Implementasi Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Dalam Menangani Kehamilan Dengan Oligohidramnion Pada Ny. A di Wilayah Puskesmas Kayu Tangi Kota Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.755-763.2025Keywords:
kehamilan, oligohidramnion, Sectio Caesarea (SC), Continuity of Care (COC)Abstract
Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses fisiologis yang dapat berubah menjadi patologis apabila disertai komplikasi, salah satunya Oligohidramnion. Oligohidramnion merupakan salah satu penyebab utama kegawatdaruratan obstetri dan berisiko meningkatkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Pendekatan Continuity of Care (COC) diperlukan untuk deteksi dini dalam penanganan efektif Oligohidramnion. Tujuan Penelitian: Mendeskripsikan penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) dalam implementasi menangani kehamilan dengan oligohidramnion pada Ny. A di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Tangi Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan rancangan studi kasus yang bertujuan untuk menggambarkan implementasi asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada ibu hamil dengan oligohidramnion, mencakup masa kehamilan, persalinan, masa nifas hingga bayi baru lahir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi, pemeriksaan fisik dan klinis, pencatatan asuhan dalam bentuk SOAP serta studi dokumentasi dari rekam medis. Hasil: Implementasi asuhan kebidanan secara menyeluruh melalui pendekatan Continuity of Care (COC) pada Ny. A, menunjukkan bahwa pelayanan sangat penting untuk mendeteksi dan membuat keputusan klinis yang tepat tentang kondisi patologis seperti oligohidramnion. Kesimpulan: Studi kasus ini menunjukkan bahwa menggunakan model Continuity of Care (COC) dapat meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan secara keseluruhan. Penanganan cepat dan tepat berhasil mengidentifikasi oligohidramnion. Intervensi persalinan dengan Sectio Caesarea (SC) yang didasarkan pada hasil diagnosis yang objektif dapat menyelamatkan ibu dan bayi dari komplikasi tambahan.
__________________________________________________________________
Abstract
Background: Pregnancy is a physiological process that can turn pathological if accompanied by complications, one of which is Oligohydramnios. Oligohydramnios is one of the main causes of obstetric emergencies and is at risk of increasing maternal and infant mortality rates (MMR) if not handled quickly and appropriately. The Continuity of Care (COC) approach is needed for early detection and effective treatment of Oligohydramnios. Research Objective: To describe the implementation of Continuity of Care (COC) midwifery care in the implementation of handling pregnancy with oligohydramnios in Mrs. A in the Kayu Tangi Health Center Work Area, Banjarmasin City. Method: This study is a descriptive study with a case study design that aims to describe the implementation of Continuity of Care (COC) midwifery care in pregnant women with oligohydramnios, covering pregnancy, childbirth, postpartum period to newborns. Data collection was carried out through structured interviews, observations, physical and clinical examinations, recording care in the form of SOAP and documentation studies from medical records. Results: Implementation of comprehensive midwifery care through the Continuity of Care (COC) approach to Mrs. A, shows that services are very important to detect and make appropriate clinical decisions about pathological conditions such as oligohydramnios. Conclusion: This case study shows that using the Continuity of Care (COC) model can improve the quality of overall midwifery services. Fast and appropriate handling successfully identified oligohydramnios. Intervention of labor with Sectio Caesarea (CS) based on objective diagnosis results can save the mother and baby from additional complications.
References
Damayanti, T. (2022). Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Umur 38 Tahun G3p2a0 Dengan Risiko Tinggi Umur > 35 Tahun Di Puskesmas Sleman. Universitas Alma Ata Yogyakarta.
Dinkes. (2021). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Intan Shabrina, Eko Taufik Susilo, S. G. A. (2024). Managemen Fisioterapi Caesarea Eracs E.C. Oligohidramnion. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Iskandar, I., & Kamila, A. (2023). Oligohidramnion. GALENICAL : Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 2(3), 67. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v2i3.8715.
Kementrian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019
Monica, T.S.P. (2022). Asuhan Keperawatanpada Ny.W dengan G2P0A1 Usia Kehamilan 39-40 Minggu+Oligohidramnion di Ruang VK IGD RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Stikes Hang Tuah Surabaya.
Oktaviani, D., Nugraheni, S. A., & Yuliani, N. (2022). Pengaruh Penanganan Dini terhadap Keberhasilan Persalinan pada Kehamilan Risiko Tinggi. Obstetri Dan Ginekologi Indonesia, 46(3), 123–128.
Permatasari, D., & Widodo, E. S. (2022). Konseling Kontrasepsi Pasca Operasi Sectio Caesarea: Studi Fenomenologi pada Ibu Nifas. Kesehatan Reproduksi, 10(2), 89–95.
Prasetya, R. A., & Wardani, S. (2024). Ketuban Pecah Dini sebagai Faktor Risiko Oligohidramnion. Ilmu Kebidanandan Kesehatan, 15(1), 55–63.
Puslitbangkes. (2023). Laporan Tahunan Penelitian Kesehatan Ibu dan Anak. In Jakarta: Badan.
Ratnawati. (2019). Konsep Dasar Kehamilan. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 7–20.
Rini, A. S. (2023). Asuhan Keperawatan pada Ny. F (34 tahun) G3P2A0H2 Kehamilan Trimester III dengan Oligohidramnion Ec. Kekurangan Energi Kronik (KEK) Serta Penerapan EBN Pemberian Ubi jalar dan Peningkatan Asupan cairan. Universitas Andalas.
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar.
Siantar, L., & Rostianingsih, D. (2022). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Cipta Mandiri.
Supriyatiningsih, E., Lestari, D. P., & Kartini, R. (2021). Efektivitas Model Continuity of Care (COC) dalam Menurunkan Komplikasi Obstetri. Kesehatan Masyarakat, 17(4), 417–424.
Tyara Ismiati, Ratu Bunga. (2020). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Cipta Mandiri.
Utik Sri Lestari, U.S.L. (2024). Asuhan Berkesinambungan pada Ny. RP Umur 32 Tahun dengan Kehamilan Oligohidramnion di Puskesmas Patuk 1. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Wabang, H. (2024). Deteksi Dini Oligohidramnion dan Penanganan Obstetri Terkini. Kebidanan Indonesia, 9(1), 10–18.
Wabang, N. (2024). Asuhan Berkesinambungan pada Ny.A Usia 31 Tahun G2P1A0 dengan Oligohidramnion Di PMB Sunarti. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Wahyuni, iin, & Aditia, D. selvia. (2020). Buku Ajar Krgawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Selemba medika. Jakarta Selatan.


