Arsitektur Rumah Sehat: Peran Desain Ruang Terhadap Kualitas Hidup Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.653-661.2025Keywords:
rumah sehat, desain ruang, kualitas hidup, keluargaAbstract
Setiap keluarga mendambakan rumah sehat yang nyaman untuk didiami dan menjadi tempat tinggal yang memberikan dampak positif bagi kualitas hidup anggota keluarga. Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai ekosistem kecil yang memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan sosial penghuninya. Namun, sebagian besar keluarga dalam mendesain rumahnya kurang memperhatikan faktor-faktor tersebut. Pola hidup modern sering kali mengabaikan faktor kesehatan dalam merancang hunian, yang dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan hingga tekanan mental. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan dengan tujuan untuk memahami berbagai unsur desain ruang seperti sirkulasi udara, pencahayaan, resapan air dan pembuangan sampah untuk menciptakan rumah sehat dan kualitas hidup keluarga yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode kualitatif deskriftif. Data didapatkan melalui pengamatan dan survei langsung di lapangan. Analisis data dilakukan dengan variabel sirkulasi udara, pencahayaan, resapan air dan pembuangan sampah. Hasil penelitian didapatkan bahwa desain rumah yang kurang memperhatikan variabel sirkulasi udara, pencahayaan, resapan air dan pembuangan sampah akan menyebabkan rumah menjadi tidak sehat. Solusinya dengan redesain ruang rumah agar tercapai menjadi rumah sehat dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.
_______________________________________________________________________________
Abstract
Every family desires a healthy, comfortable home that positively impacts the quality of life of its members. A home serves not only as a shelter but also as a small ecosystem that influences the physical, mental, and social health of its occupants. However, most families pay little attention to these factors when designing their homes. Modern lifestyles often neglect health factors in home design, which can lead to various health problems, ranging from respiratory disorders to mental stress. Therefore, this study is important to understand various elements of spatial design such as air circulation, lighting, water absorption, and waste disposal to create a healthy home and a good quality of life for families. This study uses a qualitative descriptive approach. Data were obtained through direct observations and surveys in the field. Data analysis was conducted using variables such as air circulation, lighting, water absorption, and waste disposal. The study found that home designs that do not pay attention to the variables of air circulation, lighting, water absorption, and waste disposal will result in an unhealthy home. The solution is to redesign the home space to achieve a healthy home and improve the quality of life for families.
References
F. D. K. Ching, Arsitektur Bentuk,Ruang dan Tatanan. 2008.
A. P. Solissa, P. Studi, A. Universitas, C. Bangsa, and K. Oebobo, “Studi Perilaku Mahasiswa Arsitektur Pada Ruang,” vol. 3, no. 1, 2024.
U. A. Emka, “Peran Desain Arsitektur dalam Meningkatkan Kualitas Ruang Literasi yang Adaptif Alamat: Semarang, Indonesia,” no. 1, pp. 67–76, 2025.
T. Widati and Amiany, “Peningkatan Kualitas Hidup Perkotaan Melalui Peran Ruang Terbuka dalam Arsitektur Modern,” Alibi J. Arsit. dan Lingkung., vol. 1, no. 1, pp. 39–47, 2024, [Online]. Available: https://e-journal.upr.ac.id/index.php/alibi/article/view/TitianiWidati%0Ahttps://e-journal.upr.ac.id/index.php/alibi/article/download/TitianiWidati/5843.
R. Ramadhan and M. V. Gandha, “Eksplorasi Pengaruh Desain Bangunan Terhadap Kesejahteraan Mental Dan Penanggulangan Depresi,” J. Sains, Teknol. Urban, Perancangan, Arsit., vol. 6, no. 1, pp. 83–96, 2024, doi: 10.24912/stupa.v6i1.27452.
K. Kusumastuti, W. Roestam, E. S. Sukaptini, and S. Subekti, “Kajian Rumah Sehat di Kampung Kumuh Kelurahan Morokrembangan Surabaya,” J. Apl. Tek. Sipil, vol. 11, no. 1, p. 25, 2013, doi: 10.12962/j12345678.v11i1.2599.
A. R. B. Perkasa and B. Soemardiono, “Konsep Ruang Hijau pada Permukiman Vertikal Surabaya dengan Pendekatan Terhadap Kesehatan Mental Penghuni,” J. Sains dan Seni ITS, vol. 9, no. 2, pp. 82–87, 2021, doi: 10.12962/j23373520.v9i2.57264.
R. Widyanti, N. Nasrullah, and B. Sulistyantara, “Analisis Pengaruh Ruang Terbuka Hijau Terhadap Fenomena Urban Heat Island di Kota Depok, Jawa Barat,” J. Ilmu Lingkung., vol. 23, no. 2, pp. 371–381, 2025, doi: 10.14710/jil.23.2.371-381.
K. N. Anou et al., “Peningkatan Kualitas Udara Melalui Penataan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Dengan Tanaman Pembersih Udara,” J. Pengabdi. Papua, vol. 8, no. 2, pp. 75–79, 2024, doi: 10.31957/jpp.v8i2.3374.
Sangkertadi and R. Syafriny, “Panas Dan Kenyamanan Iklim Mikro Akibat Sifat Bahan Perkerasam Pelapis Permukaan Ruang Luar Di Daerah Beriklim Tropis Lembab (Heat and Comfort of Micro Climate due to Thermal Properties of Hard Materials of Ground Surface in Humid Tropics Environment),” Media Matrasain, vol. 10, no. 1, pp. 1–6, 2013, [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/view/4085.
A. Suherman, “Hubungan Intensitas Penerangan, Masa Kerja Dan Lama Kerja Dengan Ketajaman Penglihatan,” J. Kesehat. Masy. Indones 10(2) 2015, vol. 10, no. 2, 2015.
D. S. Zees, “Analisis Daerah Resapan Air dan Kesesuaiannya dengan Arahan Pola Ruang melalui Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Gorontalo,” J. Ilmu Komput., vol. 3, no. 2, p. 45, 2023, doi: 10.31314/juik.v3i2.2437.
I. I. J. Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, “Analisis Hubungan Indeks Pembangunan Manusia, Jumah Penduduk, Dan Perekonomian Terhadap Timbunan Sampah Di Sulawesi Utara,” vol. 2, no. 3, pp. 306–312, 2024.


