JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi
<table style="height: 290px;" width="661"> <tbody> <tr> <td width="119">Nama Jurnal</td> <td width="12">:</td> <td width="481"><strong>JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA</strong></td> </tr> <tr> <td width="119">Singkatan</td> <td>:</td> <td width="481">JIPMI</td> </tr> <tr> <td width="119">e-ISSN</td> <td>:</td> <td width="481"><a href="https://drive.google.com/file/d/15j_rQExxHAjRVUVHjEY4Nv3LYxUAJeKS/view">ISSN 2829-5617</a></td> </tr> <tr> <td width="119">Frekuensi terbit</td> <td>:</td> <td width="481">4 kali setahun (Januari, April, Juli, Oktober)</td> </tr> <tr> <td width="119">DOI</td> <td>:</td> <td><a href="https://search.crossref.org/?q=2829-5617&sort=year&from_ui=yes">https://doi.org/10.26714/jipmi</a> (Crossref)</td> </tr> <tr> <td width="119">Editor in Chief</td> <td>:</td> <td width="481">Dr. Didik Sumanto, S.KM, M.Kes (Epid)</td> </tr> <tr> <td width="119">Penerbit</td> <td>:</td> <td width="481">Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang</td> </tr> <tr> <td width="119">Indeksasi</td> <td>:</td> <td width="481">[Sinta] <a href="https://scholar.google.com/citations?user=1v292QkAAAAJ&hl=en">[Google]</a> <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/25883">[Garuda]</a> <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=123275">[Copernicus]</a> <a href="https://search.crossref.org/?q=2829-5617&sort=year&from_ui=yes">[Crossref]</a> <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=JIPMI%20Jurnal%20Inovasi%20dan%20Pengabdian%20Masyarakat%20Indonesia&search_type=kws&search_field=full_search">[Dimensions]</a> <a href="https://www.base-search.net/Search/Results?q=coll:ftjipmi&refid=dctableen">[Base]</a> <a href="http://journalseeker.researchbib.com/view/issn/2829-5617">[ResearchBib]</a> <a href="https://onesearch.id/Search/Results?widget=1&institution_id=7217">[OneSearch]</a> <a href="https://ascidatabase.com/masterjournallist.php?v=13493">[ASCI]</a> <a href="https://orcid.org/0009-0008-8598-8375">[Orcid]</a> <a href="https://www.oajif.com/jurnal-inovasi-dan-pengabdian-masyarakat-indonesia-2/?asl_highlight=2829&p_asid=1">[OAJIF]</a></td> </tr> </tbody> </table>Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarangid-IDJURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA2829-5617Pendampingan Pembelajaran Matematika Berbasis Kisah Al-Qur'an untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa TPQ AR Royyan, Kabupaten Badung, Bali
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/974
<p><strong>Latar belakang:</strong> Pembelajaran matematika seringkali dianggap sebagai beban bagi siswa usia sekolah dasar karena penyampaiannya yang abstrak dan kaku. Di sisi lain, lingkungan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) memiliki potensi besar sebagai wadah belajar namun seringkali terbatas pada aspek literasi baca-tulis Al-Qur’an saja. Terdapat kesenjangan pemahaman bahwa matematika dan nilai spiritual adalah dua hal yang terpisah. <strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa TPQ melalui pendekatan naratif berbasis kisah-kisah dalam Al-Qur'an, sehingga siswa mampu melihat korelasi antara ilmu agama dan ilmu logika. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pelaksanaan program menggunakan metode pendampingan interaktif dengan teknik <em>storytelling-based learning</em>. Kegiatan meliputi penyampaian kisah (seperti kisah Ashabul Kahfi dan Bahtera Nabi Nuh), identifikasi unsur numerik dalam kisah tersebut, serta penyelesaian tantangan matematika yang menyenangkan (<em>fun-math challenges</em>). <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek motivasi belajar siswa. Berdasarkan observasi dan angket sederhana, siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dari 38.3% menjadi 81% dibandingkan metode konvensional. Siswa mulai memahami konsep waktu, himpunan, dan pengukuran melalui analogi kisah islami, serta hilangnya persepsi negatif terhadap matematika sebagai mata pelajaran yang menakutkan. <strong>Kesimpulan:</strong> Integrasi kisah Al-Qur'an dalam pembelajaran matematika terbukti efektif menjadi katalisator motivasi belajar siswa TPQ. Direkomendasikan bagi pengelola TPQ untuk menyisipkan materi numerasi berbasis agama dalam kurikulum tambahan, serta pendekatan membangun karakter religius dalam pembelajaran umum.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>kisah Al-Qur'an, matematika, motivasi, pendampingan, TPQ</p> <p>_______________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Mathematics is often perceived as a burden by elementary school students because of its abstract and rigid presentation. On the other hand, Islamic Non-Formal Education Center (TPQ) environments hold great potential as learning centers but are often limited to Quranic literacy. There is a prevailing gap in understanding in which mathematics and spiritual values are seen as two separate entities. <strong>Objective</strong>: This community service activity aims to increase the mathematics learning motivation of TPQ students through a narrative approach based on stories from the Quran, enabling students to see the correlation between religious knowledge and logical reasoning. <strong>Method</strong>: The program was implemented using an interactive mentoring method with storytelling-based learning techniques. Activities included storytelling (such as the stories of Ashabul Kahfi and Noah’s Ark), identifying numerical elements within these stories, and solving "fun-math challenges." <strong>Result</strong>: The results showed a significant increase in student learning motivation. Based on observations and simple questionnaires, student enthusiasm rose from 38.3% to 81% compared to conventional methods. Students began to grasp concepts of time, sets, and measurement through Islamic story analogies, leading to the erosion of negative perceptions of mathematics as a daunting subject. <strong>Conclusion</strong>: The integration of Quranic stories into mathematics learning has proven effective as a catalyst for student motivation in TPQ. It is recommended that TPQ administrators incorporate religion-based numeracy materials into supplementary curricula and adopt approaches that build religious character within general subjects.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Quranic stories, mathematics, motivation, mentoring, TPQ</p>Adika Setia BrataWindy LestariAlfian AnharRindu HardiantiSuci Rahmawati
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-31514750Edukasi Makanan Sehat Berbasis Protein Hewani sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Gizi pada Anak Usia Sekolah Dasar
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/926
<p><strong>Latar belakang: </strong>Anak usia sekolah dasar berada pada fase penting pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang membutuhkan asupan gizi seimbang, terutama protein hewani. Namun, rendahnya literasi gizi menyebabkan masih banyak anak yang belum memahami peran penting konsumsi protein hewani seperti telur dan susu dalam pencegahan stunting.<strong> Tujuan: </strong>Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi gizi anak sekolah dasar melalui edukasi makanan sehat berbasis protein hewani.<strong> Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan pada 4 Agustus 2025 di SD Negeri 03 Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan 6 sebanyak 54 orang. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif melalui presentasi, diskusi, kuis, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berupa kuesioner pengetahuan gizi, khususnya terkait manfaat telur dan susu.<strong> Hasil: </strong>Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan siswa setelah edukasi. Sebelum kegiatan, sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan kurang (39%) dan cukup (37%). Setelah intervensi, mayoritas siswa berada pada kategori pengetahuan baik (81%). Peningkatan pemahaman ini terlihat pada seluruh aspek materi, baik terkait telur, susu, maupun keduanya sebagai sumber protein hewani.<strong> Kesimpulan: </strong>Edukasi gizi berbasis protein hewani yang disampaikan secara interaktif terbukti efektif meningkatkan literasi gizi siswa sekolah dasar. Pendekatan ini berpotensi menjadi strategi preventif dalam pencegahan stunting sejak usia dini dan perlu dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.</p>Muhammad Nidhomun Ni'amSri WidiastutiFiqi WidyawatiJeffadha Rhenggajati UmbaratamaIrvanda PutramaAlfiana Fatmawati
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-315115Optimalisasi Perilaku PHBS di Sekolah untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kesehatan pada Anak Usia Dini di TK Cut Nyak Dien, Kendal, Jawa Tengah
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/924
<p><strong>Latar belakang: </strong>Masa anak usia dini merupakan periode kritis untuk pembentukan perilaku hidup sehat guna mencegah penularan penyakit. Namun, observasi di TK Cut Nyak Dien menunjukkan kurangnya fasilitas sanitasi dan rendahnya pengetahuan siswa mengenai teknik mencuci tangan yang benar. <strong>Tujuan: </strong>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui edukasi dan perbaikan sarana sanitasi di sekolah. <strong>Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan (koordinasi dan pengadaan sarana), pelaksanaan (penyuluhan interaktif, demonstrasi cuci tangan enam langkah, dan instalasi kran wastafel otomatis), serta evaluasi. Media edukasi yang digunakan meliputi media audiovisual, poster, dan leaflet. <strong>Hasil: </strong>Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 November 2025 ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa dan wali murid mengenai PHBS. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta tidak memahami langkah cuci tangan yang benar, namun setelah edukasi, mereka mampu mendemonstrasikannya secara mandiri dengan antusiasme tinggi. Selain itu, telah terpasang sistem sanitasi air bersih dan wastafel otomatis untuk mendukung praktik kebersihan di sekolah. <strong>Kesimpulan: </strong>Integrasi antara penyediaan infrastruktur sanitasi dan edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan kesadaran PHBS. Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs).</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Early childhood is a critical period for the formation of healthy living behaviors to prevent disease transmission. However, observations at TK Cut Nyak Dien revealed a lack of sanitation facilities and low student knowledge regarding proper handwashing techniques. <strong>Objective</strong>: This community service program aims to optimize Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) through education and improvement of sanitation facilities at the school. <strong>Method</strong>: The activities were carried out in three stages: preparation (coordination and procurement of facilities), implementation (interactive counseling, demonstration of the six-step handwashing technique, and installation of automatic faucet sinks), and evaluation. Educational media used included audiovisual, posters, and leaflets. <strong>Result</strong>: The activities held on November 12, 2025, showed a significant increase in PHBS knowledge for students and guardians. Before the intervention, most participants did not understand the correct handwashing steps; however, after the education, they were able to demonstrate them independently with high enthusiasm. Additionally, a clean water and sanitation system and automatic sinks have been installed to support hygiene practices at the school. <strong>Conclusion</strong>: The integration of sanitation infrastructure provision and health education has proven effective in increasing PHBS awareness. This program is expected to be a long-term investment in creating a healthy school environment and supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs).</p>Alfath Dzea HaqilanaDeka Agus Putra SetiawanDivka Rizki Sasqia PutriLuthfilbert Gibran SahertianIren Etriani PratisthaRadiktyo Nindyo Sumarno
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-31513034Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Diabetes Mellitus Pada Kader Posyandu dan Kelompok PKK
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/922
<p><strong>Latar belakang:</strong> Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan sering menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian diabetes menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan. Edukasi dengan media praktis seperti Isi Piring “Porsi Sehat Cegah Diabetes Melitus” dan Flipbook diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai porsi makan sehat mengenai Diabetes Melitus. <strong>Tujuan:</strong> Meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK dan kader posyandu mengenai porsi sehat cegah diabetes melalui edukasi berbasis media Isi Piring “Porsi Sehat Cegah Diabetes Melitus” dan Flipbook. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan metode penyampaiaan materi menggunakan media isi piringku dan flipbook. Rangkaian kegiatan menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> sebagai alat ukur pengetahuan pada partisipan. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan menggunakan media Isi Piringku dan flipbook secara signifikan meningkatkan pengetahuan partisipan dengan nilai rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan sebesar 68,8 dan setelah penyuluhan menjadi 82,4 (p= 0,003). <strong>Kesimpulan:</strong> Penyuluhan dengan media isi piringku “Porsi Sehat Cegah Diabetes Melitus” dan flipbook efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus terutama pada pemberdayaan ibu-ibu kader posyandu dan PKK.</p> <p>__________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Diabetes Mellitus is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase and often causes complications if not properly managed. Low public knowledge of diabetes prevention and control is one factor influencing health behavior. Education using practical media, such as Isi Piring “Healthy Portions Prevent Diabetes Mellitus” and Flipbook, is needed to increase public understanding of healthy food portions regarding Diabetes Mellitus. <strong>Objective</strong>: To increase the knowledge of PKK mothers and Posyandu cadres regarding healthy portions to prevent diabetes through education based on Isi Piring “Healthy Portions Prevent Diabetes” and Flipbook media. <strong>Method</strong>: The activity was carried out in the form of counseling with the method of delivering material using “Isi Piringku” media and a flipbook. The series of activities used a pre-test and post-test as a tool to measure knowledge in participants. <strong>Result</strong>: The results of the analysis showed that the counseling activities using the Isi Piringku media and flipbooks significantly increased the knowledge of participants with an average knowledge value before the counseling of 68.8 and after the counseling to 82.4 (p = 0.003). <strong>Conclusion</strong>: Counseling with the Isi Piringku media "Healthy Portions Prevent Diabetes Mellitus" and flipbooks is effective in increasing knowledge about the prevention and control of Diabetes Mellitus, especially in empowering mothers of Posyandu and PKK cadres.</p>Desi Natalia NovelSiti AzizahKhanifah KhanifahAqilah AmaniDhiyaa SaidahLailatul MaghfirohMila MilaRheynanda Ardian SampurnaAyya RinduHanif Khoiry SyammakhShalihat Afifah Dhaningtyas
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-10-312025-10-3151193197Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan yang Aman, Efektif, dan Terjangkau
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/919
<p><strong>Latar belakang:</strong> Kesehatan merupakan salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia. Namun akses terhadap layanan Kesehatan yang memadai masih menjadi tantangan di banyak daerah, terutama di pedesaan. Ketidakpuasan terhadap pengobatan konvensional, permasalahan ekonomi, dan nilai-nilai pengobatan tradisional yang tidak dimiliki oleh pengobatan konvensional menjadi alasan mengapa masyarakat lebih memilih pengobatan tradisional daripada pengobatan konvensional. <strong>Tujuan:</strong> Edukasi tentang arti penting pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sekaligus mendukung kemandirian kesehatan melalui alternatif pengobatan aman, efektif, dan terjangkau. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program sebagai solusi untuk pemberdayaan mitra. <strong>Hasil:</strong> Pada aspek manajemen, mitra mendapatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman TOGA, pengolahan produk hingga pemasaran digital. Sebagian mitra sudah merasakan adanya <em>income generating </em>dari usahanya. Pemahaman sosial mitra atas penggunaan produk herbal yang aman terstandar akan menurunkan beban layanan kesehatan primer yang lebih mengutamakan obat sintetis. <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Mitra mampu menerapkan teknologi budidaya TOGA menggunakan metode Hidroponik Sistem Wick. Mitra juga mengalami peningkatan pengetahuan tentang TOGA dan khasiatnya.</p> <p>__________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Health is a fundamental aspect of human life. However, access to adequate health services remains a challenge in many areas, especially in rural areas. Dissatisfaction with conventional medicine, economic constraints, and the lack of traditional healing values are reasons why people prefer traditional medicine over conventional treatment. <strong>Objective</strong>: To educate about the importance of utilizing family medicinal plants (TOGA) while supporting health independence through safe, effective, and affordable alternative therapies. <strong>Method</strong>: The activity was carried out in several stages: outreach, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and program sustainability as a solution to empower partners. <strong>Result</strong>: In terms of management, partners gained knowledge about TOGA plant cultivation, product processing, and digital marketing. Some partners have experienced income generation from their businesses. Partners' social understanding of the use of safe, standardized herbal products will reduce the burden on primary health care services that prioritize synthetic drugs. <strong>Conclusion</strong>: Partners are able to implement TOGA cultivation technology using the Hydroponic Wick System method. Partners also experienced increased knowledge about TOGA and its benefits.</p>Rully AnnisaWilis CahyaniTati Hardiyani
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3151610Game on Mission Anti-Bullying: Edukasi Pencegahan Bullying Melalui Permainan Psikoedukasi
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/918
<p><strong>Latar belakang:</strong> <em>Bullying</em> menjadi masalah utama di seluruh dunia dan Indonesia tanpa terkecuali. <em>Bullying</em> didefinisikan sebagai perilaku agresif sistematis terhadap korban yang tidak dapat membela diri. Korban mengalami masalah psikologis, sedangkan pelaku memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah perilaku kedepan. Kejadian umum <em>bullying</em> seringkali ditemukan di sekolah dan diawali di jenjang sekolah dasar sehingga perlu dilakukan intervensi untuk mencegah dan menangani kasus <em>bullying</em> sejak dini. <strong>Tujuan: </strong>Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan edutainment (permainan psikoedukasi) sebagai bagian dari program <em>anti-bullying </em>di sekolah dasar. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Kegiatan ini melibatkan seluruh komunitas sekolah dan mengintegrasikan berbagai jenis kegiatan yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung bagi semua siswa. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Edukasi dengan <em>Game on Mission Anti-Bullying</em> (GEMA) dihadiri oleh sejumlah 109 siswa-siswi kelas 4 MI Taufiqiyah dengan didampingi wali kelas masing-masing. Siswa-siswi menunjukkan antusias dan partisipasi dalam mengikuti edukasi dan permainan GEMA yang telah disediakan. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi GEMA efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang <em>bullying</em> dan pencegahan <em>bullying </em>pada taraf sekolah dasar. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan skor sebesar 32% pada pengetahuan tentang <em>bullying </em>dan 48% pada pengetahuan tentang pencegahan <em>bullying.</em></p> <p><em>______________________________________________________________________________</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Bullying is a major problem worldwide, and Indonesia is no exception. Bullying is defined as systematic, aggressive behavior against victims who cannot defend themselves. Victims experience psychological issues, while perpetrators are at higher risk of developing behavioral problems later in life. Bullying is common in schools and begins in elementary school, necessitating interventions to prevent and address bullying early. <strong>Objective</strong>: This community service project aims to develop and implement edutainment (psychoeducational games) as part of an anti-bullying program in elementary schools. <strong>Method</strong>: This activity involves the entire school community and integrates various activities, expected to create a safer and more supportive learning environment for all students. <strong>Result</strong>: The Game on Mission Anti-Bullying (GEMA) education program was attended by 109 fourth-grade students at MI Taufiqiyah, accompanied by their homeroom teachers. The students showed enthusiasm and participation in the GEMA education and games provided. <strong>Conclusion</strong>: The GEMA education program effectively increased students' knowledge about bullying and bullying prevention at the elementary school level. This is demonstrated by a 32% increase in knowledge about bullying and a 48% increase in knowledge about bullying prevention.</p>Desi Ariyana RahayuNurhalimah NurhalimahMF MubinEni HidayatiRahma Julia SetyaningtyasHersanti Sulistyaningrum
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-31512225Pemberdayaan Siswa melalui Pelatihan Eco Enzyme di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Bangsri Jepara
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/910
<p><strong>Latar belakang:</strong> Madrasah Aliyah (MA) Wahid Hasyim Bangsri, yang berlokasi di Desa Kedungleper, Jepara, menghadapi tantangan lingkungan akibat rendahnya kesadaran ekologis siswa yang mayoritas berasal dari keluarga petani dan nelayan. Permasalahan utama terletak pada pengelolaan limbah organik yang belum terstruktur, sehingga menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran, serta menurunkan kenyamanan proses belajar. <strong>Tujuan:</strong> Menerapkan program <em>Eco Enzyme</em> (EE) untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pengelolaan limbah organik, serta mengetahui dampak penerapan EE terhadap perilaku siswa dan efektivitasnya dalam mengurangi pencemaran lingkungan berkelanjutan. <strong>Metode:</strong> Pelaksanaannya kegiatan meliputi survei, sosialisasi, pelatihan pembuatan EE serta monitoring dan evaluasi. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan yang telah dilaksanakan berkontribusi peningkatan pemahaman siswa sebesar 86% berdasarkan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, serta penurunan volume sampah organik hingga 60% dalam tiga minggu pelaksanaan. Selain itu, telah dibuat wadah fermentasi dan buku pedoman EE sebagai bahan ajar pendukung keberlanjutan program. Terbentuknya kelompok “Siswa Peduli Lingkungan” dan adanya pakta integritas memperkuat komitmen sekolah untuk melanjutkan program. <strong>Kesimpulan:</strong> Program Pelatihan EE terbukti efektif meningkatkan literasi, keterampilan, dan perilaku peduli lingkungan siswa menuju sekolah hijau berkelanjutan.</p> <p>_______________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong><strong>:</strong> Madrasah Aliyah (MA) Wahid Hasyim Bangsri, located in Kedungleper Village, Jepara, faces environmental challenges due to the low ecological awareness of its students, most of whom come from farming and fishing families. The main issue lies in the unstructured management of organic waste, which causes unpleasant odours, pollution, and reduces the comfort of the learning environment. <strong>Objective:</strong> This study aims to implement the Eco Enzyme (EE) program to enhance students’ understanding and skills in organic waste management, as well as to examine the impact of EE implementation on student behaviour and its effectiveness in reducing sustainable environmental pollution. <strong>Method:</strong> The activities included surveys, socialisation, training in EE production, and continuous monitoring and evaluation. <strong>Result:</strong> The program contributed to an 86% increase in students’ understanding, as measured by pre-test and post-test assessments, and a 60% reduction in organic waste volume within three weeks of implementation. In addition, fermentation containers and an EE handbook were developed as supporting teaching materials to ensure program sustainability. The establishment of the “Environmentally Concerned Students” group and the signing of an integrity pact further strengthened the school’s commitment to continuing the program. <strong>Conclusion:</strong> The EE training program proved effective in improving students’ environmental literacy, practical skills, and pro-environmental behaviour, thereby supporting the development of a sustainable green school. </p>Heppy Nur Asavia GinasputriKamilah Citra ChumairohKaia Raissa AkmaliaMuhammad Najwan KamilAhmad Jundi IsmailM. Al Haris
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-31513539Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Kesehatan untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/899
<p><strong>Latar belakang:</strong> Panti asuhan adalah komunitas yang berisiko besar menjadi tempat penularan penyakit demam berdarah. Hidup bersama dengan populasi yang padat membuat penularan melalui gigitan nyamuk lebih cepat terjadi antar penghuni panti. Kondisi lingkungan seperti adanya genangan air dan sampah dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk <em>Aedes aegypti</em>. <strong>Tujuan:</strong> Untuk meningkatkan pengetahuan penghuni panti asuhan tentang penularan penyakit demam berdaran dan cara pencegahannya. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan menggunakan media PowerPoint dan simulasi dengan media permainan ular tangga tentang demam berdarah. Sebelum dan sesuah penyuluhan dilakukan pengukuran skor pengetahuan. <strong>Hasil:</strong> Rata-rata skor pengetahuan sebelum penyuluhan sebesar 87,78 dan sesudahnya sebesar 96,11. Partisipan memiliki tingkat pengetahuan Baik sebesar 86,7% sebelum penyuluhan, dan meningkat 100% setelahnya. Peningkatan hasil ini sangat signifikan dalam uji Wilcoxon (p= 0,002). <strong>Kesimpulan:</strong> Pengetahuan partisipan tentang penularan penyakit demam berdarah dan pencegahannya mengalami peningkatan bermakna setelah mengikuti penyuluhan dan simulasi permainan ular tangga.</p> <p>_______________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Orphanages are communities at high risk of dengue fever transmission. Living in a group population makes transmission through mosquito bites more rapid among residents. Environmental conditions such as stagnant water and garbage can become breeding grounds for the <em>Aedes aegypti</em> mosquito. <strong>Objective</strong>: To increase the knowledge of orphanage residents about the transmission of dengue fever and how to prevent it. <strong>Method</strong>: The activity was educational, using PowerPoint and simulations of the Snakes and Ladders game about dengue fever. Before and after the counseling, knowledge scores were measured. <strong>Result</strong>: The average knowledge score before the counseling was 87.78, and after it was 96.11. Participants had a Good-level of knowledge of 86.7% before counseling, and increased to 100% afterward. This increase in results was highly significant in the Wilcoxon test (p = 0.002). <strong>Conclusion</strong>: Participants' knowledge increased significantly after participating in counseling and the Snakes and Ladders game simulation.</p>Trixie SalawatiNahwa ArkhaesiUlfa NurullitaWulandari MeikawatiNurina Dyah LarasatiEka Fiyantiana
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-31511621Penyuluhan Diabetes Melitus dan Pemeriksaan Gula Darah pada Kelompok Geriatri di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/888
<p><strong>Latar belakang:</strong> Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya meningkat pada kelompok usia lanjut, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini. <strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kelompok geriatri mengenai pencegahan diabetes melitus serta mengidentifikasi kondisi glikemik melalui pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). <strong>Metode:</strong> Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 14 November 2025 di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo dengan melibatkan 30 peserta. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan GDS, penyuluhan kesehatan berbasis ceramah interaktif, penggunaan media edukatif visual, serta evaluasi pengetahuan melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. <strong>Hasil:</strong> Pemeriksaan GDS menunjukkan bahwa 22 peserta (73,33%) berada dalam kategori normal, 1 peserta (3,33%) pada pra-Diabetes, dan 7 peserta (23,33%) dalam kategori Diabetes. Hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan peserta pada kategori pengetahuan baik dari 46,6% menjadi 80% setelah penyuluhan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 69,67 menjadi 89,00 dan uji t berpasangan menunjukkan perbedaan bermakna (p< 0,001). <strong>Kesimpulan:</strong> Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan GDS efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran risiko pada kelompok geriatri. Program ini berkontribusi pada upaya promotif dan preventif serta direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan lebih lanjut bagi peserta yang memiliki risiko glikemik tinggi.</p> <p>_______________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Diabetes mellitus is one of the major non-communicable diseases with an increasing prevalence among the elderly, thus requiring promotive and preventive efforts through health education and early detection. <strong>Objective</strong>: This community service activity was conducted to improve the geriatric population's knowledge and awareness of diabetes prevention and to assess their glycemic status through random blood glucose (RBG) examination. <strong>Method</strong>: The program was carried out on 14 November 2025 at RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo and involved 30 participants. The activities included RBG measurement, interactive lecture-based health education, the use of visual educational media, and knowledge evaluation through pre-test and post-test assessments. <strong>Result</strong>: The RBG examination showed that 22 participants (73.33%) were within the normal category, 1 participant (3.33%) was in the pre-diabetes category, and 7 participants (23.33%) were categorized as diabetes. The knowledge evaluation demonstrated a significant improvement, as indicated by an increase in participants with good knowledge from 46.6% to 80% after the educational intervention. The mean knowledge score increased from 69.67 to 89.00, and the paired t-test indicated a significant difference (p< 0.001). <strong>Conclusion</strong>: These findings show that the combination of health education and RBG examination is effective in improving health literacy and risk awareness among the geriatric population. The program contributes to promotive and preventive efforts and is recommended to be continued with follow-up for participants who are at higher glycemic risk.</p>Rakheyrsma Lembayung PuriRahayu AstutiHasti Wulandari
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-31511115Pemberdayaan Santri di Era Digital Melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Mobile
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi/article/view/884
<p><strong>Latar belakang:</strong> Keterbatasan media pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri santri dalam menggunakan Bahasa Inggris, serta minimnya pemanfaatan perangkat mobile sebagai sarana belajar merupakan latar belakang dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Padahal hampir seluruh santri telah memiliki smartphone yang berpotensi besar menjadi alat pembelajaran yang fleksibel, menarik, dan sesuai dengan gaya belajar generasi digital. <strong>Tujuan</strong>: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan santri Pondok Pesantren Darun Najah Semarang melalui pembelajaran Bahasa Inggris berbasis <em>Mobile-Assisted Language Learning</em> (MALL). <strong>Metode:</strong> Melalui rangkaian kegiatan pelatihan kosakata, pelatihan berbicara, praktik interaktif menggunakan aplikasi <em>Wordwall, Duolingo, Padlet, Google Docs, dan Bamboozle,</em> serta pendampingan intensif selama empat sesi, program ini mendorong terciptanya pengalaman belajar yang lebih komunikatif dan bermakna. Evaluasi dilakukan melalui <em>pre</em> dan <em>post-test</em>, observasi, dan angket kepuasan mitra. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata dan pemahaman struktur Bahasa Inggris. Rata-rata nilai <em>pre-test</em> santri meningkat dari 63,69 menjadi 85,38 pada <em>post-test</em>, dengan peningkatan kompetensi sebesar 34,05%. Dari aspek afektif, 90% santri menyatakan pembelajaran berbasis aplikasi lebih menyenangkan dan membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara. Mitra juga menunjukkan kepuasan tinggi (skor 4,6 dari 5), terutama pada aspek kebermanfaatan program dan keberlanjutan. <strong>Kesimpulan:</strong> Secara keseluruhan, program ini berhasil menjembatani dunia pesantren dan era digital melalui pemanfaatan teknologi mobile yang humanis, inklusif, dan adaptif. Pembelajaran berbasis MALL terbukti efektif meningkatkan kompetensi bahasa, motivasi, dan kemandirian belajar santri dalam konteks pesantren. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berkelanjutan di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.</p> <p>_____________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong><strong>:</strong> Limited learning media, low student confidence in using English, and minimal use of mobile devices as learning tools are the background to this community service activity. Even though almost all students have smartphones that have great potential to be flexible, interesting learning tools, and in accordance with the learning styles of the digital generation. <strong>Objective:</strong> This Community Service Program aims to empower students at the Darun Najah Islamic Boarding School in Semarang through Mobile-Assisted Language Learning (MALL)-based English learning. <strong>Method:</strong> Through a series of vocabulary training activities, speaking training, interactive practice using the Wordwall, Duolingo, Padlet, Google Docs, and Bamboozle applications, as well as intensive mentoring for four sessions, this program encourages the creation of a more communicative and meaningful learning experience. Evaluation was carried out through pre-posttests, observations, and partner satisfaction questionnaires. <strong>Result: </strong>The analysis results showed a significant increase in vocabulary mastery and understanding of English structures. The average student pre-test score increased from 63.69 to 85.38 in the post-test, with an increase in competence of 34.05%. From an affective perspective, 90% of students stated that app-based learning was more enjoyable and helped improve their speaking confidence. Partners also showed high satisfaction (score 4.6 out of 5), especially regarding the program's usefulness and sustainability. <strong>Conclusion:</strong> Overall, this program successfully bridges the world of Islamic boarding schools and the digital era through the use of humanistic, inclusive, and adaptive mobile technology. MALL based learning has proven effective in improving students' language competency, motivation, and learning independence in the Islamic boarding school context. This program is expected to become a model for sustainable learning in religious-based educational environments.</p> <p><strong>Keywords:</strong> digital literacy, MALL, mobile learning, english language learning, empowerment</p>Testiana Deni WijayatiningsihDodi MulyadiRiana Eka BudiastutiAnjar SetiawanHana IzatunnajahYunita Putri MaulidinaOlivia Az ZahraKikan Laila Arinil Haque
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-31514046