Strategi One Health dalam Edukasi dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku pada Tingkat Peternakan Rakyat di Wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur

Authors

  • Keisha Rama Diwangga Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Malang
  • Bintang Fajar Prayitno Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Malang
  • Siti Kurniawati Laboratorium Mikrobiologi dan Immunologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Malang

DOI:

https://doi.org/10.26714/uwc.v8.944-950.2025

Keywords:

one health, penyakit mulut dan kuku, edukasi peternak

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan salah satu penyakit hewan menular yang menimbulkan dampak luas pada peternakan rakyat, baik dari aspek kesehatan ternak, ekonomi, maupun ketahanan pangan. Pendekatan One Health diperlukan karena pengendalian PMK tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga berhubungan dengan keamanan pangan, kesehatan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat. Kegiatan strategi penyuluhan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Malang untuk meningkatkan tingkat pengetahuan peternak terhadap PMK. Evaluasi hasil ketercapaian melalui assesment yang tertuang dalam pre-test dan post-test. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan mengenai hewan rentan, biosekuriti, keamanan konsumsi daging, serta dampak ekonomi PMK, dengan total jawaban benar meningkat dari 205 menjadi 268. Hasil ini menegaskan bahwa edukasi berbasis One Health efektif dalam memperkuat pemahaman peternak yang berkelanjutan.

___________________________________________________________________

Abstract

Foot and Mouth Disease (FMD) is a contagious animal disease that has wide-ranging impacts on smallholder livestock farming, particularly in terms of animal health, the economy, and food security. The One Health approach is essential because FMD control is not only related to animal health but also linked to food safety, environmental health, and community welfare. Extension strategies were implemented in Malang Regency to improve farmers’ knowledge of FMD. The achievement evaluation was conducted through assessments using pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in knowledge regarding susceptible animals, biosecurity, meat consumption safety, and the economic impact of FMD, with the total correct answers increasing from 205 to 268. These findings emphasize that One Health-based education is effective in strengthening farmers’ sustainable understanding.

Author Biographies

Keisha Rama Diwangga, Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Malang

First author

Siti Kurniawati, Laboratorium Mikrobiologi dan Immunologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Malang

Corresponding author

References

Z. Arifin, T. Sudrajat, and H. Nuraini, “Strategi pengembangan peternakan sapi perah rakyat melalui pendekatan kelembagaan koperasi susu di Malang Raya,” Jurnal Peternakan Indonesia, vol. 23, no. 2, pp. 112–120, 2021.

Y. Bachtiar, D. Haryanto, R. Wijayanti, and R. Pranata, “Dampak Penyakit Mulut dan Kuku terhadap Ekonomi Peternak dan Rantai Pasok Produk Ternak di Indonesia,” Jurnal Ilmu Peternakan Nusantara, vol. 9, no. 1, pp. 22–30, 2024.

N. G. Budiono, N. V. N. Afni, D. K. Anidya, S. Najibah, M. Manisyah, A. H. Sudrajat,

R. Gusthama, R. I. S. Akbar, F. L. Mahdiansyah, N. R. Sarita, and F. Ummah, “Edukasi Penyakit Mulut dan Kuku serta Pengolahan Daging pada Masyarakat Desa Pangkal Jaya (Kabupaten Bogor) untuk Mencegah Penularan Penyakit pada Hewan Berkuku Belah,” Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, vol. 5, no. 1, pp. 10–21, 2023.

R. Djati, R. Alfina, P. Nugraha, and T. Wulandari, “Peningkatan Kesadaran Peternak Melalui Penyuluhan Biosekuriti dan Identifikasi Dini PMK,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Ternak, vol. 4, no. 2, pp. 45–53, 2023.

R. D. Okti, L. A. Megawati, M. I. Affandi, N. M. Angelin, Y. R. D. Rhemahita, R. R. Darmawan, F. Magfiroh, D. I. Mawarni, A. E. S. Ningrum, and P. S. Hutama, “Sosialisasi pencegahan dan penanganan virus PMK pada ternak di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember,” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani (JURRIH), vol. 2, no. 1, pp. 1–8, 2023.

A. Qisthon, M. M. P. Sirat, F. T. Farda, and V. Wanniatie, “Edukasi Peternak Sapi melalui Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan, Perkandangan, Kesehatan dan Reproduksi, serta Pelatihan Fermentasi Pakan,” Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung, vol. 3, no. 1, pp. 1–17, 2024.

P. Purwadi and A. B. Prasetyo, “Dampak Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap Produksi Susu dan Pendapatan Peternak Sapi Perah Rakyat di Boyolali,” Tropical Animal Science, vol. 6, no. 1, pp. 55–59, 2024.

M. Rusman, N. Fatimah, and B. H. Nugroho, “Risiko Transmisi PMK pada Peternakan Rakyat dan Strategi Pencegahannya,” Indonesian Journal of Animal Health and Biosecurity, vol. 8, no. 2, pp. 77–85, 2024.

U. Santoso, “Pemilihan dan Pengolahan Daging dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku,” Buletin Peternakan Tropis, vol. 4, no. 1, pp. 63–68, 2023.

L. N. P. Subroto, S. Kurniawati, and S. L. Adrenalin, “Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dan Penyuluhan Penerapan Sanitasi Sebagai Upaya Menekan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di KUD Kertajaya, Kabupaten Kediri,” Prosiding Unimus, vol. 7, pp. 1351–1355, 2024.

A. Widyadhari, C. Basri, and E. Sudarnika, “High Risk Period (HRP) Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Pasca Wabah pada Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Malang,” Jurnal Sain Veteriner, vol. 42, no. 3, pp. 356–367, 2024.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Diwangga, K. R., Prayitno, B. F., & Kurniawati, S. (2025). Strategi One Health dalam Edukasi dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku pada Tingkat Peternakan Rakyat di Wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. UNIMUS Web Conferences, 8, 944–950. https://doi.org/10.26714/uwc.v8.944-950.2025