Perbedaan Hasil Rekalsifikasi Plasma Sitrat dan Plasma Filtrat Bawang Putih sebagai Antikoagulan Alternatif

Authors

  • Oktavianus Pake Lere Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang
  • Ragil Saptaningtyas Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang
  • Gela Setya Ayu Putri Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang
  • Budi Santosa Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26714/uwc.v8.271-277.2025

Keywords:

rekalsifikasi plasma, antikoagulan, natrium sitrat, filtrat bawang putih, (Allium sativum L).

Abstract

Pemeriksaan rekalsifikasi merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun fibrin dari plasma rendah trombosit dan Ca2+ dengan adanya penambahan CaCl2  dengan tujuan untuk mengetahui adanya kelainan defisiensi factor intrinsic. Antikoagulan Natrium Sitrat umum digunakan untuk mencegah pembekuan darah dalam pemeriksaan koagulasi. Namun, penggunaan natrium sitrat memiliki kelemahan, seperti menyebabkan pengenceran sampel dan tidak boleh digunakan jika dalam keadaan keruh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil rekalsifikasi plasma menggunakan antikoagulan Natrium Sitrat dan Filtrat Bawang Putih (Allium sativum L) diketahui memiliki kandungan Senyawa Ajoene yang berpotensi sebagai antikoagulan alami. Penelitian eksperimental ini menggunakan dua perlakuan: plasma sitrat dan plasma filtrat bawang putih, masing-masing dengan 16 sampel darah. Pemeriksaan rekalsifikasi dilakukan secara manual lalu hasil pemeriksaan dianalisis dengan uji Paired t-test. Rata-rata hasil rekalsifikasi plasma sitrat (250.00 detik) dan plasma filtrat bawang putih (373.75 detik). Terdapat perbedaan signifikan (p < 0.005) antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, filtrat bawang putih berpotensi digunakan sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan laboratorium, khususnya di daerah dengan keterbatasan ketersediaan bahan kimia standar. Namun, penerapannya memerlukan standarisasi konsentrasi, metode pembuatan, dan pengujian stabilitas agar hasil pemeriksaan dapat konsisten dan valid

______________________________________________________________

Recalcification testing is the measurement of the time required to form fibrin from platelet-poor plasma and Ca² after the addition of CaCl, aimed at detecting intrinsic factor deficiencies. Sodium citrate is commonly used as an anticoagulant to prevent blood clotting in coagulation tests. However, sodium citrate has several drawbacks, such as sample dilution and unsuitability for use in turbid samples. Therefore, this study aimed to compare the recalcification results of plasma using sodium citrate and garlic (Allium sativum L.) filtrate, which contains ajoene compounds with potential anticoagulant properties. This experimental study applied two treatments: citrated plasma and garlic filtrate plasma, each with 16 blood samples. Recalcification testing was performed manually, and the results were analyzed using the paired t-test. The average recalcification time of citrated plasma was 250.00 seconds, while garlic filtrate plasma showed 373.75 seconds. A significant difference was observed between the two groups (p < 0.005). Based on the findings, garlic filtrate has potential as an alternative anticoagulant in laboratory testing, particularly in regions with limited availability of standard chemical reagents. However, its application requires standardization of concentration, preparation methods, and stability testing to ensure consistent and valid results.

Author Biography

Oktavianus Pake Lere, Universitas Muhammadiyah Semarang, Kota Semarang

First Author, Corresponding Author

References

Durachim, A., & Astuti, D., (2018). Hemostasis. Jakarta: Kementrian kesehatan Republik Indonesia, 217-220.

Prihandini, E., (2017). Perbedaan Hasil Masa Rekalsifikasi Menggunakan Tabung Kaca dan Tabung Plastik (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Semarang).

Mariah, S., (2017). Pengaruh Lama Pembendungan Vena Terhadap Masa Rekalsifikasi. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang.

Firani, N. K., Fatonah, S., Arsana, P. M., Waafi, A. K., & Kristyoadi, S. A. (2023). Deteksi Kelainan Hemostasis pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Metode Tromboelastografi. Universitas Brawijaya Press.

Gerta, N. M., Suryanto, S. P., Astuti, T. D., & ST, S. (2021). Literature Review: Pengaruh Pemberian Variasi Volume Darah Dan Jenis Antikoagulan Terhadap Hasil Pemeriksaan Protrhombin Time (Pt).

Rifqi Arif Muhtarom, R., Noviar, G., Adang, D., & Betty Nurhayati, B. (2021). Potensi Filtrat Bawang Putih Sebagai Antikoagulan Alternatif Terhadap Pemeriksaan Skrining Hemostasis (Doctoral dissertation, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung).

Wiarsih S. (2018).Perbedaan Hasil Pemeriksaan Masa Rekalsifikasi Pada Variasi Kecepatan Pemusingan().:Diii Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang

Hatimah, S. N. (2018). Perbedaan Jumlah Trombosit Menggunakan Antikoagulan Edta Dengan Filtrat Bawang Putih Sebagai Antikoagulan Alternatif (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Semarang).

Saputra, A. M., Saptaningtyas, R., Nuroini, F., & Sukeksi, A. (2023). Potensi Filtrat Bawang Putih sebagai Antikoagulan Alternatif dalam Pemeriksaan Glukosa Darah dengan EDTA Sebagai Pembanding. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 14(2), 400-402.

Hardyansa, H., Ariyadi, T., & Sukeksi, A. S. (2021). Perbedaan Nilai Laju Endap Darah (LED) Menggunakan Larutan Na Sitrat 3, 8% Dan Dextrosa 5%. Jurnal Labora Medika, 4(1), 12-15.

Marsha, S., Marliana, N., Durachim, A., & Wahyuni, Y. (2023). Pengaruh Lama Penyimpanan Darah Dengan Penambahan Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Sebagai Antikoagulan Terhadap Pemeriksaan Protrombin Time (Pt). Jurnal Kesehatan Siliwangi, 4(1), 182-189.

Rizky, V. A., Putri, I. E., & Siregar, S. (2024). Utilization of Lemon Juice (Citrus limon L.) as an Alternative Substitute for Sodium Citrate in Blood Sedimentation Rate Examination. MEDISTRA MEDICAL JOURNAL (MMJ), 2(1), 15-19.

Faudziah, L. (2018). Perbandingan Penggunaan Antikoagulan Edta Dan Filtrat Bawang Putih Sebagai Antikoagulan Alternatif Terhadap Keutuhan Dinding Sel Leukosit (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Semarang).

Hidayati, E. (2020). Pengaruh Perbandingan Volume Darah Dan Antikoagulan Natrium Sitrat 0,109 M Terhadap Hasil Pemeriksaan Plasma Prothrombin Time (PPT) (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Shida, N., Kurasawa, R., Maki, Y., Toyama, Y., Dobashi, T., & Yamamoto, T. (2016). Study of plasma coagulation induced by contact with calcium chloride solution. Soft Matter, 12(47), 9471-9476.

Rahman, K., Lowe, G. M., & Smith, S. (2016). Aged garlic extract inhibits human platelet aggregation by altering intracellular signaling and platelet shape change. The Journal of nutrition, 146(2), 410S-415S.

Clark-Montoya, I., Terán-Figueroa, Y., de Loera, D., Gaytán-Hernández, D., Alegría-Torres, J. A., & Milán-Segovia, R. D. C. (2024). Anticoagulant Effect of Snow mountain garlic: In Vitro Evaluation of Aqueous Extract. Molecules, 29(20), 4958.

Fakhar, H., & Tayer, A. H. (2012). Effect of the garlic pill in comparison with Plavix on platelet aggregation and bleeding time. Iranian journal of pediatric hematology and oncology, 2(4), 146.

Nuswantoro, A., & Berlianti, J. N. (2022). Potential of Garlic Filtrate as An Alternative Anticoagulant for Whole Blood Samples. Indonesian Journal of Medical Laboratory Science and Technology, 4(2), 111-119.

Lamponi, S. (2021). Bioactive natural compounds with antiplatelet and anticoagulant activity and their potential role in the treatment of thrombotic disorders. Life, 11(10), 1095.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Pake Lere, O. ., Saptaningtyas, R. ., Setya Ayu Putri, G., & Santosa, B. . (2025). Perbedaan Hasil Rekalsifikasi Plasma Sitrat dan Plasma Filtrat Bawang Putih sebagai Antikoagulan Alternatif. UNIMUS Web Conferences, 8, 271–277. https://doi.org/10.26714/uwc.v8.271-277.2025