UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC
<table width="661"> <tbody> <tr> <td width="119">Proceeding name</td> <td width="12">:</td> <td width="481"><strong>UNIMUS Web Conferences (UWC)</strong></td> </tr> <tr> <td width="119">Abbreviation</td> <td>:</td> <td width="481">UNIMUS Web Conf.</td> </tr> <tr> <td width="119">Frequency</td> <td>:</td> <td width="481">Annualy</td> </tr> <tr> <td width="119">DOI</td> <td>:</td> <td width="481">10.26714/uwc</td> </tr> <tr> <td width="119">Editor in Chief</td> <td>:</td> <td>Prof. Dr. Ir. Purnomo, S.T, M.Eng</td> </tr> <tr> <td width="119">Publisher</td> <td>:</td> <td width="481">Institute for Research and Community Service, Universitas Muhammadiyah Semarang</td> </tr> <tr> <td width="119">Indexing</td> <td>:</td> <td width="481"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=SKvNyD0AAAAJ&hl=id">[Google]</a> </td> </tr> <tr> <td width="119"> </td> <td> </td> <td width="481"> </td> </tr> </tbody> </table>en-US[email protected] (Prof. Dr. Ir. Purnomo, S.T, M.Eng)[email protected] (Dr. Didik Sumanto, S.KM, M.Kes (Epid))Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000OJS 3.3.0.8http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Kadar Protein, Zat Besi dan Tingkat Kesukaan Snack Bar Kacang Koro dengan Penambahan Daun Kelor
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/925
<p>Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama pada remaja putri. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui konsumsi makanan tinggi protein dan zat besi. Salah satu bahan pangan yang mengandung protein yaitu kacang koro dan daun kelor mengandung zat besi yang baik. Inovasi produk pangan berbasis bahan lokal kacang koro dan daun kelor menjadi alternatif yang potensial dalam bentuk <em>snack bar</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap kadar protein, zat besi dan tingkat kesukaan <em>snack bar</em> kacang koro. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (P0: 0%, P1: 5%, P2 :10% , P3 :15% daun kelor) dan enam kali ulangan. Analisis data meliputi uji ANOVA dan uji Friedman. Penentuan formulasi terbaik dilakukan dengan metode Bayes. Penambahan daun kelor secara signifikan meningkatkan kadar protein dan zat besi pada <em>snack bar.</em> P3 memiliki kandungan protein tertinggi (20,24%) dan zat besi tertinggi (8,04 mg). Namun, peningkatan kadar daun kelor menurunkan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur. Formulasi terbaik adalah P2 dengan 10% daun kelor berdasarkan kombinasi nilai gizi dan kesukaan panelis. Anjuran konsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein harian remaja putri yaitu 3 buah <em>snack bar</em> dan untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian remaja putri yaitu 2 buah <em>snack bar</em>, sehingga produk ini berpotensi sebagai alternatif camilan fungsional bergizi bagi remaja putri.</p> <p>___________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Anemia remains a significant health issue, particularly among adolescent girls. Prevention efforts can be made through the consumption of foods high in protein and iron. One food source that contains protein is sword bean while moringa are known for their high iron content. The development of food products based on local ingredients such as sword beans and moringa leaves presents a promising alternative in the form of snack bars. This study aimed to determine the effect of moringa leaf addition on the protein content, iron content, and acceptability of sword bean snack bars. This research was an experimental study using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments (P0: 0%, P1: 5%, P2: 10%, P3: 15% moringa leaves) and six replications. Data analysis included ANOVA and the Friedman test. The best formulation was determined using the Bayes method. The addition of moringa leaves significantly increased the protein and iron content of the snack bars. P3 had the highest protein content (20.24%) and iron content (8.04 mg). However, increasing the amount of moringa leaves reduced panelists’ preference scores for color, taste, aroma, and texture. The best formulation was P2 with 10% moringa leaves, based on a combination of nutritional value and panelist preference. The recommended intake to meet the daily protein requirement for adolescent girls is three snack bars, and two snack bars to meet their daily iron needs, making this product a potential nutritious functional snack alternative for adolescent girls.</em></p>Ica Nabilla, Addina Rizky Fitriyanti, Erma Handarsari, Nurhidajah Nurhidajah
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/925Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Perbedaan Hitung Jumlah Leukosit Menggunakan Antikoagulan EDTA dan Filtrat Daun Ketepeng (Cassia alata L)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/928
<p>Leukosit berperan penting dalam sistem imun manusia dan pemeriksaan jumlah leukosit sering dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan. Antikoagulan EDTA umum digunakan untuk mencegah pembekuan darah dalam pemeriksaan hematologi. Namun, penggunaan EDTA memiliki kelemahan, seperti menyebabkan nilai leukosit yang lebih rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil hitung jumlah leukosit menggunakan antikoagulan EDTA dengan filtrat daun ketepeng (Cassia alata L) diketahui memiliki kandungan alkaloid dan flavonoid yang berpotensi sebagai antikoagulan alami. Penelitian eksperimental ini menggunakan tiga perlakuan: EDTA, filtrat ketepeng 400 µL, dan 500 µL, masing-masing dengan 9 sampel darah. Penghitungan leukosit dilakukan secara manual menggunakan bilik hitung lalu dianalisis dengan uji ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil menunjukkan rata-rata jumlah leukosit tertinggi pada kelompok EDTA (7916,67 sel/mm³), kemudian filtrat 400 µL (6000 sel/mm³), dan terendah filtrat 500 µL (4261,11 sel/mm³). Terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara ketiga kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, filtrat daun ketepeng tidak dapat digunakan sebagai pengganti antikoagulan EDTA dalam pemeriksaan hitung jumlah leukosit karena menyebabkan penurunan jumlah leukosit yang signifikan.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Leukocytes play an important role in the human immune system and leukocyte counts are often performed to assess health conditions. EDTA anticoagulant is commonly used to prevent blood clotting in hematology tests. However, the use of EDTA has disadvantages, such as causing lower leukocyte values. Therefore, this study aims to compare the results of leukocyte counts using EDTA anticoagulant with ketepeng leaf filtrate (Cassia alata L) which is known to contain alkaloids and flavonoids that have the potential as natural anticoagulants. This experimental study used three treatments: EDTA, 400 µL ketepeng filtrate, and 500 µL, each with 9 blood samples. Leukocyte counting was carried out manually using a counting chamber and then analyzed using ANOVA and Post Hoc LSD tests. The results showed the highest average number of leukocytes in the EDTA group (7916.67 cells/mm³), then 400 µL filtrate (6000 cells/mm³), and the lowest 500 µL filtrate (4261.11 cells/mm³). There was a significant difference (p<0.05) between the three groups. Based on the results of the study, ketepeng leaf filtrate cannot be used as a substitute for EDTA anticoagulant in leukocyte count examination because it causes a significant decrease in leukocyte count.</em></p>Aliyah Diva Permatasari, Ragil Saptaningtyas, Gela Setya Ayu Putri, Budi Santosa
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/928Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Perbedaan Kadar Asam Urat Terhadap Lama Konsumsi Minuman Alkohol ≤ 1 Tahun dan > 1 Tahun
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/933
<p>Asam urat, produk sampingan metabolisme tubuh, seharusnya tidak hadir secara berlebihan. Karena pilihan gaya hidup yang buruk termasuk minum alkohol dan makan jeroan, penyakit ini, yang sering terjadi pada orang dewasa di atas 40 tahun, semakin umum terjadi pada orang muda. Kadar asam urat yang tinggi memicu nyeri sendi. Minum alkohol, terutama anggur dan bir, dapat meningkatkan kadar asam urat. Menemukan perbedaan kadar asam urat antara mereka yang mengonsumsi alkohol kurang dari setahun dan mereka yang telah mengonsumsinya selama lebih dari setahun adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini akan menggunakan desain penelitian analitik observasional. Empat puluh subjek laki-laki menjadi sampel. Point of Care Testing (POCT) digunakan untuk mengukur kadar asam urat. Ketika Shapiro-Wilk digunakan untuk menguji data untuk normalitas, hasilnya mengungkapkan distribusi yang tidak normal. Uji Mann-Whitney, sebuah uji non-parametrik, kemudian dilakukan. Berdasarkan data, konsumen alkohol yang telah mengonsumsi alkohol selama lebih dari satu tahun memiliki kadar asam urat yang tinggi (7,2 mg/dL). Terdapat perbedaan kadar asam urat antara peminum alkohol yang telah mengonsumsi alkohol kurang dari satu tahun dan mereka yang telah mengonsumsinya selama lebih dari satu tahun, berdasarkan hasil uji beda Mann-Whitney, yang menunjukkan nilai (Sig.) sebesar 0,000 dengan nilai signifikansi <0,05. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa terdapat variasi kadar asam urat yang cukup besar tergantung pada lamanya alkohol dikonsumsi.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>A metabolic byproduct of the body, uric acid should not be present in excess. Due to bad lifestyle choices including drinking alcohol and eating offal, this disease, which is often prevalent in adults over 40, is increasingly more common in young people. Elevated levels of uric acid induce joint pain. Drinking alcohol, particularly wine and beer, can raise uric acid levels. Finding the difference in uric acid levels between those who had consumed alcohol for less than a year and those who had consumed it for more than a year was the aim of this investigation. This study will employ an observational analytical research design. Forty male subjects made up the sample. Point of Care Testing (POCT) was used to measure the levels of uric acid. When Shapiro-Wilk was used to test the data for normality, the results revealed a non-normal distribution.</em> <em>The Mann-Whitney test, a non-parametric test, was then conducted. According to the data, alcohol consumers who had been drinking for more than a year had high uric acid levels (7.2 mg/dL). There is a difference in uric acid levels between alcohol drinkers who have consumed alcohol for less than a year and those who have consumed it for more than a year, according to the findings of the Mann Whitney difference test, which indicated a value (Sig.) of 0.000 with a significance value of <0.05. Therefore, it can be said that there is a considerable variance in uric acid levels depending on how long alcohol is consumed.</em></p>Intan Windi Anggraeni, Fitri Nuroini, Ragil Saptaningtyas
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/933Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Hubungan Antara Koping Spiritual dan Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Penderita Stroke
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/934
<p>Stroke merupakan merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian dunia. Dampak fisik dan psikologis pada pasien stroke membutuhkan waktu yang lama untuk bisa beradaptasi selama pemulihan, kondisi ini disebut resiliensi. Resiliensi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu koping spiritual dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara koping spiritual dan dukungan sosial terhadap resiliensi penderita stroke. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekran cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 100 responden dengan teknik konsekutif sampling. Hasil uji statistik Rank Spearman diperoleh p-value sebesar 0,000 untuk variabel koping spiritual dan resiliensi sehingga menunjukan adanya hubungan antara koping spiritual dengan resiliensi penderita stroke. Adapun diperoleh p-value sebesar 0,009 untuk variabel dukungan sosial dan resiliensi sehingga menunjukan adanya hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi penderita stroke. Peneitian ini mendapatkan hasil adanya hubungan antara koping spiritual dan dukungan social terhadap resiliensi pada penderita stroke.</p> <p>_____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Stroke is one of the health problems that is still a global concern. The physical and psychological impact on stroke patients requires a long time to adapt during recovery, this condition is called resilience. Resilience is influenced by several factors, namely spiritual coping and social support. This study aims to determine the relationship between spiritual coping and social support on the resilience of stroke patients. The research design used correlational analytics with a cross-sectional approach. The sample of this study were 100 respondents with consecutive sampling technique. The results of the Rank Spearman statistical test obtained a p-value of 0.000 for the spiritual coping and resilience variables so that it shows a relationship between spiritual coping and the resilience of stroke survivors. The p-value of 0.009 was obtained for the social support and resilience variables, thus showing a relationship between social support and the resilience of stroke survivors. This research found a relationship between spiritual coping and social support for resilience in stroke survivors</em><em>.</em></p>Katarina Rosita Juniati; Anna Kurnia; Khoiriyah Khoiriyah
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/934Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Potensi Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Sebagai Pewarna Alternatif Pengganti Eosin pada Pewarnaan Hematoxylin Eosin
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/936
<p>Hematoxylin eosin merupakan salah satu pewarnaan yang digunakan untuk pewarnaan histologi. Salah satu komponen hematoxylin eosin adalah eosin. Eosin sering digunakan tetapi memiliki sifat karsinogenik, sehingga perlu alternatif yang lebih aman bagi tubuh. Tujuan akhir penelitian ini untuk menganalisis kemampuan kulit buah naga untuk pewarna alternatif pengganti eosin pada pewarnaan hematoksilin eosin. Desain penelitiannya adalah eksperimental laboratorium, dengan objek penelitian berupa jaringan ginjal mencit. Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi kulit buah naga adalah etanol 96% dicampurkan dengan pengencer asam sitrat 10%. Pewarnaan jaringan dilakukan dengan menggunakan ekstrak tersebut dan dibandingkan dengan pewarnaan eosin sebagai kontrol. Hasl dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pewarnaan dengan ekstrak kulit buah naga merah kurang optimal. Skor pewarnaan untuk inti sel adalah tidak baik (skor 1), sedangkan sitoplasma mendapatkan skor kurang baik (skor 2). Analisis data menggunakan <em>kruskal walllis</em> diperoleh hasil p 0.000 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada kualitas pewarnaan pada kelompok perlakuan, dilanjutkan uji <em>mann whitney</em>. Pada uji ini terdapat perbedaan signifikan (p<0.05) pada kelompok perlakuan dengan eosin terhadap kelompok ekstrak 40%, 45% dan 50%. Pada kelompok ekstrak 40%, 45% dan 50% menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan (p >0.05). Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga dengan pengencer asam sitrat 10% tidak berpotensi sebagai pengganti eosin pada pewarnaan hematoksilin eosin.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Hematoxylin and eosin is one of the stains used for histological staining. One component of hematoxylin eosin is eosin. Eosin is often used but has carcinogenic properties, so a safer alternative for the body is needed. The ultimate goal of this study is to analyze the ability of dragon fruit peel to be used as an alternative stain to replace eosin in hematoxylin and eosin staining. The research design was a laboratory experiment, with mouse kidney tissue as the research object. The solvent used for dragon fruit skin extraction was 96% ethanol mixed with 10% citric acid diluent. Tissue staining was performed using this extract and compared with eosin staining as a control. The results of this study showed that the staining quality with red dragon fruit skin extract was less than optimal. The staining score for the cell nucleus was poor (score 1), while the cytoplasm received a less-than-satisfactory score (score 2). Data analysis using Kruskal-Wallis yielded a p-value of 0.000, indicating a significant difference in dyeing quality among the treatment groups, followed by a Mann-Whitney test. This test revealed a significant difference (p<0.05) between the eosin treatment group and the 40%, 45%, and 50% extract groups. The 40%, 45%, and 50% extract groups showed no significant difference (p > 0.05). This study concluded that the ethanol extract of dragon fruit peel with 10% citric acid diluent does not have the potential to replace eosin in hematoxylin-eosin staining.</em></p>Fani Rahmawati, Meutia Srikandi Fitria
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/936Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Potensi Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Sebagai Pewarna Alternatif Pengganti Eosin pada Pewarnaan Hematoxylin Eosin Terhadap Sediaan Jaringan Hepar Mencit
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/940
<p>Salah satu contoh sediaan histologi adalah jaringan hepar mencit. Metode pewarnaan yang dapat digunakan untuk mewarnai sediaan histologi adalah eosin. Larutan <em>methylene blue</em> dan eosin yang memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Penelitian ini menggunakan ekstrak kulit buah naga merah <em>(Hylocereus costaricensis)</em> sebagai pewarna alternatif karena memiliki kandungan antosianin dan betasianin yang dapat menghasilkan warna seperti eosin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas hasil pewarnaan preparat jaringan hepar mencit menggunakan ekstrak kulit buah naga merah <em>(Hylocereus costaricensis)</em> sebagai pewarna alternatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian <em>cross sectional</em> dengan metode pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara ekstraksi maserasi dan evaporasi. Sampel berasal dari jaringan hepar mencit yang kemudian dibuat menjadi 28 preparat dengan 4 perlakuan yaitu eosin dan ekstrak kulit buah naga merah konsentrasi 40%, 45% dan 50%. Hasil pewarnaan menggunakan pewarna alami didapatkan hasil kualitas pewarnaan yaitu skor 1 (tidak baik) pada inti sel dan skor 2 (kurang baik) untuk sitoplasma. Berdasarkan uji statistik <em>Kruskal-Wallis</em> menunjukkan adanya perbedaan (<em>p value</em> 0.000) kualitas pewarnaan kelompok eosin dan variasi konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah. Nilai <em>mean rank</em> (11.00) pada kelompok konsentrasi jauh dari nilai <em>mean rank</em> kontrol (25.00) menunjukkan bahwa kualitas sediaan pada kelompok konsentrasi tidak baik dibandingkan eosin. Pewarna alternatif dari ekstrak kulit buah naga merah belum bisa menggantikan eosin untuk pewarnaan histologi jaringan hepar mencit.</p> <p>_____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>One example of a histological preparation is mouse liver tissue. Eosin is a staining method that can be used to stain histological preparations. Methylene blue and eosin solutions have negative effects on health. This study used red dragon fruit peel extract (Hylocereus costaricensis) as an alternative dye because it contains anthocyanins and betacyanins that can produce colors similar to eosin. The purpose of this study was to determine the quality of staining results of mouse liver tissue preparations using red dragon fruit peel extract (Hylocereus costaricensis) as an alternative dye. This study was an experimental study with a cross-sectional design, and the extract was prepared using maceration and evaporation. The samples were taken from mouse liver tissue, which was then made into 28 preparations with 4 treatments, namely eosin and red dragon fruit peel extract at concentrations of 40%, 45%, and 50%. The staining results using natural dyes showed a staining quality score of 1 (poor) in the cell nucleus and a score of 2 (fair) in the cytoplasm. Based on the Kruskal-Wallis statistical test, there was a difference (p value 0.000) in the staining quality between the eosin group and the red dragon fruit peel extract concentration variation group. The mean rank value (11.00) in the concentration group was far from the mean rank value of the control (25.00), indicating that the quality of the preparation in the concentration group was not as good as eosin. The alternative dye from red dragon fruit peel extract cannot yet replace eosin for histological staining of mouse liver tissue.</em></p>Audy Siska Nabila, Meutia Srikandi Fitria
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/940Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Hubungan Unsafe Action, Unsafe Condition, dan Pengawasan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja di Industri Furniture
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/943
<p>Kecelakaan kerja adalah kejadian tak terduga yang terjadi dalam proses kerja dan dapat menyebabkan kerugian waktu, materi, atau bahkan nyawa. Industri <em>Furniture</em> X adalah perusahaan yang bergerak di bidang <em>furniture</em>, dalam proses produksinya, perusahaan ini memiliki lima proses kerja, yaitu pemotongan bahan baku, pengeringan kayu, pembentukan pola menggunakan mesin dan perakitan, pewarnan kayu serta pemeriksaan akhir dan pengemasan. Setiap aktivitas di masing-masing proses produksi tersebut memiliki potensi bahaya yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan <em>Unsafe Action, Unsafe Condition</em> dan Pengawasan dengan kejadian kecelakaan kerja di industri <em>Furniture</em>. Penelitian ini sifatnya kuantitatif, menerapkan desain studi cross-sectional serta pendekatan analitis observasional. Sampel sejumlah 70 pekerja yang diambil menggunakan teknik total sampling kues. Pengumpulan data pada variabel <em>unsafe action</em> menggunakan lembar kuesioner dan wawancara dengan 25 pertanyaan, skor diberikan 0-3, kemudian dikategorian tidak aman (≤67) dan aman (≥67) variabel <em>unsafe condition</em> menggunakan kuioner dan wawancara dengan 30 pertanyaan, skor 0-3, dikategorikan tidak aman (≤61) dan aman (≥61). Variabel pengawasan mengunakan lembar kuesioner dan wawancara dengan 30 pertanyaan, skor 1-4, dikategorigan tidak rutin (≤97) dan rutin (≥97).. Analisis data menerapkan analisis univariat serta bivariat dengan uji chi square. Responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebesar 45,7%. Demikian pula, <em>unsafe action</em> dikategorigan tidak aman sebesar 48,6%, responden dengan <em>unsafe condition</em> kategori tidak aman sebesar 37,1%, responden dengan pengawasan kategori tidak rutin sebesar 30,0%. Uji chi-square <em>unsafe action</em> (p = 0,004), <em>unsafe condition</em> (p=0,626), dan pengawasan (p=296). <em>unsafe action</em> berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja, sedangkan <em>unsafe condition</em> dan pengawasan tidak berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Work accidents are unexpected events that occur during work processes and can cause loss of time, material, or even lives. Furniture Industry X is a company engaged in the furniture sector, which has five work processes in its production: raw material cutting, wood drying, pattern shaping using machines, assembly, wood painting, and final inspection and packaging. Each activity in these production processes has potential hazards that can lead to work accidents. This research aims to understand the relationship between Unsafe Action, Unsafe Condition, and Supervision with the occurrence of work accidents. This research is quantitative, using a cross-sectional study design and an observational analytical approach. A sample of 70 workers was taken using total sampling technique. Data collection on the unsafe action variable used a questionnaire and interview sheet with 25 questions, a score was given 0-3, then categorized as unsafe (≤67) and safe (≥67), the unsafe condition variable used a questionnaire and interview with 30 questions, a score of 0-3, categorized as unsafe (≤61) and safe (≥61). The supervision variable used a questionnaire and interview sheet with 30 questions, a score of 1-4, categorized as non-routine (≤97) and routine (≥97).. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Respondents who had experienced workplace accidents accounted for 45.7%. Similarly, unsafe actions were classified as unsafe at 48.6%. In addition, respondents with an unsafe condition category amounted to 37.1%. Furthermore, respondents with an irregular supervision category accounted for 30.0%. The chi-square test for unsafe action (p = 0.004), unsafe condition (p = 0.626), supervision (p=296). unsafe actions are related to workplace accidents, whereas unsafe conditions and supervision are not related to workplace accidents.</em></p>Inka Della Nur Zaini Putri, Ulfa Nurullita, Zoky Abady Harahap
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/943Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Deteksi Dini Upaya Pencegahan Anemia Ringan pada Kehamilan Trimester Tiga Melalui Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/946
<p>Anemia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang sering terjadi dan dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin, terutama jika tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Deteksi dan penanganan anemia secara berkelanjutan dapat dilakukan melalui pendekatan asuhan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (COC). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model asuhan COC dalam deteksi dini dan penanganan anemia ringan pada kehamilan trimester tiga. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan COC yang dilaksanakan di PMB Hj. Halimatus Sa’diyah, Benua Anyar, Banjarmasin Timur pada bulan September hingga Desember 2024. Subjek penelitian adalah Ny. A, ibu hamil trimester tiga dengan anemia ringan yang bersedia mengikuti seluruh rangkaian asuhan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi asuhan kebidanan. Anemia ringan pada Ny. A terdeteksi saat usia kehamilan 36 minggu dengan kadar hemoglobin 10,6 g/dL. Intervensi yang diberikan meliputi pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), konseling gizi, edukasi tanda bahaya kehamilan, dan keterlibatan keluarga dalam mendukung kepatuhan konsumsi TTD. Hasil tindak lanjut menunjukkan peningkatan kadar Hb, persalinan spontan tanpa komplikasi, serta kondisi bayi lahir sehat dengan berat dan panjang badan normal. Masa nifas berlangsung tanpa komplikasi dan ibu mendapat edukasi terkait laktasi dan nutrisi. Penerapan asuhan COC terbukti efektif dalam deteksi dini dan penanganan anemia ringan pada trimester ketiga kehamilan, serta mencegah komplikasi pada ibu dan bayi. Model ini juga memperkuat hubungan terapeutik, kepatuhan terapi, dan kualitas pelayanan kebidanan secara menyeluruh.</p> <p><strong>_____________________________________________________________________</strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Anemia is one of the most common pregnancy complications and can endanger the health of the mother and fetus, especially if not detected and treated early. Continuous detection and treatment of anemia can be done through a continuous midwifery care approach or Continuity of Care (COC). This study aims to evaluate the effectiveness of the implementation of the COC care model in early detection and treatment of mild anemia in the third trimester of pregnancy. This study is a descriptive case study with a COC approach implemented at PMB Hj. Halimatus Sa'diyah, Benua Anyar, East Banjarmasin from September to December 2024. The subject of the study was Mrs. A, a third trimester pregnant woman with mild anemia who was willing to follow the entire series of care. Data collection was carried out through interviews, observations, physical examinations, and documentation of midwifery care. Mild anemia in Mrs. A was detected at 36 weeks of gestation with a hemoglobin level of 10.6 g/dL. The interventions provided included the provision of Iron Tablets (ITP), nutritional counseling, education on pregnancy danger signs, and family involvement in supporting compliance with ITP consumption. The follow-up results showed an increase in Hb levels, spontaneous delivery without complications, and healthy babies with normal weight and length. The postpartum period did not experience complications and the mother received education related to lactation and nutrition. The implementation of COC care has been proven effective in early detection and treatment of mild anemia in the third trimester of pregnancy, as well as preventing complications in the mother and baby. This model also strengthens the therapeutic relationship, therapy compliance, and the overall quality of midwifery services.</em></p>Selvia Hanifa
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/946Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Deteksi Dini Upaya Pencegahan Infeksi Post Partum dengan Continuity Of Care (COC)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/950
<p>Sebesar 25-55% kematian ibu disebabkan oleh kejadian Infeksi Post Partum. Tingkat kejadian infeksi pada masa nifas sangat dipengaruhi oleh kebersihan pribadi ibu pasca persalinan (58%), kepatuhan terhadap prosedur aseptik selama proses persalinan (25,7%), dan insiden ketuban pecah dini (16,3%).Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya deteksi dini tanda dan gejala Infeksi Postpartum melalui Asuhan <em>COC.</em> Mendeteksi dini tanda dan gejala kejadian infeksi post partum melalui penerapan asuhan Continuity Of Care(COC). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus yang dilakukan untuk mengeksplorasi upaya pencegahan infeksi postpartum dengan pendekatan asuhan kebidanan <em>Continuty Of Care </em>(COC). Asuhan kebidanan <em>Continuty Of Care </em>(COC) diberikan sebagai salah satu upaya penanganan dini terhadap gejala awal infeksi postpartum. Pada kunjungan nifas ditemukan adanya keluhan berupa rasa gatal dan lembab dan pada pemeriksaan objektif menunjukkan adanya kemerahan pada labia mayora yang mengindikasikan tanda awal infeksi. Setelah dilakukan intervensi berupa pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai perawatan personal hygiene dan pencegahan infeksi pada masa nifas, kondisi ibu menunjukkan perbaikan. Hasil ini menunjukkan bahwa deteksi dini dan penanganan dengan pendekatan Asuhan Continuity Of Care (COC) efektif dalam mencegah perkembangan infeksi postpartum. Asuhan <em>Continuity Of Care </em>(COC) yang diberikan pada Ny. F menunjukkan bahwa asuhan yang diberi secara berkesinambungan efektif dalam mendeteksi dini dan mencegah infeksi postpartum. Gejala awal berhasil dikenali pada kunjungan nifas kedua dan ditangani melalui edukasi kebersihan, nutrisi, dan istirahat. Kondisi membaik pada kunjungan berikutnya, membuktikan bahwa COC merupakan strategi preventif yang efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu nifas dan mencegah komplikasi yang lebih lanjut khususnya pada kejadian infeksi postpartum.</p>Shofura Ghoida Mutmainah
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/950Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Deteksi Dini dan Penanganan Awal Masalah Infeksi Tali Pusat Bayi Baru Lahir dengan melakukan Continuity of Care Studi kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Kota Banjarmasin
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/952
<p>Infeksi tali pusat merupakan salah satu penyebab utama yang sering mengakibatkan morbiditas dan mortalias neonatal, terutama disebabkan perawatan tali pusat yang tidak higienis dan bersih, sehingga menyebabkan risiko terjadinya infeksi berat seperti sepsis dan kematian. Penelitian ini menggunakan metode dengan desain deksriptif studi kasus yang dilaksanakan di praktik mandiri bidan N Banjarmasin dengan pendekatan asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) yang berfokus pada masalah Infeksi tali pusat pada bayi baru lahir. Asuhan kebidanan berkesinambungan untuk seluruh perjalanan dari hamil, persalinan, nifas, menyusui, hingga perawatan bayi baru lahir adalah bahwa pendekatan yang terkoordinasi, berfokus pada kebutuhan individual dan melibatkan komunikasi efektif antara ibu, keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal dan pengalaman yang positif. Masalah Infeksi tali pusat dapat ditatalaksana dengan baik. Asuhan kebidanan yang menerapkan prinsip Continuity of Care telah diberikan pada ibu hamil, ibu yang melahirkan, ibu pada masa nifas, bayi baru lahir (BB), serta dalam program keluarga berencana (KB) dengan menerapkan pendekatan manajemen kebidanan. Masalah dapat terdeteksi sejak dini dan diatasi dengan tatalaksana yang tepat.</p> <p>_____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Umbilical cord infection is one of the main causes that often results in neonatal morbidity and mortality, especially due to unhygienic and unsanitary umbilical cord care, which causes the risk of severe infections such as sepsis and death. This study uses a descriptive case study design method carried out in the independent practice of midwife N Banjarmasin with a Continuity of Care (COC) midwifery care approach that focuses on the probem of umbilical cord infection in newborns. Continuous midwifery care for the entire journey from pregnancy, childbirth, postpartum, breastfeeding, to newborn care is that a coordinated approach, focused on individual needs and involving effective communication between mothers, families and health workers is very important to achieve optimal health outcomes and positive experiences. Umbilical cord infection probems can be managed well. Midwifery care that applies the Continuity of Care principle has been given to pregnant women, mothers who have given birth, mothers in the postpartum period, newborns (BB), and in family planning (KB) programs by implementing a midwifery management approach. Probems can be detected early and addressed with appropriate management</em><em>.</em></p>Virna Sa’diah, Afiatun Rahmah, Suryati Suryati
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/952Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Penerapan Metode Relaksasi Napas Dalam Terhadap Ny. N untuk Mengurangi Tingkat Nyeri pada Ibu Bersalin dengan Continuity of Care
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/954
<p>Setiap wanita merasakan nyeri saat proses persalinan, nyeri saat persalinan merupakan nyeri yang paling berat dikehidupan setiap wanita. Lebih dari 90% wanita merasakan nyeri persalinan. Untuk memastikan bagaimana teknik pernapasan dalam dan relaksasi memengaruhi tingkat nyeri selama tahap I persalinan aktif di Praktik Bidan Independen. Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) mulai dari asuhan hamil, bersalin, nifas, dan asuhan bayi baru lahir, yang berfokus pada asuhan kebidanan ibu bersalin di PMB Norita Dahlia dengan teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri ibu bersalin kala 1. Setelah dilakukan penerapan relaksasi napas dalam ibu menjadi lebih tenang dan rasa nyeri yang di rasakan berkurang, serta proses persalinan berjalan dengan nyaman dan lebuh cepat. Asuhan kebidanan COC diberikan pada ibu bersalin di PMB Norita Dahlia berjalan dengan lancar, tanpa komplikasi, mulai dari kehamilan, bayi baru lahir dan nifas. Proses persalinan dengan relaksasi napas dalam terbukti efektif mengurangi nyeri pada kala I fase aktif serta mempercepat proses persalinan, sehingga ibu dapat melalui proses bersalin dengan lebih nyaman dan aman. Seluruh hasil pemeriksaan dalam batas normal, mendakan keberhasilan penerapan asuhan COC.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Every woman feels pain during labor, labor pain is the most severe pain in every woman's life. More than 90% of women feel labor pain. To ascertain how deep breathing and relaxation techniques affect the level of pain during stage I active labour at the Independent Midwife Practice. Continuity of Care (COC) midwifery care starting from pregnancy, labor, postpartum, and newborn care, which focuses on midwifery care for mothers in labor at PMB Norita Dahlia with deep breathing relaxation techniques to reduce the intensity of pain in mothers in labor stage I. After the application of deep breathing relaxation, the mother became calmer and the pain felt was reduced, and the labor process was comfortable and fast. COC midwifery care was provided to mothers in labor at PMB Norita Dahlia smoothly, without complications, starting from pregnancy, newborns and postpartum. The labor process with deep breathing relaxation has been proven effective in reducing pain in the first active phase and accelerating the labor process, so that mothers can undergo the labor process more comfortably and safely. All examination results were within normal limits, indicating the success of the implementation continuity of care</em><em>.</em></p>Siti Raudah, Zaiyidah Fathony, Yenny Okvitasari, Pratiwi Puji Lestari, Rizki Amalia
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/954Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Deteksi Dini Upaya Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Kehamilan Trimester Tiga Melalui Asuhan Continuity of Care (COC) : Studi Kasus Pada Ny. H di Wilayah Puskesmas Sungai Bilu Kota Banjarmasin
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/929
<p><strong>Latar Belakang :</strong> Kekurangan Energi Kronis (KEK) berdampak terhadap kesehatan ibu hamil dan bayi,dampak terjadi pada ibu hamil bisa meningkatkan risiko anemia,pendarahan dan peningkatan risiko persalinan prematur atau sulit. Pada persalinan dapat meningkatkan risiko persalinan sulit dan lama, serta peningkatan risiko pendarahan setelah persalinan. Sedangkan, pada bayi berdampak melahirkan anak yang mengalami stunting. <strong>Metode :</strong> Penelitian ini menggunakan metode dengan desain deskriptif studi kasus yang dilaksanakan di praktik mandiri bidan Winda Maolinda Banjarmasin dengan pendekatan asuhan kebidanan Continuity Of Care (COC) yang berfokus pada masalah Kekurangan Energi Kronik pada kehamilan trimester tiga. <strong>Hasil :</strong> Asuhan kebidanan yang berkelanjutan mencakup seluruh tahap, mulai dari masa kehamilan, proses persalinan, periode nifas, hingga pemilihan alat kontrasepsi. Pendekatan ini sangat penting karena bersifat terkoordinasi, berorientasi pada kebutuhan individu, dan melibatkan komunikasi yang tepat antara ibu, keluarga, serta tenaga kesehatan, sehingga dapat mencapai hasil kesehatan yang optimal dan pengalaman yang positif. Penanganan terhadap masalah Kekurangan Energi Kronik kehamilan trimester tiga dapat dilakukan dengan efektif. <strong>Kesimpulan : </strong>Ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) cenderung banyak mengalami anemia pada masa kehamilan,dilakukannya penerapan asuhan Continuity Of Care (COC) efektif dalam mendeteksi dini terjadinya kekurangan energi kronik serta menghindari terjadinya komplikasi pada ibu maupun bayi.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background: </em></strong><em>Chronic Energy Deficiency (CED) has an impact on the health of pregnant women and babies, the impact on pregnant women can increase the risk of anemia, bleeding and increased risk of premature or difficult labor. In labor, it can increase the risk of difficult and long labor, as well as increased risk of bleeding after labor. Meanwhile, in babies, it has an impact on giving birth to children who experience stunting. <strong>Method:</strong> This study used a method with a descriptive case study design conducted at the independent practice of midwife Winda Maolinda Banjarmasin with a Continuity Of Care (COC) midwifery care approach that focuses on the problem of Chronic Energy Deficiency in the third trimester of pregnancy. <strong>Results:</strong> Continuous midwifery care covers all stages, from pregnancy, childbirth, postpartum, to the selection of contraceptives. This approach is very important because it is coordinated, oriented to individual needs, and involves good communication between the mother, family, and health workers, so that optimal health outcomes and positive experiences can be achieved. Handling of Chronic Energy Deficiency in the third trimester of pregnancy can be done effectively. <strong>Conclusion:</strong> Pregnant women who experience Chronic Energy Deficiency (CED) tend to experience anemia during pregnancy. Implementing Continuity of Care (COC) is effective in early detection of chronic energy deficiency and avoiding complications in both the mother and the baby.</em></p>Maimunah Maimunah
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/929Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Deteksi Dini dan Penanganan Awal Anemia Ringan pada Kehamilan di Trimester III Dengan Melakukan Asuhan Kebidanan Continuity of Care(COC): Studi Kasus di Wilayah Puskesmas Kayu Tangi Kota Banjarmasin
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/932
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Kejadian anemia di dunia menduduki urutan ketiga dengan prevalensi anemia ibu hamil 74%. Data survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023 bahwa prevalensi anemia di Indonesia pada ibu hamil sebesar 27,7%. Apabila dibandingkan data Riskesdas 2018 menunjukan penurunan sebesar 21,2%, dari 48,9% menjadi 27,7%. Sedangkan Angka kejadian anemia pada ibu hamil di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022 sebesar 18,30% dan 2023 sebesar 20,01%. <strong>Tujuan penelitian:</strong> Upaya mencegah terjadinya anemia ibu hamil dengan cara mendeteksi dini serta penanganan awal yang bisa dilakukan secara bersama-sama dengan ibu untuk mengurangi tingakat anemia. <strong>Metode:</strong> Penelitian studi kasus ini untuk mengeksplorasi asuhan kebidanan pada ibu hamil berfokus masalah anemia pada kehamilan di trimester III. <strong>Hasil:</strong> Asuhan kebidanan kehamilan Continuity of Care dilakukan penulis sebanyak 4 kali kunjungan didapatkan hasil temuan masalah Hb pasien pada kunjungan pertama 11.1 g/dl menunjukkan batas normal. Pada kunjungan seterusnya Hb pasien menurun menjadi 10.6 g/dl menandakan Hb pasien dibawah batas normal ibu hamil. Penulis menganjurkan pasien untuk makan sayur setiap hari dengan beragam jenis, mengurangi minum teh serta menganjurkan minum table Fe 2 kali sehari. <strong>Kesimpulan:</strong> Harapan penulis jika kemudian petugas kesehatan menemukan kasus anemia pada kehamilan. Agar bisa lebih konsisten dalam melakukan pemantauan mulai dari pemeriksaan cek Hb rutin dan pemeriksaan fisik khusus ibu hamil serta penatalaksaam pemberian tablet Fe yang harus diminum setiap hari.</p> <p>_______________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background: </em></strong><em>The incidence of anemia in the world ranks third, with a prevalence of anemia in pregnant women at 74%. The 2023 Indonesian Health Survey (SKI) data shows the prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia at 27.7%. Compared to the 2018 Riskesdas data, this indicates a decrease of 21.2%. The incidence of anemia in pregnant women in South Kalimantan Province was 18.30% in 2022 and 20.01% in 2023. <strong>Purpose of the study:</strong> As an effort to prevent anemia in pregnant women by early detection and initial treatment that can be done together with the mother to reduce the levels of anemia. <strong>Methods:</strong> To explore the midwifery care of pregnant women that focuses on the issue of pregnancy anemia in the third trimester. <strong>Result:</strong> Midwifery care provided by the author consisted of 4 visits. The initial visit indicated the patient's Hb level at 11.1 g/dl, which is normal for pregnant women. During subsequent visits, the patient's Hb level dropped to 10.6 g/dl, indicating a below-normal level for pregnant women. The author suggested that the patient consume vegetables daily, reduce tea consumption, and take folic acid daily. <strong>Conclusion:</strong> Author's hope is that when encountering cases of anemia during pregnancy, there can be more consistency in monitoring, starting from routine Hb tests and physical examinations specifically for pregnant women, as well as the daily intake of iron tablets.</em></p>Apriati Apriati
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/932Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Perbandingan Kualitas Pewarnaan Hematoxylin Eosin Jaringan Hepar Tikus Wistar pada Proses Deparafinisasi Menggunakan Sacha Inchi Oil (Plukenetia volubilis)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/938
<p>Pewarnaan histologi umumnya memerlukan tahap deparafinisasi untuk penghilangan parafin menggunakan <em>xylol</em> sebagai standar emas. Namun, <em>xylol </em>memiliki kekurangan diantaranya bersifat toksik, berbahaya bagi tubuh manusia, dan tidak ramah lingkungan. Diperlukan bahan alternatif pengganti <em>xylol </em>yang lebih aman. Senyawa <em>α</em><em>-pinene, sabinene, limonene, aristolene, cycloartenol, 24-methylene cycloartenol, lanosterol, </em><em>β</em><em>-sitosterol, stigmasterol, campersterol,</em> dan <em>phytol </em>dalam <em>Sacha Inchi Oil</em> bersifat non-polar, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif <em>xylol.</em> Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kualitas pewarnaan <em>Hematoxylin Eosin</em> jaringan hepar tikus wistar menggunakan <em>Sacha Inchi Oil</em> dengan dan tanpa pemanasan sebagai agen deparafinisasi. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan sampel preparat jaringan hepar tikus wistar. Besar sampel dihitung dengan rumus Federer, didapatkan total sampel 38 preparat yang terbagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu <em>Sacha Inchi Oil</em> dengan dan tanpa pemanasan,<em> xylol</em> dan pemanasan kering oven 60ºC sebagai kontrol pembanding. Hasil skoring kualitas pewarnaan berdasarkan inti sel, sitoplasma, dan keseragaman warna yang dideparafinisasi dengan <em>xylol</em> dan <em>Sacha Inchi Oil</em> tanpa pemanasan didapatkan hasil 100% baik, deparafinisasi dengan <em>Sacha Inchi Oil </em>dengan pemanasan didapatkan hasil 93.75 % baik. Uji normalitas <em>Saphiro Wilk </em>didapatkan data tidak terdistribusi normal (p<0,05), data dilanjutkan dengan uji <em>Mann Whitney U</em> diperoleh hasil tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan <em>Sacha Inchi Oil</em> dengan dan tanpa pemanasan sebagai agen deparafinisasi (p>0,05). Kesimpulan <em>Sacha Inchi Oil</em> efektif digunakan sebagai agen deparafinisasi pada pewarnaan <em>Hematoxylin Eosin.</em></p> <p><strong><em>_______________________________________________________________________________________________</em></strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Deparaffinization is a crucial step in histological staining, commonly using xylene as the gold standard. However, xylene is toxic, hazardous to health, and environmentally unfriendly, prompting the need for safer alternatives. Sacha Inchi Oil contains non-polar compounds such as α-pinene, limonene, and phytosterols, making it a potential substitute. This study aimed to compare the quality of Hematoxylin-Eosin staining on Wistar rat liver tissue using Sacha Inchi Oil with and without heating as a deparaffinization agent. An experimental design was employed with 38 liver tissue slides, divided into four groups: Sacha Inchi Oil with heating, without heating, xylene, and dry oven heating (60°C) as controls. Staining quality was evaluated based on nuclear detail, cytoplasmic clarity, and color uniformity. All treatments, including Sacha Inchi Oil and xylene, showed 100% good staining results. Saphiro-Wilk test indicated non-normal distribution (p < 0.05), and further analysis using the Mann-Whitney U test showed no significant difference between heated and non-heated Sacha Inchi Oil groups (p > 0.05). In conclusion, Sacha Inchi Oil is effective as an alternative deparaffinizing agent in Hematoxylin-Eosin staining, with or without the application of heat.</em></p>Ayasha Reina Metalia Nafiah, Fitri Nuroini
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/938Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Produksi Media Spin Health Sebagai Upaya Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe II Untuk Remaja
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/939
<p>Remaja usia 12–15 tahun merupakan kelompok rentan terhadap perilaku hidup tidak sehat yang berisiko menimbulkan Diabetes Mellitus Tipe II (DMT2). Edukasi kesehatan yang ada sering kali kurang menarik bagi remaja sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi media edukasi Spin Health sebagai upaya pencegahan DMT2 pada remaja. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian meliputi 12 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Semarang yang dipilih secara purposive sampling. Tahapan penelitian mencakup analisis kebutuhan, perancangan media, validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta uji coba skala kecil dengan pre-test, post-test, Focus Group Discussion (FGD), dan angket respon siswa. Hasil validasi menunjukkan skor 88% dari ahli materi dan 96% dari ahli media, keduanya berkategori “sangat layak”. Uji coba terbatas memperoleh rata-rata respon siswa sebesar 92,7% (kategori sangat menarik). Terdapat peningkatan pengetahuan, ditunjukkan dengan seluruh responden (100%) berada pada kategori baik (≥80) pada post-test, dibandingkan sebelum intervensi. Siswa menilai media ini menyenangkan, mudah dipahami, serta memotivasi untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Spin Health juga terbukti meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam diskusi. Kesimpulan, Spin Health layak dan efektif sebagai media edukasi interaktif dalam pencegahan DMT2 pada remaja, sekaligus dapat menjadi alternatif inovatif dari metode konvensional yang kurang menarik.</p> <p>___________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Adolescents aged 12–15 years are a vulnerable group to unhealthy lifestyles that increase the risk of Type II Diabetes Mellitus (T2DM). Conventional health education methods are often less engaging for adolescents, thus requiring innovative and interactive learning media. This study aimed to develop and evaluate Spin Health, an educational media designed to prevent T2DM among adolescents. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The subjects were 12 eighth-grade students of SMP Muhammadiyah 3 Semarang, selected through purposive sampling. The stages included needs assessment, media design, validation by material and media experts, and small-scale trials involving pre-test, post-test, Focus Group Discussion (FGD), and student response questionnaires. The validation results showed scores of 88% from the material expert and 96% from the media expert, both categorized as “highly feasible.” The small-scale trial revealed an average student response of 92.7% (very interesting category). Knowledge improvement was evident, with all respondents (100%) reaching the “good” category (≥80) in the post-test, compared to lower levels before the intervention. Students reported that Spin Health was enjoyable, easy to understand, and motivating in fostering health awareness, while also promoting active participation during discussions. In conclusion, Spin Health is feasible and effective as an interactive educational media for the prevention of T2DM among adolescents and serves as an innovative alternative to conventional methods that are less engaging.</em></p>Kaila Afif Nadzira, Nurina Dyah Larasaty, Trixie Salawati
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/939Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Deteksi Dini dan Penanganan Awal Pre Eklampsia Berat dengan Melakukan Asuhan Kebidanan Continuity of Care Pada Ny. M di Wilayah Puskesmas Kayu Tangi Kelurahan Sungai Miai Kecamatan Banjarmasin Utara Provinsi Kalimantan Selatan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/942
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Pre eklampsia merupakan pemicu kematian ibu serta perinatal baik di negara maju ataupun negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO), kurang lebih 585. 000 ibu meninggal tiap tahun sepanjang kehamilan ataupun persalinan diakibatkan oleh preeklampsia serta eklampsia. Insidensi Preeklampsia di negara berkembang berkisar antara 1:100 sampai 1:1700. Di negara maju prevalensi Preeklampsia berkisar antara 6% sampai 7%. <strong>Tujuan Penelitian:</strong> Tujuan studi kasus ini untuk membuktikan metode Continuity of Care dapat efektif untuk deteksi dini dan penanganan awal pre eklampsia berat pada ibu hamil. <strong>Metode:</strong> Penelitian studi kasus ini untuk mengeksplorasi asuhan kebidanan pada ibu hamil yang berfokus pada deteksi dini dan penanganan awal preeklampsia. <strong>Hasil:</strong> Asuhan kebidanan pada Ny.M didapatkan diagnosis preeklampsia, ditandai dengan faktor resiko IMT (Indeks Masa Tubuh), bengkak pada ekstremitas, protein urine positif 1(+), sakit kepala, dan gejala MAP (Mean Arterial Pressure) diatas normal. Sehingga, penulis menganjurkan untuk merendam kaki yang bengkak dengan air hangat, serta memberikan konseling tentang tanda bahaya kehamilan trimester 3. <strong>Kesimpulan:</strong> Penting bagi tenaga kesehatan untuk lebih teliti dalam mengidentifikasi masalah kehamilan, serta penting juga bagi klien untuk rutin memeriksakan kehamilan agar komplikasi dapat terdeteksi lebih awal dan pelayanan optimal<em>.</em></p> <p>_________________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Preeclampsia is a trigger for maternal and perinatal death in both developed and developing countries. According to the World Health Organization (WHO), approximately 585,000 mothers die each year during pregnancy or childbirth due to preeclampsia and eclampsia. The incidence of preeclampsia in developing countries ranges from 1:100 to 1:1700. In developed countries, the prevalence of preeclampsia ranges from 6% to 7%. <strong>Research Objective:</strong> The purpose of this case study is to prove that the Continuity of Care method can be effective for early detection and early treatment of severe preeclampsia in pregnant women. <strong>Methods:</strong> This case study research is to explore midwifery care for pregnant women that focuses on early detection and early treatment of preeclampsia. <strong>Results:</strong> Midwifery care for Mrs. M obtained a diagnosis of preeclampsia, characterized by risk factors of BMI (Body Mass Index), swelling in the extremities, positive urine protein 1 (+), headache, and symptoms of MAP (Mean Arterial Pressure) above normal. Therefore, the author recommends soaking the swollen feet in warm water, and providing counseling on the danger signs of pregnancy in the third trimester. <strong>Conclusion:</strong> It is important for health workers to be more careful in identifying pregnancy problems, and it is also important for clients to routinely check their pregnancy so that complications can be detected early and services are optimal.</em></p>Amelia Chica Heryani, Rizki Amalia, Darmayanti Wulandatika
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/942Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Kadar Protein, Kadar Serat Kasar dan Daya Rehidrasi Cereal Flakes dari Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Kacang Merah Sebagai Alternatif Sarapan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/945
<p>Sarapan merupakan kegiatan makan pagi yang menyumbangkan 15-20% zat gizi dari total kebutuhan gizi perhari.<em> Flakes</em> diharapkan dapat meningkatkan nilai ekomis ubi jalar ungu dan penambahan kacang merah sebagai bahan pangan berprotein tinggi 22,27%. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh formulation tepung ubi ungu dan tepung kacang merah terhadap kadar protein, kadar serat dan daya rehidrasi <em>flakes</em>. Penelitian true eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 formulasi yaitu perbandingan tepung ubi ungu dan tepung kacang merah F0 (100:0%), F1 (90:10%), F2 (80:20%), F3 (70:30%). Analisis kadar protein, kadar serat, dan daya rehidrasi menggunakan metode metode<em> kjedhal</em>, gravimetri, penimbangan. Analisis data menggunakan metode uji <em>one way ANOVA, </em>dilanjutkan uji <em>Duncan</em><u>.</u> Terdapat peningkatan kadar protein (<em>p=0,00</em>) dan serat (<em>p=0,00</em>) yang signifikan pada <em>cereal flakes</em>, selain itu terjadi penurunan daya rehidrasi (<em>p=0,00</em>) yang signifikan pada <em>cereal flakes</em>. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang merah berpengaruh terhadap kadar protein, kadar serat dan daya rehidrasi <em>cereal flakes</em> tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang merah.</p> <p><strong><em> _____________________________________________________________________________________________</em></strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Breakfast is a breakfast activity that contributes 15-20% of the nutrients from the total daily nutritional needs. Flakes made from purple sweet potato flour are expected to increase the economic value of purple sweet potatoes and the addition of red beans as a food ingredient with a high protein content of 22.27. The aim of the research was to determine the effect of formulation purple sweet potato flour and red bean flour on protein content, fiber content and the rehydration power of flakes. True experimental research using a Completely Randomized Design with 4 formulations, namely the comparison of purple sweet potato flour and red bean flour F0 (100:0%), F1 (90:10%), F2 (80:20%), F3 (70:30%). Analysis of protein content, fiber content and rehydration power used the one way ANOVA test, followed by the Duncan test. There was a significant increase in protein content (p=0.00) and fiber (p=0.00) in cereal flakes, in addition there was a significant decrease in rehydration power (p=0.00) in cereal flakes purple sweet potato flour and flour. red beans. Based on the research results, it can be concluded that the formulation of purple sweet potato flour and red bean flour has an effect on the protein content, fiber content and rehydration power of cereal flakes, purple sweet potato flour and red bean flour.</em></p>Tyara Monica Haswal, Addina Rizky Fitriyanti, Hersanti Sulistyaningrum, Yunan Kholifatudin Sya’di, Arrumaisya Zahra Maula
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/945Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Batang Tanaman Kesum (Polygonum Minus Huds) Pada Tikus Wistar (Rattus Norvegicus): Kajian Hispatologi Ginjal
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/949
<p>Tanaman kesum merupakan tanaman aromatis yang berasal dari Kalimantan Barat. Masyarakat memanfaatkan tanaman kesum sebagai bumbu masakan dan tanaman obat. Oleh karena itu, diperlukan uji lebih lanjut mengenai toksisitas dari batang tanaman kesum terhadap organ ginjal tikus wistar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>true experiment</em> dengan 4 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol, kelompok dosis 500 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, dan 2000 mg/kgBB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang tanaman kesum dosis 500 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, dan 2000 mg/kgBB menimbulkan efek toksik pada organ ginjal dilihat dari pengamatan mikroskopis yang menunjukkan kerusakan glomerulus. Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan hasil dari uji ANOVA yaitu 0,002 (<0,05) yang berarti ada perbedaan signifikan antara kelompok. Selanjutnya, hasil uji lanjutan <em>Post Hoc Tukey</em> mengkonfirmasi bahwa kelompok kontrol berbeda signifikan dengan seluruh kelompok kontrol dengan nilai p <0,05. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis yang diberikan, maka semakin berat pula kerusakan hispatologis yang terjadi pada glomerulus ginjal.</p> <p><strong>_____________________________________________________________________________________________</strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Kesum is an aromatic plant native to West Kalimantan. The community uses kesum plants as cooking spices and medicinal plants. Therefore, further testing is needed on the toxicity of kesum plant stems to the kidneys of Wistar rats. The method used in this study was a true experiment with four groups consisting of a control group, a 500 mg/kgBW group, a 1000 mg/kgBW group, and a 2000 mg/kgBW group. The results of this study indicate that ethanol extracts of kesum plant stems at doses of 500 mg/kgBW, 1000 mg/kgBW, and 2000 mg/kgBW cause toxic effects on the kidneys, as observed microscopically, showing damage to the glomeruli. Based on the results of statistical analysis, the ANOVA test yielded a result of 0.002 (<0.05), which means that there was a significant difference between the groups. Furthermore, the results of the Post Hoc Tukey test confirmed that the control group was significantly different from all other groups with a p-value <0.05. This conclusion indicates that the higher the dose administered, the more severe the histopathological damage to the renal glomeruli.</em></p>Bella Riska, Fadli Sukandiarsyah, Khoirul Rista Abidin, Muhammad Hori
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/949Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis Aktivitas Antioksidan pada Nano Spray Ekstrak Bunga Telang Sebagai Alternatif Penurun Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Type-2
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/953
<p><strong>Latar Belakang : </strong>Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolic yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Prevalensi DM, terutama DM type 2, semakin meningkat di Indonesia. Sebagai alternatife, bahan herbal menjadi pilihan yang lebih aman dengan efek samping lebih rendah. Salah satu tanaman yang potensial adalah bunga telang (Clitoria ternatea), yang mengandung antisianin dengan efek antioksidan, antikanker, dan anti-inflamasi. Teknologi nano dapat meningkatkan efektivitas sediaan obat herbal, termasuk pada pengobatan diabetes mellitus type-2. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis dan mendeskripsikan aktivitas antioksidan pada pembuatan nanospray ekstrak bunga telang sebagai alternatif penurun kadar gula darah penderita Diabetes milletus type-2. <strong>Metode :</strong> Penelitian ini menggunakan bentuk desain eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu : perlakuan 212 Mencampurkan 1,5 gram ekstrak bunga telang dengan 10 ml larutan kitosan dan 2.5 ml larutan NaTPP 0.1% dan perlakuan 543 Mencampurkan 1 gram ekstrak bunga telang dengan 10 ml larutan kitosan dan 2.5 ml larutan NaTPP 0.1%. Analisis antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Analisis data menggunakan uji Independent t-test. <strong>Hasil :</strong> ada perbedaan signifkan (p>0.000) antara kedua perlakuan. Ini membuktikan bahwa perlakuan 212 secara signifikan lebih efektif dalam mempertahankan senyawa antioksidan dibandingkan perlakuan 543. <strong>Simpulan :</strong> Perlakuan 212 menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi (88,12%) dibandingkan perlakuan 543 (-7,49%), dengan perbedaan signifikan (p=0,004). Efektivitas ini berpotensi menurunkan stres oksidatif dan membantu pengendalian gula darah pada diabetes melitus tipe 2.</p> <p>____________________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background: </em></strong><em>Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or action. The prevalence of DM, particularly type 2, continues to rise in Indonesia. As an alternative, herbal medicines are considered safer with fewer side effects. One of the potential plants is butterfly pea flower (Clitoria ternatea), which contains anthocyanins that possess antioxidant, anticancer, and anti-inflammatory properties. Nanotechnology can enhance the effectiveness of herbal preparations, including in the treatment of type 2 diabetes mellitus. <strong>Objectives:</strong> This study aims to analyze and describe the antioxidant activity of butterfly pea flower extract formulated into a nanospray as an alternative approach to reduce blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. <strong>Methods:</strong> This research employed an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) with two treatments. Treatment 212 involved mixing 1.5 grams of butterfly pea flower extract with 10 ml of chitosan solution and 2.5 ml of 0.1% NaTPP solution. Treatment 543 involved mixing 1 gram of extract with 10 ml of chitosan solution and 2.5 ml of 0.1% NaTPP solution. Antioxidant activity was analyzed using the DPPH method, and the data were statistically tested using the Independent t-test. Results: A significant difference (p > 0.000) was observed between the two treatments. <strong>Results:</strong> This result indicates that Treatment 212 was significantly more effective in preserving antioxidant compounds compared to Treatment 543. <strong>Conclusion:</strong> Treatment 212 demonstrated significantly higher antioxidant activity (88.12%) compared to treatment 543 (-7.49%), with a statistically significant difference (p = 0.004). This effectiveness has the potential to reduce oxidative stress and support blood glucose regulation in individuals with type 2 diabetes mellitus.</em></p>Mutiah Eka Yuliana Putri Santosa, Dewi Marfuah, Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/953Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Penerapan Electrical Foot Bath Pada Penderita Diabetus Militus Dengan Nyeri Neuropati
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/959
<p>Latar Belakang: Neuropati perifer merupakan faktor resiko utama terjadinya luka diabetik. Luka kaki diabetik terjadi lebih dari 2% per tahun pada 5–7,5% pasien neuropati. Nyeri neuropati dapat diatasi dengan menggunakan terapi komplomenter. Rendam kaki adalah modalitas unik pengobatan komplomenter sederhana yang digunakan untuk pencegahan atau pengobatan berbagai masalah medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas electrical foot bath dalam mengurangi gejala neuropati pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan penerapan asuhan keperawatan melalui terapi electrical foot bath. Intervensi dilakukan pada dua responden selama 14 hari berturut-turut. Pengukuran tingkat neuropati perifer dilakukan menggunakan instrumen DN4 sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil menunjukkan adanya penurunan skor DN4 pada kedua responden setelah menjalani terapi, yang mengindikasikan penurunan gejala neuropati perifer. Rekomendasi: Terapi electrical foot bath dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif intervensi non-farmakologis untuk mengurangi gejala neuropati perifer pada pasien DM.</p> <p>________________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Background: Peripheral neuropathy is a major risk factor for diabetic foot ulcers. Diabetic foot ulcers occur in more than 2% of patients annually, affecting 5–7.5% of patients with neuropathy. Neuropathic pain can be managed using complementary therapies. Foot baths are a unique, simple, complementary treatment modality used for the prevention or treatment of various medical problems. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of electrical foot baths in reducing neuropathy symptoms in patients with diabetes mellitus. Methods: This study used a case study approach with the implementation of nursing care through electrical foot bath therapy. The intervention was carried out on two respondents for 14 consecutive days. Peripheral neuropathy levels were measured using the DN4 instrument before and after the intervention. Results: The results showed a decrease in DN4 scores in both respondents after undergoing therapy, indicating a decrease in peripheral neuropathy symptoms. Recommendation: Electrical foot bath therapy can be considered as an alternative non-pharmacological intervention to reduce peripheral neuropathy symptoms in patients with diabetes mellitus.</em></p>Ade Arofa Mardhalena, Anna Kurnia
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/959Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penderita Hipertensi di Komunitas: Studi Potong Lintang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/962
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di Indonesia mencapai 34,1% yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku pengelolaan penyakit untuk mencegah komplikasi. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif analitik korelatif dengan desain potong lintang dilakukan pada 30 penderita hipertensi dewasa dan lansia di RW 03, Kelurahan Kuningan, Kota Semarang menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan prosedur pretest, intervensi edukasi door-to-door selama 4 hari, dan posttest. Analisis data melibatkan statistik deskriptif, uji korelasi Spearman Rank, dan uji Paired T-Test menggunakan SPSS versi 26. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden perempuan (70%), berusia 51-60 tahun (46,7%), sedang bekerja (66,7%), dan berpendidikan SMP (33,3%). Skor pengetahuan meningkat dari 60,83 (pretest) menjadi 96,67 (posttest). Hubungan signifikan ditemukan antara pengetahuan-sikap (r=0,640; p=0,000), sikap-perilaku (r=0,373; p=0,042), dan pengetahuan-perilaku (r=0,583; p=0,001). <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan hipertensi, sehingga program berkelanjutan diperlukan untuk kelompok rentan agar dapat mengendalikan prevalensi penyakit.</p> <p>__________________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Hypertension is a global health problem with a high prevalence in Indonesia reaching 34.1%, which is influenced by lifestyle and lack of knowledge. This study aims to improve understanding, attitudes, and behavior in disease management to prevent complications. <strong>Methods:</strong> A correlative quantitative analytical study with a cross-sectional design was conducted on 30 adult and elderly hypertensive patients in RW 03, Kuningan Village, Semarang City, using purposive sampling. The questionnaire measured knowledge, attitudes, and behaviors with a pretest procedure, door-to-door educational intervention for 4 days, and a posttest. Data analysis involved descriptive statistics, Spearman Rank correlation test, and Paired T-Test using SPSS version 26. <strong>Results:</strong> The results showed that the majority of respondents were female (70%), aged 51-60 years (46.7%), currently employed (66.7%), and had a junior high school education (33.3%). Knowledge scores increased from 60.83 (pretest) to 96.67 (posttest). A significant relationship was found between knowledge and attitude (r=0.640; p=0.000), attitude and behavior (r=0.373; p=0.042), and knowledge and behavior (r=0.583; p=0.001). <strong>Conclusion:</strong> This study proves that there is a significant relationship between knowledge level and attitude. Additionally, it highlights the significant relationship between attitude and behavior. There is a significant relationship between knowledge and behavior. There is an increase in knowledge through the use of posters as an educational tool to improve knowledge about hypertension.</em></p>Anisa Mina Maulida, Anisa Mina Maulida
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/962Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Indera melalui Edukasi Berbasis Komunitas: Efektivitas Media Leaflet pada Populasi Dewasa di Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/931
<p><strong>Latar Belakang: </strong><span style="font-weight: 400;">Gangguan penglihatan dan pendengaran merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada komunikasi, produktivitas, dan kualitas hidup. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini memperburuk keadaan, terutama pada kelompok usia produktif yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk menerima dan mengaplikasikan informasi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi untuk meningkatkan literasi kesehatan indera. </span><strong>Metode: </strong><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan </span><em><span style="font-weight: 400;">one group pre-test and post-test </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">cross sectional</span></em><span style="font-weight: 400;">. Penelitian dilaksanakan pada 21 responden usia ≥15 tahun di RT 03 RW 11 Kelurahan Bulu Lor, Semarang. Sampel diperoleh dengan teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">simple random sampling</span></em><span style="font-weight: 400;">. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan mengenai kesehatan penglihatan dan pendengaran. Intervensi edukasi dilakukan dengan media leaflet, kemudian nilai pretest dan posttest dibandingkan menggunakan uji T-dependent. </span><strong>Hasil: </strong><span style="font-weight: 400;">Mayoritas responden berada pada kelompok usia produktif (95,2%). Rata-rata nilai pengetahuan sebelum intervensi adalah 69,29 dan meningkat menjadi 84,62 setelah edukasi berbasis leaflet, dengan perbedaan yang signifikan (p<0,05). Sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan baik setelah intervensi. </span><strong>Kesimpulan</strong><span style="font-weight: 400;">: Edukasi berbasis leaflet efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan indera, terutama pada kelompok usia produktif. </span></p> <p> </p> <p><span style="font-weight: 400;">____________________________________________________________________________</span></p> <p> </p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong><em>Background:</em></strong><em> Visual and hearing impairments are public health problems that affect communication, productivity, and quality of life. Low public knowledge regarding prevention and early detection exacerbates the situation, particularly among the productive age group, which actually has great potential to receive and apply health information. Therefore, educational interventions are needed to improve sensory health literacy.</em> <strong><em>Methods: </em></strong><em>This study employed a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach and a cross-sectional method. The study was conducted on 21 respondents aged ≥15 years in RT 03 RW 11, Bulu Lor Subdistrict, Semarang. Samples were obtained using simple random sampling. The research instrument was a knowledge questionnaire on visual and hearing health. The educational intervention was delivered through a leaflet, and pretest and posttest scores were compared using a dependent t-test.</em> <strong><em>Results: </em></strong><em>The majority of respondents were in the productive age group (95.2%). The mean knowledge score before the intervention was 69.29, which increased to 84.62 after leaflet-based education, with a significant difference (p<0.05). Most respondents fell into the good knowledge category after the intervention.</em> <strong><em>Conclusion: </em></strong><em>Leaflet-based education is effective in improving community knowledge regarding sensory health, particularly among the productive age group.</em></span></p>Astin Prima Sari, Cholimah Nur Sya’dah
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/931Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Pemaparan Poster Edukasi Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Keluarga Mengenai Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kedungmundu semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/935
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Pneumonia merupakan infeksi akut pada jaringan paru-paru (alveoli). Hasil survei Dinkes Jateng tahun 2019, kejadian pneumonia mengalami peningkatan yaitu 62,5 % di tahun 2018 menjadi 67,7 % di tahun 2019 dan provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga. Peningkatan kasus pneumonia salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemahaman keluarga mengenai tanda kegawatdaruratan dan penanganan awal pneumonia pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan dan sikap responden terkait pneumonia serta efektivitas edukasi melalui poster. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Observasional dan Pre-eksperimental one group pre-test pos-test design.Sampel adalah keluarga pasien bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu ang berada di rumah saat dilakukan kunjungan dan diambil dengan teknik total sampling . Data primer diperoleh melalui kuesioner. <strong>Hasil:</strong> Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 April 2024.Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap responden setelah diberikan edukasi melalui poster. Uji Mc.nemar menghasilkan nilai p = 0,016 (p < 0,05) pada pengetahuan dan p = 0,125 (p > 0,05) pada sikap, menunjukan perbedaan bermakna pada pengetahuan dan perbedaan tidak bermakna pada sikap sebelum dan sesudah intervensi. Terdapat hubungan signifikan (p < 0,05) antara sikap positif dengan perilaku membuka jendela , dan membersihkan rumah .Tidak ditemukan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan maupun sikap dengan perilaku merokok, serta antara pengetahuan dengan perilaku membuka jendela, dan membersihkan rumah. <strong>Kesimpulan</strong>: Sebagian besar responden mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap setelah diberi edukasi melalui media poster.Meskipun demikian, beberapa responden masih menunjukkan perilaku yang kurang mendukung.Edukasi melalui poster terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, namun belum cukup untuk mengubah perilaku secara menyeluruh.<br><br>___________________________________________________________<br><br></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Pneumonia is an acute infection of the lung tissue (alveoli) that remains a significant public health problem. Based on the 2019 report from the Central Java Health Office, the incidence of pneumonia increased from 62.5% in 2018 to 67.7% in 2019, placing Central Java as the third-highest province nationally. One contributing factor to this rise is the lack of family understanding regarding emergency signs and early management of pneumonia in children under five. This study aimed to assess respondents’ knowledge and attitudes regarding pneumonia and evaluate the effectiveness of education using posters. <strong>Methods:</strong> The research employed a descriptive observational method with a pre-experimental one group pre-test post-test design. The sample consisted of families of infants and toddlers in the working area of Kedungmundu Public Health Center who were at home during the visits, and were selected using a total sampling technique. Primary data were collected using questionnaires and analyzed with the McNemar test. <strong>Results:</strong> The study was conducted on April 3, 2024. The results showed an increase in knowledge and attitudes after the poster-based education. McNemar’s test revealed a p-value of 0.016 (p < 0.05) for knowledge and 0.125 (p > 0.05) for attitudes, indicating a significant difference in knowledge but not in attitudes before and after the intervention. Further analysis demonstrated a significant relationship (p < 0.05) between positive attitudes and behaviors such as opening windows and cleaning the house, while no significant association was found between knowledge or attitudes and smoking behavior. <strong>Conclusion:</strong> poster-based education proved effective in improving community understanding of pneumonia. However, it was not sufficient to fully change health-related behaviors.</em></p>Galuh Ramaningrum, Ankaa Ari Prasetyo, Aisyah Lahdji, Hema Dewi Anggraini, Judzaimah Judzaimah
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/935Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Intervensi Komunitas dalam Pengetahuan Wanita Usia Subur Penyebab Intrauterine Fetal Death di Kelurahan Gayamsari Kota Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/961
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita dengan usia 15 tahun sampai dengan 49 tahun dan masih dalam usia reproduktif, dengan status apapun (remaja putri, ibu hamil atau nifas, perempuan usia subur yang tidak hamil, pekerja wanita, calon pengantin). Permasalahan kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan beberapa risiko dan komplikasi pada kehamilan yang dijalani yang berujung pada kejadian Kematian janin dalam rahim. Berdasarkan survei pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) pada warga di RW 09 kelurahan Gayamsari kota Semarang terdapat 16 responden (53%) yang masih menjawab salah mengenai Kematian janin dalam rahim dari 30 responden. <strong>Metode:</strong> Metode penelitian ini menggunakan <em>deskriptif observasional</em>. Populasi penelitian ialah Wanita Usia Subur (WUS) yang bertempat tinggal di RW 09 Kelurahan Gayamsari Kota Semarang. Teknik sampling yang digunakan yaitu <em>minimal sampling</em> artinya teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengambil jumlah sampel yang sesedikit mungkin namun cukup representatif untuk mewakili populasi atau fenomena yang diamati. Didapatkan 30 warga Wanita usia subur yang bertempat tinggal di RW 09 Kelurahan Gayamsari Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan pada 16 September sampai dengan 25 September 2024 di RW 09 Kelurahan Gayamsari Kota Semarang. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai faktor faktor penyebab Kematian janin dalam rahim yang semula didapatkan rata-rata 61.25% setelah dilakukan intervensi menggunakan <em>leaflet</em> menjadi 93,75%. <strong>Kesimpulan:</strong> Didapatkan hasil pengetahuan meningkat setelah dilakukan intervensi dengan promosi kesehatan individu menggunakan media <em>leaflet</em>.<br>___________________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Women of Reproductive Age (WUS) are women aged 15-49 years and are still of reproductive age, with any status (adolescent girls, pregnant or postpartum women, women of reproductive age who are not pregnant, female workers, prospective brides). The problem of lack of knowledge can cause several risks and complications in the pregnancy that is being carried out which leads to the occurrence of Intrauterine Fetal Death (IUFD) in pregnancy. Based on a survey of knowledge of Women of Reproductive Age (WUS) in residents of RW 09, Gayamsari sub-district, Semarang city, there were 16 respondents (53%) who still answered incorrectly regarding Intrauterine Fetal Death (IUFD) out of 30 respondents. <strong>Method:</strong> This research method uses descriptive observational. The research population is women of childbearing age (WUS) who live in RW 09, Gayamsari Village Semarang City. The sampling technique used is minimal sampling, meaning a sampling technique that is carried out by taking the smallest possible number of samples but is representative enough to represent the population or phenomenon being observed. There were 30 residents who live in RW 09, Gayamsari Village Semarang City. This research was conducted on September 16-25, 2024 in RW 09, Gayamsari Village, Semarang City. <strong>Results:</strong> There was an increase in knowledge regarding the factors causing IUFD, which was initially obtained at an average of 61.25% after intervention using leaflets to 93.75%. <strong>Conclusion:</strong> The results showed that knowledge increased after an intervention was carried out with individual health promotion using leaflet media.</em></p>Jenny Jusuf, Kharisma Muhammad, Wahyu Gito Putro, Thoriq Dzaki Muhammad Fatjri
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/961Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Intervensi Edukasi Berbasis Komunitas untuk Peningkatan Pengetahuan Kunjungan K1 Kehamilan: Studi Potong Lintang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/957
<p><em>Anenatal Care</em> (ANC) adalah suatu pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, yang dilaksanakan mengikuti standar pelayanan antenatal. Keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dapat diukur melalui cakupan K1 dan K4. Kunjungan pertama kehamilan merupakan istilah yang digunakan dalam sistem kesehatan untuk merujuk pada kunjungan pertama seorang ibu hamil ke layanan kesehatan pada trimester pertama kehamilan. Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K1 di cakupan Semarang adalah 91,7%. Penelitian terdahulu didapatkan hasil adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan ANC di Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020. Cakupan K1 yang rendah menyebabkan faktor risiko ibu hamil tidak terdeteksi sejak dini dan menyebabkan keterlambatan dalam penanganan yang dapat berakibat pada kematian ibu. Metode penelitian menggunakan deskriptif observasional. Sampel penelitian ini ialah 30 Ibu hamil dan Wanita Usia Subur di Kelurahan Sendangguwo. Teknik sampling yang digunakan yaitu minimal <em>sampling</em>, dengan membandingkan rerata nilai pre dan <em>post test</em>. Penelitian dilakukan pada 26-31 Juli 2024 di Kelurahan Sendangguwo, Semarang. Prioritas masalah yaitu rendahnya pengetahuan warga tentang Selama tidak ada gangguan, ibu hamil tidak perlu diperiksa lengkap (66,67%). prioritas penyebab masalah yaitu Rendahnya kesadaran wanita subur tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan prakonsepsi. Didapatkan hasil pengetahuan warga di Kelurahan Sendangguwo Kota Semarang mengenai kurangnya pengetahuan Kunjungan pertama (K1) sebaiknya dilakukan sedini mungkin pada trimester pertama, sebelum minggu ke-8. Intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan media promosi kesehatan edukasi poster.</p> <p>___________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Antenatal Care (ANC) is a health service provided by trained healthcare professionals to pregnant women during pregnancy, following standard antenatal care guidelines. The quality of maternal health services can be assessed through the coverage of the first (K1) and fourth (K4) ANC visits. K1 refers to a woman’s first antenatal visit during the first trimester. In Semarang, the K1 coverage is 91.7%. Previous studies found a significant relationship between maternal knowledge and ANC visits, as seen at Kenten Laut Health Center, Banyuasin, in 2020. Low K1 coverage may lead to undetected maternal risk factors and delayed interventions, increasing the risk of maternal death. This study used a descriptive observational design. The sample included 30 pregnant women and women of reproductive age in Sendangguwo Subdistrict. Sampling was conducted using minimal sampling, comparing the average pre-test and post-test results. The study took place from July 26–31, 2024. The priority issue identified was the low level of knowledge among residents, with 66.67% believing that pregnant women do not need a complete examination unless there are problems. The main cause of this issue was the low awareness among women of childbearing age about the importance of preconception health checks. The findings show limited knowledge among residents in Sendangguwo regarding the need for early K1 visits, ideally before the 8th week of pregnancy. A health promotion intervention using educational posters was carried out to improve awareness.</em></p>Muhammad Irsam, Bayu Ajie Jatmiko, Wahyu Gito Putro, Massayu Adhisya
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/957Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Gambaran Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Mengenai Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Wilayah Kerja Puskesmas Bangetayu Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/963
<p>Udara bersih penting bagi kehidupan, namun kualitasnya dapat terganggu oleh pencemar seperti asap rokok. Rokok mengandung zat kimia berbahaya yang berdampak buruk bagi perokok aktif maupun pasif. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan upaya pengendalian rokok melalui larangan merokok, memproduksi, menjual, dan mempromosikan rokok di area tertentu. Kota Semarang telah menetapkan KTR melalui Peraturan Walikota No. 12 Tahun 2009. Meski demikian, Riskesdas 2018 menunjukkan proporsi merokok di dalam gedung di Jawa Tengah masih tinggi, termasuk di Kota Semarang. Puskesmas memiliki peran penting dalam promosi kesehatan melalui pembentukan KTR di tingkat kelurahan. Penelitian ini dilaksanakan pada 12 Mei 2024 di RT 05/RW 07 Kelurahan Bangetayu Kulon, wilayah kerja Puskesmas Bangetayu. Desain penelitian menggunakan deskriptif observasional untuk menilai pengetahuan serta persepsi masyarakat mengenai KTR, dilanjutkan <em>Quasi eksperimental</em> dengan rancangan <em>one group pretest</em> dan <em>posttest</em> guna mengevaluasi efektivitas intervensi berupa leaflet edukasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling, dan data dikumpulkan melalui sumber primer. Masalah utama yang ditemukan adalah belum terimplementasinya KTR di wilayah tersebut, dengan penyebab utama berupa kurangnya pengetahuan dan persepsi masyarakat. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan persepsi ke arah yang lebih positif. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan rendah tentang KTR dan menunjukkan persepsi negatif. Setelah intervensi edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan serta perubahan persepsi menjadi lebih mendukung keberadaan KTR.</p> <p>___________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Air is vital for life, and maintaining air quality requires controlling pollution sources, including cigarette smoke. Cigarette chemicals harm both smokers and non-smokers. Smoke-Free Areas (KTR) are spaces where smoking and cigarette-related activities are prohibited. Semarang City established KTR through Mayor Regulation No. 12 of 2009. Studies show KTR effectively reduces smoking behavior and protects passive smokers. However, Riskesdas 2018 reported that 67.91% of people in Semarang still smoke indoors. Promoting KTR in each urban village is part of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) programs. This study was conducted on May 12, 2024, in RT.05 RW.07, Bangetayu Kulon Village, under Bangetayu Health Center. A descriptive observational method assessed community knowledge and perception of KTR. A quasi-experimental one-group pretest and post-test design evaluated the effectiveness of an educational leaflet. Total sampling was used with primary data collection. The main issue identified was poor KTR implementation in Bangetayu Village, primarily due to low public knowledge and negative perceptions about KTR. After the educational intervention, there was a noticeable improvement in both aspects. Before the intervention, most respondents had limited knowledge about KTR and were unaware of the designated smoke-free areas. Their perceptions were also negative, with resistance toward designated smoking zones. After the intervention, both knowledge and perceptions improved significantly, indicating the positive impact of health education in supporting KTR implementation.</em></p>Muhammad Riza Setiawan, Saka Jemi Bantoro, Hema Dewi Anggraheny, Aisyah Lahdji, Syariefah Nur Fadhilah Rahmani
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/963Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Efektivitas Intervensi Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Kekurangan Energi Kronik Kelurahan Sambiroto
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/966
<p>Wanita Usia Subur (WUS) yaitu perempuan berusia 15-49 tahun yang masih dalam masa reproduktif, dengan status apapun (remaja putri, ibu hamil atau nifas, pekerja wanita, calon pengantin). Kekurangan energi kronis (KEK) pada WUS, khususnya saat hamil dapat menimbulkan berbagai risiko, antara lain anemia, perdarahan, peningkatan kerentanan terhadap penyakit menular, hingga berat badan ibu dibawah standar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Berdasarkan survei awal di RW 2 kelurahan Sambiroto, kota Semarang, terdapat 13 responden (43%) masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai KEK dari 30 responden. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai penyebab KEK. Penelitian ini menggunakan deskriptif observasional. Sampel penelitian adalah 30 warga WUS yang berdomisili di RW 02 wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kelurahan Sambiroto, Kota Semarang. Kriteria inklusinya adalah responden WUS berusia 15-49 Tahun, tinggal di lokasi penelitian, dan bersedia mengisi informed consent, sedangkan eksklusi meliputi responden yang tidak bersedia, tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Teknik sampling dilakukan secara minimal sampling. Data primer berupa kuesioner pengetahuan WUS yang dianalisis melalui tahapan identifikasi, prioritisasi, analisis penyebab, pemilihan solusi, dan penyusunan PoA, dengan hasil disajikan dalam persentase. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai penyebab KEK, dari rata-rata 51,43% sebelum intervensi menjadi 97,14% setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan leaflet. Didapatkan hasil pengetahuan meningkat setelah dilakukan intervensi dengan promosi kesehatan individu menggunakan media leaflet.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Women of reproductive age (WRA), defined as women aged 15–49 years regardless of status (adolescents, pregnant or postpartum women, working women, or prospective brides), are particularly vulnerable to chronic energy deficiency (CED). CED during pregnancy may lead to various risks, including anemia, hemorrhage, increased susceptibility to infectious diseases, and maternal underweight, all of which can increase the likelihood of complications during pregnancy and childbirth. A preliminary survey conducted in RW 02, Sambiroto Village, Semarang City, revealed that 13 respondents (43%) out of 30 had insufficient knowledge regarding CED. This study aimed to improve WRA’s knowledge of the causes of CED. This study employed a descriptive observational design. The sample consisted of 30 WRA residing in RW 02, within the catchment area of Kedungmundu Public Health Center, Sambiroto Village, Semarang City. Inclusion criteria were WRA aged 15–49 years, residing in the study area, and providing informed consent. Exclusion criteria included refusal to participate or incomplete questionnaire responses. Sampling was conducted using minimal sampling techniques. Primary data were collected through a structured knowledge questionnaire, analyzed through stages of identification, prioritization, causal analysis, solution selection, and the preparation of a Plan of Action (PoA). Results were presented as percentages. Knowledge of CED causes increased from an average of 51.43% before the intervention to 97.14% after the health promotion intervention using leaflets. Individual health promotion using leaflet media was effective in significantly improving knowledge of chronic energy deficiency among women of reproductive age.</em></p>Nanik Marfuati, Harris Shafriansyah, Wahyu Gito Putro, Thalisa Nafisa Idya
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/966Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Dukungan Keluarga dan Perilaku Manajemen Diri pada Pasien Hemodialisis : Studi Kasus di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/968
<p>Salah satu masalah utama yang berpengaruh terhadap kegagalan dalam pengelolaan terapi hemodialisis adalah kepatuhan pasien termasuk <em>self-management</em>. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku <em>self-management</em> ialah dukungan keluarga, hal ini dapat membantu menunjang kebutuhan pasien dalam penerapan tindakan intervensi yang cepat dan tepat serta meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan perilaku manajemen diri pada pasien hemodialisis di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Studi yang dilaksanakan merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Subjek penelitian adalah pasien hemodialisis di unit hemodialisis RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang yang berjumlah 50 responden menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em> dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner <em>Perceived Social from Support Family</em> (PSS-Fa) dan kuesioner <em>Hemodialysis Patient Self Care Measurement Scale</em>. Analisis hubungan menggunakan uji <em>rank spearman</em>. Mayoritas responden mempunyai dukungan keluarga yang cukup, yaitu 26 (52,0%) dan 36 (72,0%). Hasil uji Pearson menunjukkan nilai p-value 0,039, yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan perilaku self-management pada pasien hemodialisis, dengan koefisien korelasi 0,292, yang menunjukkan kekuatan hubungan rendah. Terdapat hubungan yang signifikan dan searah (positif) antara dukungan keluarga dengan perilaku manajemen diri pada pasien hemodialisis di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang. Semakin baik dukungan keluarga maka perilaku manajemen diri juga akan semakin baik.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>One of the main issues affecting the failure in managing hemodialysis therapy is patient adherence, including self-management. One factor influencing self-management behavior is family support, which can help meet the patient's needs in implementing quick and appropriate intervention measures and improve their quality of life. The purpose of this study is to analyze the relationship between family support and self-management behavior in hemodialysis patients at RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. The present study employed a quantitative analytic observational design utilizing a cross-sectional approach. The research participants comprised 50 hemodialysis patients receiving treatment at the Hemodialysis Unit of K.R.M.T Wongsonegoro Hospital, Semarang. Participants were selected through a total sampling technique based on predefined inclusion and exclusion criteria. Data collection was carried out through interviews using the </em>Perceived Social Support from Family (PSS-Fa)<em> questionnaire and the </em>Hemodialysis Patient Self-Care Measurement Scale<em>. The relationship between variables was analyzed using the Spearman rank correlation test. </em><em>The majority of respondents reported having moderate family support, accounting for 26 individuals (52.0%), and moderate self-management levels, totaling 36 individuals (72.0%). The results of the Pearson correlation test indicated a p-value of 0.039, signifying a statistically significant relationship between family support and self-management behavior among hemodialysis patients. The correlation coefficient (r = 0.292) suggests that the relationship between the two variables is positive but weak in strength. A statistically significant positive correlation was identified between family support and self-management behavior among hemodialysis patients at K.R.M.T. Wongsonegoro Hospital, Semarang. This result indicates that greater family support is associated with better self-management practices in individuals undergoing hemodialysis treatment.</em></p>Merry Tiyas Anggraini, Muhammad Yudha Setyanegara, Muhammad Riza Setiawan
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/968Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Intervensi Edukasi Komunitas untuk Meningkatkan Pengetahuan Penggunaan Obat Kelurahan Sambiroto Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/960
<p>Penggunaan obat yang tidak tepat masih sering terjadi di masyarakat, sehingga penelitian ini dilakukan untuk menilai pengetahuan warga di Kelurahan Sambiroto tentang penggunaan antibiotik dan efektivitas edukasi melalui media leaflet. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Responden berjumlah 30 warga wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu RW 02 Kelurahan Sambiroto yang dipilih dengan teknik minimal sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, 17 responden memiliki pengetahuan kurang dengan nilai rata-rata 60 mengenai kewajiban menghabiskan antibiotik. Setelah intervensi edukasi, nilai rata-rata meningkat menjadi 100. Seluruh responden kemudian mencapai tingkat pengetahuan baik berdasarkan media edukasi yang diberikan. <strong>Kesimpulan:</strong> Tingkat pengetahuan masyarakat Sambiroto tentang penggunaan antibiotik sebelum intervensi masih rendah. Edukasi menggunakan leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sehingga layak diterapkan sebagai upaya perubahan penggunaan obat dengan baik</p> <p>_____________________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background: </em></strong><em>Inappropriate medication use remains common and increases the risk of adverse effects and antimicrobial resistance. This study evaluated community knowledge of antibiotic use in Sambiroto, Semarang, and assessed the effectiveness of leaflet-based education. <strong>Methods:</strong> A descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted on 30 residents selected by minimal sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed descriptively. <strong>Results:</strong> prior to intervention, 17 respondents showed poor knowledge with a mean score of 60 on completing antibiotic courses. After leaflet-based education, the mean score increased to 100, and all respondents achieved good knowledge. <strong>Conclusion</strong>: Community knowledge of antibiotic use was initially low. Leaflet education proved effective in improving understanding and can be recommended to promote rational drug use.</em></p>Titin Setyowati, Capriana Mahardhika, Wahyu Gito Putro, Gharini Sumbaga Narhadina
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/960Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Perbedaan Hasil Rekalsifikasi Plasma Sitrat dan Plasma Filtrat Bawang Putih sebagai Antikoagulan Alternatif
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/972
<p>Pemeriksaan rekalsifikasi merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun fibrin dari plasma rendah trombosit dan Ca<sup>2+</sup> dengan adanya penambahan CaCl<sub>2 </sub> dengan tujuan untuk mengetahui adanya kelainan defisiensi factor intrinsic. Antikoagulan Natrium Sitrat umum digunakan untuk mencegah pembekuan darah dalam pemeriksaan koagulasi. Namun, penggunaan natrium sitrat memiliki kelemahan, seperti menyebabkan pengenceran sampel dan tidak boleh digunakan jika dalam keadaan keruh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil rekalsifikasi plasma menggunakan antikoagulan Natrium Sitrat dan Filtrat Bawang Putih (<em>Allium sativum L)</em> diketahui memiliki kandungan Senyawa <em>Ajoene</em> yang berpotensi sebagai antikoagulan alami. Penelitian eksperimental ini menggunakan dua perlakuan: plasma sitrat dan plasma filtrat bawang putih, masing-masing dengan 16 sampel darah. Pemeriksaan rekalsifikasi dilakukan secara manual lalu hasil pemeriksaan dianalisis dengan uji Paired t-test. Rata-rata hasil rekalsifikasi plasma sitrat (250.00 detik) dan plasma filtrat bawang putih (373.75 detik). Terdapat perbedaan signifikan (p < 0.005) antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, filtrat bawang putih berpotensi digunakan sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan laboratorium, khususnya di daerah dengan keterbatasan ketersediaan bahan kimia standar. Namun, penerapannya memerlukan standarisasi konsentrasi, metode pembuatan, dan pengujian stabilitas agar hasil pemeriksaan dapat konsisten dan valid</p> <p>______________________________________________________________</p> <p><em>Recalcification testing is the measurement of the time required to form fibrin from platelet-poor plasma and Ca²</em><em>⁺</em><em> after the addition of CaCl</em><em>₂</em><em>, aimed at detecting intrinsic factor deficiencies. Sodium citrate is commonly used as an anticoagulant to prevent blood clotting in coagulation tests. However, sodium citrate has several drawbacks, such as sample dilution and unsuitability for use in turbid samples. Therefore, this study aimed to compare the recalcification results of plasma using sodium citrate and garlic (Allium sativum L.) filtrate, which contains ajoene compounds with potential anticoagulant properties. This experimental study applied two treatments: citrated plasma and garlic filtrate plasma, each with 16 blood samples. Recalcification testing was performed manually, and the results were analyzed using the paired t-test. The average recalcification time of citrated plasma was 250.00 seconds, while garlic filtrate plasma showed 373.75 seconds. A significant difference was observed between the two groups (p < 0.005). Based on the findings, garlic filtrate has potential as an alternative anticoagulant in laboratory testing, particularly in regions with limited availability of standard chemical reagents. However, its application requires standardization of concentration, preparation methods, and stability testing to ensure consistent and valid results</em><em>.</em></p>Oktavianus Pake Lere, Ragil Saptaningtyas, Gela Setya Ayu Putri, Budi Santosa
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/972Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Faktor Risiko Kejadian Tuberculosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pegang Baru Kabupaten Pasaman Tahun 2025
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/927
<p>Tuberkulosis (TB) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat global; Indonesia menempati peringkat kedua beban TB setelah India. Jumlah kasus di Indonesia terus meningkat setiap tahun, termasuk di Kabupaten Pasaman, dengan Puskesmas Pegang Baru mencatat kasus terbanyak pada 2023. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pegang Baru, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, Tahun 2025. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang. Dari populasi 368 orang, diperoleh 86 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara berbasis kuesioner dan observasi lapangan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta perhitungan odds ratio (OR) untuk menilai besar risiko tiap variabel. Hasil menunjukkan pengetahuan (p=0,012; OR=3,21), kepadatan hunian (p=0,018; OR=2,95), perilaku merokok (p=0,004; OR=4,12), dan riwayat kontak (p=0,001; OR=5,46) berasosiasi signifikan dengan kejadian TB paru. Faktor paling dominan adalah riwayat kontak erat dengan penderita TB. Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan, hunian padat, kebiasaan merokok, dan adanya riwayat kontak erat meningkatkan risiko TB paru. Diperlukan penguatan edukasi, perbaikan kondisi lingkungan rumah, serta skrining aktif untuk memutus rantai penularan TB di masyarakat.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Tuberculosis (TB) remains a major global public health problem and is the second leading cause of death from infectious diseases worldwide, after COVID-19. Indonesia ranks second after India in TB incidence, with a continuous increase reported each year. Pasaman District in West Sumatra has one of the highest TB case burdens, particularly in the working area of Pegang Baru Health Center. This study aimed to determine the risk factors associated with the incidence of pulmonary tuberculosis in the Pegang Baru Health Center area, Padang Gelugur Subdistrict, Pasaman District, in 2025. This was a quantitative study using a cross-sectional design. The population consisted of 368 individuals, and 86 respondents were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through interviews using structured questionnaires and field observations. Data were analyzed using univariate, bivariate (chi-square test), and odds ratio (OR) analyses to determine the strength of associations. The results showed that knowledge (p=0.012; OR=3.21), housing density (p=0.018; OR=2.95), smoking behavior (p=0.004; OR=4.12), and contact history (p=0.001; OR=5.46) were significantly related to pulmonary TB incidence. The most dominant factor influencing TB incidence was contact history with TB patients. The study concludes that low knowledge, high housing density, smoking habits, and close contact history significantly increase the risk of pulmonary TB. Health promotion, improved living environments, and active case finding are essential strategies to prevent and control TB transmission in the community</em><em>.</em></p>Gusniwita Gusniwita, Debby Ratno Kustanto
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/927Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Teknik Rebozo Terhadap Lama Persalinan Kala I di Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/930
<p><strong>Pendahuluan:</strong> Angka kematian ibu sangat tinggi, sekitar 287.000 perempuan meninggal selama persalinan pada tahun 2020. Penyebab kematian ibu maternal salah satunya persalinan lama. Persalinan lama masih menjadi kasus no 1 di Puskesmas Mojo, sampai saat ini belum ada tindakan signifikan di Puskesmas tersebut. Banyak cara alami dilakukan untuk mencegah persalinan lama di antaranya dengan <em>rebozo </em>dan <em>Rebozo</em>. <strong>Tujuan penelitian:</strong> untuk mengetahui perbedaan efektifitas pada <em>rebozo</em> dan teknik <em>rebozo </em>terhadap lama persalinan kala I Di Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang. <strong>Metode penelitian :</strong> desain penelitian ini menggunakan <em>pre eksperiment</em> dengan pendekatan <em>one group</em><em> post-test only design</em>. Populasi adalah seluruh ibu bersalin normal Di Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang bulan Mei 2025 berjumlah 36 orang. Pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em> sebanyak 32. Metode pengumpulan data salah satunya adalah observasi dengan menggunakan Partograf. Analisis data menggunakan <em>Independent t –test.</em> <strong>Hasil penelitian:</strong> menunjukkan lama persalinan kala I kelompok <em>rebozo</em> memiliki nilai rata-rata 264,75. Hasil uji <em>Paired t -test</em> menunjukkan tidak ada perbedaan efektifitas yang signfikan antara <em>rebozo</em> terhadap lama persalinan kala I Di Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang dengan <em>p value</em> 0,086. <strong>Kesimpulan</strong> intervensi teknik <em>rebozo</em> lebih efektif dalam mempercepat persalinan namun tidak signifikan secara statistik. Disarankan kepada tenaga kebidanan untuk menggunakan teknik <em>rebozo</em> ketika menemukan pasien dengan indikasi persalinan lama.</p> <p>______________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Introduction:</em></strong><em> Maternal mortality rate is very high, around 287,000 women died during childbirth in 2020. One of the causes of maternal death is prolonged labor. </em><em>Prolonged labor is still the number 1 case at Mojo Health Center, until now there has been no significant action at the Health Center.</em><em> Many natural methods are used to prevent prolonged labor, including rebozo and Rebozo. <strong>Research objective:</strong> to determine the difference in effectiveness between rebozo on the duration of first stage labor at Mojo Health Center, Pemalang Regency. <strong>Research method:</strong> this study design uses a pre-experiment with a one-group post-test only design approach. The population is all mothers who gave birth normally at Mojo Health Center, Pemalang Regency in May 2025 totaling 36 people. Sampling using purposive sampling of 32. </em><em>One of the data collection methods is observation using a Partograph</em><em>. Data analysis uses Independent t-test. <strong>Result:</strong> shows that the duration of first stage labor in the rebozo group has an average value of 264.75. The results of the Paired t-test showed no significant difference in effectiveness between the rebozo on the duration of the first stage of labor at the Mojo Health Center, Pemalang Regency with a p value of 0.086. <strong>The conclusion</strong> is that the rebozo technique intervention is more effective in accelerating labor but is not statistically significant. </em><em>It is recommended that midwifery staff use the rebozo technique when encountering patients with indications of prolonged labor.</em></p>Lestari Puji Astuti, Khomariyah Susanti, Dewi Mayangsari
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/930Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Peran Melatonin dan Ekstrak Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Tikus Diabetes
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/937
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Hiperglikemia pada pasien diabetes melitus berakibat pada meningkatnya jumlah radikal bebas dalam tubuh, yang memiliki kemampuan untuk merusak sel pankreas. Kandungan antidiabetik dan antioksidan seperti melatonin dapat mengurangi dampak ini. Berbagai tumbuhan, seperti kacang merah, mengandung melatonin. Penelitian ini menganalisis pengaruh ekstrak kacang merah terhadap kadar glukosa darah tikus diabetes dan menjelaskan peran melatonin alami di dalamnya terhadap efek antihiperglikemik. <strong>Metode</strong>: Pada <em>literature review</em> ini menggunakan metode <strong>tinjauan non-sistematis</strong> yang dilakukan melalui penelusuran artikel ilmiah dari database <strong>PubMed, ScienceDirect, dan google scholar dengan rentang tahun 2020-2025. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi.</strong> <strong>Hasil: </strong>Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak kacang merah (<em>Phaseolus vulgaris</em> L.) memiliki aktivitas antihiperglikemik, antiinflamasi, dan protektif terhadap jaringan yang terdampak diabetes. Pemberian ekstrak menunjukkan kemampuan menurunkan kadar glukosa darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta menekan ekspresi sitokin proinflamasi seperti IL-6. Melatonin yang terkandung dalam ekstrak berperan penting dalam melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan peradangan. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa kombinasi melatonin dan polifenol kacang merah dapat memperkuat efek antidiabetik melalui perbaikan resistensi insulin, regulasi metabolisme energi, dan modulasi mikrobiota usus. <strong>Kesimpulan</strong>: Ekstrak kacang merah (<em>Phaseolus vulgaris</em> L.) memiliki potensi besar untuk menurunkan kadar glukosa darah melalui aktivitas melatonin serta kandungan flavonoid dan polifenol yang juga berperan melalui mekanisme antioksidan, antiinflamasi, dan peningkatan sensitivitas insulin. Sinergi antara melatonin dan senyawa fitokimia lain berkontribusi dalam pengaturan glukosa darah.</p> <p>________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Hyperglycemia in patients with diabetes mellitus leads to an increased number of free radicals in the body, which can damage pancreatic cells. Antidiabetic and antioxidant compounds such as melatonin may reduce this impact. Various plants, including red beans, contain melatonin. This study analyzes the effect of red bean extract on blood glucose levels in diabetic rats and explains the role of natural melatonin in its antihyperglycemic effect. <strong>Methods:</strong> This literature review used a non-systematic review approach by searching scientific articles through PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases within the period of 2020–2025. A total of 8 articles met the inclusion criteria. <strong>Results:</strong> The findings reveal that red bean extract (Phaseolus vulgaris L.) exhibits antihyperglycemic, anti-inflammatory, and tissue-protective properties against diabetes-related damage. Administration of the extract effectively reduces blood glucose levels, improves kidney function, and suppresses pro-inflammatory cytokines such as IL-6. The melatonin content plays a vital role in protecting pancreatic β-cells from oxidative stress, enhancing insulin sensitivity, and reducing inflammation. Moreover, several studies indicate that the combination of melatonin and red bean polyphenols enhances the antidiabetic effect by improving insulin resistance, regulating energy metabolism, and modulating gut microbiota. <strong>Conclusion:</strong> Red bean extract (Phaseolus vulgaris L.) shows strong potential to reduce blood glucose levels through the activity of melatonin, flavonoids, and polyphenols, which act via antioxidant, anti-inflammatory, and insulin-sensitizing mechanisms. The synergy between melatonin and other phytochemical compounds contributes significantly to blood glucose regulation.</em></p>Shafa Noor Aulia, Yanuarita Tursinawati, Dyah Mustika Nugraheni
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/937Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Kadar Karbohidrat, Lemak dan Karakteristik Sensoris Snack Bar dengan Formulasi Kacang Tanah dan Tepung Pisang Kepok
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/941
<p>Snack bar merupakan makanan ringan praktis yang dapat dikonsumsi sebagai penunda lapar. Kacang tanah dan pisang kepok merupakan bahan pangan local yang memiliki nilai gizi tinggi dan fungsional mengurangi penggunaan bahan impor tepung terigu dan gandum dengan tepung pisang kepok di Indonesia.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan kacang tanah dan tepung pisang kepok terhadap kadar karbohidrat, lemak, serta karakteristik sensoris snack bar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat formulasi P0(100% terigu), P1 ( 75% terigu : 25% pisang kepok : 25% kacang tanah ), P2 (50%:50%:25%), P3 (25%:75%:25%) dan enam kali ulangan. Analisis karbohidrat menggunakan metode Luff Schoorl, lemak dengan Soxhlet, dan uji karakteristik sensoris dengan uji mutu hedonik oleh 25 panelis. Data kadar karbohidrat dan lemak dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan Duncan, sedangkan sensoris dengan Friedman dilanjutkan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan formulasi kacang tanah dan tepung pisang kepok berpengaruh sangat signifikan terhadap kadar karbohidrat, lemak, serta karakteristik sensoris. Formulasi P3 memiliki kadar karbohidrat tertinggi (14,4%), lemak (13,95%), dan karakteristik sensoris terbaik pada rasa manis, tekstur renyah, warna coklat kekuningan, serta aroma khas kacang tanah dan pisang kepok. Snack bar dengan 75% tepung pisang kepok dan 25% kacang tanah berpotensi sebagai camilan bergizi dengan kandungan karbohidrat dan lemak nabati serta diterima secara sensoris.</p> <p>________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Snack bars are practical snacks that can be consumed to delay hunger. Peanuts and Kepok bananas are local food ingredients that have high nutritional value and are functional, reducing the use of imported wheat flour and wheat with Kepok banana flour in Indonesia. This study aims to analyze the effect of adding peanuts and banana flour on carbohydrate, fat, and sensory characteristics of snack bars. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four formulations P0 (100% wheat), P1 (75% wheat: 25% banana: 25% peanut), P2 50%: 50%: 25%), P3 (25%: 75%: 25%) and six replications. Carbohydrate analysis used the Luff Schoorl method, fat analysis with Soxhlet, and sensory characteristics test with hedonic quality test by 25 panelists. Carbohydrate and fat content data were analyzed using </em><em>ANOVA followed by Duncan, while sensory analysis with Friedman followed by Wilcoxon. The results showed that the formulation of peanuts and banana flour had a very significant effect on carbohydrate, fat, and sensory characteristics. Formulation P3 had the highest carbohydrate content (14.4%), fat (13.95%), and the best sensory characteristics in terms of sweetness, crunchy texture, yellowish brown color, and the distinctive aroma of peanuts and kepok bananas. Snack bars with 75% kepok banana flour and 25% peanuts have the potential to be a nutritious snack with a high carbohydrate and vegetable fat content and are sensorially acceptable.</em></p>Munadia Salamah, Erma Handarsari, Hersanti Sulistyaningrum, Yunan Khalifatuddin Sya'di
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/941Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Kadar Protein, Lemak dan Karakteristik Sensoris Snack Tok Formulasi Tepung Kacang Koro Benguk dan Alpukat
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/944
<p><em>Snack tok</em> merupakan cemilan yang disiram dengan berbagai macam saus yang memiliki rasa manis.Tepung kacang koro merupakan salah satu jenis tepung yang tidak memiliki protein gluten seperti tepung terigu dan digunakan sebagai salah satu sumber pangan bagi orang yang intoleransi terhadap protein gluten atau celiac. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formulasi tepung kacang koro benguk dan alpukat terhadap kadar protein, lemak, karakteristik sensoris snack tok. Jenis penelitian eksperimental menggunakan RAL dengan empat perlakuan P0 (100% terigu), P1 (80% terigu 15% koro benguk 5% alpukat), P2 (60% ;35% ;5% ) dan P3 (40% ; 55%;5% ) dan enam pengulangan. Uji protein menggunakan metode kjedahl, uji lemak menggunakan soxhlet dan uji karakteristik sensoris dengan uji mutu hedonik dengan 25 panelis. Data kadar protein dan lemak dianalisi menggunakan Anova dan dilanjutkan uji LSD, karakteristik sensoris dianalisis dengan uji friedman dilanjut uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa formulasi tepung kacang koro benguk dan alpukat berpengaruh sangat signifikan terhadap kadar protein, lemak dan karakteristik sensoris. Formulasi terbaik terdapat pada perlakuan P3 menghasilkan kadar protein (14,43%) lemak (8,58%) serta karakteristik warna (coklat muda), rasa (manis), tekstur (reyah) dan aroma (sangat khas kacang koro benguk).</p> <p>_______________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Snack tok is a snack that is doused with various kinds of sauces that have a sweet taste. Koro bean flour is a type of flour that does not have gluten protein like wheat flour and is used as a food source for people who are intolerant to gluten protein or celiac. This study aims to determine the effect of koro benguk and avocado flour formulations on protein, fat, and sensory characteristics of snack tok. This type of experimental research uses RAL with four treatments P0 (100% wheat), P1 (80% wheat, 15% koro benguk, 5% avocado), P2 (60%; 35%; 5%) and P3 (40%; 55%; 5%) and six repetitions. Protein test using the kjedahl method, fat test using soxhlet and sensory characteristic test with hedonic quality test with 25 panelists. Protein and fat content data were analyzed using Anova and continued with the LSD test, sensory characteristics were analyzed with the friedman test followed by the Wilcoxon test. The analysis results showed that the formulation of jack bean flour and avocado significantly affected protein and fat levels, and sensory characteristics. The best formulation was found in treatment P3, resulting in protein content (14.43%), fat content (8.58%), and color characteristics (light brown), taste (sweet), texture (crunchy), and aroma (very typical of jack bean).</em></p>Rifqiyal Mawahibah, Erma Handarsari, Hersanti Sulistyaningrum, Yunan Khalifatuddin Sya'di
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/944Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Potensi Ekstrak Kaya Melatonin Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Total pada Kondisi Diabetes Melitus: Suatu Kajian Literatur
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/947
<p>Dislipidemia merupakan salah satu komplikasi utama pada diabetes melitus yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular akibat ketidakseimbangan metabolisme lipid. Terapi farmakologis seperti statin dan metformin efektif, namun memiliki efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) diketahui mengandung melatonin serta senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan serat larut yang berperan dalam menurunkan kadar kolesterol melalui berbagai mekanisme biokimia. Artikel ini bertujuan meninjau literatur terkait potensi ekstrak kaya melatonin kacang merah dalam menurunkan kadar kolesterol total pada kondisi diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka naratif terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional yang membahas hubungan antara melatonin, metabolisme lipid, dan dislipidemia diabetes. Hasil telaah menunjukkan bahwa melatonin dapat mengaktifkan jalur AMP-activated protein kinase (AMPK), menurunkan aktivitas acetyl-CoA carboxylase (ACC), serta meningkatkan ekspresi peroxisome proliferator-activated receptor alpha (PPARα) dan carnitine palmitoyl-CoA transferase 1 (CPT1), yang berperan dalam oksidasi lemak dan penurunan lipogenesis. Flavonoid dan saponin dalam kacang merah juga mendukung penurunan kolesterol melalui penghambatan penyerapan lipid di usus. Secara keseluruhan, literatur mendukung potensi ekstrak kacang merah kaya melatonin sebagai agen alami yang efektif dan relatif aman dalam menurunkan kadar kolesterol total pada penderita diabetes melitus.</p> <p>_______________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Dyslipidemia is one of the major complications of diabetes mellitus and contributes to an increased risk of cardiovascular disease due to lipid metabolism imbalance. Pharmacological therapies such as statins and metformin are effective but often associated with adverse side effects, thereby necessitating the exploration of natural-based alternatives. Red kidney beans (Phaseolus vulgaris L.) are known to contain melatonin and various bioactive compounds, including flavonoids, saponins, and soluble fiber, which play crucial roles in reducing cholesterol levels through multiple biochemical mechanisms. This article aims to review the existing literature on the potential of melatonin-rich red kidney bean extract in lowering total cholesterol levels in diabetes mellitus. The method used is a narrative literature review of national and international scientific publications discussing the relationship between melatonin, lipid metabolism, and diabetic dyslipidemia. The review findings indicate that melatonin can activate the adenosine monophosphate-activated protein kinase (AMPK) pathway, reduce acetyl-CoA carboxylase (ACC) activity, and enhance the expression of peroxisome proliferator-activated receptor alpha (PPARα) and carnitine palmitoyl-CoA transferase 1 (CPT1), which contribute to fat oxidation and reduced lipogenesis. Additionally, flavonoids and saponins in red kidney beans support cholesterol reduction by inhibiting lipid absorption in the intestine. Overall, the reviewed literature supports the potential of melatonin-rich red kidney bean extract as a natural, effective, and relatively safe agent for lowering total cholesterol levels in individuals with diabetes mellitus.</em></p>Ahmad Reihanzaki, Yanuarita Tursinawati, Lukman Faishal Fatharani
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/947Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Penambahan Bubuk Selulosa Bakterial Terhadap Sifat Fisik Edible Film Gelatin
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/948
<p>Edible film berbasis gelatin merupakan alternatif pelapis pangan ramah lingkungan yang aman dikonsumsi manusia untuk melindungi pangan dari kerusakan. Sifat mekanik dan daya tahan edible film gelatin pada kemampuan permeabilitas uap air (WVP) perlu ditingkatkan karena film tersebut mudah menyerap air, getas, dan rapuh. Selulosa bakterial memiliki keunggulan dalam meningkatkan kemampuan film seperti kekuatan mekanik serta menurunkan kemampuan penyerapan air. Penambahan bubuk selulosa bakterial diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik edible film gelatin, terutama dalam meningkatkan kekuatan mekanik dan menghambat penyerapan air, sehingga efektif untuk aplikasi sebagai pelapis pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk selulosa bakterial terhadap sifat fisik edible film gelatin. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) monofaktor dengan variasi bubuk selulosa bakterial 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Hasil menunjukkan penambahan selulosa bakterial berpengaruh sangat signifikan pada WVP dengan nilai antara 1,03×10-14 - 1,80×10-14 g/s.m.Pa, ketebalan dengan nilai antara 0,09 - 0,15 mm, kuat tarik dengan nilai antara 29,568 - 9,023 MPa, elongasi 5,778 - 3,889 %, dan warna 87,41 hingga 83,22. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan bubuk selulosa bakterial dapat meningkatkan WVP, ketebalan, kuat tarik dan elongasi film, tetapi menurunkan nilai warna film.</p> <p>______________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Gelatin-based edible films are an environmentally friendly food coating alternative that is safe for human consumption and protects food from spoilage. The mechanical properties and durability of gelatin edible films in terms of water vapor permeability (WVP) need to be improved because these films easily absorb water and are brittle and fragile. Bacterial cellulose has the advantage of improving film properties such as mechanical strength and reducing water absorption. The addition of bacterial cellulose powder is expected to improve the physical properties of edible gelatin films, particularly in increasing mechanical strength and inhibiting water absorption, making them effective for use as food coatings. This study aims to determine the effect of adding bacterial cellulose powder on the physical properties of edible gelatin films. The research method used a complete randomized design (CRD) with a single factor, varying the bacterial cellulose powder content at 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, and 5%. The results showed that the addition of bacterial cellulose had a very significant effect on WVP with values between 1.03×10-14 - 1.80×10-14 g/s.m. Pa, thickness with values between 0.09 and 0.15 mm, tensile strength with values between 29.568 and 9.023 MPa, elongation of 5.778 to 3.889%, and color of 87.41 to 83.22. This study shows that the addition of bacterial cellulose powder can increase the WVP, thickness, tensile strength, and elongation of the film, but reduces the color value of the film.</em></p>Nabilah Faza Dinillah, Yunan Khalifatuddin Sya'di, Nurhidajah Nurhidajah
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/948Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis Kinerja Berdasarkan Budaya Kerja Dan Kepepmimpinan Transformasional (Studi Pada Pegawai Puskesmas Gayamsari Kota Semarang)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/951
<p>Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas. Berbagai faktor internal organisasi, termasuk budaya kerja dan gaya kepemimpinan, berperan besar dalam membentuk kualitas kinerja tersebut. Budaya kerja yang positif dan gaya kepemimpinan transformasional diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan motivasi, serta mendorong produktivitas pegawai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan budaya kerja dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja Puskesmas Gayamsari. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai pada Puskesmas Gayamsari berjumlah 54, dengan perhitungan sampel jenuh sehingga jumlah sampel yaitu 54 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk variabel budaya kerja, gaya kepemimpinan transformasional dan kinerja pegawai. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji hubungan menggunakan <em>Spearman Rho</em>. Kinerja, budaya kerja dan kepemimpinan transformasional sama- sama baik 100% (<em>p Value </em>= 0,001) dan terdapat hubungan gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja pegawai (<em>p Value </em>= 0,001). Budaya kerja dan gaya kepemimpinan transformasional memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Gayamsari Semarang.</p> <p>___________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Employee performance is one of the important factors that determines the success of services in first-level health facilities such as Community Health Centers. Various internal organizational factors, including work culture and leadership style, play a major role in shaping the quality of performance. A positive work culture and transformational leadership style are believed to be able to create a conducive work environment, increase motivation and encourage employee productivity. The aim of this research is to determine the relationship between work culture and transformational leadership style on the performance of the Gayamsari Community Health Center. This type of research is observational analytic with a cross sectional design. The research population was all 54 employees at the Gayamsari Community Health Center, with a saturated sample calculation so that the total sample was 54 people. Data collection used questionnaires for work culture variables, transformational leadership style and employee performance. Data analysis was carried out univariate and bivariate with a relationship test using Spearman Rho. Performance, work culture and transformational leadership are both 100% good (p value = 0.001) and there is </em><em>a relationship between transformational leadership style and employee performance (p value = 0.001). Work culture and transformational leadership style have a significant relationship to employee performance at the Gayamsari Semarang Community Health Center.</em></p>Muhammad Vieri Ardianza, Ratih Sari Wardani, Heni Rusmitasari
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/951Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Hubungan Konseling Gizi dengan Asupan Protein, Vitamin (C, A) dan Kadar Limfosit pada Pasien Kanker Paru dengan Kemoterapi di RSP Ario Wirawan Salatiga
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/955
<p>Kanker paru merupakan jenis kanker yang tumbuh pada organ paru-paru, yaitu di mana terdapat sel-sel kanker yang berkembang secara tidak terkendali di dalamnya. Kanker paru menempati urutan ke 3 kanker terbanyak di Indonesia dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Ada beberapa cara pengobatan kanker paru-paru, salah satunya yaitu kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara pemberian konseling gizi dengan asupan protein, sumber antioksidan (vitamin C, A) dan kadar limfosit pada pasien kanker paru dengan kemoterpai di RSP Ario Wirawan Salatiga. Penelitian ini menggunakan explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 33 responden yang ditentukan menggunakan consecutive sampling. Uji kenormalan menggunakan uji Shapiro Wilk. Untuk uji hubungan menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian dapat menunjukkan yang artinya tidak ada hubungan antara frekuensi konseling gizi dengan asupan protein (p value= 0,935), tidak ada hubungan frekuensi konseling gizi dengan vitamin C (p value= 0,148), tidak ada hubungan frekuensi konseling gizi dengan asupan vitamin A (p value= 0,392), dan tidak ada hubungan frekuensi konseling gizi dengan kadar limfosit (p value= 0,064) pada pasien kanker paru dengan kemoterapi di RSP Ario Wirawan Salatiga. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor yang mempengaruhi asupan protein, vitamin (C, A), dan kadar limfosit pada pasien kanker paru dengan kemoterapi.</p> <p>________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Lung cancer is a type of cancer that grows in the lungs, which is where there are cancer cells that grow uncontrollably in it. Lung cancer ranks as the 3rd most common cancer in Indonesia and is the leading cause of death due to cancer. There are several ways to treat lung cancer, one of which is chemotherapy. This study aims to test whether there is a relationship between the provision of nutritional counseling and protein intake, antioxidant sources (vitamin C, A) and lymphocyte levels in lung cancer patients with chemotherapy at Ario Wirawan Salatiga Hospital. This study uses explanatory research with a cross sectional approach. A sample of 33 respondents was determined using consecutive sampling. The normality test uses the Shapiro Wilk test. For relationship testing use Spearman Rank. The results of the study can show that there is no relationship between the frequency of nutritional counseling and protein intake (p value = 0.935), there is no relationship between the frequency of nutritional counseling and vitamin C (p value = 0.148), there is no relationship between the frequency of nutritional counseling and vitamin A intake (p value = 0.392, and there is no relationship between the frequency of nutritional counseling and lymphocyte levels (p value = 0.064) in lung cancer patients with chemotherapy at Ario Wirawan Salatiga Hospital. Therefore, it is necessary to conduct further research on factors that affect the intake of proteins, vitamins (C, A), and lymphocyte levels in lung cancer patients with chemotherapy.</em></p>Siti Musllikhatun, Sufiati Bintanah, Yuliana Noor Setiawati Ulvie, Sri Purwaningsih
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/955Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pemodelan Produktivitas Padi di Jawa Tengah dengan Regresi Campuran Nonparametrik Spline Kernel
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1006
<p><strong>Latar belakang :</strong> Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan produktivitas padi di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 dengan menggunakan pendekatan regresi campuran nonparametrik spline kernel. <strong>Metode :</strong> Metode ini dipilih karena mampu menggabungkan keunggulan spline dalam menangkap pola global dan kernel dalam menangkap variasi lokal, sehingga lebih fleksibel dalam menggambarkan hubungan yang bersifat tidak linier antara produktivitas padi dengan faktor-faktor ekonomi daerah. Data penelitian mencakup 35 kabupaten/kota dengan variabel prediktor meliputi luas panen, tenaga kerja, jumlah penduduk, dan pengeluaran per kapita. <strong>Hasil penelitian :</strong> Hasil analisis menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh pada titik knot optimal di E₁ = 1457,060 dan E₂ = 1497,137 dengan tiga nilai bandwidth optimal yaitu O₁ = 5,62256, O₂ = 0,0001277, dan O₃ = 0,0502639. Model ini menghasilkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum sebesar 21,61559 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9482. Nilai tersebut menunjukkan bahwa sebesar 94,82% variasi produktivitas padi dapat dijelaskan oleh variabel prediktor, sedangkan 5,18% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. <strong>Kesimpulan :</strong> Dengan demikian, regresi spline-kernel dapat dijadikan alternatif yang efektif dan akurat dalam meramalkan produktivitas pertanian berbasis data ekonomi daerah, khususnya di Provinsi Jawa Tengah.</p> <p>_____________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong>Background :</strong> <em>This study aims to estimate rice productivity in Central Java Province in 2023 using a mixed nonparametric spline-kernel regression approach. <strong>Method : </strong>This method was chosen because it combines the strength of spline in capturing global patterns with the flexibility of kernel in capturing local variations, thereby providing a better fit for nonlinear relationships between rice productivity and regional economic factors. The data used in this study cover 35 regencies/municipalities with predictor variables consisting of harvested area, labor, population, and per capita expenditure. <strong>Result : </strong>The analysis results indicate that the optimal model was obtained at knot points </em><em>E₁ = 1457.060 and E₂ = 1497.137, with three optimal bandwidth values of O₁ = 5.62256, O₂ = 0.0001277, and O₃ = 0.0502639. The model produced a minimum Generalized Cross Validation (GCV) value of 21.61559 and a coefficient of determination (R²) of 0.9482. This means that 94.82% of the variation in rice productivity can be explained by the predictor variables through the spline-kernel regression model, while the remaining 5.18% is influenced by other factors outside the model. <strong>Conclusion :</strong> Therefore, the spline-kernel regression approach can be considered an effective and accurate alternative for forecasting agricultural productivity based on regional economic data, particularly in Central Java Province.</em></p>Siti Mutiah, Tiani Wahyu Utami, Prizka Rismawati Arum
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1006Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Perbandingan Regresi Robust Estimasi M dengan Pembobot Andrew, Tukey Bisquare dan Huber pada Data Realisasi Penanaman Modal Asing Tahun 2023
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1007
<p><strong>Latar belakang :</strong> Penanaman Modal Asing (PMA) berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun distribusinya antarprovinsi masih timpang sehingga memunculkan pencilan pada data. <strong>Metode :</strong> Kondisi ini membuat metode Ordinary Least Squares (OLS) kurang tepat digunakan. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan regresi robust estimasi M dengan tiga pembobot, yaitu Andrew, Tukey Bisquare, dan Huber. Data yang digunakan berupa realisasi PMA 2023 di 38 provinsi dengan variabel prediktor PDRB, rasio pajak, UMP, panjang infrastruktur jalan, dan TPT. Analisis dilakukan melalui estimasi OLS, uji asumsi klasik, deteksi pencilan menggunakan DFFITS, serta perbandingan model robust M menggunakan algoritma IRLS. <strong>Hasil penelitian :</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa OLS tidak memenuhi asumsi normalitas dan homoskedastisitas, serta teridentifikasi pencilan signifikan. Perbandingan model robust memperlihatkan bahwa pembobot Huber menghasilkan performa terbaik dengan Adjusted R² sebesar 0,5716 dan MSE sebesar 6.844.128. <strong>Kesimpulan :</strong> Model akhir menunjukkan bahwa PDRB dan rasio pajak berpengaruh positif terhadap PMA, sedangkan infrastruktur jalan berpengaruh negatif. Dengan demikian, regresi robust estimasi M dengan pembobot Huber merupakan metode yang lebih tepat untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi PMA pada data yang mengandung pencilan.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background : </em></strong><em>Foreign Direct Investment (FDI) plays a crucial role in Indonesia’s economic growth, yet its distribution across provinces remains unequal, leading to outliers in the data. <strong>Method : </strong>Such conditions make the Ordinary Least Squares (OLS) method less appropriate. To address this issue, this study applies robust regression with M-estimation using three weighting functions: Andrew, Tukey Bisquare, and Huber. The dataset consists of 2023 FDI realization across 38 provinces with predictor variables including Gross Regional Domestic Product (GRDP), tax ratio, minimum wage, road infrastructure, and unemployment rate. The analysis was conducted through OLS estimation, classical assumption tests, outlier detection using DFFITS, and robust regression modeling via the Iteratively Reweighted Least Squares (IRLS) algorithm. <strong>Result : </strong>The results show that OLS violated the assumptions of normality and homoscedasticity, with significant outliers identified. The comparison of robust models indicates that the Huber weight provides the best performance, yielding the highest Adjusted R² (0.5716) and the lowest Mean Squared Error (MSE) of 6,844,128. <strong>Conclusion : </strong>The final model reveals that GRDP and tax ratio positively affect FDI, while road infrastructure has a negative effect. Therefore, robust regression with Huber weighting is more suitable for analyzing factors influencing FDI when data contain outliers.</em></p>Syifa Aulia Sakinah, Prizka Rismawati Arum, Tiani Wahyu Utami
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1007Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Penerapan Metode eXtreme Gradient Boosting (XGBoost) pada Klasifikasi Kualitas Udara Indonesia Menggunakan Augmentasi Data Conditional Generative Adversarial Network (CGAN)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1008
<p><strong>Latar belakang : </strong>Kualitas udara yang semakin menurun dari tahun ke tahun menjadi masalah penting bagi Indonesia, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Salah satu contohnya adalah kasus ISPA yang semakin meningkat dan pada tahun 2023 kasusnya mencapai 1,5 hingga 1,8 juta dengan salah satu faktor penyebabnya adalah kualitas udara yang buruk. Oleh karena itu, diperlukan deteksi dan pemantauan kualitas udara yang lebih efektif. <strong>Metode : </strong>Metode <em>machine learning</em> seperti <em>eXtreme Gradient Boosting</em> (<em>XGBoost</em>) telah banyak digunakan untuk mengklasifikasikan kualitas udara. Namun, ketidakseimbangan data antar kelas dapat menyebabkan model klasifikasi menjadi kurang optimal, karena model cenderung bias terhadap kelas mayoritas. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan <em>Conditional Generative Adversarial Network</em> (CGAN) sebagai teknik augmentasi data guna meningkatkan performa klasifikasi dengan menambah jumlah sampel pada kelas minoritas. <strong>Hasil penelitian : </strong>Berdasarkan hasil klasifikasi, proses augmentasi data CGAN mampu meningkatkan keseimbangan prediksi antar kelas, terutama dalam mengklasifikasikan kelas minoritas. Model CGAN-X<em>GBoost</em> menunjukkan performa yang baik dengan akurasi mencapai 97.08% serta nilai presisi 97.11%, recall 97.1%, F1-Score 97.08%, dan AUC 98.82%. Hal ini menunjukkan bahwa <em>XGBoost</em> merupakan metode yang stabil dan akurat dalam memanfaatkan data sintetis CGAN. <strong>Kesimpulan : </strong>Dengan demikian, CGAN-<em>XGBoost</em> dinilai efektif dalam menangani ketidakseimbangan data kualitas udara di Indonesia.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background : </em></strong><em>The declining air quality year after year has become a significant problem for Indonesia, especially due to its impact on public health and the environment. One example is the increasing number of respiratory tract infection cases, which reached 1.5 to 1.8 million in 2023, with poor air quality being one of the contributing factors. Therefore, more effective air quality detection and monitoring are needed. <strong>Method : </strong>Machine learning methods such as eXtreme Gradient Boosting (XGBoost) have been widely used to classify air quality. However, data imbalance between classes can cause classification models to be less than optimal, as models tend to be biased towards the majority class. Therefore, this study uses Conditional Generative Adversarial Network (CGAN) as a data augmentation technique to improve classification performance by increasing the number of samples in the minority class. <strong>Result : </strong>Based on the classification results, the CGAN data augmentation process was able to improve the balance of predictions between classes, especially in classifying minority classes. The CGAN-XGBoost model showed good performance with an accuracy of 97.08%, precision of 97.11%, recall of 97.1%, F1-Score of 97.08%, and AUC of 98.82%. This shows that XGBoost is a stable and accurate method in utilizing CGAN synthetic data. <strong>Conclusion : </strong>Thus, CGAN-XGBoost is considered effective in handling the imbalance of air quality data in Indonesia.</em></p>Risma Ayu Prastika, Indah Manfaati Nur, Ariska Fitriyana Ningrum
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1008Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Kejadian Tuberkulosis Paru berdasarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Kondisi Lingkungan Rumah (Studi di Puskesmas Tlogosari Wetan)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1009
<p><strong>Latar belakang :</strong> Kejadian tuberkulosis paru dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, pengetahuan, dan perilaku, misalnya kebiasaan merokok, tidak menerapkan etika batuk, tidak memakai masker, kebiasaan buang dahak, tidak membuka jendela, dan faktor lingkungan, seperti ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembapan, jenis lantai, dan kepadatan hunian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. <strong>Metode : </strong>Penelitian ini berupa deskriptif analitik dengan desain <em>cross sectional </em>yang dilakukan di Puskesmas Tlogosari Wetan pada Juli-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah 1490 terduga tuberkulosis paru, sedangkan sampel berjumlah 60 responden hasil dari perhitungan <em>Lemeshow </em>dan dipilih dengan teknik <em>purposive sampling </em>berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data perilaku hidup bersih dan sehat (kebiasaan merokok, penerapan etika batuk, dan kebiasaan membuka jendela) diperoleh dari wawancara dengan kuesioner dan pengukuran kondisi lingkungan rumah (luas ventilasi dan kepadatan hunian) dengan <em>roll meter</em>, kemudian data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji <em>chi square.</em> <strong>Hasil penelitian :</strong> Hasil penelitian memperlihatkan nilai signifikansi Perilaku hidup bersih dan sehat p(0,010)< 0,05 dan kepadatan hunian p(0,143)> 0,05. <strong>Kesimpulan : </strong>Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian tuberkulosis paru. Sedangkan, pada kondisi lingkungan rumah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background : </em></strong><em>The incidence of pulmonary tuberculosis can be influenced by various factors, such as age, gender, comorbidities, knowledge, and behavior, for example smoking habits, not practicing cough etiquette, not wearing masks, spitting habits, not opening windows, and environmental factors, such as ventilation, lighting, temperature, humidity, floor type, and housing density. This study aims to determine the relationship between clean and healthy living behaviors and home environmental conditions with the incidence of pulmonary tuberculosis. <strong>Method : </strong>This study is a descriptive analytical study with a cross-sectional design conducted at the Tlogosari Wetan Community Health Center in July-August 2025. The population in this study consisted of 1,490 suspected pulmonary tuberculosis cases, while the sample consisted of 60 respondents selected using the Lemeshow calculation and purposive sampling technique based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Data on clean and healthy living behaviors (smoking habits, coughing etiquette, and window opening habits) were obtained from interviews using questionnaires and measurements of home environmental conditions (ventilation area and housing density) using a roll meter. The research data were then analyzed using the chi-square test. <strong>Result :</strong> The results showed that the significance value of clean and healthy living behaviors was p(0.010) < 0.05 and housing density was p(0.143) > 0.05. <strong>Conclusion :</strong> It can be concluded that there is a relationship between clean and healthy living behaviors and the incidence of pulmonary tuberculosis. Meanwhile, the home environmental conditions showed that there was no relationship between housing density and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Tlogosari Wetan Community Health Center.</em></p>Fatwa Banatya Fadilla, Didik Sumanto, Supriyanto Supriyanto, Ratih Sari Wardani
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1009Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengelompokan Wilayah di Indonesia Berdasarkan Tingkat Pengangguran Menggunakan Metode Gaussian Mixture Model (GMM)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1010
<p><strong>Latar belakang : </strong>Tingginya tingkat pengangguran merupakan permasalahan serius yang berdampak pada aspek sosial dan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia. Pada tahun 2024, Indonesia mencatatkan tingkat pengangguran tertinggi di Asia Tenggara sebesar 5,2%. Kondisi ini menuntut adanya strategi yang tepat dalam menangani masalah tersebut, salah satunya melalui pengelompokan wilayah berdasarkan karakteristik pengangguran. <strong>Metode : </strong><em>Gaussian Mixture Model</em> (GMM) dipilih karena memiliki keunggulan dalam mengidentifikasi pola distribusi data yang kompleks, mampu menangkap keragaman karakteristik antar wilayah, serta lebih fleksibel dibandingkan metode <em>clustering</em> lainnya. GMM tidak hanya membagi data ke dalam kelompok secara tegas, tetapi juga memberikan probabilitas keanggotaan setiap provinsi terhadap masing-masing cluster. Dengan demikian, GMM lebih sesuai digunakan untuk data sosial-ekonomi yang seringkali memiliki karakteristik yang saling tumpang tindih. Data yang digunakan adalah data indikator pengangguran di Indonesia. <strong>Hasil penelitian : </strong>Hasil analisis menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh dengan jumlah cluster optimal sebanyak dua berdasarkan nilai <em>Bayesian Information Criterion</em> (BIC) tertinggi sebesar –624,5664. <strong>Kesimpulan : </strong><em>Cluster</em> 1 beranggotakan 24 provinsi yang umumnya memiliki tingkat pengangguran dan kemiskinan lebih tinggi dan <em>cluster</em> 2 beranggotakan 14 provinsi dengan partisipasi kerja laki-laki lebih tinggi namun tingkat pengangguran lebih rendah.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background : </em></strong><em>The high unemployment rate represents a serious issue that affects both the social and economic aspects of a country, including Indonesia. In 2024, Indonesia recorded the highest unemployment rate in Southeast Asia at 5.2%. This condition necessitates the implementation of appropriate strategies to address the problem, one of which is regional clustering based on unemployment characteristics. <strong>Method : </strong>The Gaussian Mixture Model (GMM) was selected due to its advantages in identifying complex data distribution patterns, capturing the heterogeneity of regional characteristics, and offering greater flexibility compared to other clustering methods. Unlike traditional clustering techniques that assign observations strictly to a single group, GMM provides the probability of each province’s membership across clusters. Consequently, GMM is more suitable for socio-economic data, which often exhibit overlapping characteristics. The dataset employed in this study consists of unemployment indicators in Indonesia. <strong>Result : </strong>The analysis revealed that the best-fitting model was obtained with an optimal number of two clusters, as indicated by the highest Bayesian Information Criterion (BIC) value of –624.5664. <strong>Conclusion : </strong>Cluster 1 comprises 24 provinces that generally exhibit higher unemployment and poverty rates, while Cluster 2 consists of 14 provinces characterized by higher male labor force participation but lower unemployment rates.</em></p>Devina Nadifa Nur Aulia, M. Al Haris, Saeful Amri, Rochdi Wasono
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1010Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Keberadaan Dewan Direksi, Komisaris Independen, Ukuran Perusahaan, dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/999
<p><strong>Latar belakang:</strong> Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis berbagai faktor penentu yang memengaruhi tingkat profitabilitas dalam industri perbankan. Objek observasi studi ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang tercatat secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan rentang waktu pengamatan yang mencakup empat tahun fiskal, yaitu dari 2019 hingga 2022. Secara spesifik, fokus utama penelitian diarahkan pada empat variabel prediktor utama, yang meliputi peran dewan direksi, keberadaan komisaris independen, besaran ukuran entitas (perusahaan), serta rasio leverage (penggunaan utang). <strong>Metode:</strong> Operasionalisasi variabel dilakukan sebagai berikut: dewan direksi diukur dari total anggotanya, komisaris independen diproksikan melalui rasio jumlah komisaris independen terhadap total dewan komisaris, ukuran perusahaan menggunakan nilai logaritma natural dari total aset, sementara leverage dihitung berdasarkan rasio total utang terhadap total aset. Riset ini menerapkan metodologi kuantitatif dengan model analisis regresi linier berganda. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>, yang menghasilkan 19 perusahaan sebagai sampel. Dengan periode pengamatan empat tahun, total data observasi yang dianalisis berjumlah 76. <strong>Hasil</strong>: Hasil yang diperoleh dari pengujian empiris dalam studi ini menyoroti bahwa dua faktor spesifik, yakni jumlah anggota dewan direksi dan rasio leverage perusahaan, tidak menunjukkan adanya hubungan atau dampak yang berarti pada kinerja finansial entitas perbankan. <strong>Kesimpulan</strong>: Berbanding terbalik dengan temuan tersebut, penelitian ini secara definitif membuktikan bahwa proporsi komisaris yang bersifat independen serta skala operasional entitas (ukuran perusahaan) keduanya memiliki kontribusi yang signifikan dan bersifat positif dalam meningkatkan kinerja keuangan di sektor perbankan.</p> <p>_______________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background</em></strong><em>: This study was conducted to analyze various determinants affecting profitability in the banking industry. The study's subjects were all banking companies officially listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), with an observation period spanning four fiscal years, from 2019 to 2022. Specifically, the study focused on four key predictor variables: the role of the board of directors, the presence of independent commissioners, the size of the entity (company), and the leverage ratio (use of debt). <strong>Methods</strong>: The variables were operationalized as follows: the board of directors was measured by its total membership, independent commissioners were proxied by the ratio of the number of independent commissioners to the total board of commissioners, company size was measured using the natural logarithm of total assets, and leverage was calculated based on the ratio of total debt to total assets. This research employed a quantitative methodology with a multiple linear regression analysis model. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, resulting in 19 companies. With a four-year observation period, a total of 76 observational data were analyzed. <strong>Results</strong>: The empirical testing results in this study highlight that two specific factors, namely the number of board members and the company's leverage ratio, do not show any significant relationship or impact on the financial performance of banking entities. <strong>Conclusion</strong>: Contrary to these findings, this study definitively proves that the proportion of independent commissioners and the entity's operational scale (company size) both have a significant and positive contribution to improving financial performance in the banking sector.</em></p>Dika Ayu Hanifiani, R. Ery Wibowo A, Nurcahyono Nurcahyono, Fatmasari Sukesti, Alwiyah Alwiyah
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/999Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis Nilai Perusahaan Dengan CSR Sebagai Pemoderasi
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1000
<p><strong>Latar belakang:</strong> Profitabilitas menggambarkan keahlian industri dalam menciptakan laba sepanjang periode tertentu. Tingkatan profitabilitas yang besar mencerminkan keadaan keuangan yang sehat serta kinerja operasional yang baik, sehingga berkontribusi pada kenaikan nilai industri Laba bersih yang besar jadi penanda kalau industri sanggup mengelola sumber dayanya secara efisien yang pada kesimpulannya tingkatkan energi tarik untuk investor buat menanamkan modalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji terkait pengaruh profitabilitas, <em>leverage</em> dan kepemilikan manjerial pada nilai perusahaan dengan variabel moderasinya yaitu CSR. <strong>Metode:</strong> Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu keseluruhan perusahaan manufaktur pada sektor industri barang konsumsi yang telah terdaftar di BEI periode tahun 2021-2024. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. <strong>Hasil</strong>: Profitabilitas, <em>leverage</em><em>, </em>dan kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh positif pada nilai perusahaan. <strong>Kesimpulan:</strong> <em>CSR</em> mampu memperkuat pengaruh dari profitabilitas terhadap nilai perusahaan, akan tetapi <em>CSR</em> memperlemah pengaruh <em>leverage </em>terhadap nilai perusahaan<em>. </em><em>CSR </em>tidak mampu memoderasi pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan.</p> <p>________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background</em></strong><em>: Profitability reflects an industry's ability to generate profits over a specific period. A high level of profitability reflects a healthy financial condition and good operational performance, thus contributing to an increase in industry value. A high net profit indicates that an industry can manage its resources efficiently, which ultimately increases investor attractiveness. This study aims to analyze and test the effect of profitability, leverage, and managerial ownership on firm value, with CSR as a moderating variable. <strong>Method</strong>: The population used in this study is all manufacturing companies in the consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021-2024. The sampling method used in this study was a purposive sampling technique. <strong>Results</strong>: Profitability, leverage, and managerial ownership have a positive effect on firm value. <strong>Conclusion</strong>: CSR can strengthen the effect of profitability on firm value, but CSR weakens the effect of leverage on firm value. CSR is unable to moderate the effect of managerial ownership on firm value.</em></p>Iswahyuni Iswahyuni, R. Ery Wibowo A, Fatmasari Sukesti
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1000Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Pengetahuan Pajak, Kesadaran Wajib Pajak Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Kasus Samsat Kabupaten Rembang)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1001
<p><strong>Latar belakang:</strong> Beberapa faktor yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak antara lain pengetahuan, kesadaran, dan sanksi perpajakan. Pengetahuan tentang tata cara dan ketentuan perpajakan mendorong wajib pajak memahami kewajibannya serta konsekuensi jika melanggar. Kesadaran wajib pajak juga berpengaruh besar, karena semakin tinggi kesadaran, semakin tinggi pula kemauan untuk membayar pajak secara sukarela. Selain itu, penerapan sanksi tegas berfungsi memberikan efek jera sehingga wajib pajak terdorong untuk taat. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh pengetahuan pajak, kesadaran wajib pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor (studi kasus samsat kabupaten rembang). <strong>Metode</strong>: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak kendaraan bermotor yang membayar pajak di Kantor SAMSAT Kabupaten Rembang, sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sebanyak 100 responden. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear berganda. <strong>Hasil</strong>: Diperoleh indikasi bahwa pengetahuan pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, sedangkan kesadaran wajib pajak dan sanksi pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. <strong>Kesimpulan</strong>: Hal penting yang mempengaruhi ketaatan wajib pajak adalah tingkat pengetahuan pajak.</p> <p>_______________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background</em></strong><em>: Several factors influence taxpayer compliance, including knowledge, awareness, and tax sanctions. Knowledge of tax procedures and provisions encourages taxpayers to understand their obligations and the consequences of violations. Taxpayer awareness also has a significant impact, as higher awareness leads to a greater willingness to pay taxes voluntarily. Furthermore, the application of strict sanctions serves to provide a deterrent effect, encouraging taxpayers to comply with the law. This study was conducted to examine the influence of tax knowledge, taxpayer awareness, and tax sanctions on motor vehicle taxpayer compliance (a case study of the Rembang Regency Samsat Office). <strong>Methods</strong>: The population in this study was all motor vehicle taxpayers who pay taxes at the Rembang Regency Samsat Office. The sample was determined using the Slovin formula with a 10% error rate, 100 respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression. <strong>Results</strong>: Indications were obtained that tax knowledge influences motor vehicle taxpayer compliance, while taxpayer awareness and tax sanctions do not. <strong>Conclusion</strong>: An important factor influencing taxpayer compliance is the level of tax knowledge.</em></p>Habib Nur Kharim
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1001Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Persaingan Pasar Audit Dan Good Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba Dengan Spesialisasi Industri Auditor Sebagai Pemoderasi (Studi Empiris Pada Perusahaan Basic Materials yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2024)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1002
<p><strong>Latar belakang:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persaingan pasar audit, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, serta komite audit terhadap praktik manajemen laba, dengan mempertimbangkan peran spesialisasi industri auditor sebagai variabel moderasi. <strong>Metode:</strong> Analisis menggunakan data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) terhadap 36 perusahaan yang memenuhi kriteria dari total 112 perusahaan populasi. <strong>Hasil</strong>: Persaingan pasar audit berpengaruh positif dan signifikan dalam menekan praktik manajemen laba, sehingga persaingan antar auditor mampu meningkatkan kualitas laporan keuangan. Kepemilikan institusional menunjukkan arah hubungan negatif terhadap manajemen laba, namun tidak signifikan. Kepemilikan manajerial menunjukkan arah hubungan positif terhadap manajemen laba, namun tidak signifikan, yang menandakan lemahnya fungsi kontrol investor manajer pemegang saham. Komite audit menunjukkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan, mengindikasikan keterbatasan efektivitas pengawasan yang dijalankan. <strong>Kesimpulan:</strong> Spesialisasi industri auditor memperkuat hubungan persaingan pasar audit terhadap praktik manajemen laba secara signifikan. Variabel moderasi ini juga memperlemah secara signifikan pengaruh kepemlikan instistusional dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba, yang berarti keahlian auditor pada sektor spesifik dapat menekan manipulasi laba oleh manajer. Spesialisasi auditor tidak mampu memoderasi secara signifikan hubungan antara komite audit dan praktik manajemen laba.</p> <p>____________________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> This study aims to analyze the influence of audit market competition, institutional ownership, managerial ownership, and audit committees on earnings management practices, considering the role of auditor industry specialization as a moderating variable. <strong>Method:</strong> The analysis uses panel data with the Common Effect Model (CEM) approach on 36 companies that meet the criteria from a total of 112 population companies. <strong>Results:</strong> Audit market competition has a positive and significant effect on suppressing earnings management practices, thereby improving the quality of financial reports through competition between auditors. Institutional ownership exhibits a negative relationship with earnings management, although it is not statistically significant. Managerial ownership shows a positive relationship with earnings management, but it is not significant, which indicates a weak control function of investors, managers, and shareholders. The audit committee shows a positive but not significant effect, indicating limited effectiveness of the supervision carried out. <strong>Conclusion:</strong> Auditor industry specialization significantly strengthens the relationship between audit market competition and earnings management practices. This moderating variable also significantly weakens the influence of institutional ownership and managerial ownership on earnings management, which means that auditor expertise in specific sectors can suppress earnings manipulation by managers. Auditor specialization is unable to significantly moderate the relationship between audit committees and earnings management practices.</em></p>Fredy Joy Prihantoro
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1002Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Model Regresi Data Panel Dinamis Dengan Metode Generalized Methods Of Moments Arellano-Bond Pada Angka Penyelesaian Pendidikan SMA Di Indonesia
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/995
<p>Pendidikan merupakan aspek utama dalam pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup. Pada <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) tujuan ke-4, pendidikan inklusif, adil, dan berkualitas menjadi prioritas. Salah satu indikator penting adalah Angka Penyelesaian Pendidikan SMA (APPSMA) yang menggambarkan proporsi penduduk menyelesaikan jenjang menengah atas tepat waktu. Penelitian ini berguna mengetahui faktor yang memengaruhi APPSMA di Indonesia dengan menggunakan metode <em>Generalized Method of Moments </em>Arellano-Bond (GMM-AB) pada data panel dinamis. Metode ini dipilih karena mampu mengatasi autokorelasi, heteroskedastisitas, dan endogenitas dalam data panel. Data penelitian mencakup 34 provinsi di Indonesia selama periode 2015–2023.</p> <p>Hasil estimasi metode GMM-AB menunjukkan bahwa APPSMA tahun sebelumnya (), Angka Partisipasi Kasar SMA (), dan Penduduk Memiliki Keluhan Kesehatan(), berpengaruh signifikan. Koefisien positif menunjukkan adanya efek keberlanjutan capaian pendidikan antarwaktu. APK SMA berpengaruh positif, di mana peningkatan 1% meningkatkan APPSMA sebesar 0,256% baik jangka pendek maupun panjang. Sebaliknya, peningkatan 1% penduduk dengan keluhan kesehatan menurunkan APPSMA sebesar 0,563%. Hasil ini menegaskan pentingnya peningkatan akses pendidikan dan perbaikan kualitas kesehatan guna mendukung pencapaian SDGs di sektor pendidikan.</p>Nabila Az-Zahra, Tiani Wahyu Utami, Prizka Rismawati Arum
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/995Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Studi Penerapan Pariwisata Berkelanjutan Pada Kampung Wisata Taman Sari
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/976
<p><strong>Latar belakang:</strong> Negara Indonesia memiliki kemampuan yang signifikan dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berfokus pada budaya dan sejarah, hal ini harus diarahkan sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Pariwisata berkelanjutan penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. <strong>Method:</strong> Penelitian ini mengkaji penerapan standar Global Sustainable Tourism Council (GSTC) di Kampung Wisata Taman Sari, Yogyakarta, dengan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. <strong>Hasil:</strong> Adanya kolaborasi pemerintah, keraton, dan masyarakat dalam pengelolaan destinasi, peningkatan kesejahteraan melalui lapangan kerja dan usaha lokal, serta upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Namun, pengelolaan limbah masih terbatas dan risiko komodifikasi budaya perlu diantisipasi. <strong>Kesimpulan:</strong> Prinsip GSTC sudah diimplementasikan dengan baik, meski perlu penguatan khusus pada aspek lingkungan dan budaya.</p> <p>___________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Indonesia has significant potential to develop a tourism sector focused on culture and history, which must be guided by the principles of sustainability. Sustainable tourism is important for maintaining economic, social, cultural, and environmental balance. <strong>Method:</strong> This study examines the implementation of Global Sustainable Tourism Council (GSTC) standards in Taman Sari Tourism Village, Yogyakarta, using qualitative descriptive methods through interviews, observations, and literature studies. <strong>Result:</strong> The results show collaboration between the government, the royal palace, and the community in destination management, improved welfare through local employment and businesses, and efforts to preserve culture and the environment. However, waste management is still limited and the risk of cultural commodification needs to be anticipated. <strong>Conclusion:</strong> GSTC principles have been well implemented, although specific strengthening is needed in the environmental and cultural aspects.</em></p>Imelda Febranti Laia, Halisa Halisa, Regina Mayang Sari Gaurifa, Reni Reskinta, Agung Sulistyo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/976Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengelolaan Objek Wisata dalam Menciptakan Pengelolaan Berkelanjutan di Kampung Wisata Purbayan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/977
<p><strong>Latar belakang:</strong> Pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu starategi penting dalam pengembangan kampung wisata Purbayan, Kotagede. <strong>Method:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta study literatur. Analisis dilakukan dengan menggunakan konsep Jadestayang menekankan lima indikator utama. <strong>Hasil penelitian:</strong> Kelembagaan pengelolaan sudah terbentuk melalui komunitas dan pokdarwis yang berperan dalam pelestarian budaya serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Daya tarik wisata berfokus pada warisan sejarah, seni, dan budaya lokal. Sarana dan prasarana serta dukungan UMKM telah mendukung kenyamanan wisatawan, meskipun masih perlu adanya penguatan. Produk unggulan berupa kerajinan perak menjadi identitas khas sekaligus penggerak ekonomi. Strategi pemasaran dilakukan secara terpadu melalui media digital dan Kerjasama offline dengan Lembaga Pendidikan maupun agen perjalanan. <strong>Kesimpulan:</strong> Penerapan konsep Jadesta terbukti relevan dalam menciptakan pengelolaan pariwisata berkelanjutan di kampung wisata Purbayan, karena mampu menjaga keaslian budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Sustainable tourism has become a key strategy in developing the Purbayan Tourism Village, Kotagede. <strong>Method:</strong> This study employed a qualitative method with a descriptive approach, utilizing observation, interviews, documentation, and literature review. The analysis was conducted using the Jadesta concept, which emphasizes five main indicators. <strong>Result:</strong> The management institution has been established through community organizations and Pokdarwis, which play significant roles in cultural preservation and community economic empowerment. The tourism attractions are focused on historical heritage, arts, and local culture. Facilities & infrastructure, and support of UMKM have contributed to visitor convenience, although further improvements are still needed. The main product, silver craft, serves as both a unique identifier and a driver of the local economy. Marketing strategies are carried out in an integrated manner through digital media and offline collaborations with educational institutions and travel agents. <strong>Conclusion</strong>: The implementation of the Jadesta concept has proven to be relevant in creating sustainable tourism management in Purbayan Tourism Village, as it preserves cultural authenticity while improving community welfare.</em></p>Apriani Away, Chanya Aureoullelia Sapulette, Inggrit Evalin Rambu Kuba, Satna Khofifatul Madniyah, Yandriana Mau, Agung Sulistyo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/977Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Implementasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan pada Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/978
<p><strong>Latar belakang:</strong> Penelitian ini membahas implementasi pariwisata berkelanjutan dengan konsep WTO di Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, melalui tiga aspek utama yaitu ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. <strong>Metode:</strong> Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi literatur dan analisa somatik. <strong>Hasil penelitian:</strong> Keberhasilan pengelolaan ketiga aspek tersebut telah memberikan kontribusi nyata hingga meraih penghargaan “UNWTO <em>Best Tourism Village</em>”. Dari sisi ekonomi, pariwisata mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Pada aspek lingkungan terdapat upaya konservasi alam, pengelolaan sampah, dan perawatan ekosistem. Sedangkan aspek sosial budaya tercermin melalui pelestarian adat istiadat, seni, serta tradisi masyarakat setempat yang menjadi daya tarik wisata. Namun demikian, ditemukan tantangan pada pengelolaan promosi, khususnya penggunaan media sosial yang masih belum optimal. Hal ini berpotensi membatasi jangkauan informasi dan interaksi dengan wisatawan. <strong>Kesimpulan:</strong> Diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat, terutama generasi muda, melalui pelatihan pembuatan konten kreatif, strategi pengelolaan media sosial, serta branding digital untuk memperkuat daya saing pariwisata.</p> <p>___________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> This research discusses the implementation of sustainable tourism with the WTO concept in Nglanggeran Tourism Village, Gunungkidul, through three main aspects, namely economic, socio-cultural, and environmental. <strong>Method:</strong> The method used is descriptive qualitative research with data collection techniques through field observation, literature studies and Somatic Analysis. <strong>Results:</strong> The success of the management of these three aspects has made a real contribution to winning the "UNWTO Best Tourism Village" award. From an economic perspective, tourism is able to increase the income of local communities. In the environmental aspect, there are efforts to conserve nature, waste management, and ecosystem care. Meanwhile, the socio-cultural aspect is reflected through the preservation of the customs, arts, and traditions of the local community which are tourist attractions. However, challenges were found in the management of promotions, especially the use of social media which is still not optimal. This has the potential to limit the range of information and interaction with tourists. <strong>Kesimpulan:</strong> Therefore, it is necessary to increase the capacity of the community, especially the younger generation, through creative content creation training, social media management strategies, and digital branding to strengthen tourism competitiveness.</em></p>Paulina Kurnia Nabi, Nurjanah Nurjanah, Rivi Fanarian, Arni Meylani Wulandari, Agung Sulistyo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/978Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengelolaan Objek Wisata dalam Menciptakan Pengelolaan Berkelanjutan di Desa Wisata Bleberan Gunungkidul
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/979
<p><strong>Latar belakang:</strong> Pariwisata desa menjadi salah satu strategi pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Desa Wisata Bleberan di Kabupaten Gunungkidul memiliki daya tarik utama berupa Air Terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencono, yang didukung oleh keindahan alam serta nilai sejarah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan berbasis komunitas untuk menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan objek wisata Bleberan serta upaya yang dilakukan guna menjaga keberlanjutan desa wisata. <strong>Metode:</strong> Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada Senin, 1 September 2025. Subjek penelitian meliputi pengurus Pokdarwis, pemerintah desa, masyarakat lokal, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang berfokus pada pengelolaan wisata dan strategi keberlanjutan. <strong>Hasil penelitian:</strong> Pengelolaan Desa Wisata Bleberan meliputi daya tarik wisata, fasilitas dasar, pemanfaatan teknologi digital, kelembagaan dan SDM, resiliensi lingkungan, serta kolaborasi antar pihak. Pokdarwis berperan sentral dalam pengelolaan dengan dukungan penuh pemerintah desa dan keterlibatan masyarakat. Upaya keberlanjutan tercermin dari konservasi lingkungan, digitalisasi, serta partisipasi warga dalam menyediakan layanan wisata. Kolaborasi telah ter jalin dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan BUMN, meskipun kerja sama dengan sektor swasta belum terlaksana. <strong>Kesimpulan:</strong> Desa Wisata Bleberan terbukti mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai model pengelolaan pariwisata berkelanjutan.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Village tourism is one of the sustainable development strategies that directly involves the community. Bleberan Tourism Village in Gunungkidul Regency offers its main attractions, Sri Gethuk Waterfall and Rancang Kencono Cave, supported by natural beauty and historical values. This study is motivated by the importance of community-based management in creating a balance between economic, social, and environmental aspects. The purpose of this research is to describe the management of Bleberan Tourism Village and the efforts to maintain its sustainability.<strong>Method:</strong> This research applied a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation conducted on September 1, 2025. The subjects consisted of tourism awareness group (Pokdarwis) members, village government, local community, and tourists. Data analysis included data reduction, data display, and conclusion drawing, focusing on tourism management and sustainability strategies. <strong>Result:</strong> The findings show that Bleberan Tourism Village management covers tourist attractions, basic facilities, digital technology utilization, institutions and human resources, environmental resilience, and collaboration. Pokdarwis plays a central role in management with strong support from the village government and active community participation. Sustainability efforts are reflected in environmental conservation, digitalization, and community involvement in providing tourism services. Collaborations have been established with the government, universities, and state-owned enterprises, while partnerships with the private sector are not yet realized. <strong>Conclusion:</strong> Bleberan Tourism Village has proven capable of integrating economic, social, and environmental aspects as a model of sustainable tourism management.</em></p>Robby Rizki Pratama, Irhamul Hadi, Pertisia Lita Vebrianti, Baiq Lala Alpiana, Agung Sulistyo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/979Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Dampak Penerapaan Pola Bertani Semi Modern di Desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/980
<p><strong>Latar belakang:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penera praktik semi modern dan dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi petani padi di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Desa ini telah mengalami transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi semi modern sejak diperkenalkannya program Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kualitatid deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. <strong>Hasil penelitian;</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran ke pertanian semi modern didorong oleh kebutuhan akan efisiensi tenaga kerja, peningkatan produktivitas, menuculnya pelaku agribisnis lokal, serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani melalui pendidikan dan pendampingan. Sebelum terjadinya transformasi, petani masih menggunakan peralatan sederhana dan sistem kerja yang masih tradisional yang mengakibatkan rendahnya hasil panen dan pendapatan. Setelah penerapan metode semi-modern, terjadi peningkatan signifikan dalam produktivitas, pendapatan, kualitas perumahan, dan akses ke layanan pendidikan dan kesehatan. Namun, transisi tersebut juga membawa konsekuensi sosial, seperti melemahnya ikatan sosial, berkurangnya permintaan tenaga kerja pertanian, dan munculnya stratifikasi sosial baru di kalangan petani. <strong>Kesimpulan:</strong> Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun praktik pertanian semi modern telah berdampak positif pada kesejahteraan petani, transformasi ini harus disertai dengan strategi pemberdayaan yang menghargai nilai-nilai sosial budaya setempat dan melindungi kelompok yang terkena dampak secara ekonomi. Oleh karena itu, penyuluhan pertanian berkelanjutan dan perlindungan sosial bagi buruh tani yang terlantar sangat penting untuk menyeimbangkan modernisasi dengan kohesi sosial.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Backgorund:</em></strong><em> This study aims to examine the implementation of semi-modern practices and their impact on the socioeconomic conditions of rice farmers in Sedahan Jaya Village, Sukadana District, Kayong Utara Regency. This village has undergone a transformation from a traditional agricultural system to a semi-modern one since the introduction of the Field Agricultural Extension Program (PPL). <strong>Method:</strong> This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. <strong>Result:</strong> The results show that the shift to semi-modern agriculture was driven by the need for labor efficiency, increased productivity, the emergence of local agribusiness actors, and increased knowledge and skills of farmers through education and mentoring. Before the transformation, farmers still used simple tools and traditional work systems, which resulted in low yields and income. After the implementation of semi-modern methods, there was a significant increase in productivity, income, housing quality, and access to education and health services. </em><em>However, this transition also brought social consequences, such as weakened social ties, reduced demand for agricultural labor, and the emergence of new social stratification among farmers. <strong>Conclusion:</strong> This study concludes that although semi-modern agricultural practices have had a positive impact on farmers' welfare, this transformation must be accompanied by empowerment strategies that respect local socio-cultural values and protect economically affected groups. Therefore, sustainable agricultural extension and social protection for displaced farm workers are essential to balance modernization with social cohesion.</em></p>Muhammad Hori, Mukhlis Mukhlis, Syf. Ema Rahmania, Agus Sikwan, Dahniar TH. Musa, Bella Riska
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/980Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Perbandingan Metode K-Means dan K-Medoids dalam Klasterisasi Pencemaran Lingkungan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/981
<p><strong>Latar belakang:</strong> Pencemaran lingkungan, seperti pencemaran air, tanah, dan udara, masih menjadi persoalan utama di banyak wilayah Indonesia. Meskipun data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan banyak desa dan kelurahan terdampak, belum tersedia segmentasi provinsi yang komprehensif untuk mendukung kebijakan berbasis data. Penelitian ini memfokuskan pada pengelompokan 38 provinsi di Indonesia berdasarkan jenis pencemaran lingkungan menggunakan dua metode klasterisasi yaitu K-Means dan K-Medoids. Tujuannya adalah mengevaluasi metode mana yang lebih optimal dalam membentuk cluster wilayah terdampak. <strong>Metode:</strong> Penilaian dilakukan dengan Davies-Bouldin Index untuk menentukan jumlah cluster. <strong>Hasil Penelitian:</strong> terbaik. Hasil menunjukkan bahwa dua cluster merupakan konfigurasi optimal, dengan K-Means menunjukkan performa lebih baik (DBI = 0.432) dibandingkan K-Medoids (DBI = 0.465). <strong>Kesimpulan:</strong> Oleh karena itu, K-Means direkomendasikan sebagai metode yang lebih efektif dalam pengelompokan wilayah berdasarkan tingkat pencemaran dengan karakteristik cluster menunjukkan cluster 1 mewakili wilayah dengan pencemaran rendah dan cluster 2 mewakili wilayah dengan pencemaran tinggi.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em><strong>Background:</strong> Environmental pollution, such as water, soil, and air pollution, remains a major issue in many regions of Indonesia. Although data from Statistics Indonesia (BPS) indicate that many villages and urban neighborhoods are affected, a comprehensive provincial-level segmentation to support data-driven policymaking is still unavailable. This study focuses on clustering 38 provinces in Indonesia based on types of environmental pollution using two clustering methods, namely K-Means and K-Medoids. The objective is to evaluate which method is more optimal in forming clusters of affected regions. <strong>Method:</strong> The evaluation was carried out using the Davies-Bouldin Index to determine the optimal number of clusters. <strong>Result:</strong> The results show that two clusters represent the optimal configuration, with K-Means demonstrating better performance (DBI = 0.432) compared to K-Medoids (DBI = 0.465). <strong>Conclusion:</strong> Therefore, K-Means is recommended as the more effective method for clustering regions based on pollution levels with the cluster characteristics showing that Cluster 1 represents regions with low pollution levels, while Cluster 2 represents regions with high pollution levels.</em></p>Nasyiatul Izzah, Al Aghni Naufalia, Rachmat Kahfiwan Nur, Gita Rahmawati, Rahayu Setyaningsih, Arafico Mirah Delima Dinirvana; Fatkhurokhman Fauzi
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/981Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Studi Penerapan Pariwisata Berkelajutan pada Daya Tarik Wisata Puncak Sosok
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/982
<p><strong>Latar belakang:</strong> Penelitian ini mengkaji penerapan pariwisata berkelanjutan di Puncak Sosok, Bantul, Yogyakarta. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara dengan pengelola serta masyarakat lokal. <strong>Hasil penelitian</strong>: Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip keberlanjutan melalui konservasi lingkungan, pengelolaan tata ruang, dan promosi berbasis digital. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan warung, jasa parkir, dan pertunjukan seni memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Tantangan utama berupa peningkatan jumlah wisatawan dan masalah kebersihan memerlukan tata kelola kolaboratif. <strong>Kesimpulan:</strong> Dengan demikian, Puncak Sosok dapat menjadi contoh wisata pedesaan berkelanjutan.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> This study examines the implementation of sustainable tourism at Puncak Sosok, Bantul, Yogyakarta. <strong>Method:</strong> A descriptive qualitative method was applied through observations and interviews with local stakeholders. <strong>Result:</strong> Findings indicate the application of sustainability principles through environmental conservation, spatial planning, and digital promotion. Community participation in managing stalls, parking, and cultural performances provides economic benefits while strengthening local identity. Main challenges include growing visitor numbers and waste issues, which require collaborative governance. <strong>Conclusion:</strong> Thus, Puncak Sosok serves as an example of sustainable rural tourism.</em></p>Dirly Stefanus Maranatha Prihanto, Inas Nasrudin Hamid, Surya Maulana, Agung Sulistyo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/982Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Digitalisasi Administrasi Publik untuk Efisiensi Pengiriman Slip Gaji di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/983
<p><strong>Latar belakang:</strong> Transformasi digital dalam administrasi publik merupakan strategi penting dalam reformasi birokrasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas sesuai dengan prinsip good governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan digital governance melalui otomatisasi distribusi slip gaji di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA). Sebelum digitalisasi, distribusi slip gaji dilakukan secara manual dengan cara screenshoot slip dari file PDF kemudian dikirimkan satu per satu ke email pegawai. Proses tersebut memerlukan waktu lama, menambah beban administratif, dan berisiko menimbulkan kesalahan. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus dan metode pengembangan perangkat lunak waterfall. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan efisiensi waktu, beban kerja, dan transparansi antara sistem manual dan sistem digital. <strong>Hasil Penelitian:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem digitalisasi slip gaji yang memanfaatkan Microsoft Word, Excel, Outlook, dan Visual Basic for Applications (VBA) mampu memangkas waktu distribusi dari beberapa hari menjadi hitungan jam, mengurangi pekerjaan administratif repetitif, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui akses langsung pegawai terhadap slip gaji mereka. <strong>Kesimpulan:</strong> Walaupun terdapat keterbatasan seperti ketergantungan pada aplikasi Microsoft Office dan variasi literasi digital pegawai, sistem ini terbukti efektif dan dapat direplikasi di instansi pemerintah lain sebagai praktik baik digitalisasi administrasi publik.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Digital transformation in public administration is an essential strategy in bureaucratic reform to enhance efficiency, transparency, and accountability in line with the principles of good governance. This study aims to analyze the implementation of digital governance through the automation of payroll slip distribution at the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection. Prior to digitalization, payroll slips were distributed manually by taking screenshots of PDF files and sending them individually to employees’ emails. This process was time-consuming, increased administrative workload, and posed a risk of errors. <strong>Method:</strong> The study employed a qualitative descriptive approach with a case study strategy and the waterfall software development method. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed descriptively to compare time efficiency, workload, and transparency between manual and digital systems. <strong>Result:</strong> The results indicate that the payroll slip digitalization system, which integrates Microsoft Word, Excel, Outlook, and Visual Basic for Applications (VBA), successfully reduced distribution time from several days to just hours, minimized repetitive administrative tasks, and enhanced transparency and accountability by providing employees with direct access to their payroll slips. <strong>Conclusion:</strong> Although limitations remain, such as dependency on Microsoft Office applications and varying levels of digital literacy among employees, the system proved effective and can be replicated in other government institutions as a best practice of public administration digitalization.</em></p>Laili Fitra Sani Lukman
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/983Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/984
<p><strong>Latar belakang:</strong> Studi ini bertujuan utama untuk menguji dan menganalisis bagaimana kinerja keuntungan (profitabilitas), ketersediaan dana lancar (likuiditas), serta skala operasional (ukuran perusahaan) secara bersamaan atau parsial memengaruhi nilai atau harga pasar entitas bisnis yang disurvei. Investigasi ini merupakan studi kuantitatif yang secara spesifik memusatkan perhatian pada entitas bisnis yang bergerak dalam subsektor konsumsi sekunder dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), meliputi kurun waktu 2019 hingga 2023. Dalam penelitian ini, valuasi bisnis ditentukan berdasarkan rasio Price to Book Value (PBV). Sementara itu, tingkat keuntungan diwakilkan oleh Return on Equity (ROE), kemampuan finansial jangka pendek diukur dengan Current Ratio (CR), dan skala bisnis diturunkan dari nilai logaritma natural aset keseluruhan. <strong>Metode:</strong> Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan instrumen analisis utama berupa regresi linier berganda yang berfungsi untuk menentukan dan mengukur korelasi kausal di antara semua variabel yang terlibat. Dalam pengumpulan data, peneliti menerapkan metode pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling) yang menghasilkan sampel akhir sebanyak 51 perusahaan, dengan total data observasi yang diolah mencapai 225 pengamatan. <strong>Hasil penelitian:</strong> Hasil analisis ekonometri menunjukkan temuan yang menarik dan signifikan: profitabilitas terbukti memiliki keterkaitan terbalik (negatif signifikan) dengan nilai perusahaan. Kontras dengan profitabilitas, variabel likuiditas dan ukuran perusahaan keduanya menunjukkan korelasi searah (positif signifikan) terhadap nilai perusahaan. <strong>Kesimpulan:</strong> Implikasi dari hasil ini menyiratkan bahwa di sektor barang konsumsi non-primer, kemampuan menjaga modal kerja dan memiliki skala aset yang besar lebih cenderung diapresiasi pasar dan berkontribusi pada peningkatan valuasi perusahaan, dibandingkan dengan tingginya tingkat pengembalian ekuitas.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> This study's primary objective is to test and analyze how earnings performance (profitability), availability of current funds (liquidity), and operational scale (firm size) simultaneously or partially influence the value or market price of the surveyed business entities. This quantitative research specifically focuses on corporations in the non-primary consumer goods sub-sector that have been listed and operating on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period from 2019 to 2023. Firm value is measured using the Price to Book Value (PBV) ratio, profitability is represented by Return on Equity (ROE), liquidity is measured by the Current Ratio (CR), and firm size is determined from the natural logarithm of total assets. <strong>Method:</strong> The method employs a quantitative approach with multiple linear regression analysis techniques to identify and measure the causal relationships between variables.</em> <em>In data collection, the researchers applied the purposive sampling method, resulting in a final sample of 51 companies, with a total of 225 observations processed. <strong>Result:</strong> The results of the econometric analysis show interesting and significant findings: profitability is proven to have an inverse relationship (negatively significant) with firm value. In contrast to profitability, both the liquidity and firm size variables demonstrate a direct correlation (positively significant) with firm value. <strong>Conclusion:</strong> The implication of these results suggests that in the non-primary consumer goods sector, the ability to maintain working capital and possess a large scale of assets is more likely to be appreciated by the market and contribute to an increase in corporate valuation, compared to a high level of return on equity.</em></p>Ismail Fahmi, Alwiyah Alwiyah, Fatmasari Sukesti, Mohammad Ridwan
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/984Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Optimalisasi Hunian Sehat Keluarga Melalui Penerapan Indoor Vertical Garden berbasis Tanaman Penyaring Udara Sirih Gading
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/967
<p>Kualitas udara dalam ruangan sangat memengaruhi kesehatan dan kenyamanan penghuni, terutama karena aktivitas rumah tangga dan polutan dari bahan kimia. Penelitian ini membahas penerapan <em>indoor vertical garden</em> dengan tanaman sirih gading (<em>Epipremnum aureum</em>) sebagai solusi ramah lingkungan dalam menciptakan hunian sehat. Tujuan penelitian ini adalah optimalisasi penggunaan sirih gading sebagai penyaring udara dalam ruangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur, pengumpulan data, dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirih gading efektif menyerap polutan berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan xylene. Selain itu, <em>vertical garden</em> memberikan keuntungan estetika, hemat ruang, serta efek psikologis positif bagi penghuni. Faktor penentu keberhasilan mencakup desain, penempatan, pencahayaan, sirkulasi udara, jumlah tanaman, serta perawatan rutin. Meskipun terdapat keterbatasan pada pencahayaan rendah atau ventilasi buruk, konsep ini tetap menjadi solusi berkelanjutan yang mendukung hunian sehat, ramah lingkungan, dan fungsional bagi keluarga urban.</p> <p><strong>__________________________________________________________________________________</strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Indoor air quality significantly affects the health and comfort of residents, particularly due to household activities and chemical pollutants. This study examines the implementation of an indoor vertical garden using golden pothos (Epipremnum aureum) as an eco-friendly solution to create a healthy living environment. The purpose of this study is to optimize the use of sirih gading as an indoor air filter. The research applied a descriptive qualitative method through literature review, data collection, and qualitative analysis. Findings indicate that golden pothos is effective in absorbing harmful pollutants such as formaldehyde, benzene, and xylene. Moreover, vertical gardens provide aesthetic value, optimize space, and generate positive psychological effects for residents. Key factors for successful implementation include design, placement, lighting, air circulation, number of plants, and regular maintenance. Despite limitations in low lighting or poor ventilation, this concept remains a sustainable solution that supports healthy, eco-friendly, and functional urban living.</em></p>Siti Herdianti Mulia, Muh.Rifki Madjid, Kania Kinasih
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/967Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Rumah Sehat: Optimalisasi Pencahayaan serta Ventilasi Alami pada Rumah bagi Kesehatan dan Produktivitas Penghuni
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/970
<p>Studi ini menekankan pentingnya arsitektur yang tidak hanya berhenti pada aspek visual dan fungsional, melainkan juga sebagai faktor penentu utama bagi kesehatan fisik dan mental serta kesejahteraan individu yang tinggal di dalamnya. Desain tempat tinggal yang baik dapat menghadirkan kenyamanan, mempererat interaksi sosial, dan memberikan rasa aman, sementara rancangan yang buruk dapat menimbulkan isu kesehatan, stres, depresi, serta dampak sosial yang lebih luas seperti meningkatnya angka kriminalitas. Di Indonesia, masih banyak hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan karena kurangnya pengetahuan dan pendidikan dalam memaksimalkan pencahayaan serta ventilasi alami. Kekurangan yang signifikan ini mengakibatkan suasana dalam rumah menjadi gelap, lembab, dan tidak sehat, yang menjadi penyebab utama bagi masalah pernapasan, pertumbuhan jamur berbahaya, serta gangguan kesehatan mental dan ketidakamanan. Untuk mengatasi isu ini, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain masalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memberikan alternatif solusi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempat tinggal yang ideal harus mampu mengintegrasikan dengan baik dua elemen penting yaitu sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Arsitektur saat ini menjadi bidang ilmu yang memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan dan keberlangsungan hidup manusia. Mengabaikan peran arsitek serta prinsip desain yang sehat dalam tempat tinggal sama dengan mengesampingkan aspek penting untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. Langkah-langkah seperti penerapan arsitektur yang berkelanjutan melalui arah bangunan, pemilihan bahan, dan optimalisasi bukaan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup.dan ventilasi alami.</p> <p><strong>__________________________________________________________________________________________</strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>This study emphasizes the importance of architecture that does not stop at the visual and functional aspects, but also as a major determining factor for the physical and mental health and well-being of the individuals who live in it. Good residential design can provide comfort, strengthen social interaction, and provide a sense of security, while poor design can lead to health issues, stress, depression, and broader social impacts such as rising crime rates. In Indonesia, there are still many residences that do not meet health standards due to a lack of knowledge and education in maximizing natural lighting and ventilation. This significant deficiency results in the atmosphere in the home being dark, damp, and unhealthy, which is a major cause for respiratory problems, harmful mold growth, and mental health disorders and insecurity. To address this issue, this study applies a qualitative approach with problem design to identify, analyze, and provide alternative design solutions. The results of the study show that the ideal residence must be able to integrate well two important elements, namely air circulation and natural lighting. Architecture is currently a field of science that has responsibility for human health and survival. Ignoring the role of architects as well as healthy design principles in residence is tantamount to ignoring important aspects of creating a healthier and better future. Measures such as the application of sustainable architecture through building direction, material selection, and openings optimization should be seen as long-term investments to improve quality of life and natural ventilation.</em></p>Husnaya Ausa Naila, Niko Pebriyanto, Fitri Dwi Indarti
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/970Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Arsitektur Rumah Sehat: Peran Desain Ruang Terhadap Kualitas Hidup Keluarga
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/971
<p>Setiap keluarga mendambakan rumah sehat yang nyaman untuk didiami dan menjadi tempat tinggal yang memberikan dampak positif bagi kualitas hidup anggota keluarga. Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai ekosistem kecil yang memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan sosial penghuninya. Namun, sebagian besar keluarga dalam mendesain rumahnya kurang memperhatikan faktor-faktor tersebut. Pola hidup modern sering kali mengabaikan faktor kesehatan dalam merancang hunian, yang dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan hingga tekanan mental. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan dengan tujuan untuk memahami berbagai unsur desain ruang seperti sirkulasi udara, pencahayaan, resapan air dan pembuangan sampah untuk menciptakan rumah sehat dan kualitas hidup keluarga yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode kualitatif deskriftif. Data didapatkan melalui pengamatan dan survei langsung di lapangan. Analisis data dilakukan dengan variabel sirkulasi udara, pencahayaan, resapan air dan pembuangan sampah. Hasil penelitian didapatkan bahwa desain rumah yang kurang memperhatikan variabel sirkulasi udara, pencahayaan, resapan air dan pembuangan sampah akan menyebabkan rumah menjadi tidak sehat. Solusinya dengan redesain ruang rumah agar tercapai menjadi rumah sehat dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.</p> <p><strong>_______________________________________________________________________________</strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Every family desires a healthy, comfortable home that positively impacts the quality of life of its members. A home serves not only as a shelter but also as a small ecosystem that influences the physical, mental, and social health of its occupants. However, most families pay little attention to these factors when designing their homes. Modern lifestyles often neglect health factors in home design, which can lead to various health problems, ranging from respiratory disorders to mental stress. Therefore, this study is important to understand various elements of spatial design such as air circulation, lighting, water absorption, and waste disposal to create a healthy home and a good quality of life for families. This study uses a qualitative descriptive approach. Data were obtained through direct observations and surveys in the field. Data analysis was conducted using variables such as air circulation, lighting, water absorption, and waste disposal. The study found that home designs that do not pay attention to the variables of air circulation, lighting, water absorption, and waste disposal will result in an unhealthy home. The solution is to redesign the home space to achieve a healthy home and improve the quality of life for families.</em></p>Muhammad Maulana Ibrahim, Mellysa Djuniar Agustin, Mohhamad Kusyanto
Copyright (c) 2025 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/971Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Implementasi Pariwisata Berkelanjutan pada Pengelolaan Objek Wisata Kano Maritim Baros
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1011
<p>Implementasi pariwisata berkelanjutan memperhatikan aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Kano Maritim Baros sebagai wisata berbasis ekowisata mengedepankan pariwisata berkelanjutan sebagai hal efektif dan strategis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi pariwisata berkelanjutan. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan pengelola sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaannya telah menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan. Aspek budaya belum optimal karena kegiatan budaya belum terintegrasi dan wisata kano tidak beroperasi di musim hujan. Maka, diperlukan diversifikasi pendapatan, penguatan wisata budaya, dan kolaborasi multipihak.</p> <p><strong>_____________________________________________________________________</strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Implementation of sustainable tourism takes into account economic, socio cultural, and environment aspect. Kano Maritim Baros as an ecotourism based attraction, promotes sustainable tourism as an effective and strategic approach. This research uses qualitative methods were used to explore sustainable tourism. Data collection uses observations and interviews with managers were used as data collection tools. The results of the study show that the management has the results of the study indicate that in its management, it has applied the principles of sustainable tourism. The cultural is not optimal because cultural activies not yet integrated and canoeing tourism does not operate during the rainy season. Therefore, income diversification, strengthening of cultur tourism and stakeholder collaboration are needed.</em></p>Ayunindya Sandy Aulia, Edo Artha Wijaya, Nabilah Nawarrohmah, Siti Dwi Kustia, Agung Sulistyo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1011Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Kadar β-Karoten, Kekenyalan Dan Sifat Sensoris Pada Tahu Bakso Ayam Dengan Variasi Isian Wortel
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1012
<p>Tahu bakso ayam merupakan produk pangan yang banyak digemari karena cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal. Namun, produk ini memiliki kandungan β-karoten yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan wortel sebagai isian terhadap kadar β-karoten, tingkat kekenyalan, dan karakteristik sensoris tahu bakso ayam. Perlakuan yang digunakan mencakup penambahan wortel sebesar 0, 10, 20, 30, 40, dan 50%. Tahu bakso dibuat dari campuran daging ayam, wortel, bumbu, dan es batu, kemudian diisikan ke dalam tahu pong dan dikukus. Analisis dilakukan terhadap kadar β-karoten menggunakan spektrofotometer UV-Vis, kekenyalan menggunakan Texture Analyzer CT3, serta uji sensoris hedonik oleh 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan wortel secara signifikan meningkatkan kadar β-karoten, dengan nilai tertinggi sebesar 0,609 mg/100 g pada perlakuan 50%, namun menurunkan tingkat kekenyalan, di mana nilai tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa wortel (6,3 gf). Berdasarkan hasil uji sensoris, perlakuan dengan penambahan wortel 20% merupakan yang paling disukai, khususnya pada atribut warna dan rasa.</p> <p><strong>________________________________________________________________</strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Chicken meatball tofu is a popular food product due to its savory taste and chewy texture. However, this product has a relatively low β-carotene content. This study aims to examine the effect of adding carrots as a filling on the β-carotene content, chewiness, and sensory characteristics of chicken meatball tofu. The treatments included the addition of carrots at 0, 10, 20, 30, 40, and 50%. The tofu meatballs were made from a mixture of chicken meat, carrots, spices, and ice cubes, then stuffed into tofu pong and steamed. Analysis was conducted on β-carotene content using a UV-Vis spectrophotometer, texture using a Texture Analyzer CT3, and hedonic sensory testing by 20 panelists. The results of the study showed that the addition of carrots significantly increased the β-carotene content, with the highest value of 0.609 mg/100 g in the 50% treatment, but reduced the texture firmness, with the highest value found in the treatment without carrots (6.3 mm). Based on sensory test results, the treatment with 20% carrot addition was the most preferred, particularly for color and taste attributes.</em></p>Anisah Nur Rahmawati, Nurrahman Nurrahman, Siti Aminah
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1012Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Studi Penerapan Pariwisata Berkelanjutan Pada Desa Wisata Krebet Kecamatan Panjangan, Kabupaten Bantul
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1013
<p>Pariwisata berkelanjutan menjadi pendekatan penting dalam pengembangan desa wisata agar manfaat ekonomi dapat dicapai tanpa mengabaikan aspek sosial budaya dan kelestarian lingkungan. Desa Wisata Krebet di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, dikenal sebagai sentra kerajinan batik kayu dan telah masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Krebet serta mengungkap faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam bersama pihak pengelola desa wisata. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan desa wisata telah mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan melalui keberadaan Pokdarwis, program pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta kemitraan dengan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Daya tarik wisata terdiri atas atraksi alam, budaya, dan buatan, dengan batik kayu sebagai ikon utama. Kendala utama terletak pada keterbatasan sumber daya manusia berkualitas dan ketergantungan pendapatan yang bersifat musiman. Kesimpulannya, Desa Wisata Krebet telah menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan secara bertahap dan menunjukkan potensi besar untuk berkembang lebih optimal apabila dukungan SDM, kelembagaan, dan pemasaran digital terus diperkuat.</p> <p><strong><em>__________________________________________________________________</em></strong></p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Sustainable tourism is an important approach in the development of tourism villages so that economic benefits can be achieved without neglecting socio-cultural aspects and environmental sustainability. Krebet Tourism Village in Pajangan District, Bantul Regency, is known as a center for wooden batik crafts and has been included in the top 50 of the 2024 Indonesian Tourism Village Award (ADWI). The purpose of this study is to analyze the implementation of sustainable tourism principles in Krebet Tourism Village and to identify the supporting and inhibiting factors in its application. This research employs a descriptive qualitative method with data collection techniques carried out through participatory observation and in depth interviews with the village tourism managers. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model through reduction, presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that tourism village management has integrated economic, socio-cultural, and environmental aspects through the existence of Pokdarwis, community-based waste management programs, and partnerships with the government, academia, and the private sector. The tourist attraction consists of natural, cultural, and artificial attractions, with wooden batik as the main icon. The main obstacles lie in the limitation of quality human resources and seasonal income dependence. In conclusion, Krebet Tourism Village has implemented the principles of sustainable tourism gradually and shows great potential to develop more optimally if the support of human resources, institutions, and digital marketing continues to be strengthened.</em></p>Dodengo, Maria Aurelia Vianney, Raudhiatuz Zahra, Rhania Lutfia Ardien, Agung Sulistyo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1013Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Transformasi Wedang Pokak menjadi Minuman Herbal Kekinian: Kajian Daya Terima dan Inovasi Produk
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/988
<p>Wedang pokak merupakan minuman tradisional berbahan dasar rempah yang dikenal memiliki manfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Variasi warna, aroma, rasa, serta komposisi pada setiap racikan dapat memengaruhi tingkat kesukaan dan penerimaan masyarakat terhadap produk akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk: memberikan sosialisasi kepada warga RT/RW 04/03 Kelurahan Cireundeu mengenai manfaat kesehatan dan teknik formulasi Wedang Pokak, serta mengevaluasi daya terima masyarakat terhadap mutu organoleptik dari berbagai formulasi, baik dalam bentuk geprek maupun serbuk. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan eksperimen pembuatan Wedang Pokak dengan dua jenis formulasi Wedang Pokak, kemudian dianalisis pengaruhnya terhadap atribut organoleptik meliputi rasa, aroma, warna, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS Statistics 25 melalui uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata tertinggi pada uji organoleptik diperoleh oleh formula F2A untuk warna (3,22/4,00), F1A untuk rasa (3,13/4,00), serta F4A untuk aroma (2,97/4,00) dan tekstur (2,85/4,00). Secara keseluruhan, tiga formulasi yang paling disukai masyarakat adalah F4A (3,00/4,00), F2A (2,99/4,00), dan F1A (2,93/4,00). Daari kegiatan ini menunjukkan bahwa faktor komposisi dan bentuk penyajian berpengaruh terhadap preferensi konsumen, sehingga dapat menjadi acuan dalam pengembangan produk wedang pokak yang sesuai dengan selera pasar dan berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional bernilai ekonomi.</p> <p>___________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Wedang pokak is a traditional spice-based drink known to have benefits in increasing body immunity. Variations in each concoction's colour, aroma, taste, and composition can influence public liking and acceptance of the final product. This activity aims to: provide socialisation to residents of RT/RW 04/03 Cireundeu Village regarding the health benefits and formulation techniques of Wedang Pokak, and evaluate public acceptance of the organoleptic quality of various formulations, both in geprek and powder form. The method used is socialisation and experiments in making Wedang Pokak with two types of Wedang Pokak formulations, then analysing their effects on organoleptic attributes, including taste, aroma, colour, and texture. Data were analysed using SPSS Statistics 25 software through the Kruskal-Wallis test. The results showed that the highest average value in the organoleptic test was obtained by formula F2A for colour (3.22/4.00), F1A for taste (3.13/4.00), and F4A for aroma (2.97/4.00) and texture (2.85/4.00). Overall, the three most preferred formulations by the public were F4A (3.00/4.00), F2A (2.99/4.00), and F1A (2.93/4.00). This activity shows that composition and presentation factors influence consumer preferences, so that it can be a reference in developing wedang pokak products that suit market tastes and have the potential to be developed as functional drinks with economic value.</em></p>Nur Hasanah, Sheila Meitania Utami, Nanang Yunarto, Lela Kania Rahsa Puji, Beny Maulana Satria, Clymensi Clymensi
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/988Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Program Paket Informasi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu Hamil dengan Anemia
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/989
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Anemia sangat rentan terjadi pada ibu hamil karena kebutuhan zat besi dan nutrisi lainnya meningkat untuk mendukung pertumbuhan janin dan plasenta, serta untuk meningkatkan volume darah ibu. Cara menanggulangi permasalahan pada ibu hamil anemia yaitu memberikan program paket informasi kesehatan sebagai peningkatan pengetahuan dan kepatuhan minum tablet tambah darah pada ibu. <strong>Metode:</strong> Pendekatan studi yang dilakukan dengan rangkaian asuhan keperawatan, mancakup pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus dilaksanakan di Puskesmas Rowosari Semarang, pada 3 ibu hamil dengan anemia ringan. Kriteria inklusi pada subjek studi diantaranya responden ibu hamil yang mengalami anemia dengan konsentrasi anemia ringan 9.5-10.5g/dL. ibu hamil dengan usia 18-45 tahun, usia kehamilan 14-26 minggu atau kehamilan trimester ke 2, dan mempunyai akses smartphone dengan aplikasi whatsapp. Sedangkan kriteria eksklusi adalah responden yang tidak bisa membaca dan menulis. Cara ukur studi kasus meliputi pengukuran sebelum edukasi dan setelah intervensi satu minggu. Alat ukur studi kasus menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar pernyataan kepatuhan tablet tambah darah. <strong>Hasil:</strong> Program paket informasi kesehatan pada ke tiga ibu hamil anemia mengalami peningkatan skor pengetahuan dari 59 (kurang) menjadi 95 (Baik) dan peningkatan skor kepatuhan dari 60 (kurang) menjadi 96 (Baik). <strong>Kesimpulan:</strong> Penerapan program paket informasi kesehatan anemia pada ibu hamil selama satu minggu dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu tindakan mandiri perawat yang aman untuk diterapkan dalam proses perawatan.</p> <p>_____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background: </em></strong><em>Anemia is highly prevalent among pregnant women because the demand for iron and other nutrients increases to support fetal and placental growth as well as maternal blood volume expansion. One way to address this problem is by implementing a health information package program aimed at improving maternal knowledge and compliance in consuming iron supplement tablets. <strong>Methods:</strong> This study was conducted using a nursing care approach consisting of assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The case study took place at the Rowosari Health Center, Semarang, involving three pregnant women with mild anemia. The inclusion criteria were pregnant women with hemoglobin levels of 9.5–10.5 g/dL, aged 18–45 years, in the second trimester (14–26 weeks), and having access to a smartphone with the WhatsApp application, while the exclusion criteria were respondents who were unable to read or write. Measurements were performed before education and after a one-week intervention. The measuring tools used included a knowledge questionnaire and a compliance statement sheet regarding iron supplement tablet intake. <strong>Results: </strong>The results showed that the health information package program increased knowledge scores from 59 (low) to 95 (good) and compliance scores from 60 (low) to 96 (good). <strong>Conclusion:</strong> The application of a health information package program for one week was effective in improving knowledge and compliance with iron supplement tablet consumption among pregnant women with mild anemia. This intervention can be considered a safe and practical independent nursing measure that may be applied in maternal health care.</em></p>Khilyandini Putriaji, Siti Aisah, Ernawati Ernawati
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/989Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Penerapan Pemeriksaan Kulit dan Feses Kolektif sebagai Metode Deteksi Dini Infestasi Parasit Eksternal maupun Internal pada Domba di Peternakan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/990
<p>Infestasi parasit eksternal dan internal merupakan masalah utama kesehatan pada domba yang berdampak pada penurunan produktivitas, kesejahteraan hewan, serta potensi kerugian ekonomi. Sistem pemeliharaan kelompok pada salah satu peternakan di Kabupaten Malang meningkatkan risiko penyebaran parasit sehingga diperlukan upaya deteksi dini yang sederhana dan aplikatif. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan menerapkan pemeriksaan kulit dan feses kolektif sebagai metode skrining awal infestasi parasit eksternal maupun internal serta meningkatkan kapasitas peternak dalam pengendalian penyakit parasitik. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, observasi klinis pada 154 ekor domba, pengambilan 28 sampel feses kolektif dari 14 kandang, pemeriksaan kulit menggunakan kartu monitoring, pengerokan kulit pada kasus berat, serta identifikasi laboratorium menggunakan metode natif mikroskopis. Edukasi pada peternak dilakukan melalui booklet, poster, dan kartu monitoring gejala klinis. Hasil pemeriksaan kulit menunjukkan adanya infestasi Bovicola ovis dengan gejala utama kulit berkerak (72,1%), rambut kusam (72,1%), dan kemerahan kulit (30,5%). Setelah pengobatan berupa pencukuran, pemandian, dan pemberian ivermectin oral, prevalensi gejala menurun 26%. Pemeriksaan feses kolektif tidak menemukan telur maupun larva parasit gastrointestinal yang diduga karena pemberian obat cacing sebelum kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan, meskipun gejala rambut kusam menurun dari 72,1% menjadi 46,2%. Kesimpulannya, pemeriksaan kulit dan feses kolektif efektif sebagai metode deteksi dini infestasi parasit pada domba dan berpotensi diaplikasikan secara berkelanjutan di tingkat peternakan rakyat.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>External and internal parasite infestations are major health problems in sheep, leading to decreased productivity, reduced animal welfare, and potential economic losses. The group-housing system at one of sheep farm in Malang, increases the risk of parasite transmission, thereby requiring simple and applicable early detection efforts. This community service program aimed to implement skin examination and collective fecal testing as preliminary screening methods for external and internal parasite infestations, while also improving farmers’ capacity in parasite disease control. The methods included an initial survey, clinical observation of 154 sheep, collection of 28 collective fecal samples from 14 pens, skin examination using monitoring cards, scraping in severe cases, and laboratory identification using the native microscopic method. Farmer education was conducted through booklets, posters, and clinical monitoring cards. Skin examination revealed infestation by Bovicola ovis, with major clinical signs including scaly skin (72.1%), dull hair (72.1%), and erythema (30.5%). After treatment consisting of shearing, bathing, and oral ivermectin administration, the prevalence of clinical signs decreased by 26%. Collective fecal examination did not detect gastrointestinal parasite eggs or larvae, presumably due to prior anthelmintic administration, although the proportion of dull hair cases decreased from 72.1% to 46.2%. In conclusion, skin examination and collective fecal testing are effective early detection methods for parasite infestations in sheep and have potential for sustainable application at the smallholder farm level.</em></p>Tiara Widyaputri, Dela Dwi Agustin, Nastiti Wima Al Husna
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/990Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Peran Edukasi 3R dan PHBS dalam Pengelolaan Sampah dan Kesehatan Lingkungan Keluarga di Pamulang Barat
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/993
<p>Kesehatan lingkungan keluarga merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan. Di Indonesia, sekitar 36,85% rumah tangga masih menempati hunian tidak layak, dengan pengelolaan sampah yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan lingkungan keluarga dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Pamulang Barat. Metode pengabdian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan analisis partisipatif terhadap 15 responden di Jl. Cemara 1, RT 03/RW 01 pada bulan Maret 2025. Penetapan prioritas masalah menggunakan metode MCUA dan analisis penyebab dengan diagram fishbone. Selanjutnya melaksanakan Musyawarah Masyarakat Rumah Tangga (MMRT) bersama dengan tokoh mayarakat dan perwakilan masyarakat setempat untuk menentukan program pelaksanaan kegiatan. Setelah itu, dalam rangka mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Hasil menunjukkan bahwa meskipun seluruh responden memiliki saluran pembuangan air yang baik (100%) dan ventilasi memadai (100%), namun hanya 20% yang menerapkan pengelolaan sampah dengan baik, 60% rumah ditemukan hewan pembawa penyakit, dan 40% responden pernah mengalami penyakit akibat lingkungan. Aspek pengelolaan sampah dan kebersihan rumah menjadi prioritas utama untuk intervensi. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan edukasi prinsip 3R yang dapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dengan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> pada saat penyuluhan di dapatkan hasil terjadi peningkatan pengetahuan terkait intervensi yang diberikan. Pengabdian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang dinamika kompleks antara lingkungan hunian, perilaku masyarakat, dan kejadian penyakit berbasis lingkungan.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Family environmental health is an important factor in preventing environment-based diseases. In Indonesia, around 36.85% of households still live in unfit housing, with suboptimal waste management. This community service aimed to analyze the condition of family environmental health and community behavior in maintaining environmental cleanliness in Pamulang Barat Village. The method used was a qualitative approach through field observations, structured interviews, and participatory analysis of 15 respondents in Jl. Cemara 1, RT 03/RW 01 in March 2025. Priority problems were determined using the MCUA method, and causes were analyzed with a fishbone diagram. Furthermore, a Household Community Meeting (MMRT) was conducted with community leaders and local representatives to determine program implementation. To measure program effectiveness, pre-tests and post-tests were also carried out. The results showed that although all respondents had adequate drainage systems (100%) and ventilation (100%), only 20% practiced proper waste management, 60% of houses were found to harbor disease-carrying animals, and 40% of respondents had experienced environment-related illnesses. Waste management and household cleanliness were identified as the main priorities for intervention. The community service activities included counseling on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and education on the 3R principles, which increased knowledge and influenced changes in household waste management practices. Based on evaluations using pre-tests and post-tests during counseling, the results indicated an improvement in knowledge related to the interventions provided. This community service provides a comprehensive understanding of the complex dynamics between housing environments, community behavior, and the incidence of environment-based diseases.</em></p>Zahra Aulia Habibi, Wafik Ukhoidir, Lela Kania Rahsa Puji, Nyimas Ainur Arifah, Salsabilatullad Zidzah, Syahru Romdoni
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/993Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Penerapan Asuhan Continuity of Care Pada Bayi Dalam Penanganan Ikterus Neonatorum di Puskesmas
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/997
<p>Latar Belakang: Ditemukan masalah ikterus neonatorum dengan tanda klinis menguning pada kulit sklera,dada dan perut. Kondisi ini terjadi akibat akumulasi bilirubin tidak terkonjugasi karena imaturitas fungsi hati pada bayi baru lahir.Tujuan Penelitian : Penerapan studi kasus Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai penerapan asuhan Continuity of Care (COC) dalam penanganan ikterus neonatorum pada bayi baru lahir di wilayah Puskesmas 9 November, serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kesehatan bayi dan penurunan angka komplikasi ikterus Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan studi kasus untuk mengeksplorasi asuhan kebidanan berkesinambungan (COC) pada Ny. R dari masa kehamilan, persalinan, masa nifas, hingga perawatan bayi baru lahir.dalam mendeteksi dan menangani kasus ikterus neonatorum, serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan bayi.Hasil : Asuhan kebidanan berkesinambungan untuk seluruh perjalanan dari hamil,, bersalin,nifas, menyusui, hingga perawatan bayi baru lahir adalah pendekatan yang terkoordinasi, berfokus pada kebutuhan individual, dan melibatkan komunikasi yang efektif antara ibu, keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal dan. Masalah ikterus pada bayi baru lahir di tangani dengan baik .Kesimpulan : Penatalaksanaan ikterus melalui peningkatan pemberian ASI dan penjemuran bayi di bawah sinar matahari pagi terbukti efektif dalam mempercepat penyembuhan. Hasil ini mendukung pentingnya penerapan COC dalam meningkatkan kualitas kesehatan maternal dan neonatal, serta memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Background: Neonatal jaundice problem was found with clinical signs of yellowing of the sclera, chest and abdomen. This condition occurs due to the accumulation of unconjugated bilirubin due to immaturity of liver function in newborn. Research Objective: This study aims to explore further the implementation of Continuity of Care (COC) in handling neonatal jaundice in newborns in the 9 November Health Center area, and to analyze its impact on improving infant health and reducing the number of jaundice complications. Method: This study aims to describe the application of case studies to explore continuous midwifery care (COC) in Mrs. Starting from pregnancy, childbirth, postpartum period, to newborn care, in detecting and handling cases of neonatal jaundice, and analyzing its impact on infant health.. Results: Continuity of midwifery care for the entire journey from pregnancy, labor, postpartum, breastfeeding, to newborn care is a coordinated approach, focused on individual needs, and involves effective communication between the mother, family and health workers is essential to achieve optimal health outcomes and. The problem of jaundice in newborns is handled wellations, physical examinations, and documentation through SOAP management. Conclusion: Management of jaundice through increased breastfeeding and exposing babies to morning sunlight has been proven effective in accelerating healing. These results support the importance of implementing COC in improving the quality of maternal and neonatal health, as well as strengthening the relationship between health workers and patients.</em></p>Rina Aulia
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/997Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Implementasi Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Dalam Menangani Kehamilan Dengan Oligohidramnion Pada Ny. A di Wilayah Puskesmas Kayu Tangi Kota Banjarmasin
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1015
<p>Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses fisiologis yang dapat berubah menjadi patologis apabila disertai komplikasi, salah satunya Oligohidramnion. Oligohidramnion merupakan salah satu penyebab utama kegawatdaruratan obstetri dan berisiko meningkatkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Pendekatan <em>Continuity of Care (COC)</em> diperlukan untuk deteksi dini dalam penanganan efektif Oligohidramnion. Tujuan Penelitian: Mendeskripsikan penerapan asuhan kebidanan <em>Continuity of Care (COC)</em> dalam implementasi menangani kehamilan dengan oligohidramnion pada Ny. A di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Tangi Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan rancangan studi kasus yang bertujuan untuk menggambarkan implementasi asuhan kebidanan <em>Continuity of Care (COC)</em> pada ibu hamil dengan oligohidramnion, mencakup masa kehamilan, persalinan, masa nifas hingga bayi baru lahir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi, pemeriksaan fisik dan klinis, pencatatan asuhan dalam bentuk SOAP serta studi dokumentasi dari rekam medis. Hasil: Implementasi asuhan kebidanan secara menyeluruh melalui pendekatan <em>Continuity of Care (COC)</em> pada Ny. A, menunjukkan bahwa pelayanan sangat penting untuk mendeteksi dan membuat keputusan klinis yang tepat tentang kondisi patologis seperti oligohidramnion. Kesimpulan: Studi kasus ini menunjukkan bahwa menggunakan model <em>Continuity of Care (COC)</em> dapat meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan secara keseluruhan. Penanganan cepat dan tepat berhasil mengidentifikasi oligohidramnion. Intervensi persalinan dengan <em>Sectio Caesarea (SC)</em> yang didasarkan pada hasil diagnosis yang objektif dapat menyelamatkan ibu dan bayi dari komplikasi tambahan.</p> <p>__________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Background: Pregnancy is a physiological process that can turn pathological if accompanied by complications, one of which is Oligohydramnios. Oligohydramnios is one of the main causes of obstetric emergencies and is at risk of increasing maternal and infant mortality rates (MMR) if not handled quickly and appropriately. The Continuity of Care (COC) approach is needed for early detection and effective treatment of Oligohydramnios. Research Objective: To describe the implementation of Continuity of Care (COC) midwifery care in the implementation of handling pregnancy with oligohydramnios in Mrs. A in the Kayu Tangi Health Center Work Area, Banjarmasin City. Method: This study is a descriptive study with a case study design that aims to describe the implementation of Continuity of Care (COC) midwifery care in pregnant women with oligohydramnios, covering pregnancy, childbirth, postpartum period to newborns. Data collection was carried out through structured interviews, observations, physical and clinical examinations, recording care in the form of SOAP and documentation studies from medical records. Results: Implementation of comprehensive midwifery care through the Continuity of Care (COC) approach to Mrs. A, shows that services are very important to detect and make appropriate clinical decisions about pathological conditions such as oligohydramnios. Conclusion: This case study shows that using the Continuity of Care (COC) model can improve the quality of overall midwifery services. Fast and appropriate handling successfully identified oligohydramnios. Intervention of labor with Sectio Caesarea (CS) based on objective diagnosis results can save the mother and baby from additional complications.</em></p>Siti Patimah
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1015Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Deteksi Gangguan Psikologis Postpartum Dengan Continuity of Care: Studi Kasus Pada Ny. F Di Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Selatan, Kota Banjarmasin
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1017
<p>Latar Belakang: Kasus gangguan psikologis postpartum terdata 20% di negara berkembang, angka kejadian depresi postpartum di negara Asia sebesar 26-85% sedangkan Indonesia 50-70%. Sebanyak 80% ibu diprediksi mengalami gejala gangguan suasana hati dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan, gejala depresi tersebut mirip dengan gejala depresi yang terjadi pada masa lain dalam siklus kehidupan wanita. Studi kasus ini bertujuan untuk membuktikan asuhan kebidanan COC sebagai deteksi potensi dan gangguan psikologis nifas mulai dari masa kehamilan sampai dengan pemilihan alat kontrasepsi. Metode: Penelitian ini mengeksplorasi asuhan kebidanan COC pada ibu hamil sampai pemilihan alat kontrasepsi yang berfokus pada masalah gangguan psikologis postpartum. Hasil: Asuhan kebidanan COC menjadikan hasil nyata guna mendeteksi resiko psikologis postpartum, dengan intervensi dini sederhana kesejahteraan psikologis ibu meningkat serta diiringi dengan meningkatnya kesejahteraan fisik ibu. Kesimpulan: Asuhan kebidanan COC membuktikan bahwa dapat mendeteksi resiko psikologis postpartum, dengan penggalian data subjektif, objektif dan lainnya sehingga mendapatkan hasil yang dilanjutkan dengan intervensi dini sederhana yang meningkatkaan kesejahteraan psikologis ibu.</p> <p>___________________________________________________________________</p>Jovanka Angelina Rahmah Panambayan, Pratiwi Puji Lestari, Bardiati Ulfah
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1017Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Hubungan Pola Asuh Islami Orang Tua dengan Prestasi Siswa di SD Aisyiyah Saubari Bening Hati Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1019
<p>Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh Islami menekankan pembentukan akhlak, penanaman nilai-nilai agama, serta keseimbangan antara kasih sayang dan kedisiplinan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola asuh Islami orang tua dan prestasi belajar siswa di SD Aisyiyah Saubari Bening Hati Semarang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IV–VI, dengan jumlah sampel 54 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Pola Asuh Keluarga Islami, sedangkan data prestasi belajar diperoleh dari nilai rata-rata rapor. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pola asuh Islami kategori baik (80,75%), dengan skor tertinggi pada aspek aktualisasi diri (86,81%) dan terendah pada aspek psikologi & mental (71,60%). Terdapat hubungan positif dan signifikan antara pola asuh Islami orang tua dan prestasi belajar siswa (p < 0,05). Kesimpulannya, semakin baik penerapan pola asuh Islami, semakin tinggi prestasi belajar siswa. Temuan ini merekomendasikan agar orang tua menerapkan pola asuh Islami secara konsisten sebagai salah satu strategi mendukung keberhasilan akademik anak.</p> <p>________________________________________________________________</p>Muslimah Muslimah, Annisa Marselina Widya, Wijayanti Fuad
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1019Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Skrining Hipertensi dan Resiko Penyakit Metabolik pada Jamaah Majelis Taklim Kajian Islami PRM Muktiharjo Kidul
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1020
<p>Hipertensi dan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi masing-masing sebesar 34,11% dan 8,5%, yang dipengaruhi oleh faktor risiko seperti obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan stres psikososial, serta memiliki hubungan timbal balik melalui mekanisme resistensi insulin dan disfungsi endotel. Lingkungan komunitas keagamaan, seperti Majelis Taklim Kajian Islami PRM Muktiharjo Kidul, berpotensi menjadi sarana intervensi efektif melalui skrining hipertensi dan penilaian risiko penyakit metabolik yang disertai edukasi kesehatan terarah untuk deteksi dini, pencegahan, dan perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional cross-sectional yang dilaksanakan padaFebruari 2025 di R.A. Karakter, Semarang, dengan sasaran jamaah Majelis Taklim Kajian Islami PRM Muktiharjo Kidul. Prosedur meliputi pendaftaran, anamnesis singkat, serta pemeriksaan tekanan darah dan kimia darah (glukosa, kolesterol total, dan asam urat). Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta dengan rata-rata tekanan darah sistolik 139,28 ± 19,36 mmHg dan diastolik 83,55 ± 11,24 mmHg, di mana 27% peserta memiliki tekanan darah normal, 50% hipertensi grade 1, dan 23% hipertensi grade 2. Tingginya proporsi hipertensi pada jamaah menunjukkan perlunya deteksi dini dan intervensi pada kelompok berisiko di komunitas keagamaan. Hasil ini sejalan dengan bukti bahwa skrining berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit tidak menular. Kegiatan skrining hipertensi dan risiko penyakit metabolik pada komunitas keagamaan terbukti efektif untuk deteksi dini, sehingga pelaksanaannya perlu dilakukan secara rutin disertai edukasi kesehatan terarah guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat.</p> <p>_________________________________________________________________</p>Chotimah Zainab, Kaeston RGK
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1020Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Prevalensi Hipertensi dan Diabetes Mellitus di Dusun Ngasinan, Kabupaten Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1021
<p>Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan dua penyakit kronis utama yang terus meningkat prevalensinya di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Rendahnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mendorong perlunya skrining dini. Kegiatan skrining dilakukan pada 17 November 2024 di Balai Desa Dusun Ngasinan, Kabupaten Semarang, dengan target masyarakat umum. Pemeriksaan meliputi anamnesis, pengukuran tekanan darah, dan gula darah sewaktu. Data dikumpulkan dari 16 peserta dan dianalisis secara deskriptif. Mayoritas peserta adalah perempuan (62,5%). Sebanyak 56,25% mengalami hipertensi grade 1, 25% hipertensi grade 2, dan hanya 18,75% memiliki tekanan darah normal. Rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 147,81±13,89 mmHg dan diastolik 89,75±11,5 mmHg. Rata-rata gula darah sewaktu sebesar 122,44±32,81 mg/dL, menunjukkan risiko gangguan metabolik. Prevalensi hipertensi di Dusun Ngasinan tergolong tinggi, terutama pada perempuan. Skrining ini bermanfaat untuk deteksi dini dan edukasi masyarakat terhadap penyakit kronis. Intervensi berkelanjutan sangat diperlukan untuk menekan risiko komplikasi lebih lanjut.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Hypertension and diabetes mellitus are major chronic diseases with increasing prevalence in Indonesia, particularly in rural areas. Low public awareness and limited access to health services necessitate early screening efforts. The screening was conducted on November 17, 2024, at the Village Hall of Dusun Ngasinan, Semarang Regency, targeting the general population. Examinations included anamnesis, blood pressure measurement, and random blood glucose testing. Data from 16 participants were collected and analyzed descriptively. Most participants were female (62.5%). A total of 56.25% had grade 1 hypertension, 25% had grade 2 hypertension, and only 18.75% had normal blood pressure. The mean systolic blood pressure was 147.81±13.89 mmHg and diastolic 89.75±11.5 mmHg. The mean random blood glucose level was 122.44±32.81 mg/dL, indicating a risk of metabolic disorders. Hypertension prevalence in Dusun Ngasinan is relatively high, particularly among women. This screening proved valuable for early detection and community education regarding chronic diseases. Continuous intervention is essential to reduce the risk of further complications.</em></p>Rochman Basuki, Nabil Hajar, Dwi Agus Kurniawan, Sekarwati Sekarwati
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1021Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Skrining Hipertensi dan Dislipidemia di Panti Wredha Pucanggading Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1022
<p>Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok populasi yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif, terutama hipertensi dan dislipidemia. Kedua kondisi ini berkontribusi besar terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining tekanan darah dan kadar kolesterol total pada lansia penghuni Panti Wredha Pucanggading Semarang, sebagai upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular. Metode yang digunakan meliputi pendaftaran peserta, anamnesis singkat, pemeriksaan tekanan darah dengan alat digital, dan pengukuran kadar kolesterol total menggunakan alat point-of-care test (POCT). Sebanyak 69 lansia yang berpartisipasi terdiri dari 65,22% perempuan dan 34,78% laki-laki. Rerata tekanan darah sistolik tercatat sebesar 148,8±21,54 mmHg dan diastolik 55±12,29 mmHg, dengan 53,6% peserta mengalami hipertensi grade 1. Rerata kadar kolesterol total adalah 216,8±57,96 mg/dL, dan 57,97% peserta menunjukkan peningkatan kolesterol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada lansia cenderung mengalami hipertensi dan dislipidemia, yang dapat dipengaruhi oleh pola hidup tidak sehat dan proses penuaan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya skrining rutin dan edukasi kesehatan sebagai langkah nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan lansia serta peran strategis perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>The elderly (older adults) are a population group that is vulnerable to various degenerative diseases, particularly hypertension and dyslipidemia. These two conditions significantly contribute to the increased risk of cardiovascular diseases such as atherosclerosis, coronary artery disease, and stroke. This community service activity aimed to conduct blood pressure and total cholesterol screening among elderly residents of Pucanggading Nursing Home in Semarang, as a promotive and preventive effort against non-communicable diseases. The methods included participant registration, brief anamnesis, blood pressure measurement using a digital device, and total cholesterol assay using point-of-care test (POCT). A total of 69 elderly individuals participated, consisting of 65.22% females and 34,78% male participants. The average systolic blood pressure was 148.8±21.54 mmHg, and the diastolic was 55±12.29 mmHg, with 53.6% categorized as having grade 1 hypertension. The mean total cholesterol level was 216.8±57.96 mg/dL, and 57.97% of participants showed elevated cholesterol levels. These results indicated that older adults tended to have hypertension and dyslipidemia, which could be affected by unhealthy lifestyles and the aging process. This activity highlights the importance of routine screening and health education as concrete steps to improve the health status of the elderly, as well as the strategic role of higher education institutions in community service.</em></p>Dyah Mustika Nugraheni, Gharini Sumbaga Narhadina, Cholimah Nur Sya’dah
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1022Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Efektivitas Edukasi Kedokteran Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Pasien Tuberkulosis di Kelurahan Muktiharjo
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1023
<p>Dengan angka kasus dan kematian yang tinggi, tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Ketakutan sosial, kurangnya pengetahuan, dan perilaku tidak sehat menjadi penghalang utama dalam pengendalian penyakit ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif edukasi kedokteran untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan mengubah perilaku mereka di Kelurahan Muktiharjo Kidul, lokasi di mana kasus TBC tertinggi ditemukan di Puskesmas Tlogosari Kulon. Studi ini dirancang sebagai quasi-eksperimen tanpa kelompok kontrol dan menggunakan metode pre- dan post-test. Uji statistik paired sample t-test digunakan untuk menganalisis 19 dari 42 responden. Hasil menunjukkan bahwa skor pengetahuan setelah intervensi edukasi meningkat secara signifikan (rerata meningkat dari 73,68 menjadi 94,73; p=0,000). Namun, hasil uji menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara status tuberkulosis dan pengetahuan (p=0,845) dan perilaku (p=0,496), dengan rerata skor hanya 54,1%. Meskipun edukasi dapat meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku membutuhkan pendekatan multidimensi dan berkelanjutan. Menurut penelitian ini, pengendalian TBC yang lebih efektif adalah dengan menggabungkan edukasi dengan pendekatan komunitas dan dukungan sosial.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>With high case numbers and mortality rates, tuberculosis (TB) remains a major public health issue in Indonesia. Social stigma, lack of knowledge, and unhealthy behaviors are key barriers to effective disease control. This study aimed to evaluate the effectiveness of medical education in improving patient knowledge and altering behavior in Muktiharjo Kidul Subdistrict, the area with the highest number of TB cases reported by Tlogosari Kulon Public Health Center. The study was designed as a quasi-experiment without a control group, using pre- and post-test methods. A paired sample t-test was used to analyze data from 19 of the 42 respondents. Results showed a significant increase in knowledge scores after the educational intervention (mean increased from 73.68 to 94.73; p=0.000). However, statistical tests indicated no significant correlation between TB status and knowledge (p=0.845) or behavior (p=0.496), with an average behavior score of only 54.1%. Although education can improve knowledge, behavior change requires a multidimensional and sustained approach. According to this study, more effective TB control can be achieved by integrating education with community engagement and social support strategies.</em></p>Nina Anggraeni Noviasari, Thoriq Dzaki Muhammad Fatjr
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1023Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Penyuluhan Kesehatan Code Stroke
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1025
<p>Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia dengan prevalensi mencapai 8,3 per 1.000 penduduk usia ≥15 tahun. Penanganan stroke yang cepat dan tepat melalui sistem “<em>Code Stroke”</em> menjadi krusial agar pasien mendapatkan pertolongan dalam golden period. Untuk itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga medis di fasilitas primer, seperti Puskesmas, dalam mengenali dan merespons tanda-tanda awal stroke secara cepat dan akurat. Metode: Kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “<em>Code Stroke”</em> dilaksanakan pada Rabu, 21 Mei 2025 di Aula Puskesmas Mijen. Metode kegiatan meliputi pembukaan, sambutan, penyampaian materi edukasi, diskusi interaktif, latihan soal berbasis kasus, serta dokumentasi. Evaluasi pemahaman dilakukan dengan membagikan soal kasus tertulis dan lembar diskusi kepada 23 peserta yang terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya. Hasil: Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai, menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi serta menjawab soal kasus dengan baik. Sebagian besar peserta mampu memahami materi yang disampaikan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan mengenai <em>Code Stroke</em> di Puskesmas Mijen terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tenaga medis terhadap deteksi dini dan penanganan awal stroke. Suasana kondusif dan jumlah peserta yang proporsional menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Background: Stroke is one of the leading causes of death and disability in Indonesia, with a prevalence of 8.3 per 1,000 population aged ≥15 years. Rapid and accurate stroke management through the "Code Stroke" system is crucial to ensure patients receive treatment within the golden period. Therefore, it is essential to strengthen the capacity of healthcare workers at primary health centers (Puskesmas) in recognizing early signs of stroke and providing an appropriate response. Methods: A health education session on "Code Stroke" was held on Wednesday, May 21, 2025, at the Mijen Primary Health Center. The activity consisted of an opening session, welcoming remarks, educational presentations, interactive discussions, case-based practice questions, and documentation. Evaluation was conducted through written case assessments and discussion checklists. A total of 23 participants—including doctors, nurses, midwives, and medical interns—took part in the activity. Results: The session ran smoothly and was well-received by the participants. All attendees actively engaged until the end, showing enthusiasm in the discussion and performing well in the written case exercises. Most participants demonstrated a clear understanding of the material delivered. <strong>Conclusion:</strong> The "Code Stroke" health education activity at Mijen Primary Health Center effectively increased the knowledge and preparedness of healthcare workers in early detection and initial stroke management. A conducive environment and manageable participant numbers supported the success of the program.</em></p>Noorjanah Pujiastuti, Judzaimah Judzaimah
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1025Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Penyuluhan Kesehatan “Rehabilitasi Medik Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil”
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1026
<p>Latar Belakang: Kehamilan merupakan periode unik dalam kehidupan wanita yang disertai perubahan hormonal dan fisiologis yang dapat memicu keluhan muskuloskeletal, salah satunya adalah nyeri punggung bawah. Keluhan ini sangat umum terjadi terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan, dengan angka kejadian mencapai 60–80% pada ibu hamil. Meskipun prevalensinya tinggi, kesadaran mengenai cara pencegahan dan penanganannya masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil terhadap rehabilitasi medik nyeri punggung bawah melalui penyuluhan kesehatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 13 Oktober 2024 di RS UNIMUS Semarang, dengan sasaran ibu hamil peserta senam hamil dan keluarga yang mendampingi. Intervensi meliputi <em>pre-test</em>, pemaparan materi mengenai penyebab dan penanganan nyeri punggung bawah, diskusi kelompok, serta <em>post-test</em> untuk menilai pemahaman. Edukasi diberikan terkait penanganan non-farmakologis seperti senam hamil, penguatan otot inti, peregangan, <em>massage,</em> kompres hangat, serta penggunaan korset kehamilan. Hasil: Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan. Hanya 2 orang menjawab <em>pre-test</em> dengan benar, sedangkan pada <em>post-test</em> terdapat 3 dari 5 responden yang menjawab dengan tepat. Peserta sangat antusias dan aktif berdiskusi. Faktor pendukung keberhasilan meliputi sikap kooperatif, motivasi belajar, <em>doorprize</em>, dan sarana pendukung. Kesimpulan: Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai nyeri punggung bawah pada kehamilan.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Background: Pregnancy is a unique period in a woman’s life, accompanied by hormonal and physiological changes that can trigger musculoskeletal complaints, including low back pain. This complaint is particularly common during the second and third trimesters, with an incidence rate reaching 60–80% among pregnant women. Despite its high prevalence, awareness regarding prevention and management remains limited. This community service aimed to improve the knowledge and awareness of pregnant women regarding medical rehabilitation for low back pain through health education. Methods: The activity was conducted on October 13, 2024, at UNIMUS Hospital Semarang, targeting pregnant women attending prenatal exercise sessions and their accompanying family members. The intervention consisted of a pre-test, material presentation on causes and management of low back pain, group discussion, and a post-test to assess understanding. The education covered non-pharmacological approaches such as prenatal exercise, core muscle strengthening, stretching, massage, warm compresses, and the use of maternity belts. Results: A total of 15 participants joined the activity. Only 2 participants correctly answered the pre-test questions, while 3 out of 5 participants answered the post-test questions correctly. Participants showed enthusiasm and actively participated in discussions. Supporting factors for the success of the activity included cooperative attitudes, learning motivation, door prizes, and adequate sound equipment. Conclusion: This health education session successfully increased participants’ understanding of low back pain during pregnancy.</em></p>Novita Sari Dewi , Banafsaj Farras Al Aydrus
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1026Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pentingnya Deteksi Dini Demensia: Penyuluhan bagi Komunitas Lansia di Rumah Pelayanan Sosial Ngaliyan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1027
<p>Pendahuluan: Demensia pada lansia merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Penyuluhan tentang gejala, pencegahan, dan penanganan demensia sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama lansia. Media visual seperti presentasi PowerPoint dan poster edukasi terbukti efektif dalam menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami. Metode: Penyuluhan dilakukan di Rumah Pelayanan Sosial Ngaliyan Semarang pada 27 Mei 2023, yang dihadiri oleh 50 lansia. Kegiatan ini menggunakan dua media visual, yaitu ceramah penyuluhan langsung dan poster edukasi yang dipasang di ruang publik panti. Sebelum dan setelah penyuluhan, peserta diberikan tes pretes dan postes untuk mengukur peningkatan pengetahuan mengenai demensia.<br>Hasil dan Pembahasan: Hasil pretes menunjukkan rata-rata nilai 45, sementara setelah penyuluhan dengan media visual, nilai rata-rata meningkat menjadi 75, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 66,67%. Media visual, baik presentasi ceramah maupun poster, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang gejala dan pencegahan demensia. Kedua media ini memudahkan peserta, terutama lansia, untuk memahami dan mengingat informasi penting mengenai demensia. Kesimpulan: Penyuluhan dengan menggunakan presentasi ceramah dan poster edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia mengenai demensia. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta, yang dapat mempercepat deteksi dini dan penanganan demensia. Edukasi berkelanjutan menggunakan media visual sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Introduction: Dementia in the elderly is a growing health problem as age increases. Counseling about the symptoms, prevention, and management of dementia is crucial to raise awareness in the community, especially among the elderly. Visual media, such as PowerPoint presentations and educational posters, have proven effective in delivering information in an easily understandable manner. Methods: The counseling was conducted at the Rumah Pelayanan Sosial Ngaliyan Semarang on May 27, 2023, attended by 50 elderly participants. The activity used two visual media, namely a direct counseling presentation and educational posters placed in public areas of the facility. Before and after the counseling, participants were given pre-test and post-test assessments to measure the increase in knowledge about dementia. Results and Discussion: The pre-test results showed an average score of 45, while after the counseling using visual media, the average score increased to 75, with an increase in knowledge of 66.67%. Visual media, both through the counseling presentation and posters, were proven effective in enhancing participants' understanding of the symptoms and prevention of dementia. These media helped participants, especially the elderly, to better understand and remember important information about dementia. Conclusion: Counseling using presentation lectures and educational posters was proven effective in improving the knowledge of the elderly about dementia. This activity had a positive impact on increasing participants' awareness and understanding, which can speed up early detection and management of dementia. Ongoing education using visual media is crucial to improving the quality of life of the elderly.</em></p>Ratih Widayati, Fan Fan Ghazi Fatik Isad Aquila, Bintang Tatius
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1027Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Implementasi Program Prolanis: Upaya Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus melalui Intervensi Komunitas di Kelurahan Kuningan Kota Semarang
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1028
<p>Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan faktor risiko utama kematian. Tingginya prevalensi DM di Indonesia menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya gaya hidup sehat bagi penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai DM pada peserta aktif kegiatan PROLANIS di Kelurahan Kuningan, Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>total sampling </em>terhadap 13 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang telah dilakukan uji validitas. Analisa data yang digunakan yaitu analisis <em>univariate</em> dan <em>bivariate</em> menggunakan uji <em>corelation spearman</em>. Penelitian ini dilakukan selama 9 hari yaitu pada tanggal 26 Mei 2025 sampai 02 Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang (66,66%), dengan sikap cukup (42,66%) dan perilaku cukup (91,66%) mengenai DM. Analisis korelasi menghasilkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap (r = 0.746, p < 0.05), sikap dengan perilaku (r = 0.795, p < 0.05), serta pengetahuan dengan perilaku ( = 0.636, p < 0.05). Setelah dilaksanakan intervensi terdapat peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya hidup sehat pada penderia DM yang semula didapatkan rata-rata 53,64 menjadi 89,09 setelah dilakukan intervensi menggunakan poster edukasi. Kesimpulan: Didapatkan hasil pengetahuan warga meningkat setelah dilakukan penyuluhan pentingnya pola hidup sehat bagi pendeita DM dengan media edukasi poster menjadi 78.46. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku responten terkait pentingnya gaya hidup sehat bagi penderita DM.</p> <p>_________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic non-communicable disease that is a global health problem and a major risk factor for death. The high prevalence of DM in Indonesia indicates the low level of public awareness regarding the importance of a healthy lifestyle for people with DM. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge, attitude and behavior regarding DM in active participants of PROLANIS activities in Kuningan Village, Semarang City. Methods: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. Sampling using total sampling technique of 13 respondents based on inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity. Data analysis used is univariate and bivariate analysis which uses spearman correlation. This research was conducted for 9 days on May 26 to June 02, 2025. Results: The results showed that the majority of respondents had poor knowledge (66.66%), with moderate attitudes (42.66%) and moderate behavior (91.66%) regarding DM. Correlation analysis showed a significant relationship between knowledge and attitude (r = 0.746, p < 0.05), attitude and behavior (r = 0.795, p < 0.05), and knowledge and behavior (= 0.636, p < 0.05). After the intervention, there was an increase in knowledge about the importance of healthy living in DM sufferers, which initially obtained an average of 53.64 after the intervention using educational posters to 89.09. Conclusion: The results of residents' knowledge increased after counseling the importance of a healthy lifestyle for DM sufferers with poster education media to 78.46. There is a significant relationship between knowledge, attitudes, and behavior of respondents regarding the importance of a healthy lifestyle for people with DM.</em></p>Wijayanti Wijayanti, Salma Fajri Nastiti, Wahyu Gito Putro, Syariefah Nur Fadhilah Rahmani
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1028Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pemanfaatan Video Edukasi Bilingual Guna Meningkatkan Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks pada Masyarakat
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1030
<p><strong>Latar belakang:</strong> Tingginya mortalitas kanker serviks di Indonesia berkorelasi dengan rendahnya pengetahuan masyarakat yang menyebabkan keterlambatan deteksi. Kesenjangan pengetahuan mengenai faktor risiko, gejala, dan pentingnya skrining menjadi penghalang utama dalam upaya pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi yang efektif dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode produksi dan diseminasi video edukasi bilingual bahasa indonesia dan bahasa inggris berjudul "CERVICAL CANCER". Video ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universiti Kebangsaan Malaysia yang disebarkan melalui platform YouTube dan Instagram. Efektivitas intervensi diukur secara kuantitatif menggunakan desain pre-test dan post-test pada kelompok sasaran wanita usia subur. <strong>Hasil:</strong> Video edukasi berhasil diproduksi dan dipublikasikan, telah menjangkau lebih dari 12.000 penayangan. Hasil evaluasi dengan form online menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan sebesar 82,5%, dengan skor rata-rata partisipan meningkat dari 45,3 pada pre-test menjadi 82,7 pada post-test. <strong>Kesimpulan:</strong> Intervensi edukasi berupa video edukasi bilingual berhasil mengisi kesenjangan pengetahuan yang teridentifikasi pada kelompok sasaran, dan merupakan strategi yang efektif dengan potensi menjangkau audiens yang lebih luas.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> The high mortality rate of cervical cancer in Indonesia correlates with low public knowledge, leading to delayed detection. The knowledge gap concerning risk factors, symptoms, and the importance of screening serves as a primary barrier to prevention efforts. Therefore, an effective and widely accessible educational intervention is necessary. <strong>Methods:</strong> This community service activity employed the production and dissemination of a bilingual (Indonesian and English) educational video titled "CERVICAL CANCER". The video was a collaborative effort between the Faculty of Medicine Universitas Muhammadiyah Semarang and Universiti Kebangsaan Malaysia, distributed via YouTube and Instagram platforms. The intervention's effectiveness was quantitatively measured using a pre-test and post-test design on a target group of women of childbearing age. <strong>Results:</strong> The educational video was successfully produced and published, reaching over 12,000 views. The evaluation, conducted via an online form, showed a significant knowledge increase of 82.5%, with the participants' average score rising from 45.3 on the pre-test to 82.7 on the post-test. <strong>Conclusion:</strong> The educational intervention, in the form of a bilingual educational video, successfully filled the identified knowledge gap within the target group and represents an effective strategy with the potential to reach a broader audience.</em></p>Bintang Tatius, Erico Febrian Sumanto, Rifqi Abdillah, Lely Meilani
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1030Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Edukasi Preventif Hernia Berbasis Video sebagai Strategi Peningkatan Pengetahuan Kesehatan
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1029
<p><strong>Latar belakang:</strong> Tingkat pengetahuan masyarakat yang terbatas mengenai hernia dapat menyebabkan penundaan diagnosis dan peningkatan risiko komplikasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan kesehatan tentang hernia pada masyarakat umum. <strong>Metode</strong> : penyebaran video edukasi secara daring melalui platform media sosial. Efektivitas intervensi dinilai secara deskriptif nilai <em>pretest</em> dan <em>postest</em>. <strong>Hasil :</strong> Video <em>Adult Hernia And Surgical Treatment </em>dengan link https://youtu.be/D40npQJXXJw mulai 28 April hingga 1 Mei 2025 dan ditonton oleh 102 orang, 35 partisipan mengisi <em>pretest </em>dan <em>posttest</em>. Nilai rerata pretes adalah 61,6 sedangkan nilai rerata posttest adalah 98,5 menunjukkan kenaikan pengetahuan sebanyak 59,95%. kesimpulan. <strong>Kesimpulan : </strong>Pengabdian Masyarakat terkait edukasi hernia berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, dilihat dari peningkatan skor posttest.</p> <p>___________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Limited public knowledge about hernias can lead to delayed diagnosis and an increased risk of complications. This community service project aimed to increase general public health knowledge about hernias. <strong>Method:</strong> The research method involved the online dissemination of an educational video via social media platforms. The effectiveness of the intervention was descriptively assessed using pretest and posttest scores. <strong>Results:</strong> The video, Adult Hernia And Surgical Treatment, with the link https://youtu.be/D40npQJXXJw, was viewed by 102 people from April 28 to May 1, 2025. A total of 35 participants completed the pretest and posttest. The average pretest score was 61.6, while the average posttest score was 98.5, indicating a knowledge increase of 59.95%. <strong>Conclusion:</strong> This community service project on video-based hernia education was proven effective in increasing public knowledge, as demonstrated by the increase in posttest scores.</em></p>Gharini Sumbaga Narhadina
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1029Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengetahuan dan Perilaku Keluarga Kontak Erat Pasien TB Dalam Upaya Terapi Pencegahan TBC (TPT) di Wilayah Kedungmundu
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1024
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang dapat menyerang paru dan organ lain, disebabkan oleh <em>Mycobacterium tuberculosis</em>. Terapi Pencegahan TBC (TPT) merupakan salah satu strategi penting dalam menurunkan insidensi, morbiditas, dan mortalitas TBC. Puskesmas Kedungmundu melaksanakan program TPT, namun terdapat kendala capaian akibat rendahnya pemahaman keluarga kontak erat terhadap pentingnya TPT. Menjelaskan tingkat pengetahuan dan perilaku keluarga kontak erat TBC terkait terapi pencegahan TBC (TPT) di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer dari wawancara mendalam. Informan utama berjumlah 4 orang keluarga kontak erat, serta 4 informan triangulasi yang terdiri dari kader TBC, penanggung jawab TBC, dan 2 pasien TBC. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. <strong>Hasil:</strong> Tingkat pengetahuan dan perilaku keluarga kontak erat terhadap TPT tergolong rendah. Seluruh informan utama tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan seputar pengertian TPT, sasaran TPT, serta proses pemeriksaan dan pengobatannya. Perilaku dalam mendampingi pasien dan mendukung proses TPT juga belum optimal. <strong>Kesimpulan:</strong> Tingkat pengetahuan dan perilaku keluarga kontak erat TBC terhadap TPT di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu masih kurang baik, sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan keterlibatan aktif dalam program TPT.</p> <p>_____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that can affect the lungs and other organs, caused by Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) is an important strategy to reduce TB incidence, morbidity, and mortality. Kedungmundu Public Health Center (Puskesmas) implements the TPT program, but its achievement is hindered by the lack of understanding among close contacts about the importance of TPT. Objective: To describe the level of knowledge and behavior of TB close contacts regarding Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) in the working area of Kedungmundu Public Health Center. Methods: This study used a qualitative approach with primary data obtained through in-depth interviews. The main informants were four TB close contact family members, and the triangulation informants consisted of a TB health cadre, a TB program officer, and two TB patients. Sampling was conducted using purposive sampling based on specific inclusion and exclusion criteria. Results: The level of knowledge and behavior of TB close contacts regarding TPT was found to be low. All main informants were unable to adequately answer questions related to the definition of TPT, its target recipients, as well as the examination and treatment process. Their behavior in supporting patients during initial screening and therapy was also suboptimal. Conclusion: The knowledge and behavior of TB close contacts regarding TPT in the working area of Kedungmundu Public Health Center remain inadequate. Increased education and community engagement are needed to improve the success of the TPT program.</em></p>Erwin Ulinnuha Fahreza, Shinta Inas, Aisyah Lahdji, Bintang Tatius, Fan Fan Ghazi Fatik Isad Aquila
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1024Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Penyuluhan Demensia: Solusi Integratif Berbasis Nilai Islami pada Lansia
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1018
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Demensia merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi memori, kognisi, perilaku, dan emosi, dengan Alzheimer sebagai tipe tersering yang mencakup 50–60% kasus global. Kondisi ini terutama menyerang lansia usia >65 tahun dan berdampak pada kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Pendekatan spiritual berbasis nilai Islami, seperti salat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an, dinilai mampu memberikan ketenangan dan dukungan psikososial bagi lansia dengan demensia. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan pengetahuan tentang demensia dan pencegahannya dalam perspektif Islami. <strong>Metode:</strong> Kegiatan penyuluhan dilaksanakan secara langsung pada 18 Juni 2025 di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading, Kota Semarang, dengan sasaran seluruh lansia penghuni. Metode dengan survey demografi dan insiden demensia menggunakan MMSE. Media penyuluhan yang digunakan meliputi <em>leaflet</em> dan <em>slide</em> presentasi. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden adalah lansia berjenis kelamin perempuan (66,67%) dengan agama terbanyak adalah agama Islam (79,63%). Mayoritas peserta penyuluhan memiliki riwayat pendidikan terakhir yaitu SD (27,78%). Mayoritas responden tidak memiliki riwayat penyakit dahulu demensia (96,30%). Responden terdapat demensia yang berat sebesar 5,56% dan sedang sebesar 18,52%. <strong>Kesimpulan:</strong> Responden antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Responden menjadi lebih tahu tentang demensia dan pencegahan demensia secara klinis maupun islami.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Dementia is a progressive neurodegenerative disorder that affects memory, cognition, behavior, and emotions, with Alzheimer’s disease being the most common type, accounting for 50–60% of global cases. This condition primarily affects older adults aged over 65 years and has a significant impact on quality of life and daily activities. A spiritual approach based on Islamic values—such as prayer, dzikir, and recitation of the Qur’an—is considered to provide calmness and psychosocial support for older adults with dementia. This community service program aimed to provide knowledge about dementia and its prevention from an Islamic perspective. <strong>Methods:</strong> The counseling session was conducted on June 18, 2025, at the Pucang Gading Social Care Home for Older Adults, Semarang City, targeting all resident elderly individuals. Data collection included demographic surveys and dementia incidence assessment using the Mini-Mental State Examination (MMSE). Educational media consisted of leaflets and presentation slides. <strong>Results:</strong> The majority of participants were female (66.67%), with Islam as the predominant religion (79.63%). Most participants had completed elementary school education (27.78%). The majority had no prior history of dementia (96.30%). MMSE assessment revealed that 5.56% had severe dementia and 18.52% had moderate dementia. Participants were highly engaged throughout the activity and demonstrated improved understanding of dementia and its prevention from both clinical and Islamic perspectives. <strong>Conclusion: </strong>Counseling on dementia incorporating Islamic values can enhance awareness and knowledge among older adults, potentially supporting prevention efforts and improving their quality of life.</em></p>Chamim Faizin, Massayu Adhisya
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1018Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Interprofessional Education (IPE) Komunitas Sendangmulyo
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1016
<p><strong>Latar belakang :</strong> Peningkatan mutu pelayanan kesehatan memerlukan kerjasama lintas profesi melalui program pendidikan yang berintegrasi antar program studi yakni Interprofessional Education (IPE). Pada studi awal sebelum intervensi ditemukan beberapa masalah kesehatan yaitu hipertensi, hiperurisemia dan karies gigi. Permasalah tersebut dapat saling berkaitan dan saling mempengaruhi prognosis penyakit tersebut. Prevalensi Hipertensi di Indonesia sekitar 34,1 % dan diperkirakan terdapat lebih dari 63 juta kasus pada 2021. Prevalensi hiperuresemia di Indonesia tinggi dalam kawasan Asia Tenggara. Prevalensi penderita karies gigi sekitar 88,8% penduduk Indonesia. Tiga masalah tadi dapat saling terkait Kadar asam urat darah yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko hipertensi melalui efek vaskular dan ginjal, tetapi juga memengaruhi kesehatan mulut dengan memperparah inflamasi gusi dan predisposisi karies menunjukkan keterkaitan yang erat antara penyakit sistemik dan oral, maka dari hal tersebut perlu dilaksanakan pencegahan terutama dengan pemberian pengetahuan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2024 di Wilayah kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang. Sasaran dalam kegiatan ini adalah komunitas binaan lansia dan anak anak di wilayah Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang terbagi 3 keluarga binaan yang berjumlah 9 warga. <strong>Metode :</strong> Metode pelaksanaan berupa ceramah penyuluhan dan dilaksanakan pretest postest, pengukuran tekanan darah, pengukuran asam urat dan pemeriksaan gigi mulut. <strong>Hasil :</strong> Pretest materi hipertensi nilai 16/18 dari total soal, kemudian setelah hasil posttest pasien mendapatkan 18/18. Intervensi penyuluhan tentang hiperurisemia, pretest nilai 18/20 dari total soal, posttest 20/20. <strong>Kesimpulan :</strong> Pretest kesehat gigi pasien mendapatkan nilai 25/30, pada hasil posttest pasien mendapatkan 30/30.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background :</em></strong><em> Improving the quality of health services requires cross-professional cooperation through educational programs that integrate between study programs, namely Interprofessional Education (IPE). In the initial study before the intervention, several health problems were found, namely hypertension, hyperuricemia and dental caries. The prevalence of hypertension in Indonesia is around 34.1% and it is estimated that there will be more than 63 million cases in 2021. The prevalence of hyperuresemia in Indonesia is high in the Southeast Asian region. The prevalence of dental caries is around 88.8% of the Indonesian population. The three problems can be interrelated High blood uric acid levels not only increase the risk of hypertension through vascular and kidney effects. This community service activity was held on October 10, 2024 in the Sendangmulyo sub-district area, Semarang City. The target in this activity is the assisted community of the elderly and children in the Sendangmulyo Village area, Semarang City divided into 3 assisted families totaling 9 residents. <strong>Method : </strong>The method of implementation is in the form of counseling lectures and is carried out pretest postest, blood pressure measurement, uric acid measurement and oral dental examination. <strong>Result :</strong> The pretest of hypertension material is 16/18 out of the total questions, then after the results of the posttest the patient gets 18/18. Counseling intervention on hyperuricemia, pretest score 18/20 out of total questions, posttest 20/20. <strong>Conclusion :</strong> The patient's dental health pretest gets a score of 25/30, in the posttest results the patient gets 30/30.</em></p>Rifka Widianingrum, Bela Bagus Setiawan, Devita Diatri, Kaeston Restugusti
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1016Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Screening Hiperlipidemia Melalui Pemeriksaan Kolesterol Total di Kelurahan Sendangmulyo
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1014
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Hiperlipidemia merupakan kondisi peningkatan kadar lipid dalam darah yang dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme, pola makan tidak sehat, obesitas, serta penyakit metabolik seperti diabetes melitus. Di Indonesia, prevalensi peningkatan kolesterol total mencapai 35,9%. Hiperlipidemia berperan dalam patogenesis aterosklerosis yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Deteksi dini hiperlipidemia diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar kolesterol total pada masyarakat Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang. <strong>Metode:</strong> Pelaksanaan mencakup anamnesis singkat, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan kolesterol total menggunakan alat ukur pada masyarakat Kelurahan sendangmulyo. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2023 dan melibatkan 20 partisipan. <strong>Hasil:</strong> Menunjukkan bahwa mayoritas peserta adalah perempuan (85%) dan sebanyak 70% terdeteksi mengalami hiperlipidemia. Hasil: Menunjukkan tingginya angka kejadian hiperlipidemia di masyarakat. <strong>Kesimpulan:</strong> Deteksi dini melalui pemeriksaan kolesterol total sangat penting dilakukan secara berkala. Diperlukan edukasi mengenai gaya hidup sehat serta tindak lanjut medis untuk mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular akibat hiperlipidemia.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Hyperlipidemia is a condition characterized by elevated levels of lipids in the blood, which can result from metabolic disorders, unhealthy dietary patterns, obesity, and underlying diseases such as diabetes mellitus. In Indonesia, the prevalence of elevated total cholesterol has reached 35.9%. Hyperlipidemia plays a crucial role in the pathogenesis of atherosclerosis, which is a major risk factor for cardiovascular diseases. Early detection of hyperlipidemia is essential to prevent further complications. This community service activity aimed to conduct total cholesterol screening among residents of Sendangmulyo Subdistrict, Semarang City. <strong>Methods: </strong>The implementation </em><em>included brief anamnesis, blood pressure measurement, and total cholesterol examination using a portable cholesterol meter. The activity was conducted on October 27, 2023, involving 20 participants. <strong>Results:</strong> showed that the majority were female (85%) and 70% were found to have hyperlipidemia. These findings </em><em>indicated a high prevalence of hyperlipidemia in the community. <strong>Conclusion:</strong> Activity emphasizes the importance of regular early detection through total cholesterol screening. Health education and medical follow-up are necessary to reduce the risk of cardiovascular complications caused by hyperlipidemia.</em></p>Yenny Yulianti, Nabil Hajar, Ahmad Fatahyassin, Hema Dewi Anggraheny
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1014Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengembangan Pupuk Cair Organik Berbasis Sekam Padi Sebagai Upaya Mengurangi Ketergantungan Pupuk Bersubsidi Di Desa Bulus Bandung Tulungagung
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1032
<p><strong>Latar belakang:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kelangkaan pupuk subsidi di Desa Bulus, Tulungagung, yang berdampak signifikan terhadap biaya produksi dan kesejahteraan petani. Ketergantungan terhadap pupuk kimia tidak hanya membebani ekonomi petani tetapi juga merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih petani dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis abu sekam dan dedak padi sebagai alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan. <strong>Metode</strong>: Pelaksanaan terdiri dari empat tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan. Pelatihan diberikan kepada 30 petani melalui pemaparan materi, demonstrasi langsung pembuatan pupuk, dan sesi praktik. POC dibuat menggunakan bahan lokal seperti abu sekam, dedak padi, air beras, EM4, dan molase, melalui proses fermentasi selama 7–10 hari. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 25 poin. <strong>Hasil</strong>: kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan mampu memahami serta mempraktikkan teknik pembuatan POC. Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) mencapai 91,52, tergolong “Sangat Puas” menurut Permenpan RB No. 14 Tahun 2017. <strong>Kesimpulan</strong>: Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat diadopsi secara lebih luas guna mendorong pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa.</p> <p>______________________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background</em></strong><em>: This community service activity was motivated by the issue of subsidized fertilizer scarcity in Bulus Village, Tulungagung, which has significantly impacted production costs and farmers’ welfare. Dependence on chemical fertilizers not only burdens farmers economically but also degrade soil fertility in the long term. This activity aims to introduce and train farmers in the production of liquid organic fertilizer (LOF) based on rice husk ash and rice bran as an environmentally friendly, economical, and sustainable alternative. <strong>Method</strong>: The implementation method consists of four stages: preparation, execution, evaluation, and program sustainability. Training was provided to 30 farmers through material presentations, live demonstrations of fertilizer production, and practical sessions. LOF was made using locally available materials such as rice husk ash, rice bran, rice washing water, EM4 (Effective Microorganisms), and molasses, through a fermentation process lasting 7–10 days. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, which showed an average increase in participants’ knowledge by 25 points. <strong>Results</strong>: The results showed that participants were highly enthusiastic and able to understand and apply the LOF production techniques. The Customer Satisfaction Index (IKK) reached 91.52, classified as “Very Satisfactory” according to Permenpan RB No. 14 of 2017. <strong>Conclusion</strong>: This training not only enhanced farmers’ capacity but also created new economic opportunities, strengthened food security, and reduced dependence on chemical fertilizers. Moving forward, this activity is expected to be more widely adopted to promote independent and sustainable organic farming at the village level.</em></p>Siswanto Siswanto, Aminatun Aminatun, Dyah Hikmawati, Djony Izak Rudyardjo, Jan Ady, Adri Supardi, Gunawan Setia Prihandana
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1032Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Keranjang Takakura untuk Reduksi Sampah Organik Rumah Tangga di Dusun Sidomulyo Desa Doplang Karangpandan Karanganyar Tawa Tengah
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1005
<p><strong>Latar belakang : </strong>Masalah pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi sebagian besar masyarakat, termasuk Dusun Sidomulyo, yang belum memiliki sistem pengolahan sampah organik maupun anorganik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan teknis tentang komposting limbah dapur menggunakan metode keranjang Takakura. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Sidomulyo, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. <strong>Metode :</strong> Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan partisipatif. Sekitar 40 orang yang terdiri dari anggota PKK, pengurus RT, dan perangkat desa Sidomulyo mengikuti kegiatan ini. <strong>Hasil : </strong>Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengelolaan sampah dapur secara mandiri dan meningkatnya ketrampilan peserta dalam membuat Keranjang Takakura. <strong>Kesimpulan :</strong> Kegiatan ini berkontribusi pada upaya pembangunan berkelanjutan di tingkat komunitas dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 11, 12, dan 13.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Backgroung :</em></strong><em> Household organic waste management remains one of the environmental challenges faced by rural communities. This community service program aimed to provide education and technical skills on kitchen waste composting using the Takakura basket method. The program was conducted in Sidomulyo Hamlet, Doplang Village, Karangpandan Subdistrict, Karanganyar Regency, Central Java. <strong>Method :</strong> The methods included participatory counseling and training. Approximately 40 participants, consisting of housewives, neighborhood association leaders, and village officials, took part in the activities. <strong>Result :</strong> Evaluation results showed an increase in participants’ knowledge and skills in independently managing kitchen waste, especially successful in making Takakura baskets. <strong>Conclusion :</strong> This program contributes to community-level sustainable development efforts and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goals 11, 12, and 13.</em></p>Nita Etikawati, Sutarno Sutarno, Sugiyarto Sugiyarto, Hasbiyan Rosyadi, Tanjung Ardo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1005Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengembangan Pupuk Cair Organik Berbasis Sekam Padi Sebagai Upaya Mengurangi Ketergantungan Pupuk Bersubsidi di Desa Bulus Bandung Tulungagung
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1004
<p><strong>Latar belakang :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kelangkaan pupuk subsidi di Desa Bulus, Tulungagung, yang berdampak signifikan terhadap biaya produksi dan kesejahteraan petani. Ketergantungan terhadap pupuk kimia tidak hanya membebani ekonomi petani tetapi juga merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih petani dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis abu sekam dan dedak padi sebagai alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan. <strong>Metode :</strong> Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan. Pelatihan diberikan kepada 30 petani melalui pemaparan materi, demonstrasi langsung pembuatan pupuk, dan sesi praktik. POC dibuat menggunakan bahan lokal seperti abu sekam, dedak padi, air beras, EM4, dan molase, melalui proses fermentasi selama 7–10 hari. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 25 poin. <strong>Hasil :</strong> Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan mampu memahami serta mempraktikkan teknik pembuatan POC. Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) mencapai 91,52, tergolong “Sangat Puas” menurut Permenpan RB No. 14 Tahun 2017. <strong>Kesimpulan :</strong> Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat diadopsi secara lebih luas guna mendorong pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background : </em></strong><em>This community service activity was motivated by the issue of subsidized fertilizer scarcity in Bulus Village, Tulungagung, which has significantly impacted production costs and farmers’ welfare. Dependence on chemical fertilizers not only burdens farmers economically but also degrade soil fertility in the long term. This activity aims to introduce and train farmers in the production of liquid organic fertilizer (LOF) based on rice husk ash and rice bran as an environmentally friendly, economical, and sustainable alternative. <strong>Method : </strong>The implementation method consists of four stages: preparation, execution, evaluation, and program sustainability. Training was provided to 30 farmers through material presentations, live demonstrations of fertilizer production, and practical sessions. LOF was made using locally available materials such as rice husk ash, rice bran, rice washing water, EM4 (Effective Microorganisms), and molasses, through a fermentation process lasting 7–10 days. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, which showed an average increase in participants’ knowledge by 25 points. <strong>Result : </strong>The results showed that participants were highly enthusiastic and able to understand and apply the LOF production techniques. The Customer Satisfaction Index (IKK) reached 91.52, classified as “Very Satisfactory” according to Permenpan RB No. 14 of 2017. <strong>Conclusion :</strong> This training not only enhanced farmers’ capacity but also created new economic opportunities, strengthened food security, and reduced dependence on chemical fertilizers. Moving forward, this activity is expected to be more widely adopted to promote independent and sustainable organic farming at the village level.</em></p>Siswanto Siswanto, Aminatun Aminatun, Dyah Hikmawati, Djony Izak Rudyardjo, Jan Ady, Adri Supardi, Gunawan Setia Prihandana
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1004Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pemanfaatan Limbah Bunga Potong Menjadi Ekoenzim sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Organik Ramah Lingkungan di Desa Berjo, Karanganyar, Jawa Tengah
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1003
<p><strong>Latar belakang :</strong> Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, merupakan salah satu sentra produksi bunga potong di Jawa Tengah. Aktivitas budidaya dan penyortiran bunga potong menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar, terutama daun dan bunga yang tidak lolos seleksi pasar. Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan dengan optimal dan cenderung langsung dibuang sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Salah satu solusi yang dilakukan kelompok mahasiswa KKN dan Tim pengabdian UNS adalah pelatihan pembuatan ekoenzim. Ekoenzim adalah cairan hasil fermentasi limbah organik yang daapt dimanfaatkan sebagai pupuk cair, pestisida alami, dan pembersih lingkungan. Kegiatan pelatihan melibatkan kelompok tani bunga potong dan petani anggrek Desa Berjo. <strong>Metode :</strong> Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, di mana peserta dilibatkan secara langsung dalam setiap tahap pembuatan ekoenzim. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, praktik langsung pembuatan ekoenzim dari limbah bunga potong, serta pendampingan selama tahap fermentasi awal. <strong>Hasil :</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan limbah organik. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen untuk menerapkan pembuatan ekoenzim secara mandiri. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam penerapan konsep pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular di tingkat desa.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><strong><em>Background :</em></strong><em> Ngargoyoso District, Karanganyar Regency, is one of the centers of cut flower production in Central Java. Cultivation and sorting of cut flowers generate large amounts of organic waste, particularly from leaves and flowers that do not pass market selection. This waste has not been optimally utilized and tends to be directly discarded, creating environmental problems. As a solution, a community service activity was conducted in the form of training in the production of ecoenzymes, a liquid produced by the fermentation of organic waste that is useful as a liquid fertilizer, a natural pesticide, and an environmental cleanser. The training involved cut flower and orchid farmer groups in Berjo Village. <strong>Method :</strong> The training was carried out using a participatory approach, where participants were directly involved in every stage of ecoenzyme production. The implementation method included socialization, hands-on practice in making ecoenzymes from cut flower waste, and mentoring during the initial fermentation stage. <strong>Result :</strong> The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and skills in organic waste management. Participants also demonstrated high enthusiasm and commitment to implementing ecoenzyme production independently. <strong>Conclusion :</strong> This training is the first step in implementing the concepts of sustainable agriculture and a circular economy at the village level.</em></p>Aida Dwi Nuraini, Nita Etikawati, Solichatun Solichatun, Elisa Herawati, Ryza Dani Pratiwi, Ari Prasetyo, Dimas Rahadian Aji Muhammad, Fahria Sarizma Putri, Niazy Abdillah, Nur Maulana Faturrahman
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/1003Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Edukasi Eco Enzim di Lombok Tengah: Meningkatkan Kesadaran Peternak melalui Strategi Biosekuriti Ramah Lingkungan untuk Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/992
<p>Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan ancaman serius bagi industri peternakan di Lombok Tengah karena tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan sosial peternak. Penyakit yang disebabkan oleh virus genus Aphthovirus ini sangat mudah menular dan dapat mengakibatkan kematian pada ternak. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya pengetahuan peternak mengenai langkah-langkah pencegahan yang efektif serta pemanfaatan disinfektan yang aman dan ramah lingkungan. Dalam konteks ini, eco enzim diperkenalkan sebagai alternatif disinfektan alami yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, edukasi pembuatan eco enzim, serta distribusi modul dan flyer. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan survei kepuasan masyarakat. Dari hasil evaluasi ditunjukkan bahwa meskipun PMK telah diketahui oleh seluruh responden, sebanyak 70% responden belum mengenal eco enzim dan 80% belum pernah memanfaatkannya. Namun, tingkat antusiasme tinggi ditunjukkan dengan kesediaan 90% responden untuk mengikuti pelatihan lanjutan. Survei kepuasan masyarakat menghasilkan skor 3,4 (kategori baik), yang menunjukkan bahwa program ini diterima secara positif oleh peternak. Kesimpulan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini pemahaman peternak mengenai eco enzim telah berhasil ditingkatkan, sekaligus kesadaran terhadap biosekuriti ramah lingkungan diperkuat. Pemanfaatan eco enzim ditunjukkan tidak hanya bermanfaat dalam pengelolaan limbah organik, tetapi juga berpotensi digunakan sebagai strategi pencegahan PMK yang efektif dan berkelanjutan di Lombok Tengah.</p> <p>_____________________________________________________________________________________________</p> <p>Foot and Mouth Disease (FMD) is a serious threat to the livestock industry in Central Lombok as it not only causes economic losses but also affects the social welfare of farmers. The disease, caused by a virus of the Aphthovirus genus, spreads easily and can lead to mortality in livestock. One of the main challenges faced is the limited knowledge of farmers regarding effective prevention measures and the use of safe and environmentally friendly disinfectants. In this context, eco-enzyme was introduced as a sustainable alternative natural disinfectant.<br>The community service program was implemented through a participatory approach involving socialization, interactive discussions, eco-enzyme production training, and the distribution of modules and flyers. Evaluation was carried out using questionnaires and community satisfaction surveys. The results showed that although all respondents were aware of FMD, 70% had never heard of eco-enzyme and 80% had never used it. However, high enthusiasm was demonstrated by 90% of respondents who expressed willingness to attend further training. The community satisfaction survey produced a score of 3.4 (categorized as good), indicating that the program was positively received by farmers.<br>In conclusion, this community service activity successfully improved farmers’ understanding of eco-enzyme while simultaneously strengthening awareness of environmentally friendly biosecurity. The use of eco-enzyme was shown to be beneficial not only in organic waste management but also as a potential sustainable strategy for the effective prevention of FMD in Central Lombok.</p>Indah Amalia Amri, Farah Putri Ayuningtyas Sumardiono, Habib Syaiful Arif Tuska, Farid Abdurrahman
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/992Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengendalian Infeksi Non-Tuberculous Mycobacteria pada Peternakan Rakyat di Wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur Melalui One Health Approach
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/996
<p>Penyakit infeksi perlu ditangani dalam strategi <em>One Health</em> untuk menekankan hubungan antara kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui seberapa efektif edukasi berbasis One Health membantu peternak memahami infeksi <em>Non-Tuberculous Mycobacteria</em> (NTM) dan bagaimana mengendalikannya di tingkat peternakan rakyat. Pretest dan posttest dengan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan digunakan. Uji <em>Wilcoxon Signed-Rank</em> digunakan untuk menguji signifikansi perbedaan dan skor <em>N-Gain</em> untuk menghitung peningkatan rata-rata pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata meningkat dari 8,04 menjadi 10.64, dengan <em>N-Gain</em> 0,47, yang merupakan skor sedang. Setelah edukasi, uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan (Z = -4.014; p = 0,000). Hal ini menyatakan bahwa pendekatan <em>One Health</em> dalam edukasi cukup efektif dalam meningkatkan literasi peternak mengenai NTM sekaligus mendukung strategi pengendalian penyakit di tingkat peternakan rakyat.</p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Disease infections need to be addressed in the One Health strategy to emphasize the relationship between animal, human, and environmental health. The purpose of this study is to determine how effective One Health-based education is in helping farmers understand Non-Tuberculous Mycobacteria (NTM) infections and how to control them at the smallholder farm level. Pre-test and post-test knowledge questionnaires were administered before and after the education program. The Wilcoxon Signed-Rank test was used to assess the significance of differences, and the N-Gain score was used to calculate the average increase in knowledge. Results showed that the average score increased from 8.04 to 10.64, with an N-Gain of 0.47, which is considered a moderate score. After education, the Wilcoxon test showed a significant increase (Z = -4.014; p = 0.000). This indicates that the One Health approach in education is quite effective in improving farmers' literacy regarding NTM while supporting disease control strategies at the smallholder farm level.</em></p>Bintang Fajar Prayitno, Keisha Rama Diwangga, Siti Kurniawati
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/996Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Strategi One Health dalam Edukasi dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku pada Tingkat Peternakan Rakyat di Wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/994
<p>Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan salah satu penyakit hewan menular yang menimbulkan dampak luas pada peternakan rakyat, baik dari aspek kesehatan ternak, ekonomi, maupun ketahanan pangan. Pendekatan <em>One Health </em>diperlukan karena pengendalian PMK tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga berhubungan dengan keamanan pangan, kesehatan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat. Kegiatan strategi penyuluhan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Malang untuk meningkatkan tingkat pengetahuan peternak terhadap PMK. Evaluasi hasil ketercapaian melalui <em>assesment </em>yang tertuang dalam pre-test dan post-test. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan mengenai hewan rentan, biosekuriti, keamanan konsumsi daging, serta dampak ekonomi PMK, dengan total jawaban benar meningkat dari 205 menjadi 268. Hasil ini menegaskan bahwa edukasi berbasis <em>One Health </em>efektif dalam memperkuat pemahaman peternak yang berkelanjutan.</p> <p>___________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Foot and Mouth Disease (FMD) is a contagious animal disease that has wide-ranging impacts on smallholder livestock farming, particularly in terms of animal health, the economy, and food </em><em>security. The One Health approach is essential because FMD control is not only related to </em><em>animal health but also linked to food safety, environmental health, and community welfare. Extension strategies were implemented in Malang Regency to improve farmers’ knowledge of FMD. The achievement evaluation was conducted through assessments using pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in knowledge regarding susceptible animals, biosecurity, meat consumption safety, and the economic impact of FMD, with the total correct answers increasing from 205 to 268. These findings emphasize that One Health-based education is effective in strengthening farmers’ sustainable understanding.</em></p>Keisha Rama Diwangga, Bintang Fajar Prayitno, Siti Kurniawati
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/994Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Peningkatan Kualitas Produk Melalui Penerapan Steam Kayu Menggunakan Internet of Things
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/991
<p>Transformasi Teknologi Internet of Things mulai diterapkan pada industri mebel. Sekarang, banyak alat yang terkoneksi dengan Internet of Things. Internet of Things merupakan perangkat yang terhubung dengan jaringan internet sehingga bisa dikontrol dan monitoring jarak jauh. Mitra dalam pengabdian ini bergerak dibidang furniture untuk produksi kursi lengkung permasalahan yang muncul ada pada proses produksi yaitu untuk melunakkan bahan baku kayu masih manual dengan cara merebus kayu didalam drum yang membutuhkan waktu 6-8 Jam dengan bahan bakar kayu sisa limbah produksi sehingga tidak da control suhu dan penanda jika proses sudah selesai. Sehingga bisa mengakibatkan bahan gosong dan kebakaran. Oleh sebab itu Solusi yang diusulkan yaitu dengan menggunakan steam kayu yang diintegrasikan dengan Internet of Things yang bisa diatur suhu dan kelembapan sehingga lebih efisien. Disamping itu metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu sosialisasi kegiatan, pelatihan steam kayu menggunakan IoT, evaluasi dan pendampingan setelah kegiatan. Luaran dari kegiatan ini diperoleh peningkatan kualitas produk, peningkatan kapasitas produksi dari 60 komponen menjadi 120 komponen dan peningkatan omset 3%. </p> <p>____________________________________________________________________</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>The transformation of Internet of Things technology has begun to be applied in the furniture industry. Now, many tools are connected to the Internet of Things. The Internet of Things is a device connected to the internet network so that it can be controlled and monitored remotely. Partners in this service are engaged in furniture for the production of curved chairs. The problem that arises is in the production process, namely to soften the raw wood material is still manual by boiling the wood in a drum which takes 6-8 hours with wood fuel from production waste so that there is no temperature control and marker when the process is complete. So it can result in burnt materials and fires. Therefore, the proposed solution is to use wood steam integrated with the Internet of Things which can be adjusted for temperature and humidity so that it is more efficient. In addition, the methods used in this service are socialization of activities, wood steam training using IoT, evaluation and mentoring after the activity. The output of this activity is an increase in product quality, an increase in production capacity from 60 components to 120 components and a 3% increase in turnover.</em></p>Nur Aeni Widiastuti, Muhammad Choiru Zulfa, Achmad Zainudin, Agustina Widodo
Copyright (c) 2026 UNIMUS Web Conferences
https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/UWC/article/view/991Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000