Edukasi Eco Enzim di Lombok Tengah: Meningkatkan Kesadaran Peternak melalui Strategi Biosekuriti Ramah Lingkungan untuk Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.927-935.2025Keywords:
Penyakit Mulut dan Kuku, Eco Enzim, Biosekuriti, Peternak, Lombok TengahAbstract
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan ancaman serius bagi industri peternakan di Lombok Tengah karena tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan sosial peternak. Penyakit yang disebabkan oleh virus genus Aphthovirus ini sangat mudah menular dan dapat mengakibatkan kematian pada ternak. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya pengetahuan peternak mengenai langkah-langkah pencegahan yang efektif serta pemanfaatan disinfektan yang aman dan ramah lingkungan. Dalam konteks ini, eco enzim diperkenalkan sebagai alternatif disinfektan alami yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, edukasi pembuatan eco enzim, serta distribusi modul dan flyer. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan survei kepuasan masyarakat. Dari hasil evaluasi ditunjukkan bahwa meskipun PMK telah diketahui oleh seluruh responden, sebanyak 70% responden belum mengenal eco enzim dan 80% belum pernah memanfaatkannya. Namun, tingkat antusiasme tinggi ditunjukkan dengan kesediaan 90% responden untuk mengikuti pelatihan lanjutan. Survei kepuasan masyarakat menghasilkan skor 3,4 (kategori baik), yang menunjukkan bahwa program ini diterima secara positif oleh peternak. Kesimpulan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini pemahaman peternak mengenai eco enzim telah berhasil ditingkatkan, sekaligus kesadaran terhadap biosekuriti ramah lingkungan diperkuat. Pemanfaatan eco enzim ditunjukkan tidak hanya bermanfaat dalam pengelolaan limbah organik, tetapi juga berpotensi digunakan sebagai strategi pencegahan PMK yang efektif dan berkelanjutan di Lombok Tengah.
_____________________________________________________________________________________________
Foot and Mouth Disease (FMD) is a serious threat to the livestock industry in Central Lombok as it not only causes economic losses but also affects the social welfare of farmers. The disease, caused by a virus of the Aphthovirus genus, spreads easily and can lead to mortality in livestock. One of the main challenges faced is the limited knowledge of farmers regarding effective prevention measures and the use of safe and environmentally friendly disinfectants. In this context, eco-enzyme was introduced as a sustainable alternative natural disinfectant.
The community service program was implemented through a participatory approach involving socialization, interactive discussions, eco-enzyme production training, and the distribution of modules and flyers. Evaluation was carried out using questionnaires and community satisfaction surveys. The results showed that although all respondents were aware of FMD, 70% had never heard of eco-enzyme and 80% had never used it. However, high enthusiasm was demonstrated by 90% of respondents who expressed willingness to attend further training. The community satisfaction survey produced a score of 3.4 (categorized as good), indicating that the program was positively received by farmers.
In conclusion, this community service activity successfully improved farmers’ understanding of eco-enzyme while simultaneously strengthening awareness of environmentally friendly biosecurity. The use of eco-enzyme was shown to be beneficial not only in organic waste management but also as a potential sustainable strategy for the effective prevention of FMD in Central Lombok.
References
A. N. Sari and D. A. Maulana, “Stabilitas Model Matematika Penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK): Stability of the Mathematical Model for Transmission of Foot and Mouth Disease (FMD),” MATHunesa J. Ilm. Mat., vol. 11, no. 2, pp. 295–303, Aug. 2023, doi: 10.26740/mathunesa.v11n2.p295-303.
R. Umilasari, A. M. Zakiyah, G. Abdurrahman, and I. Saifudin, “Pencegahan Penyakit Mulut Dan Kuku Pada Kelompok Peternakan Sapi Lingkungan PTPN Afdeling Guci Putih Kabupaten Jember,” JMM - J. Masy. Merdeka, vol. 6, no. 2, p. 143, Jan. 2024, doi: 10.51213/jmm.v6i2.145.
N. G. Budiono et al., “Edukasi Penyakit Mulut dan Kuku serta Pengolahan Daging pada Masyarakat Desa Pangkal Jaya (Kabupaten Bogor) untuk Mencegah Penularan Penyakit pada Hewan Berkuku Belah,” J. Pus. Inov. Masy. PIM, vol. 5, no. 1, pp. 10–21, Apr. 2023, doi: 10.29244/jpim.5.1.10-21.
A. Syah and H. Sahro, “Strategi Pengembangan UMKM melalui Pendekatan Pengabdian Masyarakat: Studi Kasus pada UMKM Laduku di Dusun Tomporejo, Kota Malang,” J. Apl. DAN Inov. IPTEKS SOLIDITAS J-SOLID, vol. 6, no. 2, p. 278, Oct. 2023, doi: 10.31328/js.v6i2.5041.
Y. Hasanah, “Eco enzyme and its benefits for organic rice production and disinfectant,” J. Saintech Transf., vol. 3, no. 2, pp. 119–128, Jan. 2021, doi: 10.32734/jst.v3i2.4519.
I. M. Rosenstock, “Historical Origins of the Health Belief Model,” Health Educ. Monogr., vol. 2, no. 4, pp. 328–335, Dec. 1974, doi: 10.1177/109019817400200403.
Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya Malang and M. S. Djati, “Penguatan Sistem Biosecurity Pasca Penyebaran Penyakit Mulut Dan Kuku (Pmk) Pada Peternakan Sapi Pedaging Di Pesantren Al Fatih Kabupaten Pamekasan,” J. Innov. Appl. Technol., vol. 09, no. 02, pp. 62–69, July 2023, doi: 10.21776/ub.jiat.2023.9.2.10.
Maria Herawati, Oeng Anwarudin, and Jakia Rumabuan, “Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Sapi Potong di Distrik Masni Papua Barat,” Pros. Semin. Nas. Pembang. Dan Pendidik. Vokasi Pertan., vol. 3, no. 1, pp. 290–300, Sept. 2022, doi: 10.47687/snppvp.v3i1.313.
U. Yunasaf, S. Alim, and D. Rahayu, “Persepsi Peternak Terhadap Keberlanjutan Usaha Sapi Potong (Kasus di Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat),” Mimb. Agribisnis J. Pemikir. Masy. Ilm. Berwawasan Agribisnis, vol. 10, no. 2, p. 2642, July 2024, doi: 10.25157/ma.v10i2.14319.
T. N. S. Maulina, L. Nurlina, and M. Sulistyati, “Hubungan Antara Tingkat Kinerja Penyuluh Dengan Kepuasan Peternak Sapi Perah Dalam Penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku (Kasus Pada Peternak Sapi Perah di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi),” J. Ilmu Dan Teknol. Peternak., vol. 11, no. 2, pp. 31–38, Nov. 2023, doi: 10.20956/jitp.v11i1.27806.
E. Usman, K. Khatimah, and St. Z. Darajat, “Eco-Enzymes Go to Schools: SMKN 5 East Kolaka’s Efforts to Build Environmental Awareness and Sustainable Independence,” J. Pengabdi. Masy. Bestari, vol. 3, no. 1, pp. 65–74, Jan. 2024, doi: 10.55927/jpmb.v3i1.7801.


