Pengembangan Pupuk Cair Organik Berbasis Sekam Padi Sebagai Upaya Mengurangi Ketergantungan Pupuk Bersubsidi di Desa Bulus Bandung Tulungagung
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.907-918.2025Kata Kunci:
pupuk organik cair, kelangkaan pupuk subsidi, pertanian berkelanjutan, pelatihan petani, abu sekamAbstrak
Latar belakang : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kelangkaan pupuk subsidi di Desa Bulus, Tulungagung, yang berdampak signifikan terhadap biaya produksi dan kesejahteraan petani. Ketergantungan terhadap pupuk kimia tidak hanya membebani ekonomi petani tetapi juga merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih petani dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis abu sekam dan dedak padi sebagai alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan. Metode : Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan. Pelatihan diberikan kepada 30 petani melalui pemaparan materi, demonstrasi langsung pembuatan pupuk, dan sesi praktik. POC dibuat menggunakan bahan lokal seperti abu sekam, dedak padi, air beras, EM4, dan molase, melalui proses fermentasi selama 7–10 hari. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 25 poin. Hasil : Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan mampu memahami serta mempraktikkan teknik pembuatan POC. Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) mencapai 91,52, tergolong “Sangat Puas” menurut Permenpan RB No. 14 Tahun 2017. Kesimpulan : Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat diadopsi secara lebih luas guna mendorong pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa.
____________________________________________________________________
Abstract
Background : This community service activity was motivated by the issue of subsidized fertilizer scarcity in Bulus Village, Tulungagung, which has significantly impacted production costs and farmers’ welfare. Dependence on chemical fertilizers not only burdens farmers economically but also degrade soil fertility in the long term. This activity aims to introduce and train farmers in the production of liquid organic fertilizer (LOF) based on rice husk ash and rice bran as an environmentally friendly, economical, and sustainable alternative. Method : The implementation method consists of four stages: preparation, execution, evaluation, and program sustainability. Training was provided to 30 farmers through material presentations, live demonstrations of fertilizer production, and practical sessions. LOF was made using locally available materials such as rice husk ash, rice bran, rice washing water, EM4 (Effective Microorganisms), and molasses, through a fermentation process lasting 7–10 days. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, which showed an average increase in participants’ knowledge by 25 points. Result : The results showed that participants were highly enthusiastic and able to understand and apply the LOF production techniques. The Customer Satisfaction Index (IKK) reached 91.52, classified as “Very Satisfactory” according to Permenpan RB No. 14 of 2017. Conclusion : This training not only enhanced farmers’ capacity but also created new economic opportunities, strengthened food security, and reduced dependence on chemical fertilizers. Moving forward, this activity is expected to be more widely adopted to promote independent and sustainable organic farming at the village level.
Referensi
https://tulungagungdaring.id/desa/bulus/, diunduh pada 20 Desember 2024
https://ekonomi.republika.co.id/berita/qob8an383/disparitas-harga-pupuk-subsidi-dan nonsubsidi, diunduh pada 20 Desember 2024
Nugraha, A., Santoso, M., & Purwanto, E., 2019, Perbandingan Efisiensi Pupuk Organik Kompos dan Pupuk Organik Cair pada Pertumbuhan Tanaman, Jurnal Teknologi Pertanian, 18(3), 200-208.
Wulandari, D., 2021, Pengaruh Ketergantungan Pupuk Bersubsidi terhadap Produksi Pertanian di Pedesaan, Jurnal Ekonomi Pertanian, 14(2), 85-95.
Sari, R. K., Suryana, H., & Purnomo, H., 2019, Keunggulan Pupuk Organik terhadap Pupuk Anorganik dalam Meningkatkan Kualitas Tanah dan Hasil Pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian, 27(2), 115-123
Jahan, S. S., Hossain, M. Z., & Mahmud, S. A., 2020, The Benefits of Organic Fertilizers in Agriculture: A Review, Journal of Agricultural Science and Technology, 18(1), 21-35.
Siswanto, Djony Izak Rudyardjo, Dyah Hikmawati, Jan Ady, Aminatun, Nuril Ukhrowiyah, Deny Arifianto, 2023, Pengembangan Desa Mandiri Pupuk di Desa Bulus Bandung Tulungagung Melalui Pengolahan Sampah Organik menggunakan Metode Takakura, Prosiding Seminar Nasional UNIMUS, hal. 1379-1384
Yuliana, R., Kurniawan, D., & Fauzi, A., 2020, Peningkatan Efisiensi Produksi Pupuk Organik Menggunakan Metode Takakura di Skala Kecil, Jurnal Teknologi Pertanian, 19(2), 70-76
Sari, R. K., & Yulianti, M. (2020). Keunggulan Pupuk Organik Cair dalam Meningkatkan Hasil Pertanian: Studi Kasus pada Tanaman Sayuran. Jurnal Ilmu Pertanian, 28(1), 90-98.
Herdiana, 2019, Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Dan Jerami Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Peluang Usaha Baru Di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat , NTB, Avesina, vol. 13, no. 2, pp. 36–40, 2019
Suharsono, T., 2022, Pengaruh Abu Sekam terhadap Peningkatan Kualitas Tanah dan Ketahanan Tanaman. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 19(2), 132-140.
Nidya Tanti, Nurjannah, Ruslan Kalla, 2019, Pembuatan Pupuk Organik Cair Dengan Cara Aerob, ILTEK, Volume 14, Nomor 02, hal. 2053-2058
Nuyah and N. Susilawati, 2015, Pemanfaatan Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Pengisi Pada Pembuatan Tegel Karet,” J. Din. Penelit. Ind., vol. 26, no. 2, pp. 125–130.
Bakri, 2019, Komponen Kimia Dan Fisik Abu Sekam Padi Sebagai Scm Untuk Pembuatan Komposit Semen, Perennial, vol. 5, no. 1, pp. 9–14.
Wijayanti, D., & Winarno, F., 2018, Utilization of Rice Wash Water as Natural Fertilizer for Sustainable Agriculture. Indonesian Journal of Agricultural Sciences
Angka and Herdiana, 2019, Optimalisasi Limbah Sekam Padi Sebagai Pupuk Organik Untuk Peningkatan Pendapatan Pada Penggilingan Padi Semi Konvensional Di Kelurahan Lalabata Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan, Vembria, vol. 14, no. 2, pp. 2043–2046, 2019.
Kusnadi, D., Suryana, A., & Sigit, A. (2020). Manfaat Dedak Padi Sebagai Sumber Nutrisi dalam Pakan Ternak dan Kesehatan Tanaman. Jurnal Teknologi Pangan, 21(3), 255-262.
Rahayu, D., Purwanto, S., & Setyawan, B. , 2020, Pemanfaatan Dedak Padi dan Abu Sekam Sebagai Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman, Jurnal Agrikultura, 22(4), 123-130.


