Perbandingan Kualitas Pewarnaan Hematoxylin Eosin Jaringan Hepar Tikus Wistar pada Proses Deparafinisasi Menggunakan Sacha Inchi Oil (Plukenetia volubilis)

Authors

  • Ayasha Reina Metalia Nafiah Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang
  • Fitri Nuroini Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26714/uwc.v8.119-130.2025

Keywords:

Hematoxylin Eosin, Deparafinisasi, Xylol, Sacha Inchi Oil

Abstract

Pewarnaan histologi umumnya memerlukan tahap deparafinisasi untuk penghilangan parafin menggunakan xylol sebagai standar emas. Namun, xylol memiliki kekurangan diantaranya bersifat toksik, berbahaya bagi tubuh manusia, dan tidak ramah lingkungan. Diperlukan bahan alternatif pengganti xylol yang lebih aman. Senyawa α-pinene, sabinene, limonene, aristolene, cycloartenol, 24-methylene cycloartenol, lanosterol, β-sitosterol, stigmasterol, campersterol, dan phytol dalam Sacha Inchi Oil bersifat non-polar, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif xylol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kualitas pewarnaan Hematoxylin Eosin jaringan hepar tikus wistar menggunakan Sacha Inchi Oil dengan dan tanpa pemanasan sebagai agen deparafinisasi. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan sampel preparat jaringan hepar tikus wistar. Besar sampel dihitung dengan rumus Federer, didapatkan total sampel 38 preparat yang terbagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu Sacha Inchi Oil dengan dan tanpa pemanasan, xylol dan pemanasan kering oven 60ºC sebagai kontrol pembanding. Hasil skoring kualitas pewarnaan berdasarkan inti sel, sitoplasma, dan keseragaman warna yang dideparafinisasi dengan xylol dan Sacha Inchi Oil tanpa pemanasan didapatkan hasil 100% baik, deparafinisasi dengan Sacha Inchi Oil dengan pemanasan didapatkan hasil 93.75 % baik. Uji normalitas Saphiro Wilk didapatkan data tidak terdistribusi normal (p<0,05), data dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U diperoleh hasil tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan Sacha Inchi Oil dengan dan tanpa pemanasan sebagai agen deparafinisasi (p>0,05). Kesimpulan Sacha Inchi Oil efektif  digunakan sebagai agen deparafinisasi pada pewarnaan Hematoxylin Eosin.

_______________________________________________________________________________________________

Abstract

Deparaffinization is a crucial step in histological staining, commonly using xylene as the gold standard. However, xylene is toxic, hazardous to health, and environmentally unfriendly, prompting the need for safer alternatives. Sacha Inchi Oil contains non-polar compounds such as α-pinene, limonene, and phytosterols, making it a potential substitute. This study aimed to compare the quality of Hematoxylin-Eosin staining on Wistar rat liver tissue using Sacha Inchi Oil with and without heating as a deparaffinization agent. An experimental design was employed with 38 liver tissue slides, divided into four groups: Sacha Inchi Oil with heating, without heating, xylene, and dry oven heating (60°C) as controls. Staining quality was evaluated based on nuclear detail, cytoplasmic clarity, and color uniformity. All treatments, including Sacha Inchi Oil and xylene, showed 100% good staining results. Saphiro-Wilk test indicated non-normal distribution (p < 0.05), and further analysis using the Mann-Whitney U test showed no significant difference between heated and non-heated Sacha Inchi Oil groups (p > 0.05). In conclusion, Sacha Inchi Oil is effective as an alternative deparaffinizing agent in Hematoxylin-Eosin staining, with or without the application of heat.

Author Biographies

Ayasha Reina Metalia Nafiah, Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang

First author

Fitri Nuroini, Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang

Corresponding author

References

H. Alturkistani, T. F, dan M. Z, “Histological Stains: A Literature Review and Case Study,” Glob. Jurnal Health Sci, vol. 8, no. 3, hal. 72–79, Juni 2015. Tersedia : https://doi.org/10.5539/gjhs.v8n3p72.

N. Pratiwi dan D. Armalina, “Mikroskopis Preparat Mus Musculus Jaringan Ginjal yang Didepaparafinisasi dengan Minyak Zaitun pada Pengecatan Hematoxylin Eosin (HE),” Jurnal Lab Medis, vol. 3, no. 1, hal. 61–66, Mei 2021. Tersedia: https://doi.org/10.31983/jlm.v3i1.8005.

R. A. Sulisyanto, Hubungan Pajanan Xylene dengan Profil Darah (Eritrosit, Trombosit, Leukosit, Ldl, Total Kolesterol) dan Keluhan Neurotoksik pada Pekerja Percetakan di Kota Surabaya. Surabaya: Universitas Airlangga, 2020.

G. S. A. Putri dan N. F. Zalzabillah, “Penggunaan Minyak Kelapa Mandar sebagai Agen Alternatif Deparafinisasi pada Pewarnaan Rutin Hematoksilin-Eosin,” Jurnal Lab Medis, vol. 7, no. 1, hal. 44–51, Mei 2025. Tersedia: https://doi.org/10.31983/jlm.v7i1.12688

F. Badjuri, D. Adang, W. Wiwin, R. Ani, dan M. Dani, “Pengaruh Variasi Suhu Dan Waktu Virgin Coconut Oil Pada Proses Deparafinisasi Pewarnaan Hematoxylin Eosin Terhadap Kualitas Preparat,” Jurnal Kesehatan Siliwangi, vol. 4, no. 1, hal. 172–181, Agustus 2023. Tersedia: https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1473

A. Y. Putri, D. Diyanah, dan A. Iswara, “The Effectiveness of Ylang-Ylang Oil (Canaga Odorata) as a Deparaffinizing Agent in Hematoxylin-Eosin Staining,” Jurnal Lab Medis, vol. 6, no. 1, hal. 1–8, Mei 2024. Tersedia: https://doi.org/10.31983/jlm.v6i1.10824

P. Lumbantoruan dan E. Yulianti, “Pengaruh Suhu Terhadap Viskositas Minyak Pemanas (Oli),” jurnal.univpgri-palembang.ac.id, vol. 13, no. 2, hal. 26–34, September 2016. Tersedia: https://doi.org/10.31851/sainmatika.v13i2.993

A. Valencia, F. Romero-Orejon, A. Viñas-Ospino, D. Barriga-Rodriguez, A. Muñoz, dan F. Ramos-Escudero, “Sacha Inchi Seed (Plukenetia volubilis L.) Oil: Terpenoids,” dalam Terpenes and Terpenoids – Recent Advances, S. Perveen, Ed., London: IntechOpen, 2021, hlm. 1–22

I. Maya, Y. Rika, Y. Purwanti, F. C. Saputri, N. Sugihartini, dan S. N. Wardhani, “Physicochemical characteristics, fatty acid profile, and in vitro antioxidant activity evaluation of Sacha Inchi seed oil from Indonesia,” Jurnal Cosmetics, vol. 10, no. 6, hal. 171, Desember 2023. Tersedia: https://doi.org/10.3390/cosmetics10060171.

H. Mohd Radzuan, W. F. N. Wan Omar, dan M. D. Halim, “Effect of pH on H&E staining in small and large intestines of rats,” International Journal Allied Heal Sci, vol. 5, no. 1, hal. 2140, Juni 2021. Tersedia: https://doi.org/10.31436/ijahs.v5i1.577.

W. H. Ramos-Vera, J. L. Rentería-Castro, dan S. Carrillo-Domínguez, “Physicochemical changes of vegetable oils under heat treatment and oxidative stress,” Jurnal Food Chem, vol. 286, hal. 324–331, Juli 2019. Tersedia: https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2019.01.173.

T. A. Niewold, V. M. Horneffer-van der Sluis, dan E. J. A. Veldhuizen, “Lipid artifacts in histology: Effects of sample handling and fixatives on visualization,” Histochem. Jurnal Cell Biol., vol. 156, no. 5, hal. 389–399, 2021. Tersedia: https://doi.org/10.1007/s00418-021-02007-2.

E. Ó. Faoláin et al., “Raman spectroscopic evaluation of efficacy of current paraffin wax section dewaxing agents,” Jurnal Histochem Cytochem, vol. 53, no. 1, hal. 121–129, Februari 2005. Tersedia: https://doi.org/10.1177/002215540505300114.

T. Liu, H. Zhang, X. Li, dan Y. Yang, “Evaluation of paraffin embedding quality in histopathology: Impact of paraffin type and tissue dehydration,” International Journal Clin Exp. Pathol., vol. 10, no. 8, hal. 8800–8807, Agustus 2017. Tersedia: https://doi.org/10.18433/j3zj5b

M. R. Ankle, “Histopathological artifacts: Origin, identification and implications,” Jurnal Oral Maxillofac Pathol, vol. 17, no. 2, hal. 234–240, Juli 2013. Tersedia: https://doi.org/10.4103/0973-029X.119765.

Y. Erwin, T. Ariyadi, dan F. Nuroini, “Perbedaan Kualitas Preparat Hati Marmut pada Proses Deparafinisasi Menggunakan Xilol dan Minyak Zaitun pada Pewarnaan He,” dalam Prosiding 2019 Konferensi Mahasiswa Seminar Nasional Unimus, Semarang, Indonesia, 2019, hlm. 185–189. doi: https://doi.org/10.4103/0973-029X.119765

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Nafiah, A. R. M., & Nuroini, F. (2025). Perbandingan Kualitas Pewarnaan Hematoxylin Eosin Jaringan Hepar Tikus Wistar pada Proses Deparafinisasi Menggunakan Sacha Inchi Oil (Plukenetia volubilis). UNIMUS Web Conferences, 8, 119–130. https://doi.org/10.26714/uwc.v8.119-130.2025