Gambaran Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Mengenai Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Wilayah Kerja Puskesmas Bangetayu Semarang

Authors

  • Muhammad Riza Setiawan Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang
  • Saka Jemi Bantoro Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang
  • Hema Dewi Anggraheny Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang
  • Aisyah Lahdji Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang
  • Syariefah Nur Fadhilah Rahmani Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26714/uwc.v8.238-245.2025

Keywords:

kawasan tanpa rokok, pengetahuan, persepsi

Abstract

Udara bersih penting bagi kehidupan, namun kualitasnya dapat terganggu oleh pencemar seperti asap rokok. Rokok mengandung zat kimia berbahaya yang berdampak buruk bagi perokok aktif maupun pasif. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan upaya pengendalian rokok melalui larangan merokok, memproduksi, menjual, dan mempromosikan rokok di area tertentu. Kota Semarang telah menetapkan KTR melalui Peraturan Walikota No. 12 Tahun 2009. Meski demikian, Riskesdas 2018 menunjukkan proporsi merokok di dalam gedung di Jawa Tengah masih tinggi, termasuk di Kota Semarang. Puskesmas memiliki peran penting dalam promosi kesehatan melalui pembentukan KTR di tingkat kelurahan. Penelitian ini dilaksanakan pada 12 Mei 2024 di RT 05/RW 07 Kelurahan Bangetayu Kulon, wilayah kerja Puskesmas Bangetayu. Desain penelitian menggunakan deskriptif observasional untuk menilai pengetahuan serta persepsi masyarakat mengenai KTR, dilanjutkan Quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest dan posttest guna mengevaluasi efektivitas intervensi berupa leaflet edukasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling, dan data dikumpulkan melalui sumber primer. Masalah utama yang ditemukan adalah belum terimplementasinya KTR di wilayah tersebut, dengan penyebab utama berupa kurangnya pengetahuan dan persepsi masyarakat. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan persepsi ke arah yang lebih positif. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan rendah tentang KTR dan menunjukkan persepsi negatif. Setelah intervensi edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan serta perubahan persepsi menjadi lebih mendukung keberadaan KTR.

___________________________________________________________________

Abstract

Air is vital for life, and maintaining air quality requires controlling pollution sources, including cigarette smoke. Cigarette chemicals harm both smokers and non-smokers. Smoke-Free Areas (KTR) are spaces where smoking and cigarette-related activities are prohibited. Semarang City established KTR through Mayor Regulation No. 12 of 2009. Studies show KTR effectively reduces smoking behavior and protects passive smokers. However, Riskesdas 2018 reported that 67.91% of people in Semarang still smoke indoors. Promoting KTR in each urban village is part of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) programs. This study was conducted on May 12, 2024, in RT.05 RW.07, Bangetayu Kulon Village, under Bangetayu Health Center. A descriptive observational method assessed community knowledge and perception of KTR. A quasi-experimental one-group pretest and post-test design evaluated the effectiveness of an educational leaflet. Total sampling was used with primary data collection. The main issue identified was poor KTR implementation in Bangetayu Village, primarily due to low public knowledge and negative perceptions about KTR. After the educational intervention, there was a noticeable improvement in both aspects. Before the intervention, most respondents had limited knowledge about KTR and were unaware of the designated smoke-free areas. Their perceptions were also negative, with resistance toward designated smoking zones. After the intervention, both knowledge and perceptions improved significantly, indicating the positive impact of health education in supporting KTR implementation.

Author Biography

Muhammad Riza Setiawan, Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang

First Author, Corresponding Author

References

WHO, "Tobacco: Key Facts," World Health Organization, 2024. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tobacco.

F. A. Ramadhana, H. D. Lestari, dan T. Mulyati, "Hubungan Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok dan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Kanker Paru di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung," JETISH, vol. 1, no. 3, 2024. [Online].

Kementerian Kesehatan RI dan WHO, "Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia Report 2021," Kemenkes RI, 2021. [Online]. Available: https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/22-08-2024-ministry-of-health-and-who-release-global-adult-tobacco-survey-indonesia-report-2021.

[3] R. Setyaningsih, G. W. Tunjungsari, dan A. Pratiwi, "Persepsi Perokok Terhadap Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (Tinjauan Sistematis)," Arkesmas, vol. 8, no. 2, 2022. [Online]. Available: https://journal.uhamka.ac.id/index.php/ arkesmas/article/download/4974/1866/13046.

M. Lestari, T. Irawaty, dan N. A. Fujilestari, "Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Dalam Pembatasan Area Merokok di Kota Cimahi," Praxis, 2025. [Online]. Available: https://ejournal.fisip.unjani.ac.id/index.php/praxis/article/download/2994/901. [5] World Health Organization, Global Adult Tobacco Survey (GATS): Indonesia Report 2011, Jakarta: WHO, 2011. [Online]. Tersedia: https://www.who.int/publications/i/item/9786029831335

Pemerintah Kota Semarang, Peraturan Walikota Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok, Semarang, 2009.

Pemerintah Kota Semarang, Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok, Semarang, 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2018.

S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Setiawan, M. R., Bantoro, S. J., Anggraheny, H. D., Lahdji, A., & Rahmani, S. N. F. (2025). Gambaran Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Mengenai Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Wilayah Kerja Puskesmas Bangetayu Semarang. UNIMUS Web Conferences, 8, 238–245. https://doi.org/10.26714/uwc.v8.238-245.2025