Kejadian Tuberkulosis Paru berdasarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Kondisi Lingkungan Rumah (Studi di Puskesmas Tlogosari Wetan)
DOI:
https://doi.org/10.26714/uwc.v8.417-430.2025Keywords:
tuberkulosis paru, perilaku, lingkungan rumahAbstract
Latar belakang : Kejadian tuberkulosis paru dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, pengetahuan, dan perilaku, misalnya kebiasaan merokok, tidak menerapkan etika batuk, tidak memakai masker, kebiasaan buang dahak, tidak membuka jendela, dan faktor lingkungan, seperti ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembapan, jenis lantai, dan kepadatan hunian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Metode : Penelitian ini berupa deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Tlogosari Wetan pada Juli-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah 1490 terduga tuberkulosis paru, sedangkan sampel berjumlah 60 responden hasil dari perhitungan Lemeshow dan dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data perilaku hidup bersih dan sehat (kebiasaan merokok, penerapan etika batuk, dan kebiasaan membuka jendela) diperoleh dari wawancara dengan kuesioner dan pengukuran kondisi lingkungan rumah (luas ventilasi dan kepadatan hunian) dengan roll meter, kemudian data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian : Hasil penelitian memperlihatkan nilai signifikansi Perilaku hidup bersih dan sehat p(0,010)< 0,05 dan kepadatan hunian p(0,143)> 0,05. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian tuberkulosis paru. Sedangkan, pada kondisi lingkungan rumah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan.
____________________________________________________________________
Abstract
Background : The incidence of pulmonary tuberculosis can be influenced by various factors, such as age, gender, comorbidities, knowledge, and behavior, for example smoking habits, not practicing cough etiquette, not wearing masks, spitting habits, not opening windows, and environmental factors, such as ventilation, lighting, temperature, humidity, floor type, and housing density. This study aims to determine the relationship between clean and healthy living behaviors and home environmental conditions with the incidence of pulmonary tuberculosis. Method : This study is a descriptive analytical study with a cross-sectional design conducted at the Tlogosari Wetan Community Health Center in July-August 2025. The population in this study consisted of 1,490 suspected pulmonary tuberculosis cases, while the sample consisted of 60 respondents selected using the Lemeshow calculation and purposive sampling technique based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Data on clean and healthy living behaviors (smoking habits, coughing etiquette, and window opening habits) were obtained from interviews using questionnaires and measurements of home environmental conditions (ventilation area and housing density) using a roll meter. The research data were then analyzed using the chi-square test. Result : The results showed that the significance value of clean and healthy living behaviors was p(0.010) < 0.05 and housing density was p(0.143) > 0.05. Conclusion : It can be concluded that there is a relationship between clean and healthy living behaviors and the incidence of pulmonary tuberculosis. Meanwhile, the home environmental conditions showed that there was no relationship between housing density and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Tlogosari Wetan Community Health Center.
References
G. K. Sari, Sarifuddin, and T. Setyawati, “Tuberkulosis Paru Post Wodec Pleural Efusion: Laporan Kasus,” J. Med. Prof., vol. 4, no. 2, pp. 174–182, 2022.
Kementerian Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan No. 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. p. 163.
World Heatlh Organization, “Global Tuberculosis Report 2024,” 2024. [Online]. Available: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/379339/9789240101531-eng.pdf?sequence=1
Presiden Republik Indonesia, Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
Kementrian Kesehatan, “Profil Kesehatan Indonesia 2023,” 2024. [Online]. Available: 172231123666a86244b83fd8.51637104.pdf
Dinas Kesehatan Jawa Tengah, “Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024.”
Dinas Kesehatan Kota Semarang, “Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2024.”
Puskesmas Tlogosari Kulon, “Profil Puskesmas Tlogosari Kulon 2024,” 2024.
Puskesmas Tlogosari Wetan, “Profil Kesehatan Puskesmas Tlogosari Wetan Tahun 2024.”
Puskesmas Plamongan Sari, “Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Plamongan Sari Tahun 2024.”
I. Purwati, F. A. Gobel, and N. U. Mahmud, “Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar,” J. Muslim Community Heal., vol. 4, no. 4, pp. 65–76, 2023, doi: 10.33096/woph.v4i6.397.
W. S. Budi, M. Raharjo, and N. Nurjazuli, “Hubungan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan,” J. Kesehat. Lingkung. Indones., vol. 23, no. 3, pp. 267–272, 2024, [Online]. Available: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/62768
L. Rangki and A. Sukmadi, “Hubungan Perilaku dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Muna,” Heal. Care J. Kesehat., vol. 10, no. 2, pp. 346–352, 2021.
F. Azzahra Hasan, Nurmaladewi, and L. Ode Ahmad Saktiansyah, “Pengaruh Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif: Sebuah Studi Kasus Kontrol,” Ikesma J. Ilmu Kesehat. Masy., vol. 19, no. 1, pp. 38–47, 2023, doi: 10.19184/ikesma.v.
Rizkaningsih and Mustafa, “Hubungan Kondisi Fisik Lingkungan Rumah dengan Kejadian TBC (Tuberculosis),” J. Promot. Prev., vol. 6, no. 2, pp. 335–343, 2023, [Online]. Available: http://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP
S. U. Effendi, N. Khairani, and Izhar, “Hubungan Kepadatan Hunian dan Ventilasi Rumah dengan Kejadian TB Paru pada Pasien Dewasa yang Berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara,” Chmk Heal. J., vol. 4, no. 2, pp. 140–148, 2020, [Online]. Available: https://www.neliti.com/id/publications/316352/hubungan-kepadatan-hunian-dan-ventilasi-rumah-dengan-kejadian-tb-paru-pada-pasie
E. Syahputri, A. Abdullah, and N. Ismail, “Faktor Terjadinya Penularan TB Kontak Serumah,” JUKEMA, vol. 6, no. 2, pp. 88–94, 2020.
R. F. Sungkar and V. S. Dewangga, “Hubungan Perilaku Merokok dengan Hasil Pemeriksaan Mikroskopis Bakteri Tahan Asam Di RSU Maguan Husada Wonogiri,” J. Nurs. Heal., vol. 9, no. 4, pp. 456–464, 2024, doi: 10.52488/jnh.v9i4.394.
H. Yasni, R. Rasima, N. Usrina, and P. Raisah, “Faktor Risiko Merokok terhadap Tuberkulosis Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Ladang Tuha Aceh Selatan,” Malahayati Nurs. J., vol. 6, no. 12, pp. 5170–5178, 2024, doi: 10.33024/mnj.v6i12.16850.
B. A. P. Hapsari, P. A. Wulaningrum, and Rimbun, “Association between Smoking Habit and Pulmonary Tuberculosis at Dr. Soetomo General Academic Hospital,” Biomol. Heal. Sci. J., vol. 4, no. 2, pp. 90–94, 2021, doi: 10.20473/bhsj.v4i2.30641.
H. Kakuhes, S. A. S. Sekeon, and B. T. Ratag, “Hubungan antara Merokok dan Kepadatan Hunian dengan Status Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado,” KESMAS, vol. 9, no. 1, pp. 96–105, 2020, [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/kesmas/article/view/28653
Kementerian Kesehatan, “Etika Batuk.” https://www.kemenkopmk.go.id/infografis-tentang-etika-batuk
R. Helvi and F. D. P. Lingga, “Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit dengan Menerapkan Etika Batuk dan Bersin,” J. Implementa Husada, vol. 4, no. 1, 2023, doi: 10.30596/jih.v4i1.12845.
Kementerian Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan.
D. P. Pratama, S. Julyani, Rasfayanah, H. Nasruddin, and D. Anggita, “Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku Kesehatan Terhadap Kejadian Tb Paru di Wilayah Kec. Mamasa, Sulawesi Barat,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 5, no. 1, pp. 1697–1709, 2024, [Online]. Available: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/26055/18693
R. Mardianti, C. Muslim, and N. Setyowati, “Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Rumah terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru (Studi Kasus di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sleuma),” Nat. J. Penelit. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkung., vol. 9, no. 2, pp. 23–31, 2020, doi: 10.31186/naturalis.9.2.13502.
K. D. Jayanti et al., Epidemiogi Penyakit Menular. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, 2022.
R. H. Sikumbang, P. C. Eyanoer, and N. P. Siregar, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tb Paru pada Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Sari Kecamatsan Medan Denai Tahun 2018,” Ibnu Sina J. Kedokt. dan Kesehat. - Fak. Kedokt. Univ. Islam Sumatera Utara, vol. 21, no. 1, pp. 32–43, 2022, doi: 10.30743/ibnusina.v21i1.196.


