JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi
<table style="height: 290px;" width="661"> <tbody> <tr> <td width="119">Nama Jurnal</td> <td width="12">:</td> <td width="481"><strong>JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA</strong></td> </tr> <tr> <td width="119">Singkatan</td> <td>:</td> <td width="481">JIPMI</td> </tr> <tr> <td width="119">e-ISSN</td> <td>:</td> <td width="481"><a href="https://drive.google.com/file/d/15j_rQExxHAjRVUVHjEY4Nv3LYxUAJeKS/view">ISSN 2829-5617</a></td> </tr> <tr> <td width="119">Frekuensi terbit</td> <td>:</td> <td width="481">4 kali setahun (Januari, April, Juli, Oktober)</td> </tr> <tr> <td width="119">DOI</td> <td>:</td> <td><a href="https://search.crossref.org/?q=2829-5617&sort=year&from_ui=yes">https://doi.org/10.26714/jipmi</a> (Crossref)</td> </tr> <tr> <td width="119">Editor in Chief</td> <td>:</td> <td width="481">Dr. Didik Sumanto, S.KM, M.Kes (Epid)</td> </tr> <tr> <td width="119">Penerbit</td> <td>:</td> <td width="481">Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang</td> </tr> <tr> <td width="119">Indeksasi</td> <td>:</td> <td width="481"><a href="https://drive.google.com/file/d/1GzNaOSc33oMOO0rhwAJc5JUQaYbX9ZKJ/view?usp=sharing">[Sinta]</a> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=1v292QkAAAAJ&hl=en">[Google]</a> <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/25883">[Garuda]</a> <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=123275">[Copernicus]</a> <a href="https://search.crossref.org/?q=2829-5617&sort=year&from_ui=yes">[Crossref]</a> <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=JIPMI%20Jurnal%20Inovasi%20dan%20Pengabdian%20Masyarakat%20Indonesia&search_type=kws&search_field=full_search">[Dimensions]</a> <a href="https://www.base-search.net/Search/Results?q=coll:ftjipmi&refid=dctableen">[Base]</a> <a href="http://journalseeker.researchbib.com/view/issn/2829-5617">[ResearchBib]</a> <a href="https://onesearch.id/Search/Results?widget=1&institution_id=7217">[OneSearch]</a> <a href="https://ascidatabase.com/masterjournallist.php?v=13493">[ASCI]</a> <a href="https://orcid.org/0009-0008-8598-8375">[Orcid]</a> <a href="https://www.oajif.com/jurnal-inovasi-dan-pengabdian-masyarakat-indonesia-2/?asl_highlight=2829&p_asid=1">[OAJIF]</a></td> </tr> </tbody> </table>Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarangid-IDJURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA2829-5617Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun untuk Pencegahan Diare Pada Siswa MI Muhammadiyah Randualas
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/1094
<p><strong>Latar belakang</strong>: Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang rentan akibat rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kurangnya praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kabupaten Boyolali termasuk salah satu daerah dengan jumlah kasus yang tinggi pada tahun 2024 mencapai 8.924 kasus diare untuk semua kelompok umur. <strong>Tujuan</strong>: Untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pencegahan diare melalui PHBS serta pentingnya CTPS. <strong>Metode</strong>: Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dan edukasi interaktif menggunakan media poster, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif (<em>game puzzle</em>), serta evaluasi <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Februari 2026 di MI Muhammadiyah Randualas dengan 16 siswa kelas VI sebagai responden. <strong>Hasil</strong>: Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa. Pada materi diare, nilai meningkat dari 78,13 menjadi 96,87. Pada materi CTPS, nilai meningkat dari 81,88 menjadi 94,38. <strong>Kesimpulan</strong>: Edukasi kesehatan melalui metode interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan diare dan praktik CTPS.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> CTPS, diare, edukasi kesehatan, PHBS, siswa sekolah dasar</p> <p>____________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Diarrhea remains a significant public health concern in Indonesia, particularly among elementary school-aged children who are more vulnerable due to the low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and inadequate practice of Handwashing with Soap (CTPS). Boyolali Regency is among the regions with a high incidence rate in 2024, reporting 8,924 cases of diarrhea across all age groups. <strong>Objective</strong>: To improve elementary school students’ knowledge regarding diarrhea prevention through the implementation of PHBS and the promotion of CTPS practices. <strong>Method</strong>: This study employed health counseling and interactive educational approaches using poster media, group discussions, question-and-answer sessions, educational games (puzzle-based activities), and pre-test and post-test evaluations. The activity was conducted on February 3, 2026, at MI Muhammadiyah Randualas, involving 16 sixth-grade students as participants. <strong>Result</strong>: The findings demonstrated an increase in the average knowledge scores of the students. For diarrhea-related material, the mean score increased from 78.13 to 96.87. For CTPS-related material, the mean score improved from 81.88 to 94.38. <strong>Conclusion</strong>: Interactive health education methods are effective in enhancing students’ knowledge of diarrhea prevention and proper handwashing practices with soap and water (HWWS).</p> <p><strong>Keywords</strong>: CTPS, diarrhea, health education, PHBS, elementary school students</p>Zahra Nurdina FitrianiZulfa Khoirun NisaValina Lintang Aulia
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-30528083Skrining Tekanan Darah Sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Posyandu Kenanga 1 Desa Bendan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/1073
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah di atas batas normal dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadikan hipertensi sebagai “silent killer” yang berbahaya. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengidentifikasi hipertensi melalui skrining tekanan darah dan memberikan informasi kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Posyandu Kenanga I Desa Bendan pada 7 Februari 2026 dengan sasaran 35 peserta usia dewasa dan lansia. Kegiatan skrining tekanan darah menggunakan tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah dan selanjutnya penyuluhan kesehatan kepada peserta posyandu. Penyuluhan disampaikan melalui metode ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet. <strong>Hasil:</strong> Sebanyak 28 partisipan (80%) mengalami hipertensi, sedangkan 7 partisipan (20%) tidak mengalami hipertensi. Setelah dilakukan intervensi, terjadi penurunan yang mengalami hipertensi menjadi 22 partisipan (63%) dan peningkatan yang tidak hipertensi menjadi 13 partisipan (37%). Skrining tekanan darah dan penyuluhan memberikan pemahaman kepada peserta posyandu mengenai pentingnya mencegah dan mengendalikan hipertensi. <strong>Kesimpulan:</strong> Skrining tekanan darah berperan untuk membantu mendeteksi dini hipertensi dan penyuluhan memberikan informasi kesehatan yang bermanfaat untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> hipertensi, penyuluhan kesehatan, posyandu, skrining, tekanan darah</p> <p>_______________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Hypertension is a condition characterized by blood pressure levels exceeding the normal threshold and is a major contributor to cardiovascular diseases. Low public awareness regarding routine blood pressure monitoring has rendered hypertension a dangerous “silent killer.” <strong>Objective</strong>: To identify hypertension through blood pressure screening and to provide health education as an effort to prevent and control hypertension. <strong>Method</strong>: This community service activity was conducted at Posyandu Kenanga I, Bendan Village, on February 7, 2026, involving 35 adult and elderly participants. Blood pressure screening was performed using a digital sphygmomanometer, followed by health education for the participants. The educational intervention was delivered through lectures and interactive discussions supported by leaflet media. <strong>Result</strong>: A total of 28 participants (80%) were identified as having hypertension, while 7 participants (20%) were normotensive. Following the intervention, the number of participants with hypertension decreased to 22 (63%), while those without hypertension increased to 13 (37%). Blood pressure screening and health education improved participants’ understanding of the importance of preventing and controlling hypertension. <strong>Conclusion</strong>: Blood pressure screening plays an important role in the early detection of hypertension, while health education provides beneficial information for its prevention and management.</p> <p><strong>Keywords</strong>: hypertension, health education, posyandu, screening, blood pressure</p>Desi Natalia NovelAhad Agafian DhuhaFaureladinda VionycaDestya Ashila YumnaEvilia NandaGhafari Surya PurnamaMuhammad Fathurrohman
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-30525659Intervensi Edukasi Reproduksi untuk Cegah Infeksi Menular Seksual pada Remaja Melalui Sekolah
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/1066
<p><strong>Latar belakang:</strong> Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap infeksi menular seksual (IMS) dan <strong><em>human immunodeficiency virus</em></strong><em>/</em><em>acquired immuno deficiency syndrome</em> (HIV/AIDS) akibat kurangnya akses terhadap informasi kesehatan yang akurat dan edukatif. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi edukatif yang sistematis dan berbasis sekolah guna meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi serta pencegahan IMS dan HIV/AIDS. <strong>Tujuan:</strong> Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS serta HIV/AIDS melalui penyuluhan interaktif berbasis sekolah. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Metode pelaksanaan menggunakan desain <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Peserta kegiatan sebanyak 50 siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Surakarta. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen berupa 10 soal pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Data dianalisis menggunakan uji <em>paired t-test</em> dengan tingkat signifikansi p < 0,05. <strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor dari 5,52 ± 1,11 (<em>pre-test</em>) menjadi 9,18 ± 0,75 (<em>post-test</em>). Uji <em>paired t-test</em> menunjukkan perbedaan signifikan (p< 0,000). Sesi diskusi juga menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan mengungkap adanya miskonsepsi yang umum mengenai HIV/IMS. <strong>Kesimpulan:</strong> Penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang kesehatan reproduksi dan IMS, serta memperkuat sikap positif terhadap pencegahan penyakit menular seksual. Diperlukan perluasan program serupa secara berkelanjutan untuk menjangkau lebih banyak remaja dan mengoptimalkan dampak edukatif dalam jangka panjang.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> edukasi berbasis sekolah, HIV/AIDS, infeksi menular seksual, penyuluhan kesehatan, remaja</p> <p>_________________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong><strong>:</strong> Adolescents are a vulnerable population with respect to sexually transmitted infections (STIs) and human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS), primarily due to limited access to accurate and comprehensive health information. This condition underscores the need for systematic, school-based educational interventions to enhance adolescents’ understanding of reproductive health and the prevention of STIs and HIV/AIDS. <strong>Objective:</strong> This program aimed to improve students’ knowledge of reproductive health and the prevention of STIs and HIV/AIDS through interactive, school-based health education. <strong>Method:</strong> The program employed a pre-test and post-test design without a control group. A total of 50 students in grades XI and XII at SMA Negeri 1 Surakarta participated in the activity. Evaluation was conducted using a 10-item multiple-choice questionnaire administered before and after the educational session. Data were analyzed using a paired t-test, with a significance level set at p < 0.05. <strong>Result:</strong> The results demonstrated an increase in the mean score from 5.52 ± 1.11 (pre-test) to 9.18 ± 0.75 (post-test). The paired t-test indicated a statistically significant difference (p< 0.001). The discussion session also revealed high participant enthusiasm and identified common misconceptions regarding HIV and STIs. <strong>Conclusion:</strong> The educational intervention was effective in improving participants’ understanding of reproductive health and STIs, as well as in strengthening positive attitudes toward the prevention of sexually transmitted infections. The expansion of similar programs on a sustained basis is recommended to reach a broader adolescent population and to optimize long-term educational outcomes.</p> <p><strong>Keywords:</strong> school-based education, HIV/AIDS, sexually transmitted infections, health education, adolescents</p>Endra Yustin EllistasariPrasetyadi MawardiPratiwi Prasetya Primisawitri
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-30526064Pengembangan Kemampuan Kepemimpinan pada Pengurus Persyarikatan Melalui Kegiatan ‘Outbound’
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/1058
<p><strong>Latar belakang:</strong> Permasalahan yang hampir ada di setiap kepengurusan Muhammadiyah dan Aisyiyah, baik cabang maupun ranting, adalah kurangnya semangat anggota pengurus dalam kegiatan organisasi. Hal tersebut tercermin dari persentase kehadiran rapat-rapat pengurus PCM dan PCA Tambak yang masih berkisar 10-15 persen. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengembangkan kepemimpinan pengurus cabang dan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah, sehingga berdampak pada partisipasi anggota dalam menjalankan program-programnya. <strong>Metode</strong>: Partisipan pengabdian masyarakat ini terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, ketua dan anggota majelis atau bidang, pimpinan amal usaha di lingkungan cabang dan ranting Muhammadiyah dan Aisiyyah sebanyak 122. Kegiatan berbentuk <em>outbound</em> dengan tema kepemimpinan. Pemandu <em>outbound</em> adalah instruktur atau tim <em>outbound</em> Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas. <em>Outbound</em> dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 25 Mei 2025, bertempat di Pantai Cemaran Sewu, Cilacap, Jawa Tengah. Untuk mengukur tingkat pemahaman tentang kepemimpinan, digunakan kuesioner <em>community building</em> yang diisi oleh partisipan sebelum dan sesudah kegiatan <em>outbound</em>. Analisis dilakukan dengan membandingkan skor sebelum dan sesudah kegiatan dengan <em>paired t test</em>. <strong>Hasil</strong>: Rerata skor <em>community building</em> sebelum <em>outbound</em> 66,54±7,794 poin, sedangkan sesudah <em>outbound</em> reratanya 87,61±4,588 poin dengan perbedaan rerata 21,066±8,941 poin dan berbeda signifikan (p= 0,0001). <strong>Kesimpulan</strong>: Kegiatan <em>outbound</em> berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman kepemimpinan pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> Aisyiyah, kepemimpinan, Muhammadiyah, outbound, persyarikatan</p> <p>________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: The problem that almost exists in every Muhammadiyah and Aisyiyah management, both branches and sub-branches, is the lack of enthusiasm of the management members in organizational activities. This is reflected in the percentage of attendance at the PCM and PCA Tambak management meetings which is still around 10-15 percent. <strong>Objective</strong>: To develop the leadership of the Muhammadiyah and Aisyiyah branch and sub-branches management, so that it has an impact on member participation in carrying out its programs. <strong>Method</strong>: Participants in this community service consisted of the chairman, vice chairman, secretary, treasurer, chairman and members of the council or field, leaders of charitable efforts in the Muhammadiyah and Aisiyyah branch and sub-branches environment totaling 122. The activity was in the form of an outbound with the theme of leadership. The outbound guide was an instructor or outbound team from the Muhammadiyah Banyumas Regional Leadership. The outbound was held on Sunday, May 25, 2025, at Cemaran Sewu Beach, Cilacap, Central Java. To measure the level of understanding of leadership, a Community Building questionnaire was used which was filled out by participants before and after the outbound activity. The analysis was conducted by comparing scores before and after the activity using a paired t-test. <strong>Result</strong>: The average community building score before the outbound was 66.54±7.794 points, while after the outbound the average was 87.61±4.588 points, with a mean difference of 21.066±8.941 points and a significant difference (p=0.0001). <strong>Conclusion</strong>: The outbound activity has an impact on improving the leadership understanding of Muhammadiyah and Aisyiyah administrators.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Aisyiyah, leadership, Muhammadiyah, outbound, organization</p>Isna HikmawatiUgung Dwi Ario WibowoTitik KusumawinakhyuRagil Setiyabudi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-30527579Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Kesehatan Lingkungan dalam Analisis Data dengan Media Pembelajaran Digital Melalui Inovasi E-Modul dan Video Tutorial
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/1039
<p><strong>Latar belakang:</strong> Keterbatasan media pembelajaran digital yang interaktif membuat mahasiswa Kesehatan Lingkungan masih mengalami kesulitan dalam memahami proses pengolahan dan analisis data statistik, terutama dalam penggunaan perangkat lunak analisis data. Kondisi ini berdampak pada rendahnya tingkat kemandirian mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik yang berbasis data. <strong>Tujuan</strong><strong>:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan <strong>media pembelajaran digital</strong> berupa e-modul yang dilengkapi video tutorial analisis data sebagai sarana pendukung pembelajaran analisis data bagi mahasiswa Kesehatan Lingkungan. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi identifikasi kebutuhan peserta, pengembangan e-modul dan video tutorial analisis data berbasis SPSS, pelatihan berbasis praktik disertai pendampingan, serta evaluasi menggunakan <em>pre-test, post-test</em>, observasi ketrampilan, dan kuesioner umpan balik peserta. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa e-modul dan video tutorial yang dikembangkan mudah digunakan, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, serta membantu mahasiswa memahami tahapan analisis data secara lebih sistematis, dan mendukung mahasiswa untuk belajar secara mandiri. <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Inovasi e-modul dan video tutorial analisis data merupakan media pembelajaran digital yang aplikatif dan efektif dalam mendukung pembelajaran analisis data bagi mahasiswa Kesehatan Lingkungan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> analisis data, e-modul, inovasi pembelajaran, SPSS, video tutorial</p> <p>_________________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: The limited availability of interactive digital learning media makes it difficult for Environmental Health students to understand the process of statistical data processing and analysis, especially in the use of data analysis software. This condition has an impact on the low level of student independence in completing data-based academic assignments. <strong>Objective</strong>: This community service activity aims to introduce digital learning media in the form of e-modules equipped with data analysis video tutorials as a means of supporting data analysis learning for Environmental Health students. <strong>Method</strong>: The activity was carried out through several stages, including identifying participant needs, developing e-modules and video tutorials on SPSS-based data analysis, practice-based training with mentoring, and evaluation using pre-test, post-test, skills observations, and participant feedback questionnaires. <strong>Result</strong>: The implementation of the activity showed that the developed e-modules and video tutorials were easy to use, in accordance with learning needs, helped students understand the stages of data analysis more systematically, and supported students to learn independently. <strong>Conclusion</strong>: The innovation of e-modules and video tutorials on data analysis is an applicable and effective digital learning media in supporting data analysis learning for Environmental Health students. Recommendation: This digital learning media is recommended to be integrated continuously into the learning process of courses and data processing.</p> <p><strong>Keywords</strong>: data analysis, e-modules, learning innovation, SPSS, video tutorials</p>Vebby Amellia EdwinMuchsin RiviwantoDarwel DarwelIrmawartini Irmawartini
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-30527074Deteksi Dini Peningkatan Kadar Asam Urat dan Edukasi Pola Makan Pada Warga Aisyiyah Kebasen
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/1033
<p><strong>Latar belakang:</strong> Asam urat adalah senyawa pemecah purin dalam tubuh yang memiliki fungsi mengatur pertumbuhan sel dan menyediakan energi. Asam urat akan dikeluarkan melalui urin apabila penumpukan asam urat terjadi. Asam urat berlebih terakumulasi dan membentuk kristal tajam seperti jarum di persendian dan jaringan sekitarnya, hal ini bisa menyebabkan sensasi nyeri, peradangan, dan pembengkakan pada sendi. Pola makan yang tidak sehat berkaitan dengan kandungan asam urat dalam darah. <strong>Tujuan</strong><strong>:</strong> Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat dan pengetahuan pola makan pada warga Aisyiyah Kebasen. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pengabdian masyarakat dilakukan pada 30 responden dan menggunakan desain observasional analitik. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Karakteristik responden sebagian besar berusia Muda Tua (61-74 tahun) 12 responden (40%), tingkat pendidikan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 15 responden (50%), kadar asam urat ≥6 mg/dL sebanyak 15 responden (50%) dan tingkat pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan dalam kategori baik sejumlah 24 responden (80%). <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Pengetahuan tentang kadar asam urat dalam darah meningkat setelah edukasi pada partisipan. Sebagian partisipan memiliki kadar asam urat di atas nilai normal dengan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik.</p> <p>Kata kunci: asam urat, aisyiyah, deteksi dini, edukasi, pola makan</p> <p>________________________________________________________________________________</p> <p><strong>Background</strong>: Uric acid is a metabolic byproduct of purine breakdown in the body, playing a role in cell growth regulation and energy provision. Under normal conditions, uric acid is excreted through urine; however, excessive accumulation may occur. Elevated uric acid levels can lead to the formation of sharp, needle-like crystals in the joints and surrounding tissues, resulting in pain, inflammation, and swelling. Unhealthy dietary patterns are associated with increased uric acid levels in the blood. <strong>Objective</strong>: This community service program aimed to assess the profile of uric acid levels and dietary knowledge among members of the Aisyiyah community in Kebasen. <strong>Method</strong>: This community-based program involved 30 respondents and employed a descriptive-analytic design. <strong>Result</strong>: The majority of respondents were aged 61–74 years (12 respondents; 40%). In terms of educational level, 15 respondents (50%) had attained higher education. Elevated uric acid levels (≥6 mg/dL) were observed in 15 respondents (50%). Following the educational intervention, 24 respondents (80%) demonstrated a good level of knowledge. <strong>Conclusion</strong>: Participants’ knowledge regarding blood uric acid levels improved after the educational intervention. A proportion of participants had uric acid levels above the normal range, although the majority demonstrated good knowledge levels.</p> <p><strong>Keywords</strong>: uric acid, Aisyiyah, early detection, education, dietary pattern</p>Wahyu RiyaningrumAtika Nur AzizahRully Annisa
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-30526569Pengelolaan Sampah Tingkat Rumah Tangga Melalui Bank Sampah
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/986
<p><strong>Latar belakang:</strong> Peningkatan jumlah penduduk dan bangunan mengakibatkan peningkatan jumlah konsumsi barang yang dapat menghasilkan sampah TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Sampah di sekitar permukiman penduduk sudah tidak mampu lagi menampung volume sampah yang terus meningkat. <strong>Tujuan</strong><strong>:</strong> mengetahui peningkatan pengetahuan warga tentang pengelolaan sampah tingkat rumah tangga. <strong>Metode:</strong> metode yang digunakan yaitu observasi dengan ceramah, praktik langsung, dan mengerjakan soal <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. <strong>Hasil:</strong> sebanyak 30 responden mengikuti penyuluhan tentang pengelolaan sampah tingkat rumah tangga. Hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> tentang pengelolaan sampah tingkat rumah tangga menunjukkan adanya perbedaan signifikan, yaitu p-value 0,008 yang artinya terdapat perbedaan hasil tes pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. <strong>Kesimpulan:</strong> adanya peningkatan pengetahuan warga tentang pengelolaan sampah tingkat rumah tangga.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> bank sampah, pengelolaan sampah, rumah tangga</p> <p>_______________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Rapid population growth and the expansion of residential and commercial infrastructure have led to increased consumption of goods, resulting in a higher volume of waste generated at temporary waste disposal sites. Existing waste management facilities located near residential areas are increasingly unable to accommodate the continuous rise in waste volume. <strong>Objective</strong>: This study aimed to evaluate the improvement in residents’ knowledge regarding household waste management. <strong>Method</strong>: The intervention employed an observational and educational approach, consisting of lectures, hands-on practical activities, and knowledge assessments using pre-test and post-test questionnaires. <strong>Result</strong>: A total of 30 respondents participated in the household waste management education program. Statistical analysis of the pre-test and post-test results demonstrated a significant difference in knowledge scores (p = 0.008), indicating a substantial improvement in participants’ knowledge following the educational intervention. <strong>Conclusion</strong>: The educational intervention was effective in enhancing residents’ knowledge of household waste management.</p> <p><strong>Keywords:</strong> households, waste bank, waste management</p>Shalihat Afifah DhaningtyasTri Dewi KristiniCantika Dwi NursetiaDelfika Dwi AstiahMuhammad Surya AnggaraAditia Fajar Putra Wibowo
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-04-302026-04-30525255Pendampingan Pembelajaran Matematika Berbasis Kisah Al-Qur'an untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa TPQ AR Royyan, Kabupaten Badung, Bali
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/974
<p><strong>Latar belakang:</strong> Pembelajaran matematika seringkali dianggap sebagai beban bagi siswa usia sekolah dasar karena penyampaiannya yang abstrak dan kaku. Di sisi lain, lingkungan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) memiliki potensi besar sebagai wadah belajar namun seringkali terbatas pada aspek literasi baca-tulis Al-Qur’an saja. Terdapat kesenjangan pemahaman bahwa matematika dan nilai spiritual adalah dua hal yang terpisah. <strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa TPQ melalui pendekatan naratif berbasis kisah-kisah dalam Al-Qur'an, sehingga siswa mampu melihat korelasi antara ilmu agama dan ilmu logika. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pelaksanaan program menggunakan metode pendampingan interaktif dengan teknik <em>storytelling-based learning</em>. Kegiatan meliputi penyampaian kisah (seperti kisah Ashabul Kahfi dan Bahtera Nabi Nuh), identifikasi unsur numerik dalam kisah tersebut, serta penyelesaian tantangan matematika yang menyenangkan (<em>fun-math challenges</em>). <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek motivasi belajar siswa. Berdasarkan observasi dan angket sederhana, siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dari 38.3% menjadi 81% dibandingkan metode konvensional. Siswa mulai memahami konsep waktu, himpunan, dan pengukuran melalui analogi kisah islami, serta hilangnya persepsi negatif terhadap matematika sebagai mata pelajaran yang menakutkan. <strong>Kesimpulan:</strong> Integrasi kisah Al-Qur'an dalam pembelajaran matematika terbukti efektif menjadi katalisator motivasi belajar siswa TPQ. Direkomendasikan bagi pengelola TPQ untuk menyisipkan materi numerasi berbasis agama dalam kurikulum tambahan, serta pendekatan membangun karakter religius dalam pembelajaran umum.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>kisah Al-Qur'an, matematika, motivasi, pendampingan, TPQ</p> <p>_______________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Mathematics is often perceived as a burden by elementary school students because of its abstract and rigid presentation. On the other hand, Islamic Non-Formal Education Center (TPQ) environments hold great potential as learning centers but are often limited to Quranic literacy. There is a prevailing gap in understanding in which mathematics and spiritual values are seen as two separate entities. <strong>Objective</strong>: This community service activity aims to increase the mathematics learning motivation of TPQ students through a narrative approach based on stories from the Quran, enabling students to see the correlation between religious knowledge and logical reasoning. <strong>Method</strong>: The program was implemented using an interactive mentoring method with storytelling-based learning techniques. Activities included storytelling (such as the stories of Ashabul Kahfi and Noah’s Ark), identifying numerical elements within these stories, and solving "fun-math challenges." <strong>Result</strong>: The results showed a significant increase in student learning motivation. Based on observations and simple questionnaires, student enthusiasm rose from 38.3% to 81% compared to conventional methods. Students began to grasp concepts of time, sets, and measurement through Islamic story analogies, leading to the erosion of negative perceptions of mathematics as a daunting subject. <strong>Conclusion</strong>: The integration of Quranic stories into mathematics learning has proven effective as a catalyst for student motivation in TPQ. It is recommended that TPQ administrators incorporate religion-based numeracy materials into supplementary curricula and adopt approaches that build religious character within general subjects.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Quranic stories, mathematics, motivation, mentoring, TPQ</p>Adika Setia BrataWindy LestariAlfian AnharRindu HardiantiSuci Rahmawati
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3152475010.26714/jipmi.v5i1.974Edukasi Makanan Sehat Berbasis Protein Hewani sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Gizi pada Anak Usia Sekolah Dasar
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/926
<p><strong>Latar belakang: </strong>Anak usia sekolah dasar berada pada fase penting pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang membutuhkan asupan gizi seimbang, terutama protein hewani. Namun, rendahnya literasi gizi menyebabkan masih banyak anak yang belum memahami peran penting konsumsi protein hewani seperti telur dan susu dalam pencegahan stunting.<strong> Tujuan: </strong>Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi gizi anak sekolah dasar melalui edukasi makanan sehat berbasis protein hewani.<strong> Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan pada 4 Agustus 2025 di SD Negeri 03 Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan 6 sebanyak 54 orang. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif melalui presentasi, diskusi, kuis, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berupa kuesioner pengetahuan gizi, khususnya terkait manfaat telur dan susu.<strong> Hasil: </strong>Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan siswa setelah edukasi. Sebelum kegiatan, sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan kurang (39%) dan cukup (37%). Setelah intervensi, mayoritas siswa berada pada kategori pengetahuan baik (81%). Peningkatan pemahaman ini terlihat pada seluruh aspek materi, baik terkait telur, susu, maupun keduanya sebagai sumber protein hewani.<strong> Kesimpulan: </strong>Edukasi gizi berbasis protein hewani yang disampaikan secara interaktif terbukti efektif meningkatkan literasi gizi siswa sekolah dasar. Pendekatan ini berpotensi menjadi strategi preventif dalam pencegahan stunting sejak usia dini dan perlu dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.</p>Muhammad Nidhomun Ni'amSri WidiastutiFiqi WidyawatiJeffadha Rhenggajati UmbaratamaIrvanda PutramaAlfiana Fatmawati
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-31521510.26714/jipmi.v5i1.926Optimalisasi Perilaku PHBS di Sekolah untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kesehatan pada Anak Usia Dini di TK Cut Nyak Dien, Kendal, Jawa Tengah
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/924
<p><strong>Latar belakang: </strong>Masa anak usia dini merupakan periode kritis untuk pembentukan perilaku hidup sehat guna mencegah penularan penyakit. Namun, observasi di TK Cut Nyak Dien menunjukkan kurangnya fasilitas sanitasi dan rendahnya pengetahuan siswa mengenai teknik mencuci tangan yang benar. <strong>Tujuan: </strong>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui edukasi dan perbaikan sarana sanitasi di sekolah. <strong>Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan (koordinasi dan pengadaan sarana), pelaksanaan (penyuluhan interaktif, demonstrasi cuci tangan enam langkah, dan instalasi kran wastafel otomatis), serta evaluasi. Media edukasi yang digunakan meliputi media audiovisual, poster, dan leaflet. <strong>Hasil: </strong>Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 November 2025 ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa dan wali murid mengenai PHBS. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta tidak memahami langkah cuci tangan yang benar, namun setelah edukasi, mereka mampu mendemonstrasikannya secara mandiri dengan antusiasme tinggi. Selain itu, telah terpasang sistem sanitasi air bersih dan wastafel otomatis untuk mendukung praktik kebersihan di sekolah. <strong>Kesimpulan: </strong>Integrasi antara penyediaan infrastruktur sanitasi dan edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan kesadaran PHBS. Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs).</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Early childhood is a critical period for the formation of healthy living behaviors to prevent disease transmission. However, observations at TK Cut Nyak Dien revealed a lack of sanitation facilities and low student knowledge regarding proper handwashing techniques. <strong>Objective</strong>: This community service program aims to optimize Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) through education and improvement of sanitation facilities at the school. <strong>Method</strong>: The activities were carried out in three stages: preparation (coordination and procurement of facilities), implementation (interactive counseling, demonstration of the six-step handwashing technique, and installation of automatic faucet sinks), and evaluation. Educational media used included audiovisual, posters, and leaflets. <strong>Result</strong>: The activities held on November 12, 2025, showed a significant increase in PHBS knowledge for students and guardians. Before the intervention, most participants did not understand the correct handwashing steps; however, after the education, they were able to demonstrate them independently with high enthusiasm. Additionally, a clean water and sanitation system and automatic sinks have been installed to support hygiene practices at the school. <strong>Conclusion</strong>: The integration of sanitation infrastructure provision and health education has proven effective in increasing PHBS awareness. This program is expected to be a long-term investment in creating a healthy school environment and supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs).</p>Alfath Dzea HaqilanaDeka Agus Putra SetiawanDivka Rizki Sasqia PutriLuthfilbert Gibran SahertianIren Etriani PratisthaRadiktyo Nindyo Sumarno
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3152303410.26714/jipmi.v5i1.924