Deteksi Dini dan Penanganan Awal Masalah Infeksi Tali Pusat Bayi Baru Lahir dengan melakukan Continuity of Care Studi kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Kota Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.80-87.2025Keywords:
infeksi tali pusat, perawatan tali pusat, continuity of careAbstract
Infeksi tali pusat merupakan salah satu penyebab utama yang sering mengakibatkan morbiditas dan mortalias neonatal, terutama disebabkan perawatan tali pusat yang tidak higienis dan bersih, sehingga menyebabkan risiko terjadinya infeksi berat seperti sepsis dan kematian. Penelitian ini menggunakan metode dengan desain deksriptif studi kasus yang dilaksanakan di praktik mandiri bidan N Banjarmasin dengan pendekatan asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) yang berfokus pada masalah Infeksi tali pusat pada bayi baru lahir. Asuhan kebidanan berkesinambungan untuk seluruh perjalanan dari hamil, persalinan, nifas, menyusui, hingga perawatan bayi baru lahir adalah bahwa pendekatan yang terkoordinasi, berfokus pada kebutuhan individual dan melibatkan komunikasi efektif antara ibu, keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal dan pengalaman yang positif. Masalah Infeksi tali pusat dapat ditatalaksana dengan baik. Asuhan kebidanan yang menerapkan prinsip Continuity of Care telah diberikan pada ibu hamil, ibu yang melahirkan, ibu pada masa nifas, bayi baru lahir (BB), serta dalam program keluarga berencana (KB) dengan menerapkan pendekatan manajemen kebidanan. Masalah dapat terdeteksi sejak dini dan diatasi dengan tatalaksana yang tepat.
_____________________________________________________________________
Abstract
Umbilical cord infection is one of the main causes that often results in neonatal morbidity and mortality, especially due to unhygienic and unsanitary umbilical cord care, which causes the risk of severe infections such as sepsis and death. This study uses a descriptive case study design method carried out in the independent practice of midwife N Banjarmasin with a Continuity of Care (COC) midwifery care approach that focuses on the probem of umbilical cord infection in newborns. Continuous midwifery care for the entire journey from pregnancy, childbirth, postpartum, breastfeeding, to newborn care is that a coordinated approach, focused on individual needs and involving effective communication between mothers, families and health workers is very important to achieve optimal health outcomes and positive experiences. Umbilical cord infection probems can be managed well. Midwifery care that applies the Continuity of Care principle has been given to pregnant women, mothers who have given birth, mothers in the postpartum period, newborns (BB), and in family planning (KB) programs by implementing a midwifery management approach. Probems can be detected early and addressed with appropriate management.
References
Anggraini, T. (2023). Analisis Perbandingan Perawatan Tali Pusat Menggunakan Kassa Steril dan Dibiarkan Terbuka dengan Lama Lepas Tali Pusat. Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 1.
Fitri Apriyanti. (2023). Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Di PMB Nelly Suryani Wilayah Kerja Psukesmas Kuok.
Fitriana et al., (2021). Hubungan Perilaku Perawat Dalam Perawatan Tali Pusat Bayi BBR Dengan Kejadan Infeksi Umbilikus Di Bangsal Perinatologi RSUD Panembahan Senpati Bantul.
Marsela & Anjani. (2022). Perawatan Luka Untuk Pencegahan Infeksi Pada Tali Pusat Bayi DI BPM Bidan Anova Saragih, S.KEB.
Nujulah & Muthaharoh. (2022). Perbedaan Perawatan Tali Pusat Kering Terbuka Dan Tertutup Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir.
Rizza et al., (2023). Hubungan & Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir Dengan Kejadian Infeksi Di Klinik Pratama Nabila Tahun 2022.
Sapto Pramono, J., & Suryani, H. (2023). Perawatan Tali Pusat Topikal ASI Dan Teknik Terbuka Terhadap Waktu Pelepasan Tali Pusat Pada Neonatus Topical Breast Milk Umbilical Cord Treatment And Open Techniques On The Time Of Cord Release In Neonates. Avicenna : Journal of Health Research, 6(2), 29–39.
Sari et al., 2022. (2022). Penerapan Asuhan Perawatan Tali Pusat Terbuka dan Kering pada Bayi Baru Lahir.
Septiani, M., & Jannah, M. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir Di BPM Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. In Journal of Healthcare Technology and Medicine (Vol. 7, Issue 1).
Silaen, D. D. E. E. (2023). Pemberdayaan Ibu Nifas Dalam Melakukan Perawatan Tali Pusat Menggunakan Topikal ASI Dengan Lama Pelepasan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir.
Solehati, T., Indriani, D., Jamlaay, R., Lestari, V. F., Kosasih, E., Keperawatan, F., Padjadjaran, U., Raya, J., Sumedang, B., 21, K. M., & Barat, J. (2024). Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir: Narrative Review.
Sultan, D. A. N. (2024). Chlorhexidine For The Prevention Of Omphalitis In Neonates With A Single Dose. Journal of Population Therapeutics & Clinical Pharmacology, 2930–2936.
Timisela et al., (2023). Pengaruh Perawatan Tali Pusat Terbuka Terhadap Risiko Infeksi Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir : Studi Kasus Poltekkes Kemenkes Maluku.
Turiyani & Rani Oktariani. (2024). Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Dengan Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir.
Umami, S. F. (2023). JKA (Jurnal Kesehatan Arrahma) Tingkat Pengetahuan Ibu Primipara Tentang Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir (Vol. 1, Issue 1).
WHO. (2022). WHO Recommendations on Maternal and Newborn Care for a Positive Postnatal Experince (World Health Organization, Ed.; First edition). World Health Organization.
Widyaastuti et al., (2024). Efektifitas Perawatan Tali Pusat Menggunakan Meotde Kasa Steril dan Topikal ASI Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir Di Puskesmas Menes KAB.Pandenglang.
Yuliana & Alexander. (2023). Perawatan Tali Pusat Secara Tradisional Pada Bayi Baru Lahir Oleh Suku Madura DI Desa Madu Sari Tahun 2023 Yuliana.
Puskesmas Beruntung Raya. (2024) Laporan Capaian Kesehatan Ibu dan Bayi Tahun 2024. Banjarmasin : Puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin
Dinas Kesehatan Banjarmasin. ( 2023) Laporan Capaian Kesehatan Ibu dan Bayi Tahun 2023. Banjarmasin : Dinas Kesehatan Banjarmasin


