part in the activities. Result : Evaluation results showed an increase in participants’ knowledge and skills in independently managing kitchen waste, especially successful in making Takakura baskets. Conclusion : This program contributes to community-level sustainable development efforts and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goals 11, 12, and 13.
Referensi
A. P. Nugraha, A. Widyastuti, and M. Hidayat, “Penerapan metode Takakura dalam pengolahan sampah rumah tangga untuk mengurangi volume sampah organik,” Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 2, pp. 87–95, 2021.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pedoman Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Jakarta: KLHK, 2020.
R. Sari and N. D. Utami, “Peran teknologi sederhana dalam pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga: Studi kasus keranjang Takakura,” Jurnal Teknologi Lingkungan, vol. 13, no. 1, pp. 55–63, 2022.
S. Hadi and Y. Lestari, “Efektivitas penggunaan komposter Takakura terhadap pengurangan sampah organik rumah tangga,” Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, vol. 11, no. 3, pp. 145–152, 2019.
D. R. Ginting and W. Pratiwi, “Community-based solid waste management using Takakura method in rural areas,” IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., vol. 755, no. 1, p. 012045, 2021.
World Bank, Waste Management in East Asia and the Pacific: Challenges and Opportunities. Washington, DC: World Bank Group, 2018.


