JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi <p> </p> <table style="height: 290px;" width="661"> <tbody> <tr> <td width="119">Nama Jurnal</td> <td width="12">:</td> <td width="481"><strong>JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA</strong></td> </tr> <tr> <td width="119">Singkatan</td> <td>:</td> <td width="481">JIPMI</td> </tr> <tr> <td width="119">e-ISSN</td> <td>:</td> <td width="481"><a href="https://drive.google.com/file/d/15j_rQExxHAjRVUVHjEY4Nv3LYxUAJeKS/view">ISSN 2829-5617</a></td> </tr> <tr> <td width="119">Frekuensi terbit</td> <td>:</td> <td width="481">4 kali setahun (Januari, April, Juli, Oktober)</td> </tr> <tr> <td width="119">DOI</td> <td>:</td> <td><a href="https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi">https://doi.org/10.26714/jipmi</a> (Crossref)</td> </tr> <tr> <td width="119">Editor in Chief</td> <td>:</td> <td width="481">Dr. Didik Sumanto, S.KM, M.Kes (Epid)</td> </tr> <tr> <td width="119">Penerbit</td> <td>:</td> <td width="481">Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang</td> </tr> <tr> <td width="119">Indeksasi</td> <td>:</td> <td width="481"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=1v292QkAAAAJ&amp;hl=en">[Google]</a><a href="https://onesearch.id/Search/Results?widget=1&amp;institution_id=7217">[OneSearch]</a><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;search_text=JIPMI%20Jurnal%20Inovasi%20dan%20Pengabdian%20Masyarakat%20Indonesia&amp;search_type=kws&amp;search_field=full_search">[Dimensions]</a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/25883">[Garuda]</a>[Sinta]<a href="http://journalseeker.researchbib.com/view/issn/2829-5617">[ResearchBib]</a><a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=123275">[Copernicus]</a></td> </tr> </tbody> </table> <div style="padding: 8px; border-bottom: 1px solid #00292D; background: #00292D; color: #102e43;"><strong><span style="font-size: medium; font-family: 'gadugi', 'avant garde';"><span style="color: white;">EDITORIAL</span></span></strong></div> <table style="height: 235px;" width="471"> <tbody> <tr> <td width="109">Editor in Chief</td> <td width="13">:</td> <td width="279">Dr. Didik Sumanto, S.KM, M.Kes (Epid)</td> </tr> <tr> <td>Editor Manajer</td> <td>:</td> <td>Irfan Chakim, S.KM, Ph.D.Sc</td> </tr> <tr> <td>Editor Artikel</td> <td>:</td> <td>1. Ulfa Nurullita, S.KM, M.Kes</td> </tr> <tr> <td> </td> <td> </td> <td>2. Heni Rusmitasari, S.KM, M.KM</td> </tr> <tr> <td> </td> <td> </td> <td>3. Ismi Elya Wirdati, S.KM, M.Kes</td> </tr> <tr> <td>Editor Tata Letak</td> <td>:</td> <td>1. Meylida Swatitis Kurnia Saputri, S.KM</td> </tr> <tr> <td> </td> <td> </td> <td>2. Eli Sahiroh, S.KM</td> </tr> </tbody> </table> <div style="padding: 8px; border-bottom: 1px solid #00292D; background: #00292D; color: #102e43;"><strong><span style="font-size: medium; font-family: 'gadugi', 'avant garde';"><span style="color: white;">REVIEWER</span></span></strong></div> <table width="604"> <tbody> <tr> <td width="17"><strong>1</strong></td> <td width="587"><strong>. Prof. Dr. Ir. Purnomo, S.T, M.Eng</strong></td> </tr> <tr> <td> </td> <td width="587"> [Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Semarang, Indonesia]</td> </tr> <tr> <td><strong>2</strong></td> <td width="587"><strong>. Dr. Sayono, S.KM, M.Kes (Epid) </strong></td> </tr> <tr> <td> </td> <td width="587"> [Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang, Indonesia]</td> </tr> <tr> <td><strong>3</strong></td> <td width="587"><strong>. Dr. dr. Winda Yulia, M.Biomed</strong></td> </tr> <tr> <td> </td> <td width="587"> [Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala Aceh, Indonesia]</td> </tr> <tr> <td><strong>4</strong></td> <td width="587"><strong>. Dr. Cucu Herawati, S.KM, M.Kes</strong></td> </tr> <tr> <td> </td> <td> [Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon, Indonesia]</td> </tr> <tr> <td><strong>5</strong></td> <td width="587"><strong>. Dr. Eko Prasetyo, S.KM, M.Kes</strong></td> </tr> <tr> <td> </td> <td width="587"> [Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cendekia Utama Kudus, Indonesia]</td> </tr> <tr> <td><strong>6</strong></td> <td width="587"><strong>. Dr. Dolfinus Yufu Bouway, S.KM, M.Kes (Epid)</strong></td> </tr> <tr> <td> </td> <td> [Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Indonesia]</td> </tr> </tbody> </table> id-ID jipmi@unimus.ac.id (Dr. Didik Sumanto, S.KM, M.Kes (Epid)) jipmi@unimus.ac.id (Irfanul Chakim, S.KM, Ph.D.Sc) Thu, 04 Aug 2022 01:19:44 +0000 OJS 3.3.0.8 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Halaman Sampul https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/35 <p>Vol 1 No 3 (2022): Juli</p> Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Hak Cipta (c) 2022 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/35 Sun, 31 Jul 2022 00:00:00 +0000 Pemeriksaan Infeksi Kecacingan Pada Pekerja Pemetik Daun Teh https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/34 <p><strong>Latar belakang: </strong>Infeksi kecacingan termasuk salah satu penyakit yang diabaikan. Kasusnya masih tinggi di berbagai wilayah. Jenis cacing yang sering menginfeksi dan paling potensial memberikan dampak klinis adalah cacing tambang baik <em>Ancylostoma spp</em> maupun <em>Necator americanus</em>. <strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui kejadian infeksi cacing tambang pada pekerja pemetik daun teh.&nbsp; <strong>Metode: </strong>Studi cross-sectional dilakukan pada seluruh pekerja pemetik daun teh di PT Medini Kabupaten Kendal. Teknik wawancara untuk mengukur variabel perilaku hidup bersih dan sehat didukung pengujian laboratorium terhadap specimen feses untuk melihat adanya infeksi cacing tambang. <strong>Hasil:</strong> Sebanyak 4 orang positif terinfeksi cacing tambang dari 28 orang pekerja (14,29%)<strong>. </strong>Perilaku hidup bersih dan sehat responden selama bekerja di perkebunan sebagian besar termasuk kategori buruk (96,43%). Sebagian rumah responden masih berlantai tanah.Tidak ada hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian infeksi cacing tambang pada para pekerja pemetik daun teh. <strong>Kesimpulan: </strong>Masih ada potensi penularan infeksi cacing tambang pada para pekerja pemetik daun teh. Walaupun tidak ada hubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat namun tatus yang buruk seyogyanya tetap menjadi perhatian untuk ditingkatkan</p> Yuntriyo Yuntriyo, Tulus Ariyadi, Didik Sumanto Hak Cipta (c) 2022 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/34 Sun, 31 Jul 2022 00:00:00 +0000 Edukasi Manfaat Konsumsi Tablet Tambah Darah untuk Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren KH Sahlan Rosjidi UNIMUS https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/31 <p><strong>Latar belakang:</strong> Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Remaja putri lebih mudah terkena anemia karena mereka memasuki masa pubertas dimana mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat. Upaya mengatasi anemia pada remaja putri agar tidak berlanjut ketika hamil, salah satunya dengan mengonsumsi suplemen Tablet Tambah Darah (TTD). <strong>Tujuan:</strong> meningkatkan pengetahuan dan praktik remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah untuk pencegahan anemia. <strong>Metode:</strong> Edukasi manfaat konsumsi Tablet Tambah Darah untuk pencegahan anemia dengan menggunakan media video. Sasaran program adalah remaja putri yang tinggal di pondok pesantren Sahlan Rosjidi Unimus. Evaluasi hasil berupa pertanyaan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Video edukasi dan evaluasi hasil disampaikan melalui google form. <strong>Hasil:</strong> Sebelum edukasi sebagian besar remaja putri (60,5%) mempunyai pengetahuan dengan kategori cukup, sedangkan sesudah edukasi mayoritas (86,9%) mempunyai pengetahuan dengan kategori baik. <strong>Kesimpulan:</strong> Pengetahuan remaja putri tentang manfaat konsumsi tablet tambah darah untuk pencegahan anemia meningkat sesudah pemberian edukasi.</p> Wulandari Meikawati, Siti Aminah, Trixie Salawati, Ulfa Nurullita Hak Cipta (c) 2022 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/31 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Pengembangan Skill dan Produktivitas Terhadap UMKM Pasca Pandemi Covid-19 di Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/30 <p><strong>Latar belakang:</strong> Berdasarkan analisis situasi di Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan terdapat permasalahan masih rendahnya pengembangan usaha UMKM dan relatif masih jalan di tempat ( stagnan ) dimasa pandemi covid-19. <strong>Tujuan:</strong> Untuk meningkatkan produktivitas dan skill untuk menunjang usaha kepada masyarakat di Desa Jatipecaron perlu dilakukan kegiatan melalui pelatihan, pendampingan dan pengembangan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan dengan melakukan metode survei lokasi, persiapan materi dan bekal pendampingan. <strong>Hasil:</strong> Sosialisasi kewirausahaan dapat membangkitkan ekonomi ditengah kondisi new normal pasca covid-19 dan memberikan dampak positif dalam pengembangan dunia usaha. <strong>Kesimpulan:</strong> Pengembangan usaha setelah pandemi covid-19 melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Jatipecaron.</p> Bayu Cahyo, Thosim Thosim, Ismi Elya Wirdati Hak Cipta (c) 2022 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/30 Sun, 31 Jul 2022 00:00:00 +0000 Pendampingan Ibu Postpartum Multipara dalam Penurunan Keluhan Afterpain di Kabupaten Kediri https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/29 <p><strong>Latar belakang:</strong> <em>Afterpain</em> masa postpartum multipara terjadi akibat adanya peningkatan sensitivitas pada sistem saraf pusat yang digambarkan seperti kram, tarikan yang kuat atau bahkan seperti ditusuk benda tajam atau tumpul. Ibu postpartum memerlukan pengetahuan dan ketrampilan dalam menurunkan keluhan <em>afterpain</em> sehingga diperlukan keterlibatan dosen kebidanan untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam bentuk pendampingan pada ibu postpartum. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu postpartum multipara dalam mengatasi keluhan <em>afterpain </em>dengan menggunakan kompres hangat. <strong>Metode:</strong> Pendampingan dilakukan kepada 22 ibu postpartum multipara pada hari ke 3-10. Tim pengabdi melakukan kunjungan rumah pada hari ketiga masa postpartum dan hari kesepuluh masa postpartum. Pada hari ketiga, ibu postpartum diberikan informasi dan konseling terkait pengertian, penyebab dan cara mengatasi <em>afterpain</em> menggunakan kompres hangat. Pada hari keempat sampai kesembilan postpartum, tim pengabdi menanyakan tingkat nyeri menggunakan <em>WhatsApp</em>. Pada hari kesepuluh tim pengabdi melakukan kunjungan rumah untuk mengetahui penurunan tingkat nyeri. <strong>Hasil: </strong>Hasil pendampingan didapatkan sejumlah 88% peserta memiliki pengetahuan baik, 100% dapat mempraktekkan penggunaan kompres hangat dengan baik, sejumlah 63,6% peserta mengalami tingkat nyeri ringan dan sejumlah 36,4% peserta tidak mengalami nyeri. <strong>Kesimpulan:</strong> Terapi komplementer berupa kompres hangat dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi keluhan <em>afterpain </em>yang dialami oleh ibu postpartum multipara.</p> Reni Yuli Astutik, Eka Sri Purwandari Hak Cipta (c) 2022 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/29 Sun, 31 Jul 2022 00:00:00 +0000 Juru Pemantau Jentik Anak Sebagai Upaya Pemberantasan Penyakit DBD di Dusun Plumbon, Banguntapan, Bantul https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/28 <p><strong>Latar belakang:</strong> Indonesia merupakan wilayah endemis Demam Berdarah Dengue. Upaya pengendalian dilakukan dengan PSN. Jumantik sangat diperlukan dalam proses pemantauan. Pemantauan yang dilakukan oleh anak dapat memberikan dampak yang lebih baik. <strong>Tujuan:</strong> Pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan pada anak anak TPA untuk melakukan pemantauan jentik di Dusun Plumbon. <strong>Metode:</strong> Pelaksanaan dilakukan dengan metode ceramah dan praktik pelaksanaan pemantauan jentik. Media edukasi yang digunakan dengan poster dan leaflet. <strong>Hasil:</strong> Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini anak-anak memberikan respon yang sangat positif. Hal ini ditunjkkan dengan komunikasi dua arah yang dilakukan oleh pendamping dengan anak-anak. Anak anak aktif bertanya. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemberdaayaan jumantik kecil sangat bermanfaat untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat khususnya dimulai dari unit yang paling kecil yaitu keluarga. Kegiatan pendampingan yang berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk.</p> Fardhiasih Dwi Astuti, Muamar Afdhal Mahendra, Ramadhani Wahyuningtyas, Qurry Amanda Izhati, Waya Cahmawati, Eka Irma Saputri, Khairani Fauziah Hak Cipta (c) 2022 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/28 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Sosialisasi Manajemen Risiko dan Keselamatan Pasien pada Mahasiswa Pendidikan Profesi Kedokteran Gigi Angkatan 8 di RSGM UNIMUS https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/27 <p>Latar belakang: Insiden keselamatan pasien merupakan masalah penting, 10% dari pasien di Rumah Sakit mengalami insiden, dan 5-21% dari kejadian tersebut menyebabkan kematian. Tujuan: Melakukan sosialisasi tentang manajemen risiko dan keselamatan pasien kepada mahasiswa kedokteran gigi yang akan melakukan pendidikan profesi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode: Langkah dalam melakukan kegiatan yaitu yang pertama melakukan pre-test terlebih dahulu. Lalu yang kedua melakukan sosialisasi kepada mahasiswa terkait manajemen risiko dan keselamatan pasien. Dan yang ketiga adalah melakukan post-test. Hasil: Pada saat dilakukan pre-test nilai pemahaman mahasiswa terkait manajemen risiko dan keselamatan pasien masih rendah dengan nilai terendah yaitu 35. Pada saat dilakukan sosialisasi mahasiswa memberikan respon yang sangat baik dengan adanya 100% mahasiswa memberikan respon tanya terhadap materi yang telah disampaikan. Pada saat post-test nilai mahasiswa cukup baik mneingkat dengan nilai terendah yaitu 50. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan mahasiswa dari awalnya yang belum pernah mendengar tentang manajemen risiko dan keselamatan pasien, akhirnya mahasiswa jadi tahu dan paham akan pentingnya menerapkannya di rumah sakit selama melakukan pendidikan profesi.</p> Diki Bima Prasetio, Eli Sahiroh, Dwi Windu Kinanti Arti, Juni Arum Sari Hak Cipta (c) 2022 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/27 Sun, 31 Jul 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan Petugas Pemantau Jentik (PPJ) dan Pembuatan Ovitrap Untuk Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ranting Aisyiyah Karangpetir, Tambak, Banyumas https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/26 <p><strong>Latar belakang:</strong> Demam Berdarah Dengue (DBD) akan meningkat insidennya jika daerah endemis masih cukup banyak. Banyaknya daerah endemis menunjukkan pengendalian vector melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemberantasan nyamuk melalui pemantauan jentik tidak terlaksana secara efisien. Ranting Aisiyah Karangpetir, Kecamatan Tambak, Banyumas sebelumnya belum pernah dilakukan pelatihan Petugas Pemantau Jentik dan pembuatan ovitrap. <strong>Tujuan:</strong> mencegah peningkatan daerah endemis DBD melalui pelaksanaan pemantauan jentik di lingkungan masing-masing secara rutin dan pemasangan ovitrap untuk pengendalian vectornya. <strong>Metode:</strong> Melalui kegiatan praktek pemantauan jentik dan pembuatan ovitrap. Bahan yang digunakan berupa bahan bekas dari kaleng dan botol air mineral untuk pembuatan ovitrap, prosedur pelaksanaan pemantauan jentik dengan pemberian leaflet dan penjelasan dengan powerpoint. Sebelum kegiatan dilakukan pre dan post test. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama dua hari, dengan kegiatan praktek menjadi pemantau jentik di lingkungan rumah dan pembuatan ovitrap, sedangkan hari kedua, memalui monitoring instrument pemantauan jentik yang telah diisi selama sepekan dan pemantauan ovitrap yang telah dipasang, kegiatan diikuti oleh 40 peserta. Hasil pengukuran pengetahuan tentang pengendalian DBD menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian DBD dan ketrampilan membuat ovitrap serta melakukan pemantauan jentik di lingkungan rumah masing-masing serta mendorong peran serta masyarakat dalam kegiatan pengendalian DBD</p> Isna Hikmawati, Ragil Setiyabudi, Rakhmat Susilo Hak Cipta (c) 2022 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/26 Sun, 31 Jul 2022 00:00:00 +0000 Halaman Sampul https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/24 <p>Vol. 1 No. 2 Tahun 2022 (April)</p> Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/24 Wed, 11 May 2022 00:00:00 +0000 Penyuluhan dan Pemeriksaan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Suradadi https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/23 <p><strong>Latar belakang:</strong> Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik progresif yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Sehingga penderita diabetes mellitus tipe 2 perlu menjaga pola hidup sehat. Upaya dalam mencegah dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 yaitu dengan memeriksakan kadar HbA1c secara rutin untuk mengontrol kadar glikemik sehingga dapat diketahui bagaimana pengaturan kontrol glikemik selama 2-3 bulan terakhir, selain itu dapat menilai risiko terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah. <strong>Tujuan:</strong> Memberikan pengetahuan tentang pemeriksaan kadar HbA1c kepada penderita diabetes mellitus tipe 2. <strong>Metode:</strong> Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Laboratorium RSUD Suradadi yang diikuti oleh penderita diabetes mellitus tipe 2 yang sedang menjalani kontrol rutin di rawat jalan. Pre-test diberikan sebelum penyuluhan dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar HbA1c dan pemberian materi tentang pencegahan diabetes mellitus menggunakan media poster dan leaflet. kegiatan diakhiri dengan pemberian post-test kepada responden. <strong>Hasil:</strong> Ada perbedaan pada hasil pre-test dan post-test peserta penyuluhan dengan dengan rata-rata nilai post- test lebih tinggi dari nilai rata-rata pre-test peserta. <strong>Kesimpulan:</strong> Terjadi peningkatan pengetahuan tentang pencegahan diabetes mellitus pada pasien diabetes meliitus tipe 2 di RSUD Suradadi. Sebanyak 7 orang memiliki kadar HbA1c lebih dari 5.5%.</p> Agnes Rizka Widyana, Muhammad Ardi Afriansyah Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (ISSN 2829-5617) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/23 Sun, 31 Jul 2022 00:00:00 +0000