Pengetahuan dan Perilaku Keluarga Kontak Erat Pasien TB Dalam Upaya Terapi Pencegahan TBC (TPT) di Wilayah Kedungmundu
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.859-867.2025Keywords:
pengetahuan, perilaku, TBC, terapi pencegahan tbc (TPT)Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang dapat menyerang paru dan organ lain, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Terapi Pencegahan TBC (TPT) merupakan salah satu strategi penting dalam menurunkan insidensi, morbiditas, dan mortalitas TBC. Puskesmas Kedungmundu melaksanakan program TPT, namun terdapat kendala capaian akibat rendahnya pemahaman keluarga kontak erat terhadap pentingnya TPT. Menjelaskan tingkat pengetahuan dan perilaku keluarga kontak erat TBC terkait terapi pencegahan TBC (TPT) di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer dari wawancara mendalam. Informan utama berjumlah 4 orang keluarga kontak erat, serta 4 informan triangulasi yang terdiri dari kader TBC, penanggung jawab TBC, dan 2 pasien TBC. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Hasil: Tingkat pengetahuan dan perilaku keluarga kontak erat terhadap TPT tergolong rendah. Seluruh informan utama tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan seputar pengertian TPT, sasaran TPT, serta proses pemeriksaan dan pengobatannya. Perilaku dalam mendampingi pasien dan mendukung proses TPT juga belum optimal. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan perilaku keluarga kontak erat TBC terhadap TPT di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu masih kurang baik, sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan keterlibatan aktif dalam program TPT.
_____________________________________________________________________
Abstract
Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that can affect the lungs and other organs, caused by Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) is an important strategy to reduce TB incidence, morbidity, and mortality. Kedungmundu Public Health Center (Puskesmas) implements the TPT program, but its achievement is hindered by the lack of understanding among close contacts about the importance of TPT. Objective: To describe the level of knowledge and behavior of TB close contacts regarding Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) in the working area of Kedungmundu Public Health Center. Methods: This study used a qualitative approach with primary data obtained through in-depth interviews. The main informants were four TB close contact family members, and the triangulation informants consisted of a TB health cadre, a TB program officer, and two TB patients. Sampling was conducted using purposive sampling based on specific inclusion and exclusion criteria. Results: The level of knowledge and behavior of TB close contacts regarding TPT was found to be low. All main informants were unable to adequately answer questions related to the definition of TPT, its target recipients, as well as the examination and treatment process. Their behavior in supporting patients during initial screening and therapy was also suboptimal. Conclusion: The knowledge and behavior of TB close contacts regarding TPT in the working area of Kedungmundu Public Health Center remain inadequate. Increased education and community engagement are needed to improve the success of the TPT program.
References
D. K. T. Dewi, R. Hamidah, dan F. Kesehatan Masyarakat, "Potensi Penularan Tuberculosis Paru pada Anggota Keluarga Penderita," J. Kesehat. Masy. Indones., vol. 15, no. 1, hal. 24–28, Mei 2020.
N. Muniroh, S. Aisah, dan -. Mifbakhuddin, "Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesembuhan Penyakit Tuberculosis (Tbc) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Semarang Barat," J. Keperawatan Komunitas, vol. 1, no. 1, hal. 33–42, 2013.
E. Hidayati, "Pengetahuan Dan Stigma Masyarakat Terhadap TBC Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Pencegahan Dan Penularan," J. Keperawatan Soedirman, vol. 10, no. 2, hal. 76–82, 2015.
Pemerintah Republik Indonesia, Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, vol. 67, Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2020.
M. Melgar, C. Nichols, J. S. Cavanaugh, H. L. Kirking, D. Surie, A. Date, et al., "Tuberculosis Preventive Treatment Scale-Up Among Antiretroviral Therapy Patients — 16 Countries Supported by the U.S. President’s Emergency Plan for AIDS Relief, 2017–2019," MMWR Morb. Mortal. Wkly. Rep., vol. 69, no. 12, hal. 329–334, Mar. 2020.
L. Ramadhania, "Analisis Perilaku Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Balita oleh Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan Tahun 2022," Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2022.
M. S. P. Suadnyani, I. M. Satyawan, J. Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, F. Olahraga dan Kesehatan, et al., "Hubungan Persepsi dan Tingkat Pengetahuan Penderita TB dengan Kepatuhan Pengobatan di Kecamatan Buleleng," JPI (J. Pendidik. Indones.), vol. 2, no. 1, hal. 2303–288, Apr. 2013.


